Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
jalan-jalan


__ADS_3

"Zidane, jalan-jalan yuk!" rengek Keyra sambil menarik-narik tangan Zidane.


"Kamu kan baru aja sembuh, Ra." ingat Zidane sambil mencari-cari chanel TV yang bagus.


"Tapi aku bosen di rumah terus. Jalan ya? Yayayaya?" pinta Keyra dengan puppy eyesnya.


"Enggak, Keyra. Besok aja!"


"Besok kan aku ada latihan dance, Zidane."


"Sepulang latihan kan bisa langsung jalan-jalan?"


"Nggak mauuu, aku maunya sekarang!" Keyra melipat tangannya di depan dada, memajukan sedikit bibirnya, memasang wajah cemberut.


"Kamu beneran nggak mau?" tanya Keyra. Zidane mengangguk.


"Yaudah, aku jalan-jalan sendiri aja!" Keyra pergi menuju kamar untuk mengganti bajunya.


Selesai mengganti, Keyra turun ke bawah. Dilihatnya Zidane yang masih menonton TV.


Aish, cowok ini! Benar-benar menyebalkan! Inginku tendang dia dari rumah ini. Tapi apalah dayaku yang hanya bisa di bandingkan dengan seekor semut kecil yang tak mempunyai kekuatan apapun.


Keyra sudah melangkahkan kakinya maju ke depan. Dia akan pergi sendiri hari ini. Tidak apa-apa, dia juga akan bersenang-senang sendirian.


"Kamu mau kemana?" tanya Zidane tanpa mengalihkan perhatiannya pada TV di depannya.


"Jalan-jalan lah."


"Sama siapa?"


"Sendiri"


"Naik apa?"


Bawel amat sih jadi cowok kesal Keyra.


"Naik ojek online."


"Nggak usah, sama aku aja!"


"Kenapa? Kasihan abang ojeknya, udah di depan rumah!" protes Keyra tak terima. Salah sendiri, tadi di ajak nggak mau.


"Jadi kamu lebih milih abang ojeknya daripada aku?"


"Eh, nggak gitu. Tadi kan lo... maksudnya kamu, tadi kan kamu di ajak nggak mau! Yaudah aku pesan ojek online aja!" Keyra melangkahkan kakinya ke halaman rumah. Memakai sepatu bootnya, baru saja akan menghampiri abang ojeknya, eh tangannya sudah di tarik sama Zidane.


"Ada apa, Zidane?" tanya Keyra kesal.


"Aku kan udah bilang, sama aku aja!"


"Tapi aku udah terlanjur pesan dan abang ojeknya udah nungguin di depan rumah!" Kerya menggertakkan giginya. Greget dengan cowok yang ada di depannya ini.


"Kamu tunggu disini, biar aku yang urus abang ojeknya!" Zidane berjalan ke depan rumah menghampiri abang ojeknya lalu memberikan selembar uang berwarna biru.


Terlihat abang ojeknya yang tersenyum sungkan, beberapa kali dia menolak dan beberapa kali juga Zidane memberikannya. Akhirnya abang ojeknya memilih mengalah dari Zidane. Mungkin dia berpikir bahwa beradu mulut dengan Zidane tidak akan ada habisnya. Percuma saja! Pasti lawan bicaranya akan kalah. Bukan kalah sih! Lebih tepatnya mengalah.


Zidane mengeluarkan motornya sampai depan rumah, lalu Keyra menutup pagarnya, setelah itu naik ke atas jok belakang motor Zidane.


"Cus, jalan!" Keyra berpegangan pada bahu Zidane.


"Kamu pikir aku tukang ojek apa?!"


"Emang kenapa?"


"Ganti pegangannya!" titah Zidane.


"Dimana?" tanya Keyra.


Zidane mengambil ke dua tangan Keyra, lalu melingkarkan di bagian pinggangnya. "Disini dong!" ucap Zidane sok kesal.


"Ooouh. Yaudah gih cepet jalan!" Keyra mengulum senyumnya. Motor Zidane melaju meninggalkan pekarangan rumah mereka.


"Mau kemana?" tanya Zidane.

__ADS_1


"Terserah kamu aja." jawab Keyra.


"Lah kan tadi yang ngajakin jalan kamu, masak kamu nggak tau mau kemana!"


"Yaudah deh kalo gitu, kita ke mall aja." Mau jalan-jalan saja ribet sekali.


"Yakin?" tanya Zidane sedikit berteriak karena ramainya jalan saat ini.


"Yakin lah." Motor Zidane pun pergi menuju mall ternama di kota itu.


