
Sampai di rumah Keyra langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa depan TV. Memejamkan matanya untuk menghilangkan sedikit rasa lelahnya. Merasa ada yang duduk disampingnya, Keyra pun membuka matanya. Menoleh pada orang tersebut yang pastinya adalah Zidane.
“Capek?” tanya Zidane. Keyra mengangguk. “Iya.”
“Yaudah tidur aja sana!” suruh Zidane. Keyra beranjak dari duduknya disusul oleh Zidane di belakangnya. Hari ini tubuhnya lelah sekali. Ia akan bersemedi untuk mengembalikan tenaga dalamnya, melihat besok dia harus menguras lagi semua tenaganya untuk berlatih dance.
Keyra tidak langsung tidur. Dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu karena sudah merasa lengket. “Gila, segar banget airnya.” Ucap Keyra saat tubuhnya sudah tersiram dengan air dingin di kamar mandi.
Keyra keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tanktop dan celana pendek. Lalu membaringkan tubuhnya di atas king sizenya. “Lelah juga hari ini.” gumamnya pelan. Beberapa detik kemudian, ia sudah terlelap dalam tidurnya.
Zidane. Laki-laki itu setelah membersihkan dirinya, dia langsung membaringkan tubuhnya di samping Keyra. Memeluk Keyra dan mencium keningnya, memjamkan matanya. “Sweet dreams, dear!” ucap Zidane sambil tersenyum. Lalu tak lama pun ia tertidur.
***
Matahari telah digantikan oleh bulan. Sang bumi pun mulai menerima kegelapannya. Seorang cewek menggerakkan tubuhnya. Keyra. Dia terbangun dari tidurnya. Merasa ada yang menindihi perutnya, Keyra melihat ke bawah. Ternyata Zidane sedang memeluknya. Keyra menoleh pada Zidane. Tangannya terangkat untuk mengusap pipi Zidane. Perlahan ia singkirkan rambut Zidane yang menutupi wajah tampannya itu. Keyra tersenyum melihat wajah polos Zidane saat tidur seperti ini.
Entah mendapat dorongan darimana, hingga Keyra dengan beraninya mencium kening Zidane lembut. Ia tersenyum tulus.
Saat dirinya hendak bangkit dari ranjang, Zidane malah mempererat pelukannya. Membuat Keyra mengurungkan niatnya untuk bangkit dari ranjang.
Glek
Keyra menelan ludahnya kasar. Berarti tadi Zidane udah bangun dong?! Aaaaa, gue jadi malu nih! teriak Keyra dalam batin.
"Aku mau minta hadiahnya sekarang!" ucap Zidane khas orang bangun tidur.
"Hadiah apa? Emang kamu habis menangin apa?" tanya Keyra bingung.
"Kamu lupa ya? Taruhan kita yang di timezone tadi." Sebentar, Keyra ingat-ingat dulu.
"Oouh, yang itu! Maaf lupa." ucap Kwyra sambil menapakkan senyum pepsodentnya.
"Emang kamu mau minta apa?" tanya Keyra sambil memainkan rambut Zidane.
"Ini." tunjuk Zidane pada bibirnya.
"Bibir?" tanya Keyra, Zidane mengangguk. "Bibir apaan maksudnya?"
"Sebentar kamu pikir dulu. Cowok itu kalau nunjuk bibir mintanya apa?!"
Keyra berpikir sebentar. Sebenarnya ia yang lola apa Zidane yang salah kode ya? Keyra langsung memelotot saat ia mengetahui apa yang di minta Zidane.
"Udah tau kan?" Keyra mengangguk pelan. "Yaudah, cepetan kasih hadiahnya!" desak Zidane. Keyra menggeleng tidak mau.
"Kenapa?" tanya Zidane.
"Nggak mau." ucap Keyra jujur sambil berusaha melepaskan pelukan Zidane dari tubuhnya.
__ADS_1
Bukannya melepaskan Zidane malah mengeratkan pelukannya. "Zidane ih, lepasin pelukannya." rengek Keyra sambil terus melepaskan tangan Zidane.
Ck. Cowok ini bener-bener keras kepala ya! monolognya dalam diam.
"Berikan hadiahnya." balas Zidane.
Oke, Fine.
Cup
Keyra mengecup bibir Zidane sekilas. Lalu saat ia merasa tubuh Zidane terdiam, ia langsung mengambil kesempatan untuk kabur dari pelukannya.
Mencuci muka dibkamar mandi lalu bergegas menuju dapur untuk membuat makan malam.
10 menit kemudian, terlihat Zidane yang sudah turun dari tangga dan langsung duduk dibatas kursi meja makan sambil terus memandangi gerak-gerik Keyra saat memasak.
"Kok aku jadi tambah cinta ya!" monolognya.
"Nggak usah nge-gombal deh!" sinis Keyra sambil menghidangkan makanan di atas meja makan.
"Ini beneran tau." Keyra tak ingin menjawab ucapan Zidane. Dia mengambilkan Zidane nasi beserta sayur dan lauknya. Benarkan kalau ini tugas seorang istri? Keyra tidak salah kan? Setahunya sih begitu.
Kedua insan tersebut akhirnya makan malam tanpa ada ocehan sedikit pun yang keluar dari mulut salah satunya.
Selesai makan, Keyra membawa piringnya dan piring Zidane serta peralatan masak yang tadi sudah digunakannya ke dalam wastafel untuk dicuci.
"Zidane geli!" ucap Keyra saat dia merasa Zidane sedang mencium lehernya.
Bukannya menghentikan, Zidane malah meneruskannya. "Zidane, berhenti! Aku masih nyuci alat-alat dapur nih!" ucap Keyra memelas.
Zidane menghentikan ciuman pada leher Keyra tetapi tidak mengalihkan kepalanya pada leher Keyra.
