
"Lama nggak hangout bareng, Sabtu kita ke Dufan yuk!" ajak Bunga. Saat ini Keyra beserta sahabatnya tengah duduk di kantin sekolah.
"Yuk! Tapi gue harus ijin dulu sama Zidane." ucap Keyra.
"Bilang aja kalau ini girls time biar dia nggak ikut. Tapi emang benar kok, kan cuman kita bertiga." balas Bunga.
Keyra menganggukkan kepalanga, "Okey."
"Min, lo gimana?" tanya Bunga.
"Emmm, gue nggak ikut deh. Gaji gue beluk cair soalnya." tolak Minda.
"Kok gitu sih Min! Kalo cuman berdua kan nggak seru!" ucap Bunga yang merasa kecewa.
"Hooh, ikut aja lah, Min. Entar biayanya biar gue sama Bunga yang tanggung. Lo nggak usah khawatir masalah biaya. Lo nanti tinggal ikut kita. Bersenang-senang bersama." ucap Keyra.
"Eh, jangan dong, Ra. Masak kalian yang bayarin gue. Kan nggak enak." ucap Minda merasa tidak enak.
"Ih, biatrin, Min. Asalkan kita bisa main bareng, gue rela harus ngeluarin uang sebanyak apapun. Lagian, kita kan kesananya nggak sering." sahut Bunga.
"Nggak usah deh." tolak Minda.
"Nggak. Pokoknya lo harus ikut!" kekeuh Keyra.
"Min, waktu kita seperti kayak gini itu nggak banyak. Sebentar lagi kita akan bergulat sama materi, Try Out, ujian-ujian sekolah yang lain juga. Jadi mumpung ada waktu yang masih senggang ini, ayok kita jalan-jalan bareng. Masalah biaya, lo nggak usah pikiri. Lo tinggal ikut kesana, terus senang-senang deh!" ucap Keyra.
"Ya, Min? Yayayayaya? Ikut ya?" pinta Bunga.
"Okelah kalau gitu."
"Yeay." ucap Bunga dan Keyra histeris.
"Kesana kita naik apa?" tanya Keyra.
"Naik mobil gue aja." jawab Bunga.
"Emang boleh?" tanya Minda.
"Boleh lah. Kan gue udah punya SIM." jawab Bungan dengan senyum manisnya.
###
Kelas Keyra sedang jam kosong. Jadi, Keyra, Bunga, dan Minda sedang berkumpul bersama. Ditambah dengan Fajar, Raka, dan Adi
"Eh, btw tadi pas ke ruang guru gue nggak sengaja dengar pembicaraan guru kalau anak kelas 12 bakalan ada acara camping." ucap Raka.
"Serius lo?" tanya Bunga.
"Iya."
"Kapana emang?" tanya Adi.
"Kalau nggak salah 2 minggu lagi." jawab Raka.
"Akhirnya, doa gue terkabulkan." sahut Fajar.
"Emang lo doa apaan?" tanya Minda.
"Doa, semoga bakalan ada acara camping di SMA Garuda." jawab Fajar santai.
"Tapi tadi sama-samar gue juga dengar kalau campingnya bakalan gabung sama SMA Wijaya." sambung Raka.
"Eh beneran lo, Rak?" Raka menganggukkan kepalanya.
"Jangan-jangan lo bohong lagi. Bohong dosa lo, Rak." tuding Keyra.
"Dih, ngapai juga gue bohong. Nggak ada gunanya." balas Raka.
"Bakalan seru banget nih!" ucap Adi.
"Heeh, cowok yang bening-bening bakal keluar." sahut Bunga.
"Bung, ingat! Lo udah punya David." ucap Keyra mengingatkan.
__ADS_1
Bunga tersenyum kikuk. "Yah, kalau udah punya pacar tuh nggak enak. Nggak bisa bebas. Ngobrol sama cowok lain di larang, nggak sengaja ketemu mantan, doi udah marah." ucap Fajar.
"Untung gue nggak punya pacar. Jadi bebas ngobrol sama yang lain deh." Minda tersenyum bahagia.
"Terus Farzan lo kemanain?" tanya Adi.
"Sejenak berpaling dari Farzan nggakpapa lah." jawab Minda.
"Cih. Tapi gue setuju banget sama lo!" ucap Adi.
"Yeee, sama aja dong kalian berdua." cibir Keyra.
###
"Zidane." ucap Keyra sedikit teriak, karena jalanan begitu ramai.
"Iya?"
"Nggak jadi deh, nanti aja di rumah."
"Okey." sahut Zidane.
Sampai di rumah Keyra langsung ke kamar dan membersihkan dirinya yang sudah lengket.
Selesai mandi, ia keluar dan gantian Zidane yang bermain dengan air. "Kamu udah sholat ashar?" tanya Keyra saat Zidane hendak memasuki kamar mandi.
"Udah." jawab Zidane kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
"Okey." Setelah berpakaian ala rumahan, Keyra memakai mukenanya dan melaksanakan kewajibannya seperti orang muslim biasanya.
10 menit kemudian, Keyra telah selesai sholat. Ia pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Keyra membuka lemari es. Melihat bahan apa saja yang bisa ia masak untuk malam ini.
"Bingung mau masak apa." gumamnya. Zidane datang dari pintu dapur.
"Kamu mau masak apa?" tanya Zidane yang kini tengah memeluk Keyra dari arah belakang.
"Nggak tau, aku juga bingung ini. Kamu sendiri mau makan apa?"
"Zidane lepasin dulu. Aku mau masak ini." Keyra berusaha melepaskan pelukan sekaligus ciuman Zidane yang terus menerus.