30 menit kemudian mereka telah sampai di mall. Zidane memarkirkan motornya, lalu masuk ke dalam mall dengan menggenggam telapak tangan Keyra sebelah kiri.


"Kemana dulu nih?" tanya Zidane menoleh pada Keyra.


"Jalan-jalan dulu aja!" Zidane menuruti kemauan Keyra.


Keyra menampakkan senyum lebarnya. Ia sangat senang bisa menghirup udara luar lagi, setelah seharian berada di rumah.


Tiba-tiba Zidane melingkarkan tangannya pada pinggang Keyra. Keyra menoleh. Bingung, apa maksud Zidane melingkarkan tangannya pada pinggangnya?


Zidane tersenyum. Sepertinya ia sudah tau tentang pertanyaan Keyra yang masih menyangkut di kepalanya. "Kamu nggak lihat? Dari tadi itu banyak cowok yang ngelihatin kamu tau! Aku kan jadi cemburu." Keyra langsung memasang wajah datar.


"Lepasin!" ucap Keyra sambil berusaha melepaskan tangan Zidane dari pinggangnya.


Bukannya melepaskan, Zidane malah mengeratkan tangannya. "Aku geli, Zidane." ucap Keyra. Lalu Zidane menjauhkan tangannya dari pinggang Keyra.


Hari ini dia tidak ingin merusak senyum yang sudah menempel pada bibir Keyra sejak tadi.


Mata Keyra tak sengaja menangkap sosok penjual es krim. Ia langsung menatap Zidane dengan pupuy eyesnya serta menunjuk si penjual es krim.


Mengerti apa yang diinginkan Keyra, Zidane langsung menggelengkan kepalanya. "Enggak." larangnya.


"Yayayaya? Zidane. Beli es krim!" rengek Keyra seperti anak kecil.


"Keyra, kamu kan baru aja sakit. Jangan beli es krim dulu! Kamu beli yang lain aja deh, pokoknya jangan es krim!" larang Zidane.


"Ck. Yaudah deh kalo gitu! Kita ke timezone yuk!" ajak Keyra, lalu menarik tangan Zidane menuju arena timezone.


Keyra mengambil dompetnya untuk membeli kartu bermainnya. Belum sempat menemukam uangnya, Zidane sudah memberikan kartu tersebut pada Keyra.


"Udah, nggakpapa. Ayo sekarang kita bermain!" seru Zidane.


"Kamu mau main yang apa dulu?" tanya Zidane, Keyra sedang berpikir sebentar.


Sepertinya street basketball seru! pikir Keyra.


"Street basketball dulu aja gimana?" Keyra berjalan menuju permainan bola basket. "Boleh" Zidane memilih 2 tempat, satu untuknya dan satu lagi untuk Keyra. Mereka berdua akan bersaing.


"Yang kalah harus memberikan hadiah ke yang menang! Gimana?"


"Setuju!" Keyra menjabat tangan Zidane tanda persetujuan mereka.


3


2


1


Permainan di mulai. Keyra berusaha memasukkan bolanya agar nantinya ia yang menang. Zidane memasukkan bola se-santai mungkin, dan hasilnya selalu masuk.


Keyra menoleh sebentar pada angka yang menunjukkan seberapa banyak point yang Zidane peroleh. Matanya memelotot kala melihat angka tersebut.


"Punya kamu kok banyak?! Nggak bisa gitu dong! Harus ngalah sama cewek!" protes Keyra tak terima sambil terus memasukkan bolanya.


Point yang di peroleh Kwyra sangan jauh dengan point yang di peroleh Zidane. Permainan selesai. Zidane menoleh pada Keyra sambil tersenyum.


"See? Aku yang menang!" ucap Zidane dengan senyum bahagianya, seperti memenangkan sebuah perlombaan besar. Keyra memutar bola matanya malas.


"Hadiahnya minta apa nih?" tanya Keyra.


"Nanti aja, di rumah." jawab Zidane.


"Yaudah, ayok main yang lain!" ajak Zidane.

__ADS_1


Keyra melangkahkan kakinya menuju mesin capit boneka. "Zidane, kartunya mana? Aku mau ambil boneka!" pinta Keyra pada Zidane.


"Emang kamu bisa?"


"Diiiihhh, ya bisa lah!" Keyra menggesekkan kartunya, lalu ia mengotak-atik capitnya. Mengarahkan capit tersebut pada sebuah boneka kucing berwarna hitam putih coklat. Hampir saja berhasil, tetapi bonekanya jatuh terlebih dahulu.


