
Hari telah berganti, kini tibalah hari dimana SMA Ganesha dan SMA Wijaya di kumpulkan menjadi satu untuk yang pertama kalinya dalam acara camping sekolah.
Seluruh siswa SMA Ganesha dan SMA Wijaya telah berkumpul di lapangan utama SMA Ganesha, menunggu instruksi selanjutnya dari pihak panitia.
"Gila, rame banget ini." seru Minda.
"Heeh, nggak nyangka gue acara campingnya bakal sebesar ini." timpal Bunga.
"Kalau kayak gini, kira-kira habis berapa tenda ya?" Keyra penasaran.
"Pastinya banyak, Ra." balas Bunga.
"Iyalah, orang ini dua sekolah jadi satu." sahut Minda sambil memakan permen karetnya.
"Gila bener panitianya. Nggak susah apa ngurusin orang sebanyak ini." ucap Keyra sambil mengedarkan pandangannya mengelilingi seluruh lapangan. Merasa takjub dengan acara sebesar ini.
"Tau tuh." ucap Minda yang juga tak kalah takjubnya.
"Ini mah udah kayak camping masal." sahut Bunga.
"Untuk seluruh peserta camping gabungan, silahkan memasuki bis yang sudah di tunjukkan oleh panitia." ucap Sang Panitia dengan menggunakan microphone sehingga dapat di dengar oleh semuanya.
"Kalian di bis nomor berapa?" tanya Keyra pada kedua sahabatnya.
"Gue nomor 8." jawab Minda.
"Kalau gue nomor 1." jawab Bunga.
"Okey, gue nomor 5." sahut Keyra.
"Siapa yang tanya dia coba?" sindir Bunga. Keyra hanya mencebikkan bibirnya.
Drrrrt drrrttt
HP Keyra bergetar, ada pesan masuk dari whatsapp. Ternyata dari Zidane.
Zidane Gans❤️
kamu di bis nomor berapa?
KeyraGM
Nomor 5
Kalau kamu?
Zidane Gans❤️
Nomor 17
KeyraGM
Yaudah, aku mau masuk bis dulu
Zidane Gans❤️
Okey😘
Keyra mamasuki bis, dan mencari kursi yang kemarin sudah di tentukan oleh panitia. Setelah ketemu, Keyra langsung duduk. Ia mendapatkan kursi yang tepat di samping kanannya adalah jendela.
Semoga teman duduk gue cewek doanya dalam batin.
__ADS_1
Tetapi, sepertinya keuntungan tidak sedang berpihak padanya. Buktinya, seorang cowok dengan postur tubuh yang tinggi pun duduk tepat disampingnya.
"Hai, gue Leo dari SMA Wijaya." ucap Leo memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya berniat berjabat tangan.
Keyra tidak segera menyambut uluran tangan Leo. Ia masih berpikiri, apakah Leo yang di sampingnya ini adalah Leo yang dulu pernah mengiriminya sebuah surat dan pesan-pesan?
Keyra menggelengkan kepalanya, mengenyahkan bayangan Leo di pikirannya. Ia lupa bahwa sudah ada Zidane di hidupnya, jadi ia tidak boleh berpikir tentang Leo lagi.
Keyra hendak menerima uluran tangan Leo, tapi sudah di dahului oleh orang lain. Dan orang lain itu adalah Zidane.
"Zidane." gumamnya terkejut.
"Gue Zidane dari SMA Ganesha, sekaligus pacar dari cewek di samping lo ini." Leo hanya tersenyum canggung.
"Zidane, bukannya kamu di bis 17 ya? Kenapa ada disini? Ini bis 5! Sekarang kamu pindah sana!" teriak Bu Airin.
"Aduh, bu. Saya mau duduk sama pacar saya, boleh kan bu?" pinta Zidane dengan puppye eyesnya.
"Nggak! Kamu sekarang pergi ke bis 17! Tempat duduk sudah ditentukan dan tidak boleh menolak!" balas Bu Airin dengan mata memelotot.
"Nggak mau, bu. Pokoknya saya mau disini sama pacar saya." kekeuh Zidane. Membuat Bu Airin memijat pelipisnya karena sudah lelah berdebat dengan siswa terbandel di sekolahnya.
"Terserah kamu, terserah. Saya sudah lelah mengurusi kamu!"
"Ibu sendiri sih yang ngrepotin diri. Padahal kan saya nggak minta di urus ibu!!" jawab Zidane.
Zidane mengkode cowok yang sedang duduk di samping Keyra untuk pergi, dan cowok itu pun memilih pindah di kursiblain daripada berdebat dengan Zidane.
"KAMU TUH YA, KALAU IBU BILANGIN SELALU JAWAB!! AWