Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
amplop biru muda


__ADS_3

Pagi ini Keyra sudah sampai di sekolah, ia berjalan menuju ruangan khusus untuk loker kelas 11 sambil mendekap 2 buku paket di depan dadanya.


Sampai di depan loker, ia memasukkan beberapa kode digit sandi lokernya. Dahinya terlipat kala melihat sebuah amplop berwarna biru muda dengan gambar paris di tengahnya.


"Dari siapa ini?" Keyra mencari-cari nama pengirim, namun hasilnya tidak ada.


Menengok ke kanan dan ke kiri, barangkali sang penulis surat masih ada di sekitar ruang loker. "Nggak ada orang! Cuman gue aja yang disini!"


"Salah loker kali ya?!" pikirnya. Tetapi Kemudian dia tetap membuka amplop tersebut.


"Ada surat di dalamnya!" gumamnya lalu mengambil surat tersebut dan membaca tulisan di dalamnya.


Seketika jantungnya langsung berdetak 2 kali lebih cepat dari biasanya. Tidak mungkin pengirim ini adalah dia. Dia sudah tidak ada.


Selamat Pagi, Rara :)


Semangat hari ini ya!


Panggilan ini. Panggilan ini hanya di ketahui oleh Leo saja. Apakah Leo kecilnya masih hidup? Apakah Leonya ada di sekitarnya?


"Nggak! Nggak mungkin! Pasti ini ada yang salah masukin, mungkin di kiranya ini loker Rara anak Bahasa 1. Padahal ini loker punya gue!" Keyra tetap berpikir positif bahwa ini hanya kesalahan alamat loker.


Keyra mengambil barang yang tadi akan di ambilnya dari loker. Menaruh buku yang ada di dekapannya juga amplop yang ada di tangannya ke dalam loker.


Lalu berbalik kembali ke kelasnya. Di koridor Keyra masih kepikiran dengan amplop biru muda itu. Kalau salah loker, itu rasanya tidak mungkin! Karena loker anak IPS dan Bahasa itu jaraknya sangat jauh. Bahkan tersekat oleh loker anak IPA. Karena terlalu asii memikirkan amplop tadi, Keyra tak sengaja menabrak dada bidang seorang cowok.


"Aww!" Keyra memegangi dahinya.


"Kamu nggakpapa?" ternyata orang itu adalah Zidane.


Keyra mendongakkan kepalanya, lalu menggeleng pelan. "Aku nggakpapa kok." jawab Keyra.


"Ada apa?" tanya Zidane yang sepertinya telah menangkap raut wajah bingung Keyra.


"Hah? Nggak ada apa-apa kok!" elak Keyra.


"Jangan bohong, Ra!" ucap Zidane menatap manik mata milik Keyra. Mata yang bisa membuat Zidane lupa dengan keadaan sekitar.


"Enggak ada apa-apa, Zidane? Aku cuman bingung cari buku paket matematika aku! Soalnya di rumah nggak ada, di loker juga nggak ada!" ucap Keyra dusta.


"Pakai buku paket aku aja dulu!" saran Zidane.


"Nggak usah, nanti aku cari di kelas. Barangkali ada di kolong meja!" Zidane menangguk.


"Aku ke kelas dulu ya!" sebelum Keyra kembali kekelasnya, Zidane masih sempatnya mengacak rambut Keyra dan hal itu membuat Keyra mengerucutkan bibirnya.


"Dasar menyebalkan!" cibir Keyra setelah benar-benar pergi.


Sampai di kelas Keyra langsung mendudukkan dirinya. Menunggu Minda dan Bunga datang sambil memainkan Hp nya.


Keyra membuka akun instagram miliknya. Memencet pada bagian 'search'. Mengetikkan nama seseorang yang kini ada di pikirannya. Dia adalah Leo. Keyra berdecak sebal saat semua yang bernama Leo keluar.


"Ck. Kenapa sebanyak ini sih yang namanya Leo?! Kenapa nggak satu aja coba! Biar gue nggak susah gitu nyarinya! Kalau kayak gini kan gue jadi males!" Saat sedang asik-asiknya membuka satu-persatu aku yang bernama Leo. Keyra di kejutkan dengan gebrakan meja.


"WOOOOYY!" ucap Minda dan Bunga disertai dengan gebrakan meja.


"Astaghfirullah! Kaget tau!" Keyra mengusap-usap dadanya, menetralkan detak jantungnya yang cepat karena terkejut tadi.


