Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
Dufan


__ADS_3

Pagi ini pukul 11.00 WIB, Keyra dan kedua sahabatnya telah sampai di Dufan. Ketiganya masuk dengan memakai gelang fast track yang berarti mereka dapat menggunakan wahana tanpa harus melewati masa antre yang panjangnya nggak ketulungan. Namun, wahana yang mereka naiki terbatas.


“Naik apaan dulu nih?” tanya Keyra pada kedua sahabatnya.


“Halilintar aja yuk! Kelihatannya seru banget tuh!” jawab Bunga.


“Kuy!” ucap Minda dan Keyra bersamaan. Ketiganya kini menaiki wahana Halilintar.


Setelah semua bersiap, permainan pun mulai berjalan.


“AAAAAAA.” Teriak semua orang saat mereka di putar-putar.


“GIIIIIILAAAA. BISA MATI GUE!” teriak Keyra.


“AUTO REMUK BADAN GUE.” Teriak Minda. Ketiganya sangat menikmati wahana tersebut.


Keyra dan kedua sahabatya turun saat permainan telah selesai. “Demi apapun. Gue nggak bakal naik ini yang kedua kalinya. PERUT GUE SAKIT WOOOY!” Ucap Keyra.


“Nih, minum dulu.” Bunga memberikan sebotol air lemon untuk Keyra agar rasa sakit di perutnya bisa mereda.


“Selanjutnya apa?” tanya Minda.


“Ke istana boneka aja.” Jawab Bunga.


“Hah? Kesana? Nggak. Nggak seru.” Tolak Keyra.


“Ya habisnya perut lo kan sakit.” Ucap Bunga.


“Nggak. Yang lain aja, asalkan jangan istana boneka.” Minda dan Bunga berpikir.


“Emm, ke ice age aja kalau gitu. Tapi nanti kita sedikit basah.” Sahut Minda.


“Nggakpapa. Yuk kesana!” ketiganya kini menuju wahana ice age. Mereka bersenang-senang hingga kini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB.


“Akhirnya bisa liburan juga.” Ucap Bunga sambil meretangkan dan memejamkan matanya. Liburan yang sangat menyenangkan bersama sahabat.


“Heeh, akhirnya otak gue refres juga.” Sahut Minda.


“Makan yuk! Ngisi tenaga dulu, setelah itu main lagi.” Ajak Keyra disetujui kedua sahabatnya.


Ketiganya makan dengan lahap. Mungkin saking laparnya kali ya. Saat di tengah-tengah makan ada seorang cowok yang duduk tepat disamping Keyra.


Keyra menolehkan kepalanya ke cowok tersebut. “Hai, gue numpang duduk disini ya? Soalnya meja lain udah pada penuh” pinta cowok itu kepada mereka bertiga.


Bunga dan Minda mengiyakan permintaan cowok itu, namun tidak dengan Keyra, ia hanya menatap cowok tersebut dengan tatapan cengo.


Memang benar apa yang dikatakan Ardan. Semua meja sudah penuh. Tapi mengapa mereka bertiga sampai tidak menyadarinya ya? Mungkin karena terlalu asik mengisi energi.


“Ssst, Ra.” Minda menyenggol siku Keyra dengan tangannya. Keyra lansung tersadar.


“Eh, iya. Silahkan!” ucap Keyra spontan.


“Kenalin gue Ardan Raharja. Masih kelas 12 SMA.” Ucap Ardan memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya di depan Keyra berniat untuk berjabat tangan.


“Gue Keyra Ghaida Maharani, panggil aja Keyra.” Keyra menerima uluran tangan Ardan.


“Gue Minda Alana.”


“Gue Bunga Aurellia.” Ucap Minda dan Bunga secara bergantian sambil berjabat tangan dengan Ardan.


“Btw, lo kesini sama siapa?” tanya Bunga untuk memecah suasana yang awkward di antara mereka.


“Sama temen gue. Tuh, dia lagi antre makanan.” Jawab Ardan sambil menunjuk seorang cowok yang berperawaan tinggi.


“Cuman berdua?” tanya Minda. Ardan mengangguk.


Tak lama, teman Ardan datang dan duduk disamping Ardan. “Hai.” Sapa teman Ardan.


“Kenalin ini sahabat gue sejak kecil, namanya Randy Saputra. Panggil aja Randy. Dia seumuran sama gue.” Ucap Ardan memperkenalkan Randy.


Randy pun berjabat tangan dengan ketiga cewek tadi sambil menyebutkan nama panggilannya. Tak lupa di iringi dengan senyum manisnya.


“Emm, btw kita semua seumuran loh.” Sahut Minda saat ia telah selesai lebih dulu menghabiskan makanannya.


“Masak sih?” tanya Ardan tak percaya. Minda mengangguk.


“Gue kira kalian masih kelas 11.” Sambungnya.


“Emang kelihatan banget ya kalau masih muda?” tanya Bunga.


“Ya begitulah.”


