Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
hujan


__ADS_3

Hp Keyra bergetar, ada pesan masuk. Keyra mengambil Hp-nya. Lalu membuka aplikasi whatsapp.


Cowok Sialan👊


Ra


P


P


P


P


KeyraGM


Paan?


Cowok Sialan👊


Pulang sekolah lo pulang sama siapa?


"Tumben nih cowok nanyain!" gumam Keyra.


"Siapa, Ra?" tanya Bunga disampingnya.


"Hah, teman gue kok!" jawab Keyra.


Keyra kembali fokus dengan Hpnya, membalas pesan dari Zidane. Padahal guru sedang menerangkan materi, tetapi ia malah fokus dengan benda pipih yang sekarang ada di genggamannya.


KeyraGM


Sendirian lah. Sama siapa lagi coba?!


“Ra, mendingan lo ijin ke kamar mandi aja, daripada ketahuan main HP!” ucap Bunga memberi saran.


“Iya deh kalau gitu. Gue ijin dulu!” Bunga mengangguk, Keyra berdiri dan berjalan menuju guru yang sedang mengajar di kelas.


“Maaf pak, saya mau ijin ke kamar mandi dulu!” ijin Keyra.


“Iya, silahkan! Jangan lama-lama!” ucap guru tersebut.


“Baik, Pak.” Keyra pun keluar kelas melangkah menuju kamar mandi. Kini ia sudah berada di dalam salah satu bilik toilet wanita.


Cowok Sialan👊


Bareng gue aja, mumpung gue lagi baik hati


Keyra GM


Nggak usah, pulang sekolah gue ada latihan dance


Cowok Sialan👊


Gue tunggu!


Keyra GM


Terserah!


Read


“Tumben banget nih cowok nebengin gue, biasanya aja langsung tinggal! Langsung gas ke rumah!” gumam Keyra sambil berjalan menuju kelasnya kembali.

__ADS_1


***


Bel pulang sekolah telah berbunyi sejak 10 menit yang lalu. Keyra pun juga sudah berada di dalam ruang dance sejak 10 menit yang lalu. Sambil menunggu anggota dance yang lain datang, Keyra memainkan Hpnya. Ia sedang membuka aplikasi whatsapp, mengecek barangkali ada pesan yang masuk. Benar sekali, ada pesan masuk di whatsapp-nya.


Cowok Sialan👊


Nggak jadi gue tunggu! Gue mau langsung pulang aja! Udah capek, pengen mandi!


“Tuh kan, langsung gas ke rumah. Emang nih cowok nyebelin banget.” gumam Keyra pelan.


Keyra GM


Terserah!


Cowok Sialan👊


Lo marah?


Keyra GM


Ngapain juga marah. Nggak guna banget!


Cowok Sialan👊


Yaudah


Read.


Keyra memasukkan Hpnya ke dalam tasnya, karena semua anggota dance sudah berkumpul. “Hari ini saya akan memilih 7 anak di antara kalian untuk mewakili sekolahan kita yang akan mengikuti lomba dance di SMA Wijaya pada Hari Sabtu depan.” ucap Ara - Sang Pelatih Dance.


“Baik, kak!” ucap semua anggota berbarengan.


“Lomba ini hanya akan di ikuti oleh kelas 10 dan kelas 11. Untuk kelas 12 tidak di perbolehkan mengikuti lomba, dikarenakan mereka harus fokus terhadap ujian-ujian di sekolah.”


“Baik, kak!” jawan semua anggota dance. Lalu Ara mengambil sebuah buku yang berisi nama-nama anggota dance mulai dari kelas 10 sampai kelas 11.


“Untuk yang akan mengikuti lomba sekarang latihan bersama saya di ruang cermin, dan yang tidak mengikuti lomba silahkan berlatih dengan Kak Fera.” Sambung Ara. Keyra dan 6 anggota dance lainnya mengikuti Ara menuju ruang cermin.


Ruang cermin adalah sebuah ruangan yang di fasilitasi SMA Ganesha guna untuk tempat berlatihnya para anggota ekstrakurikuler dance, agar mereka tahu letak kesalahan mereka saat berlatih dan juga mempermudah mereka untuk berlatih bersama pelatih dance.


Lagu pun berputar dan mereka pun mulai mengikuti gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh Ara. Menit demi menit terlampaui. Keyra dan teman-temannya baru saja selesai latihan dance. Ia melihat jam yang ada di dinding yang menunjukkan 16.30.


“Saya sudah memvideo diri saya untuk gerakan-gerakan yang tadi. Jadi saya akan mengirimkan video ini ke kalian. Silahkan menghidupkan bluetooth kalian masing-masing.” Ucap Ara yang sedang memegang ponselnya.


Keyra mengambil handphone-nya yang ada di dalam tas. Lalu membuka bluetooth-nya. Tak berapa lama, ia menerima sebuah kiriman vidio dari Ara. “Sekian latihan hari ini. Jangan lupa sepulang sekolah langsung menuju ke ruang cermin untuk latihan. Hari Sabtu dan Minggu besok kita juga latihan, dan latihannya akan di mulai jam 9 pagi. Saya harap kalian datang tepat waktu.” Ucap Ara.


“Siap, kak!” ucap semuanya serempak.


“Sekian. Terimakasih! Kalian bisa pulang sekarang. Hati-hati di jalan!” sambung Ara. Keyra mengambil tasnya, keluar dari ruang cermin dan berjalan keluar sekolah.


