Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
cemburu


__ADS_3

Tibalah sudah Hari Sabtu. Dimana, hari ini Keyra akan tampil di SMA Wijaya bersama teman-temannya untuk mewakili sekolahnya.


Kursi gedung lapangan basket indoor SMA Wijaya yang sudah penuh diisi oleh para pendukung dari sekolah mereka masing-masing. Sorak sorai dari masing-masing kubu sekolah memenuhi gedung tersebut, membuat udara di sekitarnya menjadi panas, padahal di dinding gedung tersebut sudah terhidupkan 6 AC tapi tetap saja udaranya panas.


Keringat pun mulai menetes di pelipis mereka masing-masing. Sorakan mereka yang bertambah mengeras kala melihat seorang pembawa acara berdiri di tengah-tengah lapangan yang berarti acara perlombaan akan segera di mulai.


"Hai teman-teman semuanya! Selamat Pagi! Saya Helmi selaku pembawa acara di acara ini mengucapkan Selamat Datang di acara Friendship Dance! Dimana, Friendship Dance ini diikuti oleh 10 sekolah yaitu SMA Garuda, SMA Nusa, SMA Persatuan, dan masih banyak lagi. Dan juga tak lupa sekokah kita, mana suaranya??" teriak pembawa acara tersebut.


"WOOOOOOOO" teriak seluruh siswa SMA Wijaya.


"Gila! Pulang dari sini telinga gue udah auto budek nih!" ujar David yang sudah duduk manis di samping Bunga.


"Kalo gue langsung ke THT!" ucap Zidane.


"Woi Zan, diem-diem bae! Ajak ngomong si Minda tuh! Kasihan cewek cantik di anggurin!" ucap David.


"Terserah gue!" ucap Farzan.


"Farzan tembok, kasihan Minda tuh!" tunjuk Bunga dengan dagunya.


Farzan melirik sekilas pada Minda. "Siapa suruh di sampung gue!" ucap Farzan angkuh.


"Yeeeee, nggak ngehargain Minda! Entar kalo udah di tinggal pergi baru sadar! Nyari-nyari!" cibir Bunga.


"Bunga." seru Minda.


"Paan?" tanya Bunga.


"Saranghae." ucap Minda sambil mengedipkan sebelah matanya kemudian tertawa.


"Eric sama Adam kemana?" tanya Zidane yang sejak tadi tak menemukan keberadaan dua sahabatnya.


"Eric nyusul, kalau Adam sih katanya nggak enak badan!" jawab David.


Zidane mengangguk-anggukkan kepalanya paham.


"Keyra tampil nomor berapa, Dan?" tanya Minda.


"Katanya sih nomor 7." jawab Zidane.


"Buset dah! Lama amat!" sahut David terkejut.


"Gue pergi dulu." ucap Farzan.


"Mau kemana lo?" tanya Zidane saat melihat Farzan yang hendak pergi.


"Beli minum." jawab Farzan singkat lalu berdiri.


"Farzan, tungguin gue ih!" teriak Minda lalu menyusul Farzan.


Kini perlombaan dance pun di mulai. Satu persatu dance dari sekolah lain telah tampil dengan bagus.


Disisi lain yaitu di belakang gedung lapangan indoor, seirang cewek sedang mempersiapkan dirinya untuk tampil. Dia lahKeyra.


"Sebentar lagi, guys!" ucap Keyra.


Beberapa kali Keyra mengambil mafas lalu menghembuskannya secara perlahan. Menetralisir rasa gugupnya.


"Tenang, Ra! Anggap aja ini kayak latihan biasa." ucap Tasya menenangkan Keyra.


"Sekarang giliran SMA Ganesha. Mana nih pendukungnya SMA Ganesha?" teriak Sang pembawa acara.


"WOOOOOOO" teriak seluruh pendukung SMA Ganesha.


"Baiklah untuk dance SMA Ganesha silahkan bersiap diri." Keyra beserta teman-temannya pun berdiri di tengah-tengah lapangan. Teriakan pendukung dari SMA Ganesha kembali bersorak lagi. Dan kini bertambah keras.


