Nikah Online

Nikah Online
DUA PULUH ENAM


__ADS_3

Pagi harinya Adel terbangun karena suara berisik dari luar kamar nya, ia melihat di sebelah kananya dan Ia tidak mendapati Angga di samping tempat tidur.


"Dad aku ingin menemui mom."


"Tidak bisa, mom lagi tidak enak badan." Kata Angga


"Mom!" teriakan Daniel dari arah luar kamar.


"Daniel kenapa teriak sayang." Kata Adel setelah membuka pintu kamarnya, dan bisa ia lihat jika Anak dan suaminya sedang berdebat entah tentang apa.


"Sayang jangan bangun dari tempat tidur, aku takut kau kecapean." Nada kwatir Angga membuat Adel tersentak kaget, karena ia baru ingat jika sekarang ia sedang mengandung.


"Mom Dad melarang Daniel bertemu sama Mommy." Adu Daniel sambil berjalan dan hendak memeluk Adel namun di halang oleh tangan Angga.


"Jangan meluk Mommy, nanti kamu bisa nyakitin Dede bayinya." Kata Angga, Daniel masih mencerna apa yang Angga katakan tadi.


"Maksud Daddy?" Tanya Daniel masih tidak mengerti dengan apa yang Angga katakan Tadi.


"Daniel sebentar lagi punya Dede dan Daniel jangan buat Mom kesusahan ya." Jelas Angga dan menuntun Adel kembali ke arah ranjang dengan Daniel mengekori mereka.

__ADS_1


"Yey, aku akan punya adik." Teriak Daniel dengan bahagia sambil loncat-loncat. Adel yang melihat itu menjadi bahagia, ia tahu jika Daniel sangat menginginkan Adik.


Setelah itu Daniel keluar dari kamar orang tuanya, sungguh ia sangat bahagia dan ia akan memamerkan kepada temannya di sekolah jika ia sebentar lagi akan memiliki adik.


"Daniel dimana Dad dan Mom mu?" Tanya Devnne bisa ia lihat jika wajah cucunya itu sangat bersinar karena senyuman yang membikai di wajahnya.


"Mereka di kamar Ne." Kata Daniel sambil menghampiri Antony yang sedang duduk di sofa dan membaca koran.


Hari ini libur dan ia tidak bekerja terlebih berita yang ia dengar, jika menantunya hamil cucu kedua di keluarga Radjasa, sungguh rasa bahagia kembali menyelimuti keluarganya dan Antony sangat berterima kasih kepada Adel menantunya.


Karena kembali dan membawa kebahagian yang berlipat untuk keluarga nya. Antony melihat ke arah cucu pertamanya ini, wajah Daniel sangat mirip Angga waktu kecil, kecuali di bibir saja, bibirnya menurun dari sang ibu.


"Sayang kau ingin makan apa?" Tanya Angga.


Adel baru saja keluar dari kamar mandi, sekarang masih pukul sepuluh pagi dan adel pun baru makan, kenapa suaminya ini sangat protektif jika menyangkut makanan Adel, setelah ia tahu jika Adel mengandung.


"Aku baru saja makan Sayang, Nanti bagaimana jika aku gendut."


"Aku tidak peduli kau gendut, yang aku pedulikan adalah gizi dan kesehatan kalian berdua baby." Jelas Angga.

__ADS_1


"Baiklah, jika aku dan baby lapar maka aku akan memberi tahu mu hm." Kata Adel


"Baiklah sayang." Ucap Angga dengan nada pasrah.


malam ini keluarga Radjasa pergi makan di Restoran yang baru saja di buka di kawasan jakarta selatan, hitung-hitung perayaan hadirnya Anggota baru bagi mereka.


Adel tidak diperbolehkan menggunakan High Hells, ia menggunakan Plat shoes yang Angga beli tadi dan di rumah sudah menumpuk sepatu tanpa hak.


"Baiklah, apa semuanya sudah siap?" Tanya antony.


"Siap!" Jawab mereka dengan serempak, lalu mereka pergi ke restoran dengan di selingi obrolan di dalam mobil.


Mereka sampai di restoran, Angga dengan cepat membuka pintu untuk Adel dan ia tidak lupa mengendong Daniel di sebelah kanannya dan sebelah kiri memegang tangan Adel.


"Wow!" Ucap Daniel dengan takjub, karena restoran yang mereka datangi ini memiliki pemandangan yang indah, walapun sudah malam tetapi hiasan lampu sangat menambah kesan rilex untuk para pengunjung.


Nama restoran itu adalah Adel's Kitchen, adel yang melihatnya sungguh sangat terharu, karena Angga menggunakan namanya untuk restoran ini.


Malam itu mereka habiskan dengan makan dan mengobrol , bercanda bersama, sangat jarang bagi kaum jet set untuk berkumpul seperti ini, karena mereka sangat sibuk dengan pekerjaan mereka di kantor.

__ADS_1


__ADS_2