
Sudah menjadi tradisi SMA Ganesha untuk mengadakan acara classmeeting setelah ujian sekolah. Acara ini adalah sebuah pertandingan yang mempertemukan kelas satu dengan kelas yang lain.
Pertandingan yang berupa Bola Basket, Voli, Futsal dan Renang. Pertama peserta classmeeting akan check in lalu mengikuti apel pembukaan terlebih dahulu. Setelah itu pertandingan pun di mulai.
Untuk hari pertama classmeeting pertandingan yang akan berlangsung adalah futsal putra dan putri. Dalam classmeeting ini bukan hanya di ambil juara 1 2 3 dari pertandingannya, melainkan para suporter terheboh juga akan mendapatkan juara. Jadi tak heran jika sekarang ini antar kelas saling menyoraki kelasnya masing-masing.
Keyra beserta kedua sahabatnya yang kini tengah duduk di bangku lapangan indoor merasakan hawa panas yang tak ada habisnya.
"Bung, Min, balik yuk! Gerah gue disini!" ajak Keyra.
"Eh, janganlah Ra! Teman kita itu sedang berjuang masak kita santai-santai sih! Ya nggak bisa dong!" tolak Bunga.
"Sabar, Ra. Bentar lagi selesai tuh!" tunjuk Minda pada lapangan indoor.
"Nah kan, selesai juga!" sahut Minda.
"Jadi kelas kita lolos nggak nih?" tanya Keyra.
"Jelas dong! Anak IPS dilawan!" canda Bunga lalu tertawa garing.
"Yaudah yuk pergi!" ajak Keyra lagi, tapi kali ini mereka benar-benar keluar dari lapangan indoor.
"Alhamdulillah, akhirnya gue bisa nafas juga!" ucap Keyra merasa lega.
"Lah emang, tadi lo nggak bisa nafas?" tanya Minda dengan ringannya.
"Bisa lah, kalau tadi gue nggak nafas, udah mati kali!" Keyra dan kedua sahabatnya berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.
"Ngomong-ngomong, si Zidane tandingnya kapan?" tanya Bunga tiba-tiba.
"Besok, emang kenapa?" tanya balik Keyra.
"Nggakpapa kok." jawab Bunga dengan senyum-senyum nggak jelas.
"Biasalah, Ra. Ngapelin calon doinya!" Keyra menganggukkan kepalanya.
"Lo kapan jadian sama David?" Keyra jadi penasaran deh.
"Doain aja, semoga cepat jadian. Udah capek gue di gantungin mulu." jawab Bunga sambil memakan nasi soto ayamnya.
"Kalo capek yang pergi aja, Bung. Lepasin aja dia nya." ujar Minda.
"Enak aja. Ya nggak bisa gitu dong. PDKT aja udah setengah jalan, masak iya harus pergi gitu aja!" cerca Bunga.
"Mau gue bantu?" tawar Keyra.
Bunga akan menjawab, tapi sudah di dahului oleh Minda. "Nggak usah deh, Ra. Daripada lo bantuin Bunga yang udah setengah jalan nih, mending lo bantuin gue yang masih di titik nol!" sahut Minda.
"Udah angkat tangan duluan gue kalau sama Farzan. Tuh bocah dinginnya kelewatan sih!" balas Keyra lalu meminum air dinginnya.
"Tapi tetep aja akan bisa luluh, Ra. Gunung es aja bisa hancur masak dinginnya Farzan nggak bisa!" Minda bersuara.
"Terserah lo deh kalau gitu! Semangat terus ya, Min!" Keyra mengepalkan tangannya lalu mengangkat ke depan, memberi semangat pada Minda.
Minda mengangguk tersenyum. Ia juga masih bersemangat kok. "Semangat membara!" teguhnya. Keyra dan Bunga tertawa melihat hal itu.
Hp Keyra bergetar, ada pesan masuk dari aplikasi whatsappnya. Keyra membuka aplikasi tersebut. Pesan dari 2 cowok yang ia sayangi? Zidane dan Leo.
Whatt?? Leo?? Keyra masih menyayangi Leo? Maklumlah, cinta pertama memang dan juga ia sangat menantikan Leo kembali padanya.
