Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
Camping (part 2)


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mereka semua telah sampai di sebuah hutan yang dekat dengan aliran sungai yang letaknya lumayan jauh dari kota.


Hutan yang sangat indah dan luas ini akan menjadi tempat camping gabungan mereka selama tiga hari dua malam. Itu berarti camping gabungan akan berakhir pada Hari Senin


Saat ini para peserta sedang berbaris dengan kelasnya masing-masing. Menunggu instruksi selanjutnya dari panitia.


"Halo, cek cek. Selamat Sore semuanya."


"Sore." jawab semua serempak.


"Hai, perkenalkan, nama saya Daniel Rangga Pratama, biasa dipanggil Rangga. Saya dari SMA Ganesha, dari kelas 12 IPA 1." ucap Rangga memperkenalkan dirinya.


Semua siswa 12 IPA 1 dari SMA Ganesha berteriak saat bintang kelas mereka menyebutkan nama kelasnya.


"Disini saya menjabat sebagai ketua camping gabugan. Jadi saya mengucapkan Selamat Bergabung di Camping Gabungan ini! Semoga kedua sekolah ini menjalin persahabatan dengan erat, Aamiin. Sekian perkenalan dari saya, selanjutnya adalah panitia lain."


"Hai semuanya! Perkenalkan, nama saya Leo Yuda Anggara. biasa di panggil Leo. Saya dari SMA Wijaya, dari kelas 12 IPS 1. Jabatan saya disini adalah sebagai wakil ketua camping gabungan. Untuk kalian, Selamat Berjuang! Dan untuk cewek yang saya temui di bis 5 tadi, selamat anda sudah memenangkan hati saya. Sekian perkenalan dari saya, terimakasih."


"Yaaaah, padahal mau gue gebet."


"Udah ketemu sama julietnya ternyata."


"Patah hati dedek, bang."


"Hancur hancur hatiku."


"Siapa sih ceweknya? Kok gue kepo ya?"


Kurang lebih seperti itulah ucapan-ucapan para cewek-cewek SMA Wijaya dan SMA Ganesha yang sedih karena pangeran mereka telah menemukan sang tuan putrinya.


"Min, Bung." panggil Keyra, Minda dan Bunga menoleh.


"Kenapa?" tanya keduanya serempak.


"Itu cowok yang tadi di bis 5. Yang satu bis sama gue, sekaligus mantan teman satu kursi sama gue." bisik Keyra agar tidak di dengar oleh yang lainnya.


"Masak sih?" tanya Minda tak percaya. Keyra menganggukkan kepalanya.


"Berarti cewek yang dia maksud itu elo, Ra." tunjuk Bunga pada Keyra.


"Ngawur deh lo. Di bis 5 kan ceweknya bukan hanya gue, jadi barangkali dia ketemu cewek di kursi penumpang belakang." balas Keyra.


"Kok dia di kursi belakang kenapa? Di belakang kan cuman buat guru-guru." tanya Minda.


"Aish, ceritanya panjang." jawab Keyra. Minda dan Keyra hanya ber'oh'ria saja. Lalu ketiganya kembali diam, memperhatikan panitia yang berbicara di depan.


Sedangkan di barisan lain, hati seorang cowok sedang memanas. Tangannya mengepal, menahan rasa kesal. Siapa lagi kalau bukan Zidane. Saat ini Zidane sedang di penuhi rasa cemburu. Entah sampai kapan itu akan berakhir. Mungkin saja sampai ia lulus sekolah.


Zidane sangat tau sekali siapa cewek yang di maksud Rangga tadi. Cewek itu adalah kekasihnya sendiri.


"Susah ya kalau punya pacar cantik, dimana-mana banyak yang suka. Jadi banyak saingannya." sindir Eric yang kumat dengan kelakuan jahilnya.


Zidane langsung menatap Eric tajam. Adam yang melihatnya pun menimpali. "Aduh, Ric. Jiwa macannya mulai keluar nih!"


"Kobaran api mulai membesar." tambah David.


"Kok gue ngerasa panas ya? Padahal api unggunnya belum menyala loh." goda Eric lagi.


