Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
Cafe Melody


__ADS_3

Sampai di Cafe Melody, meraka pun turun, melepas helm, lalu masuk ke dalam cafe.


Sesuai namanya yaitu Cafe Melody. Saat pertama kali masuk ke cafe tersebut, alunan musik pun terdengar indah di telinga para pengunjung.


Melody yang tercipta dari gesekan antara senar dengan bow sangat pas dengan suasana cafe tersebut.


Minda tersenyum saat ia baru saja masuk ke dalamnya. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia memasuki Cafe Melody. Sebab yang nongkrong ke Cafe Melody adalah para remaja yang terlahir dari keluarga kaya juga yang mempunyai uang banyak.


Berbeda dengan dirinya, ia adalah seorang cewek biasa yang terlahir dari keluarga biasa saja.


Kedelapan remaja tadi mengambil tempat duduk di lantai 3. Karena disanalah meraka akan beramai-ramai. Maksudnya bermain dan berbincang sesuka mereka.


Sebab, lantai 3 adalah rooftop dari cafe ini. Hanya bisa di pakai oleh orang yang sudah memesannya.


"Lo kenapa, Min. Dari tadi senyum-senyum mulu?" heran Keyra. Tidak mungkin kan Minda kesurupan di cafe ini? Jangan sampai deh kalo gitu!


"Nggak kenapa-kenapa. Cuma lagi mikir aja!" jawab Minda jujur apa adanya.


"Mikirin apa lo?" Keyra beralih berjalan berdampingan dengan Minda dan Bunga, karena sebelumnya ia berjalan beriringan dengan Zidane.


"Rasanya kok kayak nggak pantas ya gue nongkrong disini. Secara kan disini makananya mahal-mahal dan mayoritas di duduki oleh orang yang berduit, sedangkan gue cuman orang biasa aja!" jawab Minda sedikit lesu.


"Lo nggak boleh ngomong gitu, Min. Lo kan manusia, jadi lo juga berhak datang kesini!" ucap Keyra.


"Roda kehidupan terus berputar, Min. Kalau saat ini lo ada di bawah, makan untuk kedepannya lo yang akan di atas." ujar Bunga.


"Udah nggak usah khawatir soal biayanya nanti, kita patungan sama-sama. Anak laki-laki pasti juga tau diri!" ucap Keyra menenangkan hati Minda.


"Oyy, kita main apaan disini?" tanya Eric.


"Bebas. Sesuka hati kalian!" jawab Zidane enteng.


"Ric, ikut gue pesan makanan yok!" ajak Adam.


"Ogah. Sama David sana!" suruh Eric.


"Dih, ngapain jadi nyangkutin gue? Nggak ah, gue nggak mau! Ajak Farzan aja!" tolak David lalu menunjuk Farzan dengan dagunya.


"Zan, ikut gue pesan makanan yok!" Adam memukul pundak Farzan pelan.


"Nggak." tolak Farzan dingin.


"Terus gue sama siapa ini? Masak gue sendiri sih?! Udah statusnya jomblo, kemana-mana juga jomblo! Berasa jadi jomblo akut gue!" ujar Adam.


"Itu sih derita lo! Dari dulu disuruh cari gebetan nggak mau-mau!" ledek David.


"Udah, jangan berantem. Eric, lo temenin Adam sana!" tunjuk Zidane pada Eric yang sedang bermain game online.


"Tuh kan, selalu gue!" kesal Eric lalu menuruti apa yang dikatakan oleh Zidane.


Hp Keyra bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari aplikasi whatsappnya.


Leo


Kamu lagi di Cafe Melody ya?


Keyra mengerutkan dahinya. Kok Leo tau gue ada disini? tanyanya dalam hati.


KeyraGM


Iya. Kok lo tau?


Leo


Orang aku juga lagi di Cafe Melody ini.

__ADS_1


Keyra sempat terkejut sesaat, tapi buru-buru ia rubah lagi raut wajahnya agar tak diketahui oleh yang lain.


KeyraGM


Lo di Cafe Melody?


Beneran?


Leo


Iya


Kamu lagi di lantai 3 kan?


KeyraGM


Lo di lantai berapa sekarang?


Leo


Aku di lantai 2.


Kesinilah! Tapi sebentar, aku mau ke kamar mandi dulu.


Read.


Ini adalah kesempatannya untuk bertemu dengan Leo. Ia tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini.


"Kamu mau kemana?" tanya Zidane saat melihat Keyra yang hendak oergi dengan tergesa-gesa.


"Mmm, mau ke kamar mandi." ucap Keyra.


"Okey, jangan lama-lama!" Keyra menangguk kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Sengaja ia ke kamar mandi dikarenakan letak kamar mandi laki-laki dan perempuan itu berdempetan. Jadi peluang bertemunya dia dengan Leo sangatlah besar.


"Jadilah. Tadi udah pesan. Ini lagi nungguin Eric yang lagi boker noh! Gila aja tuh bocah, kentut disaat yang tidak tepat!" ucap Adam dengan nada yang kesal.


"Lah emang kenapa?" tanya Keyra bingung.


"Lo tau.."


"Enggak tau lah, orang lo nya aja belum ngejelasin!" jawab Keyra asal.