Lalu bagaimana dengan Zidane? Apakah selama ini dia benar-benar mencintai Zidane? Atau hanya sekedar rasa suka saja? Entahlah, dia sendiri juga tidak tahu. Leo datang disaat ia sudah memiliki hubungan khusus dengan cowok lain.
Zidane Gans❤️
Kamu dimana?
KeyraGM
Di kantin.
Setelah mengirim pesan balasan ke Zidane, Keyra berganti membuka room chatnya bersama Leo.
Leo
Aku besok ikut tanding basket, jangan lupa lihat ya! Akan aku cek satu persatu siswa yang duduk besok, awas aja kalau kamu nggak lihat!
KeyraGM
Wkwkwkwk, iya iya, besok aku lihat kok.
Btw, kamu di kelas apa? Biar nati aku bisa bagi waktu ku juga.
Beralih ke room chatnya bersama Zidane.
Zidane Gans❤️
Sama siapa?
Ada cowoknya nggak?
KeyraGM
Sama Bunga dan Minda.
Nggak ada, Zidane. Cuman 2 orang cewek yang lagi sama aku.
Zidane Gans❤️
Okey kalo gitu, aku percaya sama kamu.
Love you my dear😘
KeyraGM
Love you too☺️
Zidane Gans❤️
'My dear' nya mana? Emotnya di ganti dong. Masak emotnya cuman itu.
KeyraGM
Iya iya.
Love you too my dear😘
Zidane Gans❤️
Tuh kan, jadi tambah cinta sama kamu deh.
KeyraGM
Kumat deh jin gombalnya!
Zidane Gans❤️
Ini serius tau_-
Tambah cinta nih🥺
Kenapa jadi rindu juga😩
Tetap disana ya, aku mau kesana sama temen-temen.
__ADS_1
Muuuah, sampai jumpa!
KeyraGM
Ku tinggal aja ya!
Zidane Gans❤️
Jangan!
Nanti rinduku bertambah loh!
KeyraGM
Wkwkwkwk, iya iya.
Aku tunggu disini.
Read.
"Dih, cuman di read. Tau gitu nggak gue bales aja!" cibir Keyra.
"Dari siapa, Ra?" tanya Minda.
"Zidane." jawab Keyra benar.
"Emang Zidane kenapa? Sampai lo kayak gitu?" tanya Bunga lalu menyedot es jeruknya.
"Pesan gue cuman di read." jawab Keyra.
"Bwahahahahaha." tawa Bunga dan Minda pecah.
"Bunga, Minda, apanya sih yang lucu?" tanga Keyra kesal.
"Ekspresi lo tuh yang bikin gue sama Minda ketawa." jawab Bunga.
"Nggak jelas."
"Zidane sama teman-temannya mau kesini?" tanya Minda.
"Kok lo tau?" tanya Keyra balik. Minda menunjuk ke arah pintu masuk Kantin, yang disana sudah ada Zidane beserta gengnya dan berjalan menuju bangku mereka bertiga.
"Hai." sapa Zidane pada Keyra. Ia mengambil tempat duduk di samping Keyra.
Sedangkan Minda, ia memindahkan dirinya ke samping Farzan, sontak Farzan langsung menjauhkan dirinya sedikit.
"Ih, jangan jauh-jauh Farzan!" ucap Minda. Farzan hanya diam.
"Kok jijik ya dengarnya?!" seru Eric.
"Sama. Panas kuping gue nih!" sahut Adam.
"Ck. Lo berdua tuh jangan gangguin Minda yang lagi merjuangin Farzan." ucap David bijak. Untuk Keyra dan Zidane, mereka sudah sibuk dengan dunia mereka.
Serasa dunia milik mereka berdua saja, dan yang lainnya ngontrak.
"Terus, lo sendiri kapan nembak Bunga?" Bunga yang mendengar pertanyaan Adam yang ditujukan untuk David langsung tersedak.
"Eh, minum-minum." David memberikan sebotol air mineral yang tutupnya sudah di buka, pada Bunga yang langsung menerima air tersebut.
"Apaan sih lo, Dam! Gara-gara lo Bunga jadi keselak (tersedak) nih!" ucap David tak suka, namun Adam hanya mengedikkan bahunya tanda tak acuh.
"Tapi Adam juga ada benarnya loh, Vid. Ya kan, Bung?" goda Eric pada Bunga.
