
"Keyra, udah siap apa belum?" teriak Zahra dari lantai bawah.
"Iya, Bun, sebentar." jawab Keyra. Beberapa menit kemudian, Keyra keluar dari kamar dengan setelan kaos berwarna baby pink dipadukan dengan celana panjang berwarna putih. Tak lupa juga ia membawa dompet serta hp nya di dalam sling bag nya.
Keyra turun dan menghampiri sang bunda. Lalu memakai sepatu ketsnya. "Udah, bun" Zahra masuk ke dalam mobil di barengi dengan Keyra yang masuk ke dalam mobil.
Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan rata-rata. "Kita mau kemana sih, bun?" tanya Keyra yang sedari tadi bingung dengan maksud ajakan dadakan bundanya.
"Nanti kamu juga tahu sendiri" jawab Zahra santai dan kembali fokus untuk menyetir mobil.
Drrrrttt drrrrtttt
Hp Keyra berdering. Ada panggilan masuk dari Bunga - sahabatnya.
"Halo"
"Halo, Ra. Lo bisa nggak jalan-jalan malam ini?" Keyra sedikit menjauhkan hpny dari telinganya akibat Bunga yang menelpon dengan sedikit berteriak.
Aduh, bisa-bisa telinga gue budek nih! - gerutunya dalam hati.
"Maaf ya, gue lagi keluar sama bunda. Lain kali aja deh!" jawab Keyra jujur.
"Kenapa nggak ngomong dari tadi cantik! Kan kita bisa pergi duluan! Zebek deh sama lo!" balas Bunga yang terlihat greget dengan Keyra.
"Habisnya ini juga dadakan, Nga! Ya mana gue tahu kalau malam ini di ajak bunda keluar!"
"Yudah deh kalau gitu, nggakpapa! Lo hati-hati dijalan ya!"
"Iya" sambungan terputus karena Bunga yang lebih memutuskan telponnya dulu.
"Ada apa, Ra?" tanya Zahra.
"Ah, nggakpapa kok, bun! Itu, Bunga lagi ajakin Keyra keluar juga. Tapi berhubung udah di ajak bunda, yaudah deh Keyra nggak mau." jelas Keyra. Mobil Zahra telah sampai di mall. Keduanya turun dari mobil dan memasuki mall.
"Oh, bunda minta maaf ya! Gara-gara bunda, kamu nggak jadi jalan sama teman kamu." ucap Zahra.
"Ih, apaan sih, bun! Nggakpapa kok! Lagian nggak penting-penting amat juga!" ucap Keyra merasa tak enak dengan bundanya.
"Kita mau kemana, bun?" tanya Keyra untuk yang kedua kalinya.
"Ke butik dulu ya?" pertanyaan Zahra langsung diangguki oleh Keyra.
Sekarang Zahra dan Keyra sedang berada di butik. Zahra melihat-lihat du bagian gaun pernikahan diikuti okeh Keyra dibelakangnya.
"Ra, menurut kamu bagusan yang mana? Yang pink atau yang biru muda?" tanya Zahra pada pilihan gaun pernikahan yang ada di samping bundanya.
"Jelek ih, bun! Lagian bunda ngapain sih ngajak aku kesini?"
__ADS_1
Zahra kembali mencari gaun yang bagus untuk anaknya. "Ya buat cari gaun yang cocok sama kamu lah"
"Aku kan nikahnya masih lama, bun. Masak iya cari gaunnya sekarang? Keburu kekecilan." protes Keyra.
"Udah, kamu diam aja. Bawel banget!" Keyra menghembuskan nafas kesal.
Zahra berhenti di depan sebuah gaun pernikahan yang menurutnya itu sangat cocok dengan putrinya.
"Menurut kamu gaun ini gimana?" tanya Zahra meminta pendapat Keyra.
"Bukannya itu terlalu mewah ya, bun?" tanya Keyra balik.
"Iya sih. Tapi nggakpapa lah. Menikah kan hanya 1 kali dalam hidup kamu. Jadi apa salahnya di buat mewah sedikit." ucap Zahra yang terus meneliti gaun pilihannya.
"Bagus nggak menurut kamu?" tanya Zahra lagi untuk memastikan bahwa pilihannya tidak salah.
"Bagus, bun."
"Okey. Bunda pilih yang ini!" ucap Zahra memutuskan pilihannya.
"Mbak, minta tolong bungkus yang ini buat saya! Sama yang satunya tadi ya, mbak? Yang warna putih tadi!" ucap Zahra pada seorang petugas butik.
"Baik, bu." Petugas butik tadi pun berlalu dengan membawa 2 gaun pernikahan.
Zahra dan Keyra pergi menuju kasir untuk menjalankan proses pembayaran. Setelah proses pembayaran, Keyra dan Zahra berlalu meninggalkan butik tersebut.
"Kita kemana lagi, bun?"
Beberapa menit kemudian, Zahra dan Keyra telah sampai di toko baju. Keyra berjalan dengan malas mengikuti sang bunda.
"Keyra, sini!" panggil Zahra pada Keyra. Keyra pun menghampiri bundanya dengan wajah yang di tekuk.
