Nikah Saat SMA

Nikah Saat SMA
Amarah Zidane


__ADS_3

WARNING!!


Jangan lupa dengerin lagu yang berjudul "Takkan Pernah Ada by Geisha" Insyaallah bakal ngena.


SELAMAT MEMBACA :)


###


Motor Zidane kini telah terparkir aman di garasi. Zidane memasuki rumah bersama dengan Keyra. Berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Ra, bentar deh." ucap Zidane lalu ia menaruh tasnya di kursi yang ada dikamarnya.


"Siniin HP kamu!" pinta Zidane.


"Emang ada apa?" tanya Keyra bingung. Tadi kan Zidane sudah meminjam HPnya, lalu mengapa Zidane meminjamnya lagi?


"Udah cepetan sini!" desak Zidane sambil mengulurkan tangannya.


Keyra membuka tas ranselnya untuk mengambil HPnya lalu memberikannya kepada Zidane. Dan Zidane pun menerimanya.


1


2


3


Praaaaak


Keyra terkejut. Bahkan ia sampai memelotot karna terlalu terkejut. Zidane baru saja melempar HPnya sampai membentur dinding kamar.


"Zidane, kamu apa-apaan sih?! Kenapa HP aku kamu banting kayak gini?!" tanya Keyra penuh emosi.


Keyra berjalan menuju HPnya yang tadi di banting oleh Zidane. "Udah berapa lama?" tanya Zidane dingin dengan wajah yang datar.


"Apanya yang berapa lama?" tanya Keyra ketus.


"Jawab dengan jujur! Udah berapa lama?" tanya Zidane lagi. Suasana rumah yang biasanya hangat kini berubah menjadi dingin.


"Aku nggak ngerti apa yang kamu maksud Zidane." jawab Keyra.


Zidane melangkahkan kakinya menuju Keyra, dan Keyra memundurkan dirinya hingga punggungnya sampai menatap pada dinding kamar.


"NGGAK TAHU APA LAGI, RA?! SEMUA RAHASIA LO UDAH KEBONGKAR!!" bentak Zidane.


"Rahasia apaan sih Zidane? Aku nggak deh sama apa yang kamu maksud itu." jawab Keyra sambil memunguti pecahan HPnya.


"Heh, lo itu sebenarnya nggak tau apa emang pura-pura nggak tau sih?!" ketus Zidane.


"Zidanr, maksud kamu itu apa sih nuduh aku pura-pura nggak? Rahasia apa yang kamu maksud?" dusta Keyra yang juga mulai tersulut emosinya, sebenarnya Keyra sudah mengetahuinya, namum ia urung untuk mengakuinya. Kan barangkali Zidane membahas yang lain begitu.

__ADS_1


"RAHASIA LO BERSAMA COWOK YABG BERNAMA LEO!"


Deg!


Dugaannya benar. Zidane membahas tentang Leo. "Leo siapa? Aku nggak ada hubungan apa-apa sama cowok yang namanya Leo." sangkalnya.


Zidanr tertawa hambar. "LO BAKAL MENYANGKAL LAGI KALAU NGGAK ADA HUBUNGAN SPESIAL SAMA COWOK YANG BERNAMA LEO ITU?!" betak Zidane.


Keyra menjadi gugup. Ia kira Zidane tidak tahu tentang Leo, ternyata salah. Zidane sudah mengetahuinya. Pasti Zidane sudah membaca chatnya bersama dengan Leo.


Keyra menundukkan kepalanya. Ia takut menatap kedua mata Zidane. "Kam.. kamu udah tahu?" tanya Keyra terbata-bata.


"Selama-lamanya lo sembunyiin hal ini, suatu saat gue pasti tahu, Ra. Lo pikir gue bodoh?!"


"Udah sampai mana hubungan kalian?" tanya Zidane dingin.


"Zidane, aku sama Leo itu cuman sekedar sahabat. Leo itu sahabat sejak kecil aku, dia udah lama menghilang." jelas Keyra.


"BOHONG! BOHONG KALAU LO CUMAN ANGGAP DIA SEORANG SAHABAT!!"


Keyra mendongakkan kepalanya, menatap kedua mata Zidane. Disana ada kilatan marah sekaligus rasa kecewa. "Aku sama dia itu cuman sahabat, Dan. Nggak lebih!!" jelas Keyra.


"Lo pikir gue nggak tahu apa-apa antara lo sama dia?! Hah?! Semua pesan yang kalian kirim itu, udah bisa gue tebak, Ra. Kalau hubungan kalian itu bukan hanya sekedar sahabat!"


Zidane memajukan wajahnya. Kini jarah diantara keduanya hanya satu jengkal. "Mulut lo bisa berbohong, tapi enggak dengan mata lo. Gue bisa lihat, Ra. Kalau di hati lo ada nama Leo yang tertulis." Keyra menundukkan kepalanya. Tanpa ia inginkan air matanya mengalir membasahi pipinya. Benar apa yang dikatakan Zidane, di hatinya masih tertulis nama Leo.


"Lo pikir gue percaya dengan persahabatan antara cewek sama cowok? Nggak, Ra! Enggak sama sekali. Persahabatan antara cewek sama cowok itu nggak akan bertahan lama. Pasti dari salah satu mereka ada yang suka atau kalau nggak keduanya saling suka! Dan antara lo dan Leo, itu adalah opsi kedua!"


"NGGAK APA, RA?! UDAH JELAS-JELAS LO MAU KETEMU DIA, LO NYARIIN DIA, LO SPAM CHAT KE DIA, DAN LO PUNYA RASA SAMA DIA, DAN LO RINDU DIA!!"


"Lo tahu, Ra, perasaan gue sekarang bagaimana?"