"Diam lo semua!" ucap Zidane kesal. Bukannya diam, Eric, Adam, dan David malah tertawa. Dan Farzan hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran itu.

__ADS_1


Punya sahabat kenapa gila semua batinnya Farzan.


"Woy, Zan. Diem-diem baek lu. Lagi mikirin apa? Minda ya?" ujar Eric.


"Bukan urusan lo." jawab Farzan datar.


"Idih, mukanya udah kayak tembok aja. Datar." Eric tersenyum kikuk saat mendapat delikan tajam dari mata indah Farzan.


15 menit kemudian, para peserta camping gabungan mulai mendirikan tenda bersama kelompoknya masing-masing, dimana setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Jadi dalam tenda itu akan diisi 5 orang. Keyra sangat bersyukur masih bersama ketiga sahabatnya.


"Huft, akhirnya selesai juga." ucap Bunga menyeka keringatnya.


"Btw, nama kalian berdua siapa?" tanya Minda pada dua orang cewek dari SMA Wijaya.


"Gue Karin dan ini sahabat gue, Friska." jawab cewek yang bernama Karin.


"Ouh. Salam kenal, gue Minda. Sebelah kanan gue ini Keyra dan yang di kiri Bunga. Kami bertiga juga bersahabat." ucap Minda.


"Salam kenal juga." ucap Karin dan Friska bersamaan.


"Waah, barengan ya jawabnya." takjub Keyra.


"Ya begitulah. Karena kami udah bersahabat sejak kecil. Maka dari itu kami sering menjawab bersamaan secara tidak sengaja. Banyak yang menganggap kalau kami ini kembar, mungkin karena sejak kecil kami selalu bersama jadi mereka menganggap kami kembar." balas Friska.


Disela-sela pembicaraan mereka, tiba-tiba Aji datang sehingga membuat pembicaraan mereka terputus. Aji adalah ketua kelas dari kelas Keyra.


"Ada apaan, Ji?" tanya Keyra.


Aji menyodorkan 3 kertas tebal pada tiga teman sekelasnya ini. Ketiganya pun menerima dengan pikiran yang bingung.


"Paan ini?" tanya Minda.


"Itu kertas yang di dalamnya berisi tabel dari nama panitia camping ini. Tadi kami juga dapat kok dari ketua kelas kami." jawab Karin.


"Tapi buat apaan?" tanya Bunga yang masih melihati kertas itu.


"Ya mintain tanda tangan mereka lah."


Mata Minda memelotot karena terkejut. "Gila! Segini banyaknya?" Bagaimana bisa mereka di suruh meminta tanda tangan 20 panitia camping ini.


Sudah gila memang para panitia itu.


###


Pukul 19.30 WIB, tepatnya setelah sholat isya', para peserta berkumpul serta berbaris yang rapi untuk mengikuti upacara api unggun.


Disana. Di depan api unggun, para guru yang menjadi perwakilan dari masing-masing sekolah melingkari api unggun tersebut. Masing-masing sudah membawa sebuah obor di tangannya. Obor yang nantinya akan digunakan untuk membakar tumpukan kayu yang berbentuk kerucut, yang sudah di sirami dengan bensin.


Setelah sambutan kepala sekolah dari masing-masing sekolah serta doa dari sang ustadz, api unggun pun dinyalakan. Suasana yang tadinya sepi kini menjadi ramai akibat petasan yang sengaja di nyalakan agar bisa menyadarkan orang yang sedang berada pada pikiran kosongnya. Serta tepuk tangan dari seluruh orang yang menambah keramain itu.


Setelah proses dari masing guru dan kepala sekolah. Panitia pun mengambil alih acara ini.


"Selamat Malam semuanya!" seru salah satu panitia camping yang namanya adalah Ojan.


"Acara berikutnya adalah pensi dari masing-masing sekolah." seru Ojan.


Saat Ojan akan berbicara lagi, seseorang menghentikannya terlebih dahulu. Berbicara sebentar pada Ojan, lalu tampak Ojan memberikan microphone yang di pegangnya pada orang tadi.