Keyra duduk di sebuah halte depan sekolah. Mengambil handphone-nya yang ada di saku seragamnya.


“Yaaahhhhh, batrainya abis. Mana langit pas mendung lagi! Gue pulang sama siapa coba?!”


Keyra mengedarkan pandangannya, barangkali ada teman dancenya yang masih tertinggal di sekolah. Matanya berhenti ketika tak sengaja melihat Tasya yang berada di depan pos security, mungkin sedang menunggu jemputan.


Keyra berjalan memasuki sekolah kembali. Menghampiri Tasya untuk meminjam ponselnya. “Tasya” panggil Keyra. Tasya menoleh.


“Iya? Ada apa?” tanya Tasya.


“Boleh pinjam HP lo nggak?” tanya balik Keyra.


“Boleh”

__ADS_1


“Lo punya nomer Hpnya Zidane kan?” tanya Keyra dan di angguki oleh Tasya.


“Nih” Tasya meminjamkan Hpnya pada Keyra. Keyra mencari kontak Zidane, setelah ketemu ia langsung menelpon Zidane.


“Halo, Sya? Ada apa?” tanya Zidane di seberang sana.


“Ini gue, Keyra. Bukan Tasya.”


“Oh, elo. Kenapa?” tanya Zidane.


“Jemput gue pliiss! HP gue mati, batrainya abis, jadi nggak bisa pesen ojol.”


“Imbalan lo apa nih?”


“Nggak ada lah.”


“Yaudah, nggak gue jemput!”


“Ck.Yaudah-yaudah, imbalannya terserah lo minta apaan! Yang penting jemput gue sekarang!”


“Okey.”


“Cepetan, udah mendung ini. Keburu hujan!”


“Iya-iya, bawel amat lo!” Keyra memutuskan telpon sepihak. Kemudian memberikan ponsel tersebut kepada Tasya.


“Lo pacaran sama Zidane?” tanya Tasya curiga.


“Enggak lah. Gila apa gue pacaran sama tuh cowok!"


"Terus, kenapa lo telponnya ke Zidane?"


"Kan yang ada disini cuman lo. Dan lo pastinya nggak punya nomer telpon sahabat gue, ya dengan terpaksa gue minta bantuan sama Zidane. Kalau pun minta bantuan lo, kan rumah lo berlawanan arah sama gue. Gitu!” tak berapa lama Zidane datang dengan motor tercintanya.


“Zidane udah datang, gue pulang duluan ya, Sya! Makasih atas bantuannya!” Tasya menganggukkan kepalanya. Ia masih curiga dengan hubungan 2 remaja tadi. Biasanya saja saat tidak sengaja berpapasan, mereka langsung bertengkar layaknya tom and jerry. Lalu sekarang? Jadi akur.


“Tapi alasan Keyra tadi ada benarnya sih! Kan gue nggak punya nomer sahabatnya, yang gue punya cuman nomer telponnya Zidane. Yaudah lah, biarin aja! Kalau pun mereka akur, yaaa Alhamdulillah. Kalau nggak akur, yaaa semoga cepat akur!”


Tiiin tiiin


Suara klakson mobil berbunyi. Tasya pun menghampiri mobil tersebut, lalu masuk ke dalamnya. Mobil yang di tumpangi Tasya pun meninggalkan area


sekolah.


***


“Cepetan, Zidane! Keburu hujan!” desak Keyra.


“Iya, Ra. Sabar! Kan kita juga terhalang sama lampu lalu lintas!” balas Zidane.


Awan mendung sudah sangat tebal. Sudah di pastikan sebentar lagi akan turun hujan yang deras. “Kayaknya sebentar lagi hujan deh, Dan!” ucap Keyra.


“Iya, gue tau, Ra! Lo diem aja, gue masih fokus nyetir nih!” ucap Zidane yang tetap fokus ke depan.


Hujan pun turun begitu derasnya. “Tuh kan, belum lama gue diem ngonong, udah turun hujannya! Zidane, jaraknya sama rumah masih jauh nggak?” tanya Keyra sedikit berteriak.


“Udah deket ini! Lo mau berteduh apa langsung pulang?” tawar Zidane.


“Langsung pulang aja!” jawab Keyra. Zidane mengangguk, lalu menambah kecepatan motornya. Membelah derasnya hujan di sore hari ini. Keyra memeluk pinggang Zidane, karena ia merasa takut dengan kecepatan motor Zidane yang sekarang.


10 menit kemudian, motor Zidane telah sampai di kediaman mereka. Keyra turun dan langsung melepas sepatunya sebelum masuk ke dalam rumah. Keyra memasuki kamar, disusul Zidane yang berada di belakangnya.


“Sorry, Ra! Tadi gue nggak bawa jaket!” ucap Zidane meminta maaf.

__ADS_1


“Nggakpapa, gue juga salah kok. Seharusnya tadi kita berteduh dulu, bukannya lanjut pulang!” Keyra berucap dengan menggigil. Keyra memasuki kamar mandi, menyiram tubuhnya dengan air hangat. Selesai mandi, ia keluar dan langsung memakai sweaternya. Kini bergantian Zidane yang memasuki kamar mandi.


Keyra mengeringkan rambutnya dengan Hair Dryer. Setelah itu ia langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Menyelimuti tubuhnya yang sudah menggigil sejak tadi. Zidane keluar dari kamar mandi. Ia sudah memakai kaos santainya. Menyusul Keyra yang ada di ranjang.


__ADS_2