"Yaaah, jatuh." lirihnya. Wajahnya tampak kecewa. Bagaimana bisa hari ini dia tidak mendapatkan bonekanya. Padahal duku saat Keyra ingin mengambil sesuatu dari alat capit, selalu berhasil. Dan sekarang malah tidak berhasil. Sudah bahagianya memuncak, malah di kecewain.


"Coba aku yang ngambilin! Tadi katanya bisa." ucap Zidane, Keyra menggeser tubuhnya, memberi Zidane ruang untuk mengotak-atik alat capitnya.


"Capitnya tuh yang salah! Nggak mau di ajak kompromi!" Setelah menggesekkan kartu, Zidane mulai berkonsentrasi. Memainkan alat capitnya, lalu mengarahkannya pada boneka yang di inginkan Keyra.


Yash. Berhasil!



"Kamu kok bisa dapat bonekanya? Gimana caranya?" Keyra menerawang mesin capitnya. Dia tidak terima 2 kali kalah dari Zidane.


Ini nggak bisa di biarin! Kalau gini caranya, harga diri gue sebagai wanita bisa turun di depan Zidane batin Keyra.


"Kamu ngapain?" tanya Zidane.


"Lagi menerawang mesinnya. Kayaknya ada yang salah sama mesinnya deh!" pikir Keyra.


Zidane terkekeh lalu menarik tangan Keyra. "Udah ayo, yang penting kamu udah dapat bonekanya kan?"


"Iya sih. Tapi aku nggak terima bisa kalah dari kamu!" kesalnya.


"Udahlah, nggakpapa. Ayo ganti permainan lainnya!"


"Nggak mau." Keyra menggeleng.


"Aku udah males disini! Kita jalan-jalan aja!" Zidane mengiyakan kemauan Keyra. Keduanya keluar dari timezone. Dan sekarang hanya berjalan-jalan di dalam mall. Entah apa yang seru! Intinya Keyra hanya ingin berjalan mengitari mall.


Mata Zidane tak sengaja melihat senyum yang terbit di bibir Keyra. "Udah, jangan senyum gitu!" larang Zidane.


"Emang kenapa?" tanya Keyra dengan polosnya.


Jantung gue jadi marathon gara-gara lihat senyum lo! ucap Zidane pada dirinya sendiri.


"Entar di kira orang gila." Keyra memukul lengan Zidane karena kesal. Melepaskan genggaman Zidane pada tanganya, lalu memalingkan wajahnya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Kok bikin gemes sih! batin Zidane.


Cup


Zidane mengecup pipi Keyra. "Udah, jangan marah! Kalau kamu marah aku tuh suka pengen nyium loh!" Keyra memukul lengen Zidane lagi.


"Zidane ihh, malu tau dilihatin orang!" Keyra menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"PD aja." ucap Zidane enteng.


Zidane menarik tangan Keyra yang menutupi wajahnya. "Nggak bisa. Udah terlanjur malu!" Keyra menunduk dalam-dalam sambil menutupi wajahnya dengan rambut panjangnya.


Zidane menghentikan langkahnya dan secara otomatis Keyra pun menghentikan langkahnya.


"Ra, tatap mata aku!" ucap Zidane. Keyra menatap mata indah Zidane.


Lama mereka saling diam. Lalu tiba-tiba Zidane memeluk Keyra yang juga langsung menenggelamkan kepalanya di dada bidang Zidane.


"Kamu malu kenapa, hem?" tanya Zidane pelan.


"Dilihatin banyak orang." jawab Keyra jujur.


"Apa kita pulang aja?" tawar Zidane sambil membelai rambut Keyra yang wangi.


Keyra menggelengkan kepalaya. "Nggak mau, aku masih pengen disini!" Zidane tersenyum.


"Lain kali kalo kamu malu, langsung peluk aku aja, biar nanti rasa malunya bisa hilang." Keyra mengangguk, mengiyakan ucapan Zidane.


"Yaudah, ayo pulang! Kamu harus istirahat lagi buat ngembaliin staminanya!" Keyra mengangguk, melepaskan pelukannya, dan berjalan bersama Zidane menuju tampat parkir.


Sampai di parkiran Zidane memakai helmnya lalu memasangkan helm pada Keyra. Keyra mengalihkan tatapannya ke arah sembarang tempat.

__ADS_1


"Ciieeee blushing." Zidane terkekeh melihat wajah salting Keyra.


"Udah cepetan!" Setelah selesai memasangkan helm pada Keyra, Zidane langsung menaiki motornya lalu menyalakannya. Keyra menaiki motor Zidane dengan bantuan pundak Zidane. Motor Zidane pun melaju menuju rumah mereka.


__ADS_2