Nikah Online

Nikah Online
TUJUH BELAS


__ADS_3

"Papi minta maaf atas apa yang terjadi lima tahun yang lalu sayang, padahal waktu itu papi akan merestui hubungan kalian, akan tetapi kamu sudah pergi dan tidak memiliki kabar setelah itu" jelas Antony dengan satu kali tarikan napas


Adel yang mendengar hal itu, langsung mendongakkan kepalanya, bisa ia lihat jika papi Angga sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya tadi. Setelah Adel pikir-pikir lagi dengan apa yang telah terjadi, ia hanya bisa merutuki kebodohannya saja, kalau saja ia bisa lebih sabar dalam mengambil tindakan pasti pernikahannya dengan Angga masih utuh sampai sekarang dan mungkin saja sekarang ia dan Angga menunggu kehadiran calon bayi yang ke dua.


"Adel juga minta maaf..." cicit Adel sambil menundukkan kepalanya, Angga yang berada di sebelahnya memeluk Adel dari samping.


"Papi juga, papi benar-benar bahagia saat kamu sudah kembali lagi bersama Angga dan dengan membawa kejutan besar bagi kami, yaitu Angga Junior,"Kata Antony dengan tersenyum


Mereka yang mendengar perkataan Antony menjadi tersenyum. Devnne berdoa semoga keluarganya selalu seperti ini, bahagia dan akur.


"Angga bawa Adel ke kamar kamu, mami tahu pasti kalian capek," Ucap Devnne dan dibalas anggukan oleh Angga.


Angga membawa Adel ke kamar dimana mereka pernah memadu kasih disana, dan menghadirkan Angga junior yang sangat lucu.

__ADS_1


Disana sudah ada Daniel yang tertidur dengan sangat lucu. Dimana mulutnya yang mungil terbuka dengan tangan yang memegang sebuah buku gambar


Adel berjalan menghampiri Daniel dan di ikuti oleh Angga di belakangnya. Adel mengelus dengan lembut rambut putranya, Adel berdoa semoga ia dan anaknya bisa mendapat kan kebahagian bersama keluarga baru mereka tersebut.


"Sssttt sayang jangan ganggu Daniel, kita pindah kamar ya, aku merindukan mu," bisik Angga sambil memeluk Adel dari belakang. Adel yang mendapat bisikan tersebut tiba-tiba merinding, ia belum terbiasa dengan hal yang selalu Angga lakukan terhadapnya.


"Baiklah," Jawab Adel dan setelah itu Angga membawa Adel menuju kamar tamu. Kalau kalian menanyakan dimana Kelvin dan Devina? Jawabannya adalah mereka sudah pulang ke rumah Kelvin karena rencananya pria itu ingin memperkenalkan Devina kepada orang tuanya.


Awalnya hanya kecupan kecil namun lama-lama Angga tidak bisa menahan hasratnya lagi, ia ******* bibir Adel dengan begitu bernapsuh, Adel memukul dada Angga dengan pelan, ia benar-benar tidak bisa bernapas sekarang.


"Ahhss... Leppashh," Ucap Adel dengan terbata-bata.


Angga yang tahu jika wanitanya ke habisan oksigen langsung melepaskan ciuman yang penuh kerinduan tersebut. Jika saja ia tidak mengingat Adel mungkin sekarang ciuman itu masih berlanjut.

__ADS_1


"Akhh, aku benar-benar ingin memakan mu," Kata Angga dengan di selingi tertawa ketika melihat wajah memerah milik Adel.


"Aish, kau sungguh keterlaluan," Ucap Adel sambil melepaskan pelukan mereka.


"Boleh kah kita melakukan "itu" malam ini?" Tanya Angga penuh harap dan wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Aku kedatangan tamu bulanan," Ucap Adel sambil duduk di meja rias yang terdapat di dalam kamar tersebut.


Angga yang mendengar itu tiba-tiba kecewa, padahal ia sudah sangat berharap bisa melepas rindu kepada Adel malam ini.


"Besok ya,"Kata Adel, Adel sunggu kasian melihat wajah kecewa Angga.


******

__ADS_1


__ADS_2