“Boleh minta nomor Hp kalian? Nanti kita bisa kontaan dan liburan bareng juga.” Ucap Ardan.


Braaak.


“Nggak boleh.” Ucap seorang cowok yang datang bersama teman-temannya.


Keyra dan kedua sahabatnya terkejut. ”Zidane.” ucap ketiganya bersamaan.


“Siapa lo?” tanya Zidane sinis.

__ADS_1


“Gue Ardan Raharja dan ini Randy Saputra.” Zidane terkejut.


“Lo Ardan yang pernah ngajakin gue bolos di SMP Nusa kan?” tanya Zidane.


“Emangnya lo siapa ya?” tanya Ardan bingung.


“Gue Zidane Ali Ananta. Cowok yang pernah lo ajakin bolos pas kita ketahuan sama Bu Rinda, guru yang kilernya minta ampun.” Ardan dan Randy sama terkejutnya.


“Ya Tuhan. Ternyata elo. Gimana kabar lo? Lama nggak ketemu, lo jadi tambah tinggi ya.” Ucap Ardan berhigh five dengan Zidane lalu memeluk tubuh Zidane seperti teman lelaki. Begitu pun dengan Randy.


“Alhamdulillah baik. Lo sendiri gimana?” balas Ardan.


“Gue juga baik. Sekarang gue malah udah punya pacar.” Jawab Zidane.


“Lah masak? Padahal dulu lo jomblo sampai kita lulus sekolah loh, kok sekarang udah punya pacar aja.”


“Aish, lo mah aib temen disebarin.”


“Mana pacar lo? Nggak ikut?” tanya Ardan.


“Weeeeh, tuh dia di samping lo pas.”


“Ini? Keyra?” tunjuk Ardan pada Keyra, Zidane mengangguk.


“Selera lo tinggi juga ya. Cantik orangnya.” Sahut Ardan.


“Iya dong, gue gitu lho! Oh iya, kenalin ini sahabat-sahabat gue.” Ucap Zidane sambil menunjuk ke arah sahabat-sahabatnya.


“Yang ini David, ini Adam, ini Farzan, dan ini yang paling terakhir namanya Eric.”


“David ini calon pacar dari Bunga dan Farzan calon pacar dari Minda.”


“Wiiihh, ternyata tiga cewek ini udah ada yang punya. Gue kira masih pada jomblo.” Ucap Randy.


“Cewek cantik kayak mereka nggak pantes di anggurin.” BalasZidane.


“Oh iya, gue duluan ya. Lagian tadi disini cuman numpang makan kok.”


“Loh, nggak sekalian main bareng kita-kita nih?” tanya Eric.


“Nggak usah deh. Kita berdua aja. Selamat Berlibur ya kalian!” ucap Ardan kemudian pergi bersama Randy.


Setelah kepergian Ardan dan Randy, Keyra langsung mendapatkan tatapan tajam dari Zidane. Sudah dipastikan Zidane merasa cemburu.


“Siapa yang ngebolehin kamu bicara sama cowok lain hem?” tanya Zidane.


Keyra tersenyum awkward. “Hehehe, i’m sorry.”


“Diem lo!” ketus Zidane.


“Kalian kok bisa tau kalau kita bertiga disini gimana caranya?” tanya Bunga.


“Tuh si Zidane udah aktifin GPS di HP Keyra.” Keyra memelotot terkejut. Buru-buru ia membuka HP nya dan memastikan bahwa apa yang dikatakan oleh Adam itu benar.


“Lo tau kenapa kita berlima bisa disini?” tanya Eric pada tiga cewek di depannya,namun di balas gelengan kepala.


“Noh, gara-gara si Zidane yang lagi diisi api kecemburuan. Marah-marah karena nggak di ajak kesini sama Keyra.” Jawab Eric membuat Keyra, Bunga dan Minda tertawa. Sedangkan orang yang di bahas hanya menatap sinis ke arah Eric.


“Bener-bener emang si Zidane. Gara-gara dia, gue di marahi habis-habisan sama emak gue.” Sahut David.


“Kenapa?” tanya Minda.


“Tadi tuh kan gue di suruh emak gue buat beli gula di warung depan komplek. Berhubung Zidane udah marah-marah nggak jelas di telepon, gue langsung cabut, nggak jadi beli gula. Abis itu gue di telpon sama emak gue, eh di marah-marahi juga.”


Semuanya langsung tertawa mendengar jawaban dari David. Apalagi Eric sama Adam yang tertawa tak kalah keras karena teringat bagaimana tadi Mama David marah-marah saat di telepon.


“Hehehehe, maaf ya!” ucap Zidane sambil senyum pepsodent.


“Dosa lo, Vid. Jadi anak durhaka lo. Disuruh beli gula malah main sama Zidane. Cepet khilaf sana! Sebelum lo dikutuk menjadi Maling Kandang!” ucap Adam.


“Malin Kundang njiirr. Bukan Maling Kandang. Kalo gue dikutuk jadi Maling Kandang, yang ada gue di gebukin sama orang sekampung dong gara-gara maling ayam mereka.” Eric malah tertawa.


