
"Lo tau nggak, bibir ini cuman milik suami gue di masa depan nanti! Lo nggak berhak mencium gue!" ucap Keyra yang sudah berdiri di samping ranjang. Zidane pun memposisikan tubuhnya untuk duduk.
"Kamu apa-paan sih, Ra! Kita itu udah nikah, jadi kamu itu milik aku sepenuhnya untuk masa sekarang dan kedepannya." ucap Zidane. Bagaimana Keyra bisa lupa, bahwa dia sudah menikah dengan Zidane.
Keyra tak ingin menanggapi ucapan Zidane. Ia berjalan menuju perpustakaan mini di samping kamar. Beberapa menit kemudian, Zidane menyusul Keyra. Dia maklumi kalau Keyra masih terkejut dengan sikapnya yang timbul secara mendadak ini. Dia yakin bahwa suatu saat, Keyra akan menerima dirinya dalam hidupnya. Entah itu kapan. Intinya Zidane menanti hari itu.
Zidane membuka pintu perpus mini tersebut. Dia masuk ke dalam, lalu mengahpiri Keyra yang sedang duduk di atas karpet sambil membaca buku.
Zidan memeluk Keyra dari belakang. Menempatkan kepalanya di atas bahu Keyra. "Maaf" ucapnya lirih.
"Kamu pasti terkejut dengan sikapku tadi kan? Aku maklumi itu. Tapi tolong jangan marah ya!" Keyra diam.
"Aku nggak ngerti mulai kapan perasaanku berubah ke kamu. Tapi aku benar-benar sayang kamu, Ra! Aku sedih ketika ngelihat kami sakit! Aku khawatir sama kamu, Ra! Aku nggak bisa bohong sama diriku sendiri kalau aku sayang sama kamu! Aku menerima kamu dalam hidup aku!" Keyra masih tetapi diam.
"Keyra. Jangan diem aja!" rengek Zidane. Tuh kan, Zidane berubah manja. Seharusnya kan yang manja Keyra, karena Keyra yang sakit. Tapi ini malah Zidane yang manja.
Keyra menghembuskan nafasnya gusar. Bagaimana ia harus menanggapi ucapan Zidane. Dia harus mengatakan apa ke Zidane. Ah, Keyra bingung sendiri.
"Terus gue mesti jawab apa? Gue juga bingung." Keyra menutup buku yang dibacanya, amarahnya sudah mereda.
"Lo tahu kan, kalau kelakuan lo ini mendadak banget?" Zidane mengangguk pelan.
"Kalau cara bicara kita berbeda, dan teman-teman kita tahu, kita harus jawab apa?" tanya Keyra.
"Bilang aja kalau kita udah pacaran." jawab Zidane. Ia masih betah memeluk Keyra dari belakang sambil menaruh kepalanya di bahu Keyra.
"Apa teman-teman bakal percaya?" tanya Keyra lagi.
"Pasti percaya. Udah kamu tenang aja, biar aku yang urus mereka!"
"Terus kalau ada fans lo yang nge-bully gue gimana?"
"Aku yang bakal ngehadapin mereka. Keyra kamu tenang aja! Aku akan menjagamu!"
"Baiklah. Bantu gue agar bisa mencintai dan menerima lo di hidup gue!"
"Iya. Secepatnya aku akan membuat kamu mencintaiku." Zidane dan Keyra tersenyum.
Inilah keputusan Keyra. Semoga ia bisa mencintai dan menerima Zidane dalam hidupnya.
"Kamu masih sakit, ayo istirahat dulu!" Zidane menarik tangan Keyra agar mau berbaring di tempat tidur.
"Gue bosen, Zidane." melasnya
Zidane tetap menarik tangan Keyra. Dengan hati yang sangat-sangat terpaksa, Keyra menuruti ucapan Zidane.
Zidane memeluk Keyra. "Panggilan gue-lo di ganti aku-kamu ya?" pinta Zidane dengan puppy eyes-nya.
"Geli, Zidane! Gue nggak pernah manggil cowok pake aku-kamu. Cuman ke ayah aja!" Jujur. Keyra sangat geli dengan panggilan aku-kamu. Geli sekali rasanya. Kayak apa ya? Nggak ngerti kayak apa. Intinya ia merasa geli sekali dengan panggilan aku-kamu.
"Tapi kan kita udah nikah, Ra. Orang-orang di luar sana aja yang pacaran panggilannya aku-kamu. Masak kita yang udah nikah panggilannya gue-lo sih?!" Zidane tampak cemberut.
"Okey kalo gitu, kamu pilih pake aku-kamu apa sayang?" Zidane memberikan 2 pilihan kepada Keyra.
Ini kenapa jadi Zidane yang manja sih?! pikir Keyra.
"Nggak mau semua!" ucap Keyra.
"Aku hitung sampai tiga, kalau kamu nggak memeilih salah satunya, berarti aku anggap kamu pilih yang opsi kedua."
"Satu"
Aduuuh, ini gimana ya? Pilihannya bikin gue geli semua!!
"Dua"
Aaaaa, udah hitungan kedua lagi.
"Tig-"
"Okey, gue pilih opsi yang pertama."
Terpaksa gue pilih opsi pertama, daripada opsi yang kedua, bikin gue muntah aja!
"Nah gitu dong! Yaudah sekarang kamu istirahat!" perintah Zidane. Keyra memejamkan matanya.
