Nikah Online

Nikah Online
LIMA BELAS


__ADS_3

Satu Minggu kemudian Angga membawa Adel beserta Daniel ikut menuju jakarta, lepas dari perdebatan yang akhirnya membuat Adel mengalah dan juga akhirnya mengikuti kemana Angga akan membawa ia dan Anaknya.


Masih Adel ingat ketika Daniel menangis karena Adel tidak ingin ikut kembali ke Jakarta dan akhirnya Adel menjadi serba salah, sebenarnya ia takut jika kembali lagi ke jakarta dan bertemu lagi dengan orang tua Angga.


"Sayang," Panggil Angga menyadarkan Adel dari lamunannya.


"Ya, " Jawab Adel sambil memperlihat kan senyuman manisnya untuk Angga dan membuat pria itu mengembangkan senyumnya juga.


"Kita akan langsung ke mansion orang tua ku saja ya" Bukan petanyaan namun pernyataan yang Angga berikan dan membuat Adel tidak bisa menolak, sedangkan Daniel tertidur di panguannya.


Devina ikut bersama mereka karena Kelvin yang memaksa ia untuk ikut, karena pria itu akan mempertemukan wanitanya dengan orang tuanya.


Selang beberapa menit akhirnya mereka tiba di sebuah mansion yang lima tahun lalu pernah Adel tinggali selama satu hari atau mungkin cuma setengah hari saja. Adel menjadi takut keluar dari dalam mobil dan hal itu disadari oleh Angga.


"Sayang, Jangan takut," Bisik Angga dn mencium bibir wanitanya dan hal itu membuat Adel menutup matanya secara refleks.


Kelvin, Devina dan Daniel sudah turun lebih dahulu dan sekarang mereka menunggu Angga dan Adel saja.

__ADS_1


"Uncle kenapa Mom dan Dad lama ya?" Tanya Daniel dengan suara cadelnya


Pertanyaan Daniel membuat Kelvin dan Devina saling menatap, mereka tahu apa yang di lakukan oleh kedua orang itu didalam mobil.


Dasar tidak tahu tempat. Pikir Kelvin


"Ah, mungkin Mom mu hanya beristirahat sebentar karena kecapea," jawab Devina dengan memberi alasan yang lebih spesifik.


Di dalam mobil.


"Su...sudah" Desah Adel Karena tangan Angga sudah berkeliaran kemana-mana. Angga tidak bisa menahan rindunya lagi, sudah lama ia tidak melakukan "itu".


"Jangan khwatir sayang, ada aku disini," kata Angga lalu turun dari mobil dan membukan pintu untuk Adel.


Mereka berjalan beriringan, bisa Adel lihat jika sahabatnya itu tengah menatapnya tajam.


"Kenapa lama?" Tanya Devina. "Sedari tadi Daniel sudah bosan menunggu," lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Itu...an...anu--" Ucap Adel dengan tidak jelas dan dengan wajah memerah menahan malu.


"Aku hanya meminta 'jatah' sebentar,"Kata Angga dan hal itu membuat wajah Adel tambah memerah.


Setelah itu mereka berjalan beriringan menuju pintu rumah besar. Sudah lama rasanya Angga tidak menginjak rumah ini. Terakhir kali ia kesini adalah saat Adel pergi menjauh dari dia setelah ayahnya membicarakan tentang perjodohan yang tidak berguna itu.


Ting! Tong!


Angga menekan bel rumah tersebut dengan tidak sabaran. Sedangkan Daniel masih terkagum dengan penampilan luar rumah tersebut.


Cklek!


Wanita paruh baya yang tidak lain adalah mami Angga membuka pintu dan terkejut ketika melihat Anaknya terlebih dengan wanita yang lima tahun pergi dari rumahnya tanpa sepengetahuan keluarga.


"An...Angga" Ucap Devnne dengan terbata-bata. Tudak beberapa lama Devnne tersadar dan langsung memeluk Angga karena ia begitu merindukan anak lelakinya ini.


"Ayo kita masuk dulu sayang," Devnne menggiring mereka ke ruang tamu, dia masih belum sadar jika di antara mereka masih ada anak kecil yang begitu mirip dengan Angga dan Anak kecil itu masih mengagumi rumah tersebut.

__ADS_1


****


__ADS_2