Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
mati lampu (part 1)


__ADS_3

Sepulang sekolah Keyra langsung pergi ke parkiran, barangkali masih ada Zidane disana. Ia cari-cari dimana motor Zidane, tetapi kenapa tidak ada? Pastinya Zidane sudah pulang.


Buru-buru Keyra memesan ojol. Dengan terpaksa Keyra harus melepaskan uang yang ada di sakunya untuk abang ojol nanti. "Maaf ya uang, kamu harus keluar dari saku seragamku dan berpisah dengan teman-temanmu." monolog Keyra dengan menatap uang sakunya.


Sungguh ia benar-benar tidak rela melepaskan uang sakunya itu. Ini semua gara-gara Zidane yang tak mau menunggunya. Ah, Zidane sialan!


Ojek online-nya telah datang. Keyra segera naik diatas jok belakang abangnya. "Bang, ke Perum Permai Bougenvile ya!" Ia menepuk bahu abang ojolnya.


"Iya, mbak." jawab abang ojol tersebut. Motor pun melaju menembus padatnya Kota Jakarta di sore hari. 20 menit kemudian motor ojol telah sampai tepat di depan gerbang rumah yang sekarang Keyra tinggali.


Keyra memberikan ongkos pada bang ojolnya, setelah itu ia mencopot sepatunya dan menaruhnya di atas rak sepatu lalu masuk ke dalam rumah.


"Sepi amat nih rumah! Tuh cowok sialan kemana? Kok nggak ada suaranya?" Keyra menaiki anak tangga satu persatu, dan sampailah ia di dalam kamar.


Terdengar suara shower yang menyala. Berarti Zidane sedang mandi. "Zidane cepetan! Gue juga mau mandi!" teriak Keyra dari depan pintu kamar mandi sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"Hem." sahut Zidane dari dalam kamar mandi. Tak lama Zidane pun keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di bagian perutnya tanpa memakai atasan satu pun.


"Ck. Kebiasaan! Suka banget nunjuk-nunjukin bagian atas! Keren aja enggak." cibir Keyra pelan.


"Gue denger lho ya." Namun masih bisa di dengar oleh Zidane. Keyra memasuki kamar mandi.


Di dalam kamar, Zidane segera berpakaian lalu turun ke bawah untuk menyiapkan makanan di dapur. Ia pakai celemek dapur yang selalu di pakai Keyra ketika sedang memasak. Lalu mengambil beberapa bahan serta bumbu yang akan di masaknya.


Memasukkan semua bahan-bahan makanan. Setelah itu ia taburi dengan bumbu-bumbu dapur.


Di lain sisi, Keyra masih betah berendam di bath up. Saat ia sudah merasakan tangannya mulai keriput, Keyra langsung menyalakan shower lalu membilas badannya.


Selesai dengan ritual mandi manjanya, Keyra mengambil setelan bajunya. Saat berjalan menuju kamar mandi, tiba-tiba.


Lampu Mati.


Damn it!


Keyra sangat takut sekali dengan kegelapan, apalagi saat ia sendirian dalam ruangan tersebut.


"Zidane" panggil Keyra pelan.


"Zidane, lo dimana?" Keyra pun mulai menangis. Jujur! Ia sangat takut dengan kegelapan, apalagi sendiri di dalam kegelapan tersebut.

__ADS_1


"ZIDANE" teriak Keyra memanggil Zidane.


"Gue takut, Zidane!" Keyra menangis dengan tersedu. Suara pintu kamar terdorong. Keyra sudah merasa takut sekali. Pintu pun terbuka menampilkan sosok bayangan seseorang.


"AAAAAAAAAA, ZIDANE LO DIMANA SIH?" teriak Keyra lebih keras lagi agar Zidane mendengarnya.


Tiba-tiba seseorang orang memeluknya dari arah depan pintu. "AAAA, LO SIAPA?! LEPASIN GUE!" Keyra memberontak.


"Sssssttt. Ini gue, Ra! Zidane." ucap Zidane menenangkan Keyra. Keyra langsung memeluk Zidane dengan erat. Seperti tak mau melepaskannya.


"Zidane, gue takut. Gue takut banget, hiks.. hiks." Keyra menangis dalam pelukan Zidane.


"Udah, jangan nangis! Nggak usah takut, gue udah disini kok." ucap Zidane pelan. Ia elus rambut Keyra yang wangi setelah berkeramas tadi.


Keyra berhenti menangis, tetapi masih memeluk Zidane erat. Ya mau bagaimana lagi? Ia sudah kalut dengan ketakutannya. "Lo meluk gue erat banget, sampai nggak bisa nafas gue."


"Maaf." ucap Keyra lembut lalu sedikit merenggangkan pelukannya agar Zidane bisa bernafas dengan luas. Hiiyaaaa, mendadak jadi cewek lembut nih!