"Ngapain lo ngomel-ngomel sama Hp?! Kesambet ya lo?" ujar Minda yang sudah duduk di depan Keyra.


"Iiihhh, omongannya di jaga dong! Kalau gue kesambet beneran gimana coba?! Siapa yang bakal nanganin?!" kesal Keyra.


"Lagi stalk IG mantan ya lho?" tuding Bunga sambil menyipitkan matanya.


"Diiiih, stalk IG mantan? Nggak guna banget!" Keyra langsung mengembalikan ke layar utama dan mematikan Hp nya.

__ADS_1


"Emang lo punya mantan?" tanya Minda.


"Nggak juga sih ya!" Keyra terkekeh.


Kriiiiinggg kriiinggg


Bel masuk berbunyi.


"Kenapa udah bel sih?! Baru aja duduk disini!" gerutu Minda.


"Yaudah sih ya, sana ke bangku lo! Keburu gurunya datang nanti!" Minda mengangguk mengiyakan ucapan Keyra.


Tak berselang lama, seorang guru perempuan datang dengan membawa beberapa buku di tangannya.


Saat jam istirahat Keyra hanya diam. Seperti saat ini, ia hanya diam memandang kosong sambil mengaduk-adukkan es jeruknya. Entah mengapa hari ini ia tidak berselera makan.


“Ra, lo kenapa sih dari tadi diam mulu? Di kelas diam, di kantin juga diam!” ucap Bunga sambil memakan siomay.


“Lagi ada masalah?” tanya Minda.


Keyra hanya menggeleng.


“Lagi bertengkar sama Zidane?” tanya Bunga.


Lagi-lagi Keyra hanya menggeleng pelan.


“Lo tuh kenapa sih?! Cerita dong! Barangkali kita bisa bantu lo!” omel Minda.


“Gue nggak kenapa-kenapa! Cuman bingung aja!” jawab Keyra jujur.


“Bingung kenapa?” tanya Minda.


Setelah tersadar, Keyra menatap kedua sahabatnya bergantian. “Hah? Enggak kok!” Keyra tidak boleh menceritakan tentang amplop tadi kepada Minda dan Bunga.


Bunga dan Minda menyipitkan matanya. Menatap curiga ke arah Keyra. “Jangan bohong lo!” ucap Bunga.


“Hehehehe, beneran nggak ada apa-apa kok!” daripada memperpanjang masalah kecil, Minda dan Bunga memilih diam saja. Menunggu Keyra sendiri yang bercerita kepada mereka.


“Haaaaaaa, Farzan sama yang lainnya kesini!” ucap Minda dengan suara yang sedikit meinggi.


“Suara lo, tolong di kondisikan! Semuanya pada lihat kesini lho!” kesal Keyra. Segitu senangnya Farzan kemari?


“Hehehe, maaf. Habisnya gue jadi nggak perlu susah-susah nyamperin dia!”


Zidane bersama gengnya kini duduk di bersama Keyra dan kedua sahabatnya. Banyak pasang mata yang menatap ke arah meja 3 cewek tersebut dengan tatapan biasa, benci, iri, dan masih banyak lagi.


Seperti biasa, Zidane akan duduk disamping Keyra dan David akan duduk disamping Bunga. Tapi kenapa Farzan tidak duduk disamping Minda. Kan Minda jadi cemberut.


“Lo kenapa tiba-tiba manyun gitu? Ngode gue minta dicium?!” canda Eric.


“Diem lo!” sungut Minda.


“Lo kenapa duduk disini sih?! Kan yang seharusnya duduk disamping gue itu Farzan, bukan elo!” protes Minda pada Eric.


“Dih, terserah gue lah mau duduk dimana! Lagian Farzan juga nggak bakal mau duduk disamping lo!” ejek Eric membuat Minda kesal sendiri.


“Siapa bilang?! Farzan, lo duduk disini dong!” tunjuk Minda pada bangku yang telah diduduki oleh Eric.


Farzan hanya mengacuhkan ucapan Minda tanpa mau membalasnya. “Ketawa dosa nggak?” tanya Adam. Adam dan Eric langsung tertawa ngakak melihat wajah pasi milik Minda.


“Ra, bantuin gue kek! Malah berduaan aja sama Zidane!” Minda meminta bantuan kepada Keyra dan semoga saja Keyra meu membantunya.


“Jangan di bantuin!” bukan Keyra yang menjawab tetapi malah Zidane.