"Kita hitung sama-sama ya!" ucap pembawa acara tadi.


"SATU"


"DUA"


"TIGA"


Lagu berjudul fever milik girlband korea yang bernama GFriend pun berputar.

__ADS_1


Gerak-gerik tubuh Keyra dan teman-temannya berhasil menghipnotis para penonton yang ada di gedung tersebut.


"Ada yang lagi kepanasan nih, Vid!" ucap Eric yang entah sejak kapan sudah ada disamping David.


"Siapa?" tanya David mulai menggoda.


"Siapa lagi kalau bukan bos lo." jawab Eric lalu tertawa.


"Bos lo juga kali, Ric!" cibir David.


"Apaan sih kalian, nggak jelas!" ujar Zidane yang sudah kesal.


"Eh Vid, itu si Keyra ya?" Eric pura-pura bertanya kepada David.


"Yang mana?" David pun menanggapi semua ucapan Eric dengan senang hati. Yang pastinya tujuan mereka adalah untuk menggoda Zidane yang sudah mulai terbakar api kecemburuan.


"Yang pakai celana pendek hitam sama kaos besar putih." ucap Eric.


"Iya, emangnya kenapa?" Bunga saja sudah tertawa sejak tadi.


"Beeehh, seksi bener ya si Keyra! Kulitnya putih, udah gitu cantik lagi! *****, langsung ileran gue!"


"Diem kalian woy! Gue sumpel tuh mulut pakai kaos kaki nih!" ucap Zidane yang sudah kesal.


Eric, David, dan Bunga tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini mereka menangkap rasa cemburu yang timbul pada diri Zidane.


Itu.


Itu sungguh menggemaskan sekali. Hahahahaha.


"Berhenti ketawain gue wooy!" Zidane menjitak kepala David dan Eric.


Tak lama tawa mereka pun mereda, disusul dengan selesainya penampilan dance SMA Ganesha. Zidane langsung berdiri.


"Mau kemana lo, Dan?" tanya David.


"Mau nyusul cewek gue! Kalian disini aja, jangan ada yang ngikut! Awas aja kalo ketahuan ada yang ngikut, pulang gue jamin nggak selamat!" ancam Zidane kemudian pergi berlalu. Tujuannya sekarang adalah tempat Keyra.


"Diiih, serem juga ya dia!" Bunga bergidik ngeri.


"Btw Ric, si Adam kemana?" tanya David.


"Tadi sih pas gue samperin ke rumahnya, katanya dia lagi nggak enak badan. Yaudah gue tinggal aja!" jawab Eric apa adanya.


Di lain sisi. Zidane sedang menelusuri jalan menuju tempat yang tadi sudah di beritahukan oleh Keyra saat dia menanyakannya.


Kini sampailah dia di pintu belakang gedung tadi. "Kamu tuh ya, udah aku bilangin jangan pakai celana yang kayak gini masih aja ngebantah! Kamu nggak lihat, kali dari tadi kamu dilihatin banyak cowok-cowok!" ucap Zidane sambil melingkarkan hoodie yang tadi di pakainya ke pinggang Keyra. Menutupi seluruh bagian paha Keyra. Menatap tajam ke arah cowok-cowok yang sejak tadi memperhatikan Keyra. Perhatian sekali.


"Maaf Zidane." lirih Keyra sambil menunduk. Sebenarnya ia juga tidak nyaman memakai celana yang seperti ini di luar rumah. Tapi mau bagaimana lagi, Kak Ara yang memintanya, ia sungkan mau menolaknya.


"Yaudah, kamu ganti baju dulu!" Zidane menunggu Keyra dengan setia di luar kamar mandi wanita.


15 menit kemudian Keyra keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaian biasa juga wajah yang tanpa make up.


"Kita langsung pulang?" tanya Keyra degan hati-hati, takut Zidane nanti marah lagi.


"Enggak, nanti aja! Tunggu pengumuman pemenangnya dulu! Ayo!" Zidane menggandeng tangan Keyra. Menunjukkan kepada semua orang bahwa Keyra sudah menjadi miliknya.


