Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH DELAPAN


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya tadi, Angga membawa Adel makan malam di luar, hanya mereka berdua. Menurut Adel ini seperti Dinner.


Karena memang mereka jarang sekali keluar berdua, paling-paling Daniel akan merengek ikut, atau biasanya karena Angga sibuk di kantor maka mereka tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama.


Adel menggunakan flat shoes dan juga Dres yang sebatas mata kaki, Angga sangat memperhatikan cara berpakaian Adel saat hamil, ia takut jika Adel memakai yang lebih "terbuka" akan membuatnya tidak nyaman apa lagi sedang hamil besar seperti ini.


Angga hanya menggunakan pakaian santai saja, hanya kaos oblong berwarna putih dan jaket bomber serta celana jins saja, yang membuat penampilannya sangat kece.


"Sudah siap?" Tanya Angga sambil menghampiri Adel yang sedang mengambil tas nya.


"Iya, dimana Daniel?"


"Dia sedang tidur bersama Amira." Jawab Angga dan Adel hanya mengangguk saja dan setelah itu mereka turun menuju mobil yang akan mereka gunankan.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya." Sapa sopir yang akan mengantar mereka.


"Malam juga." Jawab Adel sedangkan Angga hanya membalas dengan anggukan kepala saja.


Setelah itu mereka memasuki mobil dan tidak lama akhirnya Mobil tersebut meninggal kan perkarangan mansion milik keluarga Radjasa.


"Kita akan kemana hari ini?" Tanya Adel, pasal nya ia tidak tahu mereka ini mau kemana, Angga sedari tadi hanya diam, sesekali ia mengelus perut buncit Adel.


"Rahasia sayang." Balas Angga, tentu jawaban itu bukan yang Adel ingin dengarkan. Kenapa suaminya ini selalu suka bermain rahasian sekarang.


"Tau gini aku tidak ingin keluar rumah saja."Gerutu Adel namun masih dapat di dengar oleh Angga dan membuat pria itu tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kabar Devina sekarang?" Tanya Angga mengalihkan pembicaraan mereka, ia tidak ingin jika Adel kembali marah kepadanya dan rencana malam ini gagal lagi.


Mendengar pertanyaan itu Adel mendongak menatap Angga, ya Adel baru ingat jika selama dua hari ini ia belum menanyakan kabar Devina.


"Aku juga tidak tahu, dua hari ini kami tidak kontak-kan."


"Bagaiman jika besok kita mengunjungi mereka." Usul Angga


"Bukan ide yang buruk, baiklah besok kita akan ke sana."


Setelah enam bulan yang lalu Devina menikah dengan Kelvin dan tentu karena sudah sama-sama memiliki suami mereka jarang bisa bertemu, kecuali jika mereka sama-sama ikut ke kantor, karena Kelvin masih bekerja untuk Angga.


Sekitar dua puluh menit akhirnya mereka sampai di sebuah restoran namun yang adel lihat tidak ada satu orang pun di sana.


Adel menerima uluran tangan Angga, lalu ia turun dari mobil dan mengikuti langkah Angga yang membawanya menuju ke arah pintu restoran, saat membuka pintu ternyata di dalam nya sungguh membuat Adel tidak bisa melihat apa-apa namun saat langkah mereka baru lima langkah sesuatu mengejutkannya.


"Happy Brithday!!" Teriak semua orang dengan serepak, dan itu masih membuat Adel mematung karena ia tidak ingat hari ulang tahun nya sendiri. Selama ini ia tidak pernah mendapat kejutan seperti ini apa lagi keluarga besar Angga datang juga dan ada Daniel dan Amira? Bukannya tadi Angga bilang jika Daniel sedang tidur bersama Amira?


Astaga pantas saja tadi anaknya tidak rewel ketika ia memberitahu kan jika ia dan Angga akan keluar dan anaknya menjawab.


"Oke Mom hati-hati ya, jangan terkejut nanti ya." Itulah yang anaknya katakan tadi.


