Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
Zidane tahu


__ADS_3

6 bulan kemudian.


Keyra beberapa kali melihat layar HPnya yang masih kosong, tanpa ada notifikasi dari seseorang yang selama ini ditunggunya. Siapa lagi kalau bukan Leo.


Keyra membuka roomchatnya bersama Leo. Banyak sekali pesan yang ia kirimkan kepada Leo, namun tak satu pun pesannya di balas. Bahkan tidak ada yang di baca.


Ia pun melihat pesan yang terakhir kali dikirimkan oleh Leo. Pesan terakhir sebelum Leo menghilang lagi. Pesan itu terjadi di hari dia memberikan amplop berwarna biru muda kepada Leo.


Keyra menegakkan tubuhnya. Ada rasa yang mengganjal dalam hatinya. Leo telah menghilang setelah hari itu. Nomornya tidak bisa di telpon. Bahkan pesan whatsappnya hanya centang satu.


"Kayaknya ada yang salah deh!" pikirnya. Ia merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Ya! Sesuatu itu adalah alasan di balik menghilangnya Leo.


Keyra mengirimi Leo pesan. Setelah itu dia pergi. Tujuannya sekarang adalah ruang loker.


Keyra melangkahkan kakinya pada loker miliknya. Ia membuka pintu loker tersebut. Lalu raut wajahnya berubah seketika. Tampak begitu kecewa. Ia kira Leo sudah membalas suratnya, ternyata belum.


Terus bagaimana ia mencari keberadaan Leo sekarang? Padahal sudah lama ia menanti hari dimana ia akan bertemu denga Leo-nya.


Ting.


Keyra buru-buru membuka HP nya, kala benda itu bersuara.


Zidane Gans❤️


Kamu dimana?


Kok di kelas nggak ada?


Lagi-lagi ia tertipu dengan pesan. Padahal tadi hatinya sudah senang mengira bahwa Leo membalas pesannya. Ternyata malah Zidane yang mengiriminya pesan.


KeyraGM


Aku di ruang loker.


Ini udah mau balik kok.


Ada apa?


Zidane Gans❤️


Yaudah, cepetan balik. Aku tunggu di kelas kamu nih!


KeyraGM


Okey, aku otw.


Keyra buru-buru mengambil buku paket yang ada di lokernya. Akan ia jadikan alasan jika nanti Zidane menanyakannya.


Sampai di depan kelas, sudah terlihat Zidane yang kini sedang duduk di bangku depan kelasnya. 12 IPS 4. Keyra menghampiri Zidane dengan langkah santai.


"Ada apa?" tanya Keyra.


"Boleh pinjam HP kamu nggak? HP aku ketinggalan di rumah nih! Dan nanti aku ada jadwal PPKN, biasanya gurunya yang ngajar itu nyuruh cari materi di google." ucap Zidane.


"Ouh gitu, yaudah bentar, aku ambilin." Keyra masuk ke dalam kelasnya. Mengambil HPnya yang berada di dalam tas sekolahnya.


"Nih!" Keyra menyodorkan HPnya dan Zidane pun menerimanya.


"Pinjam dulu ya!" Zidane menggoyangkan HP Keyra di depan pemiliknya.


"Iya." balas Keyra lembut.


"Janji nggak bakal macam-macam kok!" Zidane tersenyum. Lalu tanpa aba-aba, ia langsung memeluk Keyra dengan erat.


"Eh, eh, kenapa jadi peluk aku gini? Zidane lepasin, banyak yang ngelihatin loh!" ucap Keyra berusaha melepaskan pelukan Zidane. Namun tidak bisa. Tubuhnya yang mungil tidak bisa lepas dengan mudah dari pelukan Zidane yang secara mendadak.

__ADS_1


"Sebentar aja, Ra. Aku lagi kangen kamu. Abaikan mereka!" ucap Zidane yang masih memeluk Keyra.


Keyra hanya bisa pasrah. Membiarkan Zidane memeluknya dan mengabaikan beberapa pasang mata yang melihatnya.