Zahra terkekeh pelan melihat ekspresi wajah putrinya yang terlihat kesal. "Wajahnya nggak usah di tekuk. Nanti cepat tua loh!" canda Zahra.
"Ih, bunda. Ngeselin deh!"
"Coba kamu pakai dress ini!" Keyra langsung menurut. Ia berjalan menuju ruang ganti.
5 menit kemudian Keyra keluar dengan pakaian dress yang di pilih bundanya.
"Waaaaah, kamu cantik banget, Ra! Kalau ayah melihat kamu sekarang pasti dia gembira dengan pilihan bunda. Yaudah deh kalau gitu, bunda mau beli yang ini!" ucap Zahra dengan wajah bahagianya.
"Sebenarnya itu, yang mau pakai bunda apa Keyra sih?!" Keyra sudah berganti dengan bajunya yang semula.
"Ya kamu lah. Kan baju bunda di rumah udah banyak." jawab Zahra seadanya.
"Tapi tadi bunda bilang, bunda mau beli baju! Mana nih? Malah cuman Keyra aja yang dari tadi beli!"
__ADS_1
"Kamu tuh bawel banget sih! Udah, kamu diam aja! Nurut sama bunda!" Zahra telah membayar dress yang tadi di coba oleh Keyra.
"Sekarang kita kemana lagi, bun?" tanya Keyra saat rasa bosan sudah mulai menimpa dirinya.
"Kita makan dulu. Habis itu pulang!"
Keyra membuang nafasnya kasar. "Okelah kalau gitu"
Keyra dan Zahra telah sampai di sebuah cafe. Bel pintu masuk cafe pun berbunyi saat keduanya memasuki cafe tersebut.
"Kamu mau makan apa?" tanya Zahra pada sang putri.
"Nasi goreng aja, bun" jawab Keyra.
"Okey." Zahra melambaikan tangannya untuk memanggil seorang waiters.
Sang waiters pun berjalan menghampiri meja yang telah di tempati Keyra dan Zahra. "Mau pesan apa, bu?" tanya waiters tersebut.
"Nasi gorengnya 2 sama es jeruk manisnya 2" setelah mencatat pesanan mereka, sang waiters pun pergi berlalu untuk meninggalkan meja Keyra dan Zahra.
"Bunda, Keyra ke kamar mandi dulu ya." pamit Keyra yang langsung diangguki oleh Zahra.
Keyra berjalan keluar cafe menuju toilet. Sampai di toilet, ia memasuki salah satu bilik yang kosong. Tak sampai 10 menit, Keyra keluar dari bilik dan berjalan menuju wastafel berniat untuk mencuci tangannya.
Keyra keluar dari toilet. Ia berjalan menuju cafe semula. Saat perjalanan menuju cafe, ia tak sengaja menabrak seseorang. Akibatnya, belanjaan orang tersebut berjatuhan.
"Maaf ya mas, saya nggak sengaja nabraknya. Habisnya saya juga buru-buru!" Keyra mengambil belanjaan orang tersebut yang berjatuhan. Lalu memberikan kepada si pemilik belanjaan.
Keduanya pun berdiri. "LO?" ucap Keyra dan orang tadi secara bersamaan.
"Oh, sekarang gue ngerti. Pasti lo dengan sengaja nabrak gue, karena lo mau balas dendam soal tadi siang kan? Ngaku lo!" ucap orang tersebut yang tak lain adalah Zidane.
"Heh, buang-buang waktu gue kalau cuman masalah beginian! Nyesel udah bantuin lo!" ucap Keyra tak kalah sengit.
Keyra hendak pergi, namun kerah bajunnya bagian belakang di tarik oleh Zidane. "Lo mau kemana? Ha?"
"Lepasin tangan lo!" Keyra menepis tangan Zidane yang masih ada di kerah bajunya.
"Gue mau pergi! Masih ada urusan yang jauh lebih penting daripada dengerin ocehan lo itu yang nggak berfaedah banget buat gue!" ucap Keyra sambil melipat tangannya di atas dada dan menatap Zidane dengan tatapan emosi.
Zidane menahan emosi. Jangan sampai ia memakan habis-habisan cewek di depannya ini.
"Heh, cewek songong! Omongan lo itu sekali-kali di filter deh! Jangan langsung ceplas-ceplos! Punya mulut nggak pernah di jaga! Udah gitu kelakuannya nggak ada *angel-ange*lnya sama sekali!"
"Terserah gue dong! Mulut, mulut gue! Kenapa jadi lo yang sewot?! Udah ya, gue masih ada urusan penting! Bye, musuh bebuyutan!" Keyra pergi berlalu meninggalkan Zidane dengan emosinya.
"Ingat! Masalah kita belum selesai! Dan nggak akan pernah selesai!" Kalimat terakhir yang di dengar oleh Keyra.
__ADS_1
Masa bodoh dengan Zidane. Ia tetap berjalan menuju cafe. Kasihan bundanya yang telah menunggunya lama.
Gara-gara cowok sialan! Bunda sampai lama nungguin gue! Kan kasihan ya! Awas aja kalau besok gue ketemu dia, gue mutilasi langsung tuh cowok! Biar tahu rasa! - ucap Keyra dalam hati.