"Hah? Apa?" tampak Bunga yang beberapakali mengerjapkan matanya juga mengalihkan pandangannya pertanda ia salah tingkah.
"Alah, nggak usah sok nggak tau lo. Gue ngerti kok." ucap Eric pada Bunga.
"Pipi lo kenapa merah? Lo salah pakai krim wajah ya?" tanya Minda dengan polosnya.
Bunga langsung memegang kedua pipinya. Aduuh, kenapa bisa blushing di depan David sih! gerutunya dalam hati.
"Coba lihat! Emang benar ya?" David menarik dagu Bunga agar wajah mereka bisa bertemu.
"Eh, iya nih. Lo kenapa bisa merah kayak gini?" tanya David membenarkan perkataan Minda tadi.
Bunga langsung menjauhkan kepalanya dan melanjutkan kegiatan makannya.
"Bwahahahahaaha." tawa Eric pecah.
"Ternyata lo bisa blushing juga ya. Hahahahaha." ucap Eric yang masih tertawa.
"Eric diam. Bunga tuh lagi sakit, jangan di ketawain dong!" omel Minda.
"Ouh, oke oke. Hahahahaha." Eric masih saja tertawa.
Setelah mendapat pelototan tajam dari David, tawa Eric langsung berhenti. Meski sebenarnya ia masih ingin tertawa.
###
Hari kedua classmeeting. Hari ini akan diisi oleh pertandingan basket. Hari yang paling di tunggu-tunggu oleh para kaum hawa. Karena sudah di pastikan bahwa para pemain basket selalu memiliki kadar ketampanan di atas anak futsal dan ekstra yang lain.
Hp Keyra bergetar saat ia baru saja duduk di salah satu kursi lapangan indoor bersama kedua sahabatnya. Ia mengambil Hp nya lalu menghidupkannya. Dari layar utama tampak sebuah pesan dari Leo.
Leo
Sebentar lagi aku akan bermain. Jangan lupa nonton ya! Aku akan lihatin satu-persatu kursi penonton. Wkwkwk.
KeyraGM
Iya, ini gue juga udah di kursi penonton kok.
Leo
Okey, sudah dulu ya. Aku sama teman-teman mau masuk ke lapangan.
KeyraGM
Baiklah
Read.
Bersamaan dengan dibacanya pesan tersebut seorang pembawa acara membacakan kelas mana yang akan bertanding.
"Baiklah, pada pertandingan basket ini. Akan dimainkan regu putra dulu yaitu antara kelas 11 IPA 2 dan 11 IPS 5. Untuk pemain basket dari masing-masing kelas silahkan memasuki lapangan." Para pemain basket dari masing-masing kelas pun memasuki lapangan tersebut dari arah yang berlawanan. 11 IPA 2 dari arah kanan, sedangkan 11 IPS 5 dari arah kiri.
"Okey, sudah berkumpul semuanya kan?" tanya pembawa acara dan di angguki seluruh pemaim basket.
"Dari kelas 11 IPA 2 ada yang mau menyampaikan sesuatu untuk para penonton?" tanya sang pembawa acara.
"Saya." aju Zidane.
"Baiklah, silahkan!" Zidane mengambil microphone yang di serahkan oleh sang pembawa acara.
"Hai semuanya." sapa Zidane sambil melambaikan tangannya.
"Disini gue mau bilang, bahwa kemenangan permainan basket ini akan gue persembahkan untuk kelas 11 IPA 2." sorakan dari kelas 11 IPA 2 pun langsung terdengar.
"Juga untuk orang teristimewa gue yaitu Keyra Ghaida Maharani. Cewek yang sudah berhasil memasuki ruang hati gue dan mengukir namanya disana." ucap Zidane lantang. Tepuk tangan langsung terdengar, kini suasana lapangan indoor menjadi ramai.
Di lain sisi. Keyra sudah menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Malu bercampur tersipu. Malu karena di lihat banyak orang dan tersipu karena ucapan yang di lontarkan Zidane untuknya.
Aish, kenapa jatung gue jadi maraton gini sih! gerutunya dalam hati.
__ADS_1
"Min, kayaknya ada cewek yang jantungnya lagi berdebar-debar nih!" ucap Bunga yang sebenarnya menyindir Keyra.