"Kecewa, Ra. GUE KECEWA SAMA LO, RA. APA GUE HARUS JADI KAYAK LEO BIAR LO BISA CARI KEBERADAAN GUE, BIAR LO BISA MERINDUKAN GUE, DAN BIAR LO BISA MENCINTAI GUE!"


"Gue kurang apa sih, Ra, sampai lo nggak bisa mencintai gue? Apa selama ini rasa sayang gue ke lo itu kurang?"


"Zidane aku itu sayang kamu, sama seperti kamu sayang sama aku."


"Udah berapa banyak kebohongan yang lo ucapkan, Ra? Semakin banyak kebohongan yang lo keluarkan, akan semakin membuat gue nggak percaya sama lo." tanya Zidane menahan emosinya.


"AKU NGGAK BOHONG!" teriak Keyra. Tidak, Keyra memang tidak oernah berbohong. Tapi hatinya lah yang selama ini berbohong.


"Apa kata lo? Nggak bohong?! Hahaha, jadi selama ini lo nggak bohong?! Jadi maksud lo yang bohong itu gue?!" Zidane tertawa hambar.


"Bukan seperti itu, Zidane."


"LALU SEPERTI APA, RA?! JELASIN! JANGAN DIAM AJA!"


"Nggak bisa kan lo?!" ucap Zidane saat Keyra tidak bisa menjelaskannya kepada Zidane.

__ADS_1


"7 bulan, Ra. 7 bulan lo udah merahasiakan ini dari gue. Sekarang gue tanya. Selama 7 bulan ini lo anggap gue apa?" tanya Zidane yang menatapa lurus manik mata milik Keyra.


"Heh. Nggak bisa jawab juga kan lo. Berarti selama ini lo cuman anggap gue sebagai teman. Atau bahkan masih sebagai musuh."


"Nggak habis pikir gue sama lo. Untung hari ini gue tahu. Kalo nggak, mungkin lo udah kabur bareng dia."


"Zidane, maafin aku." Keyra terduduk lemas diatas lantai kamarnya sambil menangis.


"Ra, apa gue pernah menuntut atau memaksa lo buat mencintai gue?" Keyra menggeleng.


"Apa gue pernah menyakiti lo selama ini?" Keyra menggeleng lagi.


"Lalu kenapa lo nggak bisa jatuh cinta sama gue?" Sebenarnya Zidane ingin sekali menangis, tetapi ia tidak ingin menangis di depan seseorang yang di cintainya.


"Zidane, asal kamu tahu, aku udah jatuh cinta sama kamu. Tapi kalau kamu menyuruh aku untuk menjauh atau melupakan Leo, aku nggak bisa."


"Itu karena lo mencintai dia, Ra!"


"Sekarang terserah lo, Ra. Kalau lo masih mau sama gue, tetap tinggal disini. Tapi kalau lo udah nggak mau sama gue, silahkan pergi!" Zidane mengambil kunci motornya, lalu pergi.


Sebelum benar-benar pergi. Zidane menghentikan langkahnya namun ia tidak berbalik.


"Hari ini gue kecewa banget sama lo, Ra. Jangan menuntut gue buat maafin lo, karena itu akan membuat gue membenci lo. Semoga amarah gue hari ini, bisa membuat diri lo sedikit terbuka sama gue."


"Kita udah menikah, Ra. Jadi, nggak usah malu kalau mau cerita sama gue. Gue akan kasih solusi kalau gue punya solusi, dan gue akan menjadi pendengar yang baik buat lo kalau gue nggak punya solusi." Kemudian Zidane pergi berlalu. Ia ingin menyendiri dulu.


"ZIDANE." teriak Keyra.


"ZIDANE DENGERIN AKU DULU!" Namun, gagal. Zidane sudah lebih dulu meninggalkannya.


"Zidane, aku itu sayang kamu. Tapi aku juga nggak mau kehilangan Leo." gumam Keyra sambil terus menangis.


###


Zidane mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Masa bodo sama orang-orang yang mencercanya dengan berbagai umpatan. Ia hanya ingin mengeluarkan emosinya.


Motor Zidane berhenti di sebuah bukit, dimana ia bisa melihat pemandangan kota Jakarta di malah hari.


"AAAAAAAAAAA." teriaknya mengeluarkan semua emosinya. Kini Zidane benar-benar menangis.


"Selama 7 bulan lo menyembunyikan ini dari gue? Gue kurang apa sih, Ra?! Sampai-sampai lo nggak bisa jatuh cinta sama gue?"


Zidane mendudukkan tubuhnya di rerumputan bukit, menekuk kedua kakinya, memandangi kota Jakarta dengan pandangan sendu. Air matanya masih terus mengalir.


Hari ini ia sangat kecewa terhadap Keyra. Cewek satu-satunya yang Zidane sayangi. Cewek satu-satunya yang berhasil membuat jantung Zidane berdetak cepat ketika berada di dekatnya. Dan cewek satu-satunya yang berhasil membuat Zidane jatuh cinta sekaligus merasakan seperti apa indahnya cinta.


Setiap hari Zidane menunggu Keyra menyatakan cinta yang tulus untuknya. Kalimat yang selalu Zidane tunggu dari dulu. Namun, kalimat itu belum juga keluar dari mulut Keyra. Apa artinya, selama ini Keyra tidak mencintainya?


Selesai menenangkan diri, Zidane pun mengendarai motornya. Kembali ke rumahnya. Bahkan saat kecewa pun, Zidane masih merindukan cewek itu.

__ADS_1


Bagaiman dia bisa membenci Keyra kalau rasa cintanya lebih mendominasi dalam dirinya.


__ADS_2