Keyra mengedikkan bahunya seperti berkata see?

__ADS_1


Minda menghembuskan nafas kasarnya. Kini ia beralih pada Bunga.


“Nggak ya! Gue nggak mau! Berjuang dong, Min!” tolak Bunga mentah-mentah.


Lagi-lagi ia di tertawakan oleh Adam dan Eric. Bukan hanya Adam dan Eric, sekarang Zidane dan David pun menertawakannya bahkan kedua sahabatnya sendiri pun juga ikut menertawakannya. Benar-benar menyebalkan sekali mereka!


###


Sepulang sekolah, Keyra menyempatkan dirinya untuk kembali ke loker. Menaruh topi yang semula ada di tasnya ke dalam lokernya. Saat menaruh topi, tangannya tak sengaja bersentuhan dengan sebuah amplop yang lagi-lagi berwarna biru muda. Matanya membulat. Dia kembali terkejut.


Keyra mengambil amplop tersebut, lalu memasukkannya ke dalam tas. Ia akan membuka amplop tersebut nanti saat sudah sampai di rumah. Kalau sekarang keburu Zidane mengomelinya karena telah membuatnya menunggu lama.


“Dari mana aja?” tanya Zidane yang sudah terlihat kesal.


“Habis dari ruang loker aja. Maaf udah buat kamu nunggu lama.” Keyra memakai helm nya.


“Yaudah, cepat naik!” Keyra pun naik ke atas jok belakang motor Zidane.


Sampai di rumah, Keyra memilih masuk dahulu. Ia ingin segera membersihkan diri. Menyiram tubuhnya dengan air yang segar agar otaknya juga ikut segar.


"Ra, udah selesai apa belum?" tanya Zidane sedikit berteriak agark suaranya dapat di dengar oleh Keyra.


"Bentar lagi! Sabar ya!" sahut Keyra dari dalam.


"Huh! Ternyata cewek itu mandinya lama banget!" gumam Zidane. Beberapa menit kemudian Keyra keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandinya lalu bergantian Zidane yang masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah berpakaian, Keyra turun ke dapur untuk membuatkan makan malam untuk mereka. Kali ini Keyra akan memasak nasi goreng dengan telur dadar.


Harum bumbu dapur yang tercampur masakan membuat siapa saya yang menciumnya akan langsung merasa kelaparan.


Termasuk Zidane.


Cowok itu sedari tadi hanya memandangi gerak-gerik Keyra dari meja dapur. Seolah-olah Keyra adalah titik dunianya.


Memang iya!


"Kamu sejak kapan disitu?" tanya Keyra saat ia menghidangkan 2 piring nasgor beserta telurnya di atas meja.


"Sejak kamu masak." jawab Zidane jujur. Keyra hanya menanggukkan kepalanya.


"Buka mulut kamu!" Zidane menyuruh Keyra untuk membuka mulutnya.


"Kenapa? Nggak enak?" tanya Keyra was-was.


Zidane menggeleng sambil tersenyum. "Cuman takut aja sih!"


"Takut kenapa?"


"Takut kalau nanti ada racum di dalamnya." seketika ekspresi Keyra langsung berubah datar. Bukannya meminta maaf, Zidane malah menertawakannya.


Ada gitu ya, cowok kayak Zidane?! Adalah! Itu buktinya, Zidane sendiri!


"Jangan datar gitu dong mukanya! Pengen nyubit tau!" Keyra pun menepis tangan Zidane yang sudah menyubitnya berkali-kali.


"Sakit tau! Nyebelin deh!" Keyra menghabiskan semua makanannya hingga tandas tak tersisa.


"Tuh kan, jangan nge-gemesin dong! Aku jadi tambah cinta nih!" Zidane tertawa lagi. Bahkan di ruangan itu pun hanya di penuhi tawa dari Zidane.


"ZIIDAAANE! Udah ih, jangan ketawa terus! Entar wajah kamu jadi keriput loh!" ucap Keyra agar tawa Zidane bisa mereda.


"Biarin! Yang penting ganteng terus! Hahahaha!"


"Cih, PD amat kamu!" cibir Keyra lalu mencuci piring dan peralatam dapur.


"ZIDANE!" panggil Keyra dan Zidane pun menoleh sambil menaikkan alisnya.

__ADS_1


"Jangan lupa mundur! PD nya kelewatan! Hahahaha!" kini bergantian Keyra yang menertawakan Zidane dengan wajah yang datar.


__ADS_2