"Cepat sembuh, sayang!" ucap Zidane, lalu ia tidur dengan memeluk Keyra.
***
Malam hari, Keyra sudah terlihat sedikit bugar. Wajahnya tidah sepucat tadi pagi. Selesai mandi tadi, Keyra mengambil HPnya, membuka aplikasi whatsapp.
**WACANA GROUP'S
Minda**
Keyyyraaaaaa, lo kenapa nggak masuk?
Bunga
Lo sakit ya? Atau lagi ada acar keluarga?
Minda
Raaaaaa, lo kemana sih?
Bunga
__ADS_1
Jangan di read doang bangke!
KeyraGM
Tenang wahai teman-temanku😄
Bunga
Lo kenapa nggak masuk?
KeyraGM
Lagi nggak enak badan, kemarin habis kehujanan
Minda
Tunggu gue sama Bunga, kita mau ke rumah lo
KeyraGm
Mau ngapain?
Bunga
Jenguk lo lah, ****!
KeyraGM
Diihhh, nge-gasss!😒
Minda
Udah ya, gue sama Bunga mau kesana!
KeyraGM
Jangaaan!
Bunga
Kenapa?
KeyraGM
Gue lagi nggak di rumah, ini lagi di rumah saudara.
Minda
Lah, lo kan lagi sakit, kok di rumah saudara lo sih?!
Bunga
2
KeyraGM
Minda
Oh, yaudah kalo gitu, kita nggak jadi jenguk. Maaf ya, Ra!
Bunga
2
KeyraGM
Iya, nggakpapa. Sans aja!
Minda
@Bunga_ lo kenapa sih dari tadi cuman 2 aja. Lagi belajar berhitung?
KeyraGM
Belum lulus TK kali
Bunga
Lagi males ngetik
KeyraGM
Lah ini kalau bukan ngetik terus apa?
Minda
Nulis, Ra.
Bunga
Bukaan
Maksud gue tuh, males ngetik panjang
KeyraGm
Oh
__ADS_1
Minda
O
Bunga
Njeeeerrrrr_-
Sialan kalian, gue ngetik lumayan panjang tapi responnya kayak gitu😤
Minda
Trus?
KeyraGM
Then?
Bunga
Terserah kalian deh, terserah
Bodo amat
Gue nggak peduli
Keyra terkekeh ketika membayangkan wajah kesal Bunga.
"Ra, kamu kenapa? Kok ketawa-ketawa sendiri?" tanya Zidane saat ia mengetahui Keyra tertawa sendiri.
"Hah? Enggak kok! Itu baca pesan di grup whatsapp gue-"
"Keyraa, kok pakai 'gue' lagi sih!" Zidane memajukan bibirnya.
"Maaf, ak-aku kan nggak terbiasa juga!" Zidane menghela nafas. Ia harus bersabar.
"Okey. Emang di whatsapp kamu ada apaan?" tanya Zidane mengulang persoalan tadi.
"Ini lagi chat.an sama sahabat aku."
Keyra beralih pada room chatnya Ara.
KeyraGM
Kak, maaf hari ini dan besok saya tidak bisa ikut latihan, soalnya saya sedang sakit
Kak Ara
Iya dek, nggakpapa. Semoga cepat sembuh ya!
KeyraGM
Iya, kak. Terimakasih banyak. Maaf saya belum bisa ikut.
Untuk Hari Minggu nanti, saya akan ikut latihan.
Kak Ara
Kalau kamu masih sakit, nggak usah latihan dulu. Daripada nanti malah tambah parah. Yang penting kamu hafalin gerakannya yang ada di video saya kemarin.
KeyraGM
Iya kak, Siaaap!
Sekali lagi, maaf ya, kak.
Kak Ara
Iya, nggakpapa.
Yaudah kamu istirahat dulu
KeyraGM
Iya, kak
Terimakasih :)
Kak Ara
Sama-sama
Keyra merasa tidak enak dengan Ara. Bagaimana bisa, disaat anggota lain sedang berlatih, dia malah tidur-tiduran di rumah.
"Ra, siniin HP kamu!" Zidane menyodorkan tangannya.
"Buat apa?" tanya Keyra sambil menaikkan alisnya.
"Siniin dulu." Keyra memberikan HPnya pada Zidane. Terlihat Zidane yang mengetikkan sesuatu, tetapi setelah itu Zidane langsung mengembalikan HP tersebut kepada sang pemilik.
"Tadi apa yang kamu ketik?" tanya keyra penasaran dengan apa yang di ketik Zidane.
"Kamu lihat sendiri aja." Keyra langsung membuka HPnya. Setelah itu membuka aplikasi whatsapp-nya. Di halaman pertama sudah ada nama Zidane yang disematkan.
Tunggu dulu! Di sematkan? Sejak kapan ia menyematkan nama Zidane? Dan ini? Bisa-bisanya dia mengganti nama kontaknya menjadi Zidane Gans❤️. Sudah mengganti nama kontaknya, menyematkan juga. Benar-benar menyebalkan.
Keyra menatap Zidane dengan tatapan datar. Yang di tatap, malah cengengesan sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih bersih. Dasar Zidane!
__ADS_1
Untung Keyra itu sabar, jadi dia masih bisa menahan dirinya untuk tidak menghajar cowok di depannya ini.