"Iya nih, sampe kedengeran bunyi jantungnya!" Minda menahan tawanya. Keyra langsung menoleh pada Minda.
"Segitu kerasnya ya suara detak jantung gue, sampe kalian bisa denger!" ujar Keyra.
"Ya Tuhan. Keyra, pipi lo udah berubah warna jadi merah tuh!" sahut Bunga lalu ia dan Minda tertawa.
"Udah-udah, tuh pertandingannya mau mulai!" tunjuk Keyra yang berhasil mengalihkan perhatian Bunga dan Minda.
"Kyaaa, Farzan kenapa sih selalu ganteng penampilannya. Selalu bikin gue meleleh." puji Minda sambil senyum-senyum sendiri.
"David juga. Ck! Kenapa gengnya Zidane itu kalau lagi main basket kelihatan ganteng-ganteng!" kesal Bunga.
Disaat Bunga dan Minda sedang memuji-muji permainan basket teman-teman Zidane, Keyra hanya diam. Meskipun ia menyaksikan pertandingan basket tersebut, tetapi pikirannya sekarang bukan ke arah permainan itu. Melainkan ke arah seseorang yang beberapa menit lalu mengiriminya pesan.
Kalau saat ini Leo sedang bermain basket, itu berarti Leo berada di salah satu pemain basket di lapangan tersebut. Entah berada di kelas 11 IPS 5 ataupun di kelas 11 IPA 2.
11 IPS 5. Semoga saja Keyra punya teman yang bisa di ajak kompromi di kelas itu. Tapi setahunya di kelas tersebut tidak ada yang bernama Leo.
Semakin ia memikirkannya maka semakin pusing kepalanya. Ia akan mencari jalan keluarnya.
###
Keyra kini sedang berada di kelas, sendian. Tidak ada Minda, Bunga, ataupun teman yang lainnya. Hanya dirinya seorang. Keyra mencoretkan beberapa kalimat pada selembaran kertas, lalu memasukkan kertas tersebut ke dalam amplop.
berwarna biru muda.
Keyra keluar dari kelas menuju ruang loker. Sampai di lokernya, ia pun menaruh amplop tersebut dengan sedikit senyuman.
"Semoga dengan surat ini keberadaan Leo sedikit terungkap." gumamnya.
Keyra mengambil HPnya. Mengetikkan sebuah pesan untuk seseorang yang kini sedang berada di pikirannya.
Disisi lain.
HP Leo bergetar. Ada sebuah pesan masuk dari orang yang selama ini di nantinya.
Rara<3
Sepulang sekolah, ambil amplop berwarna biru muda di loker gue.
Read.
Sesuai permintaan Keyra, Leo pun berjalan ke arah ruang loker. Sebelum benar-benar masuk ke ruang loker, Leo menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Mewanti-wanti jikalau ada orang lain disana.
Setelah meyakinkan diri bahwa tidak ada orang lain disana selain dirinya, Leo pun memasuki ruang loker. Melangkahkan kakinya menuju loker Keyra. Lalu membuka loker tersebut.
Ternyata benar yang dikatakan Keyra. Ada sebuah amplop berwarna biru muda. Mungkin ini amplop yang dimaksud Keyra..
Leo pun mengambil amplop tersebut, lalu memasukkan ke dalam tas ranselnya. Selesai dengan urusannya, Leo pergi dari ruang loker. Ia berjalan ke parkiran, memakai helmnya, lalu menancapkan gas menuju tempat tinggalnya yang sekarang.
30 menit kemudian motor Leo telah sampai di garasi rumah. Leo masuk ke dalam rumah, menaiki anak tangga yang akan membawanya ke lantai 2. Tempat kamarnya berada.
Leo mendudukkan dirinya di depan kursi meja belajar. Mengambil amplop tadi dari dalam ranselnya. Perlahan ia buka, setelah terbuka ia mengambil sebuah surat dari dalam amplop itu.
*Hai Leo!
Terimakasih telah kembali.
Gue cuman mau bilang, tolong jauhi gue mulai sekarang. Karena gue udah jadi pacarnya Zidane.
Gue nggak cinta sama lo, Leo. Gue cuman anggap lo sebagai teman gue. Dan itu ngga lebih.
