
Kelvin Dan Devina, kembali ke rumah mereka setelah satu minggu Devina berada di rumah sakit. Setelah perdebatan panjang mereka, karena Devina tidak ingin jika anaknya di gendong oleh Kelvin. Padahal kan itu juga anak Kelvin anaknya bahkan belum besar tetapi sudah bisa mengambil perhatian Devina dari dirinya. Rasanya Kelvin benar-benar cemburu ke pada anaknya tersebut.
Ingin rasanya Kelvin marah, tetapi ia bingung ingin marah kepada siapa, apa mungkin ia harus marah kepada Devina? Tidak! Itu tidak mungkin karena jika ia marah kepada wanitanya maka ia tidak akan bisa tidur seranjang dengan Devina. Itu sungguh sangat menyiksa nya.
Atau ia marah kepada si kecil? Itu pun sangat tidak mungkin! Karena anaknya masih tidak mengerti apa pun yang ia katakan. Jadi lebih baik ia mengalah dan menuruti apa yang wanitanya itu ingin kan.
"Kelvin! Kenapa bengong di situ sih!" Teriak Devina dengan jengkel karena Kelvin masih berdiri di samping mobil mereka, padahal ia sudah sampai di depan pintu rumah mereka dan juga bercerita banyak sepanjang jalan dan ternyata suami nya masih stay di samping mobil mereka.
"Ah, iya sayang, tunggu sebentar." Balas Kelvin lalu dia membuka bagasi mobil dan mengambil tas yang berisi perlengkapan Devina dan bayi nya selama mereka di rumah sakit.
Saat sampai di depan pintu rumah mereka, anak nya membuka mata dan sepertinya sedang melihat sekeliling dan ia berhenti ketika melihat wajah Kelvin.
"Welcome home baby and honey." Ucap Kelvin lalu membuka pintu untuk Devina dan bayi nya. Devina tersenyum ke arah Kelvin, terbesit rasa bersalah di hatinya ketika ia mengingat jika tadi ia sempat memarahi Kelvin.
__ADS_1
"Terima Kasih sayang." Ucap Devina dan memberikan kecupan hangat di bibir Kelvin.
Mendapat kecupan tiba-tiba dari Devina membuat Kelvin terdiam mematung di tempat nya, karena selama ini ia yang selalu memulai ciuman di antara mereka tapi kali ini?. Oh rasanya Kelvin sangat bahagia apakah ini karena anak mereka? Kelvin sungguh bersyukur dengan kehadiran Sean Mahendra anak semata wayang mereka.
"Hey! kenapa dari tadi selalu bengong?" Tanya Devina yang sudah berada di sofa di ruang tamu dan memangku sean.
*****
"Daniel stop! Jangan lari-lari nanti kamu jatuh sayang!" Teriak Adel ketika melihat Daniel berlari mengejar anak anjingnya. Sedangkan Angga hanya tersenyum, sungguh rasanya jika tidak ada Adel maka rumah terasa sunyi. Apa lagi jika barang sehari saja ia tidak mendengar ocehan wanitanya tersebut.
"Karena kamu mengejarnya sayang, maka dari itu ia ketakutan dan berlari menghindari kamu." Jelas Adel dan memberikan Daniel ai mineral karena anaknya itu kehausan.
Walapun ia memiliki si kembar, Adel tidak ingin jika kasih sayang nya tidak seimbang di antara mereka. Ia ingin Daniel tidak cemburu kepada kedua saudara nya tersebut, karena Adel lebih banyak menghabiskan waktu dengan keduanya sedangkan dengan Daniel ia jarang karena anaknya sibuk dengan kegiatan sekolah.
__ADS_1
"Hey... hari ini Mami dan Papi akan kesini." Kata Angga.
"Oh benarkah, aku rindu sama Mami, jam berapa mereka kesini?." Tanya Adel.
"Mungkin nanti malam, kata Papi mereka akan menginap." Jelas Angga dan di balas Anggukan oleh Adel.
Rasanya waktu berlalu begitu cepat, buktinya Daniel dan si kembar mulai bisa bermain. jika nanti mereka sudah dewasa maka rumah akan terasa sepi. apa lagi Adel, ia akan sangat kesepian terlebih Cafe yang ingin Angga bangun masih belum selesai.
untuk menghilangkan rasa jenuhnya nanti, Adel meminta Angga membangun Cafe yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka. Angga hanya mengiiya kan saja apa yang Adel Inginkan.
"Daniel ayo masuk sayang, hari ini Oma akan datang kesini." teriak Adel memanggil Daniel yang masih asik kejar-kejaran dengan Choky.
"Oke Mom!." Balas Daniel.
__ADS_1
******