
Keyra tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia pun mendudukkan diri, melihat jam tangannya. Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 01.10 WIB.
Saat hendak keluar tenda, Keyra kembali duduk lagi. Ia ingat bahwa orang tuanya pernah berkata, "Jika di tengah malam kamu terbangun, maka ambillah air wudhu lalu sholatlah, setelah itu berdo'a. Sebutkan semua yang kamu inginkan dalam do'amu. Tapi bila kamu berhalangan, maka berdo'a saja. Karena di waktu itulah, Allah akan mengabulkan semua keinginanmu. Kalaupun tidak di kabulkan sesuai keinginanmu, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lebih baik untukmu." seperti itulah kata Ayah Keyra.
Berhubung saat ini dia sedang berhalangan, maka ia hanya berdo'a saja, sesuai yang dikatakan oleh Sang Ayah.
Selesai berdo'a, Keyra mengalungkan ID Cardnya ke lehernya. Memasukkan kertas yang berisi nama para panitia serta bolpoin ke dalam saku bajunya. Lalu ia pun keluar tenda.
Suasana pertama kali yang dilihat Keyra adalah sepi. Ternyata semua sudah tidur dan hanya ada panitia yang memang bertugas menjaga.
Keyra pun melangkahkan kakinya mendekati danau. Ia mendudukkan dirinya di atas rerumputan. Memandang lurus ke depan. Entah apa yang sedang di pikirkannya.
Keyra menghirup perlahan udara segar lalu mengeluarkannya lewat mulut. Sejenak pikirannya menjadi refresh.
"Hai, kenapa nggak tidur?" tanya seseorang yang kini sedang memposisikan dirinya duduk disamping Keyra. Keyra melirik cowok itu sebentar. Cowok itu adalah Leo.
"Nggakpapa, tiba-tiba bangun." jawab Keyra.
Suasana keduanya menjadi hening. Bergulat dengan pikiran masing-masing.
"Keyra Ghaida Maharani. Nama yang bagus." ucap Leo tiba-tiba sambil tersenyum.
Keyra hanya melirik, tak berminat menanggapi. "Gue manggilnya apa nih?" tanya Leo.
"Keyra aja." jawan Keyra seadanya.
"Ouh. Salam kenal Keyra." Lagi-lagi Leo tersenyum manis.
"Salam kenal juga." balas Keyra.
"Lo bawa kertas yang isinya tanda tangan nama panitia nggak?" tanya Leo.
Keyra mengangguk, "Bawa."
"Sini gue tanda tanganin bagian nama gue." ucap Leo. Keyra segera mengeluarkan kertasnya dari saku bajunya.
Memberikannya pada Leo beserta pulpennya untuk di tanda tangani. Sangat mudah sekali. Tanpa di minta pun, ia sudah mendapatkannya.
"Nih, selesai." Leo pin mengembalikan barang tersebut kepada sang pemilik.
"Terimakasih." ucap Keyra sambil memasukkan kembali kertas dan pulpen tersebut ke dalam saku bajunya.
"Sama-sama." balas Leo.
"Gue boleh nanya nggak?" tanya Leo.
"Itu, lo udah tanya." Nih, cowok be*o juga ternyata. Padahal udah tanya dianya. Waaah, cowok nggak jelas ini pikir Keyra.
"Maksud gue tuh, tanya sesuatu gitu."
"Silahkan."
"Cowok yang kemarin di bis, yang duduk sama lo, itu pacara lo ya?" tanya Leo to the point. Ah bukan to the point, kan tadi sudah berbasa-basi dulu.
"Iya, emang kenapa?" tanya Keyra.
"Nggakpapa." jawab Leo.
"Kalau gue jadi pacar kedua lo boleh nggak?" tanya Leo serius.
Keyra mengernyitkan dahinya. Kenapa cowok di sampingnya ini tiba-tiba bertanya seperti itu?
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Keyra tak mengerti.
"Lo masih ingat apa yang gue omongin tadi sore?" Keyra menggeleng. Maksudnya itu, dia tidak tahu mana yang di maksud oleh Leo.
"Ra, cewek yang gue maksud tadi sore itu lo. Lo yang udah berhasil menangin hati gue, dan lo yang udah berhasil bikin gue jatuh cinta sejak pandangan pertama." ucap Leo menghadap Keyra dan menatap intens objek di depannya ini.
Keyra masih terkejut. Ini terlalu tiba-tiba. Dan secepat itukah cowok di sampingnya ini jatuh cinta padanya? Padahal kan mereka hanya bertemu tadi di dalam bis.
Gimama ceritanya nih cowok langsung suka sama gue?! batin Keyra.
"Jadi, bisa kan gue jadi pacar lo yang kedua?" tanya Leo.
"Sorry, nggak bisa." jawab Keyra cepat.
"Kenapa?"
"Karena hati gue cuman dimiliki sama satu orang."
"Tapi setidaknya berilah sedikit ruang hati lo buat gue masuk ke dalamnya."
Keyra lagi-lagi menekuk dahinya. Bagaimana bisa orang yang baru di kenalnya ini memaksanya untuk membuka hati? Apa yang akan di pikirkan oleh orang lain nantinya jikalau Keyra ketahuan berhubungan dengan 2 laki-laki sekaligus.
Dari yang tatapannya biasa, kini beralih menjadi rasa kesal. Keyra kesal sekali dengan Leo. Saat tangan Leo hendak mencapai puncak kepala Keyra, satu bogeman telah mendarap di pipi Leo.