"Rambut kamu wangi sekali. Bikin aku kencanduan tau." Zidane masih belum menghentikan ciumannya.
"Iya-iya, udah lepasin dulu. Aku mau masak ini." Akhirnya Zidane melepaskan pelukannya dan menghentikan ciumannya.
Zidanr duduk sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya. Memandangi Keyra yang berkutat dengan peralatan masak.
Aroma masakan Keyra selalu berhasil membuat perut Zidane langsung terasa lapar.
Keyra menyajikan masakannya ke meja makan. "Selamat Makan." ucap Keyra sambil tersenyum.
Keduanya pun larut dengan kegiatan makan masing-masing.
"Makanan kamu tuh selalu enak. Terimakasih." ucap Zidane tak lupa juga dengan senyum manisnya.
Setelah makan, Keyra langsung mencuci piring serta peralatan dapur yang tadi telah di pakainya.
Selesai dengan kegiatan di dapur, Keyra langsung menyusul Zidane yang kini duduk di sofa sambil menonton televisi.
"Zidane." panggil Keyra.
"Iya?"
"Emmm, Sabtu aku mau ke dufan sama Bunga dan Minda, boleh?" tanya Keyra.
"Aku ikut." jawab Zidane.
"Nggak bisa. Ini gilrs time. Jadi anak cowok nggak boleh ikut." balas Keyra.
"Yaudah, nggak usah pergi."
Keyra memasang wajah cemberut. "Boleh ya?" pinta Keyra sambil memasang puppy eyesnya.
__ADS_1
"Nggak boleh Keyra. Dufan itu ramai banget. Nanti kalau kamu di apa-apain sama orang lain gimana?"
"Ya nanti aku sama teman-teman lari. Boleh ya?" pinta Keyra lagi.
"Enggak." kekeuh Zidane.
"Boleh ya? Yayayayayaya? Boleh kan ya?" pinta Keyra lagi dan lagi, kali ini dia memasang wajah yang memelas.
Zidane yang melihatnya pun menjadi tak tega. "Okelah. Tapi kiss dulu." Tanpa babibu lagi, Keyra langsung mengecup pipi Zidane.
"Terimakasih." ucap Keyra senang.
"Anterin aku keluar yuk!" ajak Keyra.
"Kemana?" tanya Zidane menatap Keyra sepenuhnya.
"Beli HP." Keyra terkekeh.
"Okey."
"Yeeeaaay, aku ke kamar dulu. Mau ambil tas." Keyra berlarian kecil ke kamarnya. Mengambil dompet dan tas slempangnya.
Motor Zidane kini telah menjauh dari pekarangan rumahnya.
30 menit kemudian, keduanya telah sampai di mall. Zidane menggandeng tangan Keyra, bersama-sama menaiki eskalator. Membawa Keyra menuju toko yang menjual berbagai handphone.
"Ada yang bisa di bantu, mas, mbak?" tanya salah seorang pelayan toko tersebut yang bernama Ahmad.
"Bisa tolong tunjukkan smartphone realme?" tanya Keyra.
"Baik, mbak. Tolong di tunggu sebentar ya!" Ahmad pergi mengambilkan beberapa smartphone realme yang masih keluaran terbaru.
"Ini, mbak. Untuk yang merk realme." Keyra melihat-lihat sejenak smartphone di depannya.
"Mas, natapnya biasa aja nggak? Dia pacar saya." ucap Zidane sinis. Memang sejak dari tadi Ahmad memandangi Keyra dengan pandangan yang sulit di artikan.
"Eh, maaf ya, mas. Saya kira ini adiknya." ucap Ahmad dengan tersenyum kikuk.
Dalam hati Keyra tertawa melihat interaksi kedua laki-laki itu. Tajam banget mata Zidane, batin Keyra.
"Mas, saya ambil yang ini aja." putus Keyra.
"Baik, mbak. Silahkan menuju kasir." Zidane dan Keyra menuju kasir.
"Bener-bener ya tuh cowok, minta di colok matanya. Untung disini ramai, kalau sepi udah aku habisi dia." Keyra terkekeh.
"Udah. Jangan marah-marah! Di lihatin banyak orang tuh." tunjuk Keyra dengan dagunya.
"Biarin aja. Lagian pelayan tokonya ngeselin." balas Zidane.
"Ini, mbak, mas." Keyra mengambil kartu atm nya. Namun sudah di dahului oleh Zidane.
"Pakai uang aku aja." ucap Zidane.
"Eh, jangan dong. Itu kan HP aku, masak yang bayarin kamu. Yang nggak adil dong!" tolak Keyra.
"Udah biarin aja. Lagian HP kamu rusak juga gara-gara aku." balas Zidane.
"Oke deh. Terserah kamu aja." Setelah proses pembayaran, Keyra dan Zidane keluar dari toko.
"Kamu kenapa beli yang itu?" tanya Zidane.
"Nggakpapa aja. Lagian kalau ada yang murah dan berkualitas, kenapa harus cari yang mahal? Ini aja udah cukup bagi aku." jawab Keyra.
Zidane tertegun dengan ucapan Keyra. Dalam benak, ia sangat berterimakasih kepada Tuhan karna tekah menghadirkan Keyra ke dalam hidupnya juga kepada orang tuanya yang sudah memilihkannya seorang perempuan yang baik.
###
See you net part.
Maaf ya lama update.
__ADS_1
Kurang lebih ini yang di beli Keyra. Realme 6 Pro.
Gilaaaaa. Bagus banget kan ya😍