Orang itu pun menaiki panggung kecil yang sudah disiapkan. "Masing ingat saya? Leo?" tanya Leo sedikit berbasa-basi.

__ADS_1


"Masih." jawab semuanya.


"Baiklah, langsung saja. Saya hanya menyampaikan sedikit pengumuman bahwa pengisian tanda tangan panitia bisa di mulai dari sekarang dan akan di kumpulkan oleh masing-masing ketua kelas pada hari kedua tepatnya malam hari. Sekian dari saya, terimakasih." jelas Leo.


Setelah itu acara pensi pun di mulai


"Hey, dicicil yuk!" ajak Keyra pada Minda dan Bunga.


"Apanya?" tanya Bunga.


"Tanda tangannya lah." jawab Keyra.


"Nggak ah, gue males. Mending disini aja lihat pentas seni." tolak Bunga.


"Yuk, Min!" ajak Keyra pada Minda.


"Nggak mau. Gue lagi nonton pensi juga." tolak Minda juga. Keyra berdecak sebal. Akhirnya ia memutuskan meminta tanda tangan sendiri. Masa bodo dengan kedua sahabatnya itu. Jika mereka meminta bantuan pada Keyra, maka Keyra tidak akan membatunya. Biarkan mereka meminta tanda tangan sendiri.


Keyra berjalan menuju tendanya, mengambil kertas yang berisi nama-nama panitia tersebut. Lalu mulai mencari para panitia.


"Ke Rangga dulu deh." Keyra berjalan mencari-cari keberadaan Rangga. Rangga ini adalah salah satu teman Keyra yang dulunya pernah satu gugus saat masa-masa MOS. Ia tidak menyangka bahwa temannya ini akan menjadi ketua camping gabungan.


Setelah menemukan Rangga yang sedang berkumpul dengan panitia lain, Keyra pun menghampirinya.


"Rangga." panggil Keyra. Rangga menoleh, lalu meminta ijin untuk menemui Keyra dulu.


"Ada apa, Ra?" tanya Rangga. Keyra memperlihatkan kertas yang tadi di pegangnya serat menyodorkan sebuah pulpen pada Rangga.


"Ouh, ini." ucap Rangga mengerti apa yang dimaksud Keyra. Rangga pun mengambil pulpen tersebut lalu mencoretkan tanda tangannya tepat di tabel samping namanya.


"Terimakasih, Rangga. Lo baik deh!" puji Keyra.


"Dih, puji gue kalau ada maunya." cibir Rangga.


"Hahaha, nggakpapalah. Udah ya gue pergi dulu." pamit Keyra.


"Okey." Keyra dan Rangga pun berpisah. Keyra melanjutkan aksinya hingga ia sudah lelah dengan kegiatannya itu.


"Capek juga ya ternyata. Tapi nggakapapalah setidaknya beban gue sedikit berkurang." gumamnya sambil berjalan menuju tenda. Acara pensi juga sudah selesai.


"Kemana aja lo? Di cariin dari tadi juga baru nongol." omel Minda.


"Gue kira lo tersesat, Ra." sahut Karin.


"Eh, ya enggaklah. Gue lagi nyicil ini." Keyra memperlihatkan kertasnya yang sudah di tanda tangani oleh 10 orang panitia. Dan 10 orang panitia itu adalah temannya. Meskipun tidak mengenal dekat, tetapi setidaknya ia pernah mengenal mereka. Itu akan mempermudah pekerjaannya.


"Gila! Cepat banget lo! Udah 10 orang aja!" seru Friska takjub.


"Iya lah, orang 10 orang itu kenalannya semua. Gimana nggak mudah dapetin tuh tanda tangan mereka coba." sahut Minda.


"Hehehe." Keyra terkekeh. Obrolan mereka pun berlanjut di dalam tenda.


###


Hai, jangan lupa dukung terus cerita ini ya. Vote juga biar naik ranking. Ajak teman kalian juga buat baca dan dukung cerita ini.


Btw, kurang lebih seperi inilah camping gabungan mereka. Intinya seru banget.


__ADS_1


__ADS_2