Dan disana juga ada Devina dan suaminya, aish.... Dasar Angga pembohong besar. Umpat Adel dalam hati.


"Selamat ulang tahun sayang." Ucap Devnne yang terlebih dahulu membuyarkan lamunan Adel, Devnne memberikan Adel sebuah kado dengan ukuran kecil entah apa di dalam nya.

__ADS_1


"Terima kasih Mi." Balas Adel dan memeluk Devnne entah kenapa tiba-tiba air mata nya keluar. Ia juga rindu orang Tuanya ketika hari ulang tahunnya sudah tiba.


"Udah jangan nangis sayang." Devnne menghapus air mata Adel. "Ini hari bahagia kamu." Ucap Devnne lagi setelah itu semua keluarga mengucapkan selamat ulang tahun untuknya dan doa terus mengalir untuknya dan sang calon bayi yang beberpa bulan lagi akan melihat dunia.


Sekarang giliran Daniel yang memberikan hadiah untuk Adel anak yang akan menginjak usia enam tahun itu memberikan sebuah kado yang berisikan gambar tangan nya saja yaitu foto Adel, Angga, Daniel beserta kedua adiknya yang belum lahir entah kenapa foto kedua adiknya itu ada laki-laki dan perempuan, apakah Anaknya yang berada di dalam perut nya ini kembar pengantin? Adel pun tidak tahu karena selama ia memeriksa kandungan ia tidak pernah menanyakan jenis kelamin kedua anaknya tersebut.


"Selamat ulang tahun Mommy." Ucap Daniel sampil mencium pipi Adel, ia berada di gendongan sang ayah karena Adel tidak bisa berjongkok oleh perutnya itu.


"Terima kasih sayang ku, hadiah nya sangat indah Baby boy." Puji Adel dan mendapat senyum malu-malu dari Daniel. Oh betapa menggemaskannya Daniel sekarang dan itu membuat Adel benar-benar ingin menggigit pipi anaknya itu.


Setelah itu mereka sama-sama makan, karena setelah memotong kue ulang tahun tadi Daniel merengek kelaparan, Adel sudah berbicara kepada Devina tadi dan ia baru tahu jika sahabatnya itu tengah hamil muda.


Tentu hal itu menjadi berita paling di tunggu oleh Adel karena temannya ini selalu curhat ingin cepat memiliki anak dan permintaannya terkabulkan, usia kandungan Devina sekitar Dua bulan.


Sedangkan Angga meminta maaf karena sudah berani berbohong kepada Adel tentang Daniel tadi, dan Adel hanya tersenyum ia tidak ingin bertengkar di saat hari bahagianya tiba, kejutan yang di buat oleh Angga pun sangat luar biasa dan membuatnya lupa tentang kebohongan Angga tadi nya.


"Stay with me baby, kau tahu aku kira, kita tidak akan bertemu lagi setelah kamu menghilang selama lima tahun, namun aku bersyukur tuhan masih berbaik kepada ku dan mempertemukan kita kembali." Ucap Angga sekarang mereka di atas rooptof restoran dengan Angga memeluk Adel dari belakang.


"Aku juga bersyukur, kalau bukan karena kamu mungkin aku belum bisa membayar uang bulanan kos sama sekolah ku." Ucap Adel, memang benar laki-laki yang sekarang memeluknya sangat berarti di ke hidupan Adel ya walapun sempat ada ke salah pahaman di antara mereka, namun Adel sangat beryukur bisa kembali lagi bersama Angga dengan pernikahan yang sah di mata hukum bahkan masyarakat.


"I Love you, my wife." Kata Angga sambil membalik Adel untuk menghadap ke arah nya dan mengecup singkat bibir Adel.


"I Love You too, My Husband." Balas Adel dan juga mengecup bibir Angga dengan mesra dan mereka sama-sama menikmati ciuman tersebut.


******

__ADS_1


__ADS_2