Lama mereka terdiam sambil berpelukan, hingga Keyra yang lebih dulu membuka suaranya. "Lo tadi kemana aja? Udah gue panggil-panggil tapi nggak mau nyahut!" tanya Keyra.


"Gue tadi di bawah lagi masak." jawab Zidane apa adanya.


"Diiiihh, nyepelein gue lo?" Keyra hanya menggeleng. Ah, kenapa dia jadi pendiam gini sih? Perasaan dia dan Zidane selalu bertengkar, tapi ini kenapa jadi akur sih?!


"Btw, lo belum pakai baju ya?" tanya Zidane. Mulai lagi deh jahilnya. Keyra menggeleng untuk menjawab pertanyaan Zidane.


"Waaaah, kesempatan bagus nih! Nggak boleh di sia-siain." seru Zidane dengan nada menggoda. Keyra langsung memukul dada Zidane, tapi tidak keras lho ya.


Dia mendongakkan kepalanya. "Anterin gue ke kamar mandi ya? Lo tunggu depan pintu aja. Awas, jangan ngintip!"


"Iya, udah buruan sana ganti baju dulu." suruh Zidane.


"Lo punya senter gak? Eh, pakai hp gue aja deh kalau gitu!" Keyra berjalan mengambil hpnya yang berada di atas nakas. Lalu menghidupkan mode senter ON.


"Nih, lo yang pegang! Gue mau ganti baju dulu!" Keyra memasuki kamar mandi dan Zidane menunggunya di luar. Tak lama, Keyra keluar dengan setelan baju tidurnya.


"Mau makan dulu, atau langsung tidur?" tanya Zidane.


"Tidur aja. Entar kalo lampunya udah nyala lagi lo bangunin gue ya!" pinta Keyra dan diangguki oleh Zidane.

__ADS_1


Okelah, mereka berdua kini sudah berada di atas ranjang. Zidane membelakangi Keyra, sedangkan Keyra mengahadap ke arah punggung Zidane.


"Zidane" panggil Keyra. Zidane berbalik dan menghadap sepenuhnya pada Keyra.


"Ada apa?" tanya Zidane.


"Boleh peluk lagi nggak?" tanya Keyra was-was. Takut kalau di tolak oleh Zidane.


Bukannya menolak, Zidane malah lagsung memeluk Keyra dan Keyra juga langsung membalas pelukan Zidane.


"Gue kalau di rumah juga kayak gini pas mati lampu. Siapapun yang ada di samping gue, gue bakal minta peluk dia. Kalau pun dia nggak mau, gue tetep bakal peluk dia. Karena hanya dengan di peluk, rasa takut gue bakal hilang." jelas Keyra. Entah mengapa Keyra malah mengucapkan kalimat itu pada Zidane.


Ya, Allah. Hamba mimpi apa semalam hingga Keyra bisa berubah menjadi perempuan yang lembut. pikir Zidane. Aneh-aneh saja cowok ini!


"Dan" panggil Keyra.


"Hem?" sahut Zidane.


"Nggakpapa, manggil aja! Makasih ya?" ucap Keyra.


"Buat?" tanya Zidane tak mengerti.


"Buat pelukannya"


"Ouh, iya sama-sama" Keyra membenamkan kepalanya dalam dada bidang Zidane.


Harum wangi parfum Zidane tercium oleh hidung Keyra, dan itu menambah kenyamanan dalam pelukan Zidane. Saking nyamannya sampai Keyra terlelap. Kenapa jadi nyaman gini sih? Kalau gue lepas, kan gue takut gelap. Dan disini cuman ada di. Sialnya diriku hari ini! Keyra menghembuskan nafasnya lelah.


Wangi banget rambutnya! Bikin gue kecanduan aja! Ah sadarlah Zidane, kau ini sedang kenapa sih?! batin Zidane berucap.


Tak dapat ia pungkiri, bahwa wangi rambut Keyra sudah membuatnya candu. Bahkan beberpakali ia tak sadar telah mencium kepala Keyra saking candunya dengan wangi rambut Keyra.


Untung Keyra sudah tidur, jadi dia tak akan terkena amarah cewek di depannya ini. Zidane memeluk Keyra dengan erat.


"Ah mungkin mulai sekarang, gue bakal kecanduan sama wangi rambut lo." gumam Zidane.


Kini Zidane beralih menatap wajah tidur Keyra yang terlihat menggemaskan di matanya. Saking gemasnya, ia langsung mencium kening Keyra lembut.


Setelah itu ia tertidur dalam pelukan Keyra. Bahkan ia sampai lupa kalau ia harus menghukum Keyra soal air botol tadi.

__ADS_1


Tapi, tak apalah. Kesempatan ini juga tak akan di dapatnya setiap hari. Apa mungkin hanya hari ini saja? Ah, tidak tahu juga.


__ADS_2