Salam Manis
Keyra*
Leo tersenyum tipis. Bagaimana nasib cintanya bisa seperti ini. Seseorang yang dia cinta, dia sayang, kini sudah dimiliki oleh orang lain. Apakah dia harus mengalah.
Banyak orang yang bilang bahwa cinta tak harus memiliki. Jika Leo melepaskan Keyra begitu saja, lalu apa arti dari perjuangannya selama ini.
"Nggak! Gue nggak boleh nglepasin Keyra begitu saja. Gue udah lama berjuang, gue nggak boleh putus asa. Masih ada kesempatan sebelum janur kuning melengkung!" teguhnya. Nyatanya janur kuning telah melengkung lebih dulu saat ia belum sempat mendapatkan Keyra.
Leo memasukkan lembar surat itu ke dalam sebuah box kenangannya bersama Keyra. Cewek yang kini telah masuk ke dalam ruang hatinya yang paling dalam, juga yang telah menulis namanya di dinding hati tersebut.
Di box yang berwarna navy ini, semua kenangannya bersama Keyra saat kecil masih tersimpan dengan baik.
Setelah menutup box tersebut, Leo mengambil handuknya, memasuki kamar mandi, lalu menyalakan shower.
Air shower itu ia biarkan membasahi seluruh tubuhnya. Hari ini ia sangat lelah. Hari ini di berperang dengan perasaannya lagi.
Kalimat yang di ucapkan Zidane saat di lapangan indoor tadi membuatnya sakit hati. Ia sadar bahwa ia juga salah. Saat pergi ia tidak pernah memberi Keyra sebuah kabar tentang dirinya. Maka dari itu Keyra mungkin sedikit melupakannya.
Leo kembali teringat dengan isi surat dari Keyra tadi serta ucapan Zidane saat di lapanga indoor.
"Bisa-bisanya lo bilang gitu ke gue?! Lo boleh minta apa aja ke gue, Ra. Tapi jangan meminta gue buat jauhin lo. Udah cukup 3 tahun gue jauh dari lo. Jangan lagi. Gue nggak bisa, Ra, gue nggak bisa jauhin lo!!" teriak Leo penuh emosi. Tanpa ia inginkan air mataya jatuh membasahi pipinya, bersamaan dengan tersiramnya wajah itu oleh air shower. Leo memukul tembok di depannya dengan keras. Melakukannya berkali-kali, hingga kubu-kubu tangannya berdarah.
Selesai mandi, Zidane merebahkan tubuhnya di atas king size nya. Memejamkan matanya tetapi bukan bermaksud tidur. Hanya memejamkan matanya.
Tak berapa lama, Leo membuka matanya kembali. Mengambil HPnya yang ada di atas nakas. Membuka roomchatnya bersama Keyra. Mengetikkan sebuah pesan lalu mengirimnya.
Leo
Apa surat itu benar-benar tulisan tanganmu?
2 menit kemudian HPnya bergetar. Keyra membalas pesannya. Dan kali ini dia online.
Rara<3
Iya.
Itu tulisan gue kok. Emang kenapa?
Jelek ya? Duuuh, maaf deh kalau gitu.
Leo
Nggakpapa, Rara. Cuman tanya aja kok :)
Nggak jelek lo, Ra. Tulisannya cantik kok, kayak orangnya.
Rara<3
Bisa aja lo, wkwkwkwk.
Leo
Yaudah kalau gitu, aku masih ada urusan yang belum selesai.
Bye Rara.
Rara<3
Okey, semoga cepat selesai.
Read.
"Berarti benar, itu tulisannya Keyra. Itu surat untuk gue. Nggak ada yang merubahnya." tadi Leo sempat berpikir bahwa ada orang lain yang pastinya sempat menukar surat itu. Tetapi setelah dia bertanya pada Keyra, ternyata itu benar-benar tulisannya.
Rasanya masih belum percaya bahwa Keyra yang mengatakannya. Menyuruh Leo menjauhinya.
"Okelah, kalau ini permintaan kamu. Aku akan menurutinya. Aku akan melepaskanmu bersama Zidane. Semoga kamu bisa bahagia bersamanya." ucap Leo sebelum ia benar-benar melepaskan Keyra.
__ADS_1