Begitulah seterusnya, mereka berlanjut bermain hingga jam sudah menunjukkan puku 17.00 dan langit juga sudah mulai menjelang malam.


"Udah jam segini pulang yuk!" ajak Zidane.


"Yuk, gue juga udah capek banget ini." sahut Adam.


"Zan, lo dari tadi diem-diem baek, ada kenapa lo?" tanya Eric.


"Nggakpapa." jawab Farzan singkat.


Setelah berjalan lumayan jauh, mereka telah sampai di tempat parkir.


"Keyra, Adam, sama Eric naik mobil gue. Dan David, Farzan, sama Minda naik mobilnya Bunga. Vid, lo yang nyetir mobilnya, jangan Bunga!" tutur Zidane.


"Okey, Dan." Mereka semua pun masuk ke dalam mobil yang tadi sudah di tentukan oleh Zidane.


Di dalam mobil Bunga.


"David, nanti anterin Minda ke rumahnya dulu ya? Soalnya nanti kita lewatin rumah Minda."

__ADS_1


"Okey." jawab David kemudian menyalakan mobil Bunga dan mulai menjalankannya.


"Eh, nggak mau. Gue pulangnya bareng Farzan aja. Ya Farzan?" sahut Minda.


"Ogah." tolak Farzan mentah-mentah.


"Lah kok gitu sih?" cemberut Minda. "Boleh ya? Yayayayaya?"


"Nggak." tolak Farzan lagi.


"Udah lah, Min. Lagian kita kan juga lewatin rumah lo. Kasihan Farzan juga masak abis ambil motor dia harus anterin lo dan pulangnya harus putar balik. Dia kan juga butuh istirahat, Min." nasehat Bunga.


"Yaudah deh kalau gitu, gue nebengnya lain kali aja." balas Minda cemberut.


Dalam mobil Zidane.


"Woooii, idupin tuh radionya dong! Demen banget sama suasana kayak gini." Karena tidak di anggap, Eric langsung menyalakan radio tersebut tanpa seizin sang pemilik mobil.


"Siapa yang nyuruh lo buat nyalain radio?" sinis Zidane.


"Idih, biarin aja. Daripada diem-diem. Mending konser lah." Radio menyala, mengeluarkan lagu-lagu jawa jaman sekarang.


"Aseeek sobat ambyar." ucap Eric.


"Cendoo dawet, cendol dawet seger." teriak Adam tak kalah seru.


"Cendol cendol, dawet dawet, cendol dawet seger." seru Eric dan Adam. Zidane dan Keyra hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan 2 cowok yang duduk di kursi belakang.


"Piro?" tanya Eric bak seorang artis yang bertanya pada penontonnya.


"Lima ratusan." jawab Adam seperti orang yang menjadi penonton.


"Terus."


"Nggak pake kuah."


"**** kenapa di pelihara! Es cendol kalau nggak pakai kuah mana bisa diminum?" Eric menjitak kepala Adam yang hanya bisa terkekeh saja.


"Lha trus apaan? Nggak pake sambal, ji ro lu pat enem pitu wolu-"


Pletak.


"Lo kira bakso apa, nggak pake sambel!" ucap Eric.


"Udah lah biarin aja. Lagian gue benar kan kalau es cendol itu emang nggak pake sambal?" balas Adam.


"Iya juga ya. Ah, bodo amat! Yuk lanjut!" Keyra tertawa melihat pertengkaran kecil antara Adam dan Eric.


"Cendol dawet seger. Konser aseeek! Yok, sobat ambyar joget bareng!"


Saat di tengah-tengah bersenang-senang, Zidane tiba-tiba mematukan radionya.


"Lah kenapa di matii, Dan?" tanya Adam.


"Lo berdua berisik!" jawab Zidane apa adanya.


"Ah, nggak asik lo, Dan. Lagi enak-enaknya joget juga!" Kesal Eric.


"Bener tuh si Eric."


"Dih, biarin aja. Orang ini juga mobil gue."


"Nggakpapa, Dan. Daripada diam semua. Mending ya ramai begini. Bisa menghilangkan rasa kantuk juga."


"Setuju sama Bu Bos." seru Eric.


"Yaudah deh, terserah kalian." purus Zidane.


Adam langsung menyalakan radio itu kembali, dan mereka berdua kembalu berjoget. Sedangkan Zidane dan Keyra hanya menikmati saja.


Sesekali Keyra tertawa saat Eric dan Adam saling bertengkar, meskipun tidak serius sih. Tapi itu sudah berhasil menghilangkan rasa penat di tubuhnya.


###


**Hayo siapa di antara kalian yang sobat ambyar juga😂😂


Author juga sobat ambyar loh.


Sobat ambyar bareng Eric sama Adam kayaknya seru nih ya🤣


Kalau di suruh milih, kalian pilih di kubu yang mana?



Zidane & Keyra


Leo & Keyra



See you next part😊**

__ADS_1


__ADS_2