"Kemana?" tanya Keyra penasaran.


"Gabung sama yang lain." jawab Zidane. Lalu mereka berjalan berdampingan menuju kursi penonton.


"Hai, Ra." Bunga melambaikan tangannya pada sahabatnya itu.


"Hai Bunga. Minda mana?" tanya Keyra yang tak melihat keberadaan Minda.


"Biasa, lagi memperjuangkan cintanya." Bunga terkekeh.


"Tumben cuman bertiga? Farzan sama Adam mana?" tanya Keyra lagi.


"Farzan lagi sama Minda, kalau Adam lagi di rumah. Kataya sih lagi nggak enak badan!" jawan David.


"Ngapain nanyain cowok lain?" sensi Zidane.


"Slow dong bos. Cemburuan amat jadi orang!" ujar Eric.

__ADS_1


"Eh, Ra. Tadi lo tampilnya bagus banget loh. Seksi banget penampilan lo hari ini. Perfect deh pokoknya!" Mulai lagi Eric menggoda Zidane.


"Ah, bisa aja lo. Padahal menurut gue biasa aja sih!" tanggap Keyra.


"Menurut lo biasa aja? Kalau menurut gue luar biasa. Bentar lagi bakal banyak yang ngantri jadi selingkuhan lo nih!" Eric menahan tawanya.


"Ric, kalau lo ngomong lagi, gue pastiin pulang nanti lo nggak hidup lagi!" ancam Zidane. Eric langsung kincep. Tak ingin meneruskannya lagi.


"Hai para hadirin! Gimana nih penampilannya? Bagus bagus semua kan? Pastinya bagus dong! Sebentar lagi, saya akan membacakan pemenang dari acara Friendship Dance ini. Menurut kalian mana nih yang jadi juara satu nya?" teriak pembawa acara itu.


"WIJAYA"


"GARUDA"


"BANGSA"


"GANESHA" dan masih banyak lagi teriakan-teriakan pendukung sekokah mereka.


"Okey, langsung saja saya bacakan ya! Untuk juara tiga diraih oleh... SMA Pelita!" teriak sang pembawa acara. Dari tadi teriak-teriak, tuh pita suara kuat amat yak.


"Juara kedua dirain oleh... SMA Wijaya! Dan untuk juara satu diraih oleh... SMA Ganesha!"


"WOOOOOO" teriakan para pendukung SMA Ganesha semakin mengeras kala sekolah mereka mendapatkan juara paling atas.


"Untuk perwakilan dari masing-masing anggota dance silahkan maju kedepan untuk menerima rewardnya!"


Setelah prosesi penyerahan reward selesai, semua penonton di pulangkan. Begitu pun dengan Keyra yang kini sudah berada di atas jok motor milik Zidane.


Drrrt drrrt


Getar Hp Keyra. Ada pesan masuk dari Leo.


Leo


Selamat ya, Ra, atas kemenangannya!


Tadi penampilan kamu bagus banget loh! Aku aja sampai kagum melihatnya!


Nggak nyangka aja kamu bakalan ikut dance.


KeyraGM


Makasih ya, Leo.


Lo bisa aja deh, wkwkwk.


Btw, tadi lo duduk dimana? Kok gue nggak tau ya?


Leo


Yang pastinya di kursi penonton lah, hahahaha.


Tadi kita papasan di koridor setelah keluar dari gedunh. Cuman kamu nya lagi asik ngobrol sama temanmu.


KeyraGM


Wkwkwkwk, bisa aja lo.


Ouh gitu ya! Padahal gue pengen ketemu lo tapi tetep aja belum ketemu-ketemu


Leo


Iya.


Belum waktunya mungkin, Ra. Sabar ya! Pasti kita bakal bertemu kok!


KeyraGM


Iya


Yaudah aku mau pulang dulu nih.


Leo


Baiklah, hati-hati dijalan, Rara.

__ADS_1


Keyra memasukkan Hpnya ke saku jaketnya.


__ADS_2