Tangan Keyra terulur mengusap rambut Zidane dengan lembut. Ia terus mengusapnya. "Kalo kamu pengen curhat ke aku, silahkan. Aku bakalan dengerin curhatan kamu." gumam Keyra tepat di telinga Zidane, sambil terus mengusap kepala Zidane.


Zidane melepaskan pelukannya. Kedua telapak tangannya menangkup kedua pipi Keyra. "Jangan bersikap ataupun berbicara lembut ke cowok lain ya, Ra!"


"Kenapa?" tanya Keyra bingung.


"Takutnya nanti mereka bakalan jatuh cinta sama kamu." jawab Zidane jujur.


"Kamu tuh apa-apaan sih! Aku kan udah jadi milik kamu, jadi mana ada yang mau deketin aku lagi?! Secara, kamu itu orangnya galak!"


"Emang aku kelihatan galak ya, Ra?" tanya Zidane polos.


Keyra menangguk, pertanda ia menjawab 'iya'. "Biarin deh kalau gitu, yang penting kalau sama kamu aku lembut." Zidane tersenyum manis.


"Yaudah, aku ke kelas dulu ya! Jangan kangen loh!" goda Zidane.


"Yyyeeee, PD. Bukan aku, tapi kamu yang kangen aku!" canda Keyra.


"Iya-iya." Zidane mengacak rambut Keyra lalu ia buru-buru pergi sebelum mendapat semprotan dari Keyra.


"ZIIDAAANE!! Kebiasaan deh, suka ngacak-ngacak rambut!" teriak Keyra sambil membenarkan rambutnya yang tadi di acak-acak.


###


Zidane kini telah selesai menggunakan HP Keyra. Setelah bel istirahat nanti, ia akan mengembalikan benda tipis itu kepada sang pemilik.


Kini kelas 12 IPA 2 pun mengalami jam kosong, di karenakan guru yang mengajar sedang ada urusan di luar kota.


Zidane yang bosan kini memilih memainkan HP Keyra. Ia membuka galeri. Raut wajahnya berubah menjadi masam ketika ia tahu bahwa tak ada satu pun foto Zidane yang tersimpan di HP Keyra.


Kini Zidane membuka aplikasi kamera. Dirinya mulai selfie. Dari gaya yang menggemaskan sampai yang paling cool. Lalu salah satu dari foto selfienya itu ia jadikan sebagai wallpaper layar beranda di HP Keyra.


Selesai dengan kegiatan mengubah wallpaper, jari Zidane pun beralih membuka aplikasi whatsapp milik Keyra.


Wajahnya kembali masam. "Keyra ini, kenapa roomchat gue nggak di sematkan sih?!" kesalnya. Akhirnya Zidane pun menyematkan roomchatnya.


Zidane menscroll terus, hingga kini jarinya berhenti menscroll. Zidane melihat sebuah kontak yang Keyra namai Leo.


"Leo?? Siapa?" Karena penasaran, Zidane pun membuka roomchat tersebut. Seketika wajahnya berubah menjadi dingin. Zidane membaca semua pesan itu. Rahangnya kini mengeras. Tangannya sudah mengepal.


KeyraGM


Leo


Gimana kabar lo?


Kok lo lama nggak ngabarin gue?


Lo marah ya sama gue?


Atau gue punya salah sama lo?


Tolong jawab Leo.


Jangan menghilang kayak gini!


Ternyata selama ini Keyra diam-diam melakukan komunikasi dengan seorang cowok selainnya. Zidane melihat foto profile kontak yang bernama Leo.


"Shit!" ucapnya ketika foto profile tersebut bukanlah foto asli sang pemilik nomor.


Kriiiiing kriiiiing

__ADS_1


Bel istirahat berbunyi. Zidane segera keluar dari kelasnya, melangkahkan kakinya menuju kelas Keyra. Sebelum sampai di depan kelas Keyra, Zidane segera mengubah ekspresi wajahnya. Meskipun dia saat ini sangatlah emosi, tapi ia harus meredamnya sampai pulang nanti.