Zidane menarik kerah baju Leo. "Jangan pernah sentuh cewek gue dengan tangan lo ini! Karena gue nggak akan segan-segan membunuh orang yang sudah menyentuh apa yang gue miliki barang seujung jari pun, apalagi merebutnya! Jangan pernah deketin cewek gue lagi" peringat Zidane dengan emosi yang di tahan.
Ia kemudian mencekal tangan Keyra, membawanya menjauh dari Leo. "Zidane tangan aku sakit." keluh Keyra karena Zidane mencekalnya dengan penuh emosi.
Zidane merenggangkan cekalannya, "Maaf."
"Kamu marah?" tanya Keyra sambil memiringkan wajahnya.
"Enggak kalau sama kamu." jawab Zidane. Keyra jadi tersipu.
Keduanya pun duduk di depan api unggun. "Kamu ngapain tengah malam begini nggak tidu?" tanya Zidane.
"Tadinya sih aku tidur, terus tiba-tiba bangun. Nggak tahu juga kenapa aku bisa bangun." jawab Keyra jujur.
"Pakai ini, udaranya dingin banget." Zidane memakaikan beanie hats serta jaket milliknya kepada Keyra, agar tidak kedinginan.
"Loh, jangan Zidane! Nanti kamu kedinginan lho." tolak Keyra.
"Nurut aja." ucap Zidane dan Keyra menurut.
Keyra menyandarkan kepalanya di atas bahu Zidane. Bahu yang bisa membuatnya merasa nyaman.
"Kamu jangan marah ya, aku takut pas kamu marah gitu." ucap Keyra.
"Aku nggak marah, Keyra. Aku cuman nggak mau membagi sesuatu hal yang paling berharga ke orang lain. Apalagi kalau sampai di rebut orang lain." balas Zidane lembut, lalu menyandarkan kepalanya ke kepala Keyra.
20 menit kemudian.
"Sekarang kamu balik tidur ke tenda lagi." ucap Zidane.
"Nggak mau. Pengen disin." tolak Keyra secara langsung.
"Udaranya dingin Keyra, aku nggak mau kamu sakit. Ayo sekarang kamu masuk ke tenda!" suruh Zidane.
Keyra akhirnya memilih menurut saja. Lagian ia juga sudah mengantuk. Zidane mengikutinya dari belakang. Sampai di depan tenda, Keyra pun langsung masuk setelah mengembalikan jaketnya kepada Zidane.
"Kamu ngapain disitu?" tanya Keyra saat ia melihat Zidane duduk di depan tendanya.
__ADS_1
"Jaga-jaga kalau ada buaya darat yang mau gangguin tidur kamu!" jawab Zidane. Keyra terkekeh, ada-ada saja Zidanr ini.
"Udah, sana tidur." suruh Zidane.
Merasa tak tega, Keyra menyuruh Zidane kembali ke tendanya. Namun, Zidane malah menolak.
"Udaranya dingin, Zidane. Kamu aja nyuruh aku masuk tenda, tapi kamu sendiri nggak masuk ke tenda kamu, gimana sih."
"Udah ya, jangan bawel. Tidur sana." Keyra mengerucutkan bibirnya. Merasa kesal dengan Zidane.
Zidane tetap berjaga di depan tenda Keyra. Ia tidak akan membiarkan satu cowok pun mendekati Keyra kecuali dirinya.
"Bener kata Eric. Punya pacar cantik tuh susah, dimana-mana pasti ada yang suka." gumamnya.
"Apa, Zidane? Tadi kamu bilang aku cantik?" Keyra menyembulkan kepalanya.
"Idih, enggak ya. Siapa yang bilang kamu cantik?! Kamu tuh jelek, jelek banget."
"Tapi kamu suka kan?" goda Keyra.
"Iya, emang kenapa?"
"Ya nggakpapa aja sih. Aku juga suka, apalagi waktu kamu blushing. Kayak gini."
"Eh." Keyra tertawa. Tawa yang bisa membuat siapa saja jatuh cinta apabila mendengarnya atau melihatnya.
"Udah sana tiduurrr. Atau mau tidur bersama?" goda Zidane balik.
"Nggak mau tidur sama kamu, wleeeeek." Keyra menjulurkan lidahnya mengejek Zidane.
"Bunuh boleh nggak?"
"Boleh aja. Sini." Keyra segera menyiapkan dirinya untuk di bunuh Zidane.
"Nggak ah, nanti nggak ada yang aku rinduin. Bisa mati juga aku kalau nggak ada kamu."
"Uluh uluuuh, receh sekali." ejek Keyra.
"Aku bunuh beneran nih." ucap Zidane.
"Iya-iya enggak lagi. Ampun tuan muda." canda Keyra kemudian memasukkan kepalanya ke tenda lagi.
"Ternyata bisa gesrek juga dia." gumam Zidane.
"Kamu bilang apa, Zidane?" tanya Keyra yang lagi-lagi menyembulkan kepalanya.
"Enggak, nggakpapa kok. Udah sana tidur." Keyra pun akhirnya benar-benar memasukkan kepalanya lagi. Dan ia benar-benar akan tidur.
###
Sampai disini dulu.
Kalian mau author selesain cerita ini dulu apa sampingan sama kisah Minda & Farzan?
Jangan lupa buat vote terus ceritanya dan follow akun NT author serta akun IG author @fina1635 ya. Share juga ke teman-teman kalian.
Selain nulis di NT, author juga nulis di *******. Jadi kemungkinan kisah Minda & Farzan akan berlanjut di aplikasi oranye itu.
Tetap jaga kesehatan diri kalian.
Stay at home aja.
__ADS_1