"Jangan di potong dulu omongan gue, ****!" Keyra terkekeh.


"Yaudah lanjutin." sahut Keyra.


"Tadi waktu pesan makanan, si Eric kentut di samping mas-mas pelayannya! Ya kalo nggak ada suaranya nggakpapa ya, lah ini ada suaranya loh! Nggak gila gimama coba! Malu banget gue, ****!" jelas Adam. Keyra tertawa.


"Malah di katawain!" sebal Adam. Tadi di ketawai semua orang. Sekarang diketawain teman sendiri.


"Okelah, gue masuk dulu!" ucap Keyra sambil menunjuk ke arah kamar mandi wanita.


Setelah membuang air kecil, Keyra mencuci tangannya dengan beraih. Meminimalisir menempelnya bakteri-bakteri jahat di tangan mungilnya.


Lagi-lagi Hp Keyra bergetar. Ada pesan masuk lagi dari Leo. Buru-buru ia membukanya.


Leo


Senang melihat dan mendengar tawamu tadi!


Keyra heran. Perasaan hanya ada Adam dan dia deh tadi. Tapi bisa saja ada seseorang lagi di area situ, tetapi dia tidak mengetahuinya. Mungkin di belakangnya atau disudut mana gitu.


KeyraGM

__ADS_1


Sekarang lo dimana? Masih di lanntai 2?


Read.


"Eh *****, pesan gue cuman di read sama dia!" Keyra mematikan Hp nya kemudian berjalan keluar kamar mandi.


"Kok gue kepo ya sama wajahnya Leo yang sekarang." gumamnya saat menaiki tangga menuju lantai 3.


Keadaan sudah ramai. Adam dan Eric juga sudah datang dengan membawa makanan serta minumam.


"Lama amat di kamar mandinya." ucap Zidane menghampiri Keyra sambil mengulurkan segelas air dingin pada Keyra.


Keyra mengambil gelas tersebut. "Maaf, tadi kamar mandinya ramai." dusta Keyra.


"Liburan kita kemana?" tanya Keyra.


"Kamu maunya kemana?" tanya balik Zidane.


Tampak Keyra yang masih berpikir-pikir. "Belum ada ide yang muncul nih!" sahut Keyra.


"Yaudah, dipikir-pikir dulu. Kalau udah ketemu, bilang ke aku, nanti kita kesana bareng-bareng." Zidane tersenyum sambil mengusap puncak kepala Keyra.


"Yang udah jadian, tolong ya hargain yang jomblo! Jangan merasa bumi milik sendiri!" sindir Eric dengan suara agak keras.


Zidane menatap tajam ke arah Eric. Seperti berkata merusak moment saja!


"Eh eh, matanya di kondisikan dong! Lo tahu Ra, sejak Zidane jadian sama lo, dia suka banget melotot kayak gitu! Nggak takut apa nanti matanya copot!" adu Eric. Keyra tertawa mendengarnya.


"Diem lo, bisanya cuman ngadu aja." sinis Zidane.


Eric terkekeh. "Adaaam, kenapa lo ngambil ayam geprek gue! Sini balikin woy!" teriak Eric.


"Yah, udah masuk perut nih! Harus gue keluarin?" Adam menaikkan sebelah alisnya.


"Bener-bener teman luknut lho ya! Ah, Adam sialan! Masak iya gue cuman makan nasi sama sambal doang!" ucap Eric.


"Salah sendiri di anggurin. Manusia aja di anggurin nggak betah, apalagi ayam, malah terbang dia nya!"


"Emang ayam bisa terbang?" tanya Minda dengan polosnya.


"Bisalah. Kemarin aja ayam tetangga gue terbang sampai ke Rusia. Hebat banget kan dia!" jawab Adam melebih-lebihkan.


Minda mengangguk-anggukan kepalanha, "Baru tahu gue kalau ayam bisa terbang."


"Ah Mindaa, kok lo polos gini sih! Jadi pengen jadiin lo pacar." ucap Eric gemas.


"Jijik woy!" David melempari Eric dengan tisu yang di genggamnya.


Minda bergidik ngeri. "Nggak mau ah kalau lo yang jadiin gue pacar, gue mau sama Farzan." ujar Minda.


"Cih, orang Farzan aja nggak mau sama lo!" Adam berdecih. Namun orang yang mereka bahas hanya diam saja. Tidak berminat menanggapi.


"Farzan, besok jalan-jalan yuk! Gue bosan di rumah!" Farzan menatap sekilas ke arah Minda, kemudian kembali fokus dengan benda pipihnya.


"Diam lo, gue anggap-" ucapan Minda terpotong.


"Gak." sahut Farzan.


"Udah terlanjur gue anggap iya, hahaha." Minda tertawa.


"Ra, besok lo kemana?" tanya Bunga tiba-tiba.


"Nggak kemana-kemana. Emangnya ada apa?" Keyra memakan kentang goreng yang ada di sampingnya sambil menatap Bunga.


"Nggak kenapa-kenapa, cuman nanya doang, hahaha." canda Bunga.

__ADS_1


"Rese lo." Keyra memasang wajah datar.


__ADS_2