Sampai di depan kelas Keyra, Zidane meminta tolong pada salah satu teman siswa 12 IPS 4.


"Ra, dicariin pacar lo tuh!" teriak siswa tersebut dari ambang pintu.


Tampak Keyra yang sedang berjalan menghampiri Zidane. "Ada apa?" tanya Keyra.


"Mau ngembaliin ini." Zidane menyodorkan benda tipis tersebut kepada Keyra.


Keyra mengambil HP nya seraya ber'oh'ria. "HP nya berjalan lancar kok!" ucap Zidane sambil tersenyum palsu.


"Makasih ya! Aku balik dulu ke kelas!" ucap Zidane yang kemudian langsung pergi dari hadapan Keyra.


Keyra menghampiri kedua sahabatnya. "Gila, jantungan gue!" seru Keyra.


"Emang kenapa?" tanya Bunga.


"Gue kira Zidane bakal marah!" jawabnya.


"Kenapa harus marah? Kan dia cuman minjam HP lo." balas Bunga.


Seketika Keyra langsung tersadar. Hampir saja ia kelepasan tentang Leo. "Ha? Itu.. takutnya Zidane marah gue chat sama temen-temen cowok yang nanyai PR ke gue!" Bunga dan Minda hanya manggut-manggut.


"Nggak bakal marah lah, mereka kan cuman nanya PR doang! Jadi, nggak ada alasan untuk Zidane marah. Dia pasti ngerti juga kok!" sahut Minda berpositive thinking.


Keyra tersenyum tipis, "Semoga aja."


"Yaudah yuk lanjut, tadi bahas apaan?" tanya Bunga.


"Tentang perguruan tinggi." jawab Keyra.


"Nah, setelah lulus kalian bakal lanjut kemana?" tanya Bunga pada kedua sahabatnya.


"Kalau gue masih belum tau! Mungkin ngikut Tante Fani." jawab Minda.


"Kalau gue sih, penginnya ke UI atau kalau nggak ke Oxford atau ke Harvard atau Stanford atau Cambridge atau California atai-" ucapan Keyra terpotong.


"Sebutin aja semua yang ada di dunia ini. Dari tadi cuman atau-atau aja! Yang pasti dong!" kesal Bunga.


Keyra hanya cengengesan. "Insyaallah gue ke Oxford."


"Jauh amat! Terus hubungan lo sama Zidane gimana? LDR?" tanya Minda.


"Yaiyalah, mau bagaimana lagi?! Kecuali kalau dia mau kuliah disana jug!" jawab Keyra enteng.


"Lo sendiri kemana?" tanya balik Keyra pada Bunga.


"Gue mau ke Hankook, dekat sama rumah saudara." jawab Bunga.


"GIIILAAAAK!" seru Minda.


"Lo beneran mau kesana?" tanya Keyra. Bunga menganggukkan kepalanya mantap. Ini adalah keputusan bulat Bunga sejak masih kelas 10.


"Bung, nanti kalau pas kuliah disana lo ketemu Cha Eun Woo, tolong kintain nomornya terus kenalin gue juga ya?" pinta Minda, ada-ada saja.


"Sa ae lo nyet. Emang Cha Eun Woo bakal kuliah disana?" Bunga melempari Minda dengan bola kertas.


"Ya kan disitu tempat dia syuting film, barangkali dia masih kuliah disitu." balas Minda.


"Syutingnya udah lama, Minda. Lagian mana mungkin dia kuliah disitu, secara di udah jadi idol terkenal di dunia kpop. Entar pas tiba-tiba dia diajak syuting, masak ia dia langsung keluar kelas gitu. Kan nggak mungkin?!" jawab Bunga panjang.


"Ya kan barangkali." ucap Minda.


"Udah, kenapa jadi bahas Cha Eun Woo sih?!" sahut Keyra.

__ADS_1


"Fokus ke topik. Kuliah." ingat Keyra.


"Baik tuan putri." ucap Bunga dan Minda bersamaaan.


__ADS_2