"Mau begini terus? Nggak pegel apa?" sindir Keyra.
"Kalau sama kamu nggak bakalan pegel. Malah pengen terus!" Tuh kan, nge-gombal lagi.
Zidane membalikkan tubuh Keyra menjadi menghadapnya. Dia melepaskan celemek yang di pakai Keyra lalu membuangnya asal.
Mendekatkan wajahnya pada wajah Keyra hingga hidungnya bersentuhan dengan hidung Keyra. Mengikis jarak di antara mereka. Dan kejadian selanjutnya adalah Zidane mencium bibir ranum Keyra. Namun, Keyra tak membalasnya. Dia hanya diam saja sambil memejamkan matanya saat di perlakukan Zidane seperti itu.
Zidane menciumnya dengan perlahan. ******* bibir Keyra. Lalu memperdalam ciumannya. Sungguh bibir Keyra sudah menbuatnya candu. Bibir yang selama ini mengeluarkan umpatan kasar telah menjadi miliknya seutuhnya.
Zidane melepaskan ciumamnya saat ia kehabisan nafas. Menatap wajah polos Keyra, mengusap bibir Keyra pelan, lalu mengecupnya sebanyak 3 kali.
"Kamu tau? Dulu saat aku belum menikah denganmu aku sangat kecanduan dengan sebatang rokok yang dapat merusak pernafasanku. Bukan hanya 1 batang saja, tetapi beberapa batang rokok bisa aku habiskan dalam waktu sehari." Zidane menyingkirkan anak rambut Keyra yang sebagian menutupi mata indah Keyra.
"Tapi sekarang..." kini tangannya beralih mengusap bibir ranum Keyra. "Bibir ini yang membuatku candu. Bibir yang dulunya selalu mengeluarkan kata-kata kasar saat bertengkar denganku. Kini aku telah memiliki bibir ini seutuhnya dan selamanya." Keyra masih tetap diam di tempatnya sambil mencerna setiap kata-kata Zidane.
__ADS_1
"Keyra. Jaga bibir manis ini hanya untukku! Jangan biarkan cowok lain mendapatkannya atau bahkan menyentuhnya! Kalau sampai ada yang menyentuhnya, aku tidak segan-segan memberi hukuman kepadamu dan kepada cowok itu." ucap Zidane sambil tersenyum seringai. Keyra bergidik ngeri mendengar ucapam Zidane yang bernada ancaman.
"Jadi jaga baik-baik!" Zidane mengecup bibir Keyra terus menerus. Bahkan sekarang bukan hanya bibir Keyra yang menjadi sasarannya. Tetapi juga kedua pipinya, rambutnya, lehernya dan kepalanya.
"Zidane." panggil Keyra pelan.
"Iya?" respon Zidane.
"Kamu kenapa?" tanya Keyra was-was. Takut kalau Zidane mengamuk.
"Aku nggak kenapa-kenapa. Hanya menjaga apa yang aku miliki sekarang!" ucap Zidane lembut, Keyra hanya diam. Tak ingin membalasnya.
"Kamu takut ya? Maaf kalau gitu." ucap Zidane sedih. Lalu ia memeluk Keyra erat seperti tak ingin kehilangannya.
Maaf kalau aku kayak gini! Tapi ini adalah bukti cinta aku ke kamu. Semoga kamu nggak ilfeel sama aku ucap Zidane dalam batin.
Keyra membalas pelukan Zidane, mengelus punggung cowok itu. Kini Keyra mengakui bahwa benih-benih cinta sudah mulai tumbuh di hatinya.
Namun, jauh dari lubuk hati Keyra, ia belum bisa mengukir nama Zidane disana. Entah kenapa ia juga tak tahu. Intinya dia akan berusaha mencintai Zidane apa adanya.
Keyra dan Zidane saling melepaskan pelukannya. "Terimakasih untuk semuanya, Zidane. Maaf kalau aku banyak merepotkanmu." ucap Keyra lembut sambil mengusap-usap pipi Zidane.
Zidane mencium tangan Keyra yang tadi mengusapnya. "Sama-sama. Aku sama sekali ngga merasa repot jika itu sudah berurusan denganmu." ucap Zidane sambil tersenyum.
Lihat! Zidane baik sekali kepadanya. Apakah dia jahat belum menempatkan Zidane pada hatinya? Apakah dia egois dalam hubungan ini? Katakan ya.
Sejujurnya Keyra juga merasa egois. Bagaimana bisa ia membohongi Zidane yang sudah tulus mencintainya.
"Yaudah, kita sholat berjamaah dulu!" ajak Zidane yang langsung diangguki oleh Keyra. Mereka pergi ke kamar untuk mengambil air wudlu serta sholat berjamaah.
Sehabis sholat, Keyra mencium tangan suaminya. Lalu berdoa untuk orang tuanya, suamimya, dirinya dan orang-orang yang di sayanginya.
"Kamu mau langsung tidur lagi atau nonton tv dulu?" tanya Zidane.
"Nonton tv dulu aja. Tadi udah tidur." Keyra menyusul Zidane yang sudah duduk di sofa.
Lama mereka menonton tv hingga Keyra sudah merasa kantuk. Ia pun tidur bersandar pundak Zidane. Menggeliat mencari tempat paling nyaman pada pundak tersebut.
"Tidur aja di kamar."ucap Zidane.
"Nggak mau, bosen sama suasana kamar." tolak Keyra halus.
"Yaudah kalo gitu, terserah kamu." Keyra mengangguk lalu mulai memejamkan matanya.
Tangan Zidane terulur untuk mengusap kepala Keyra agar ia cepat tidur. Mencium puncak kepala Keyra lalu mengusapnya.
Keyra tertidur dalam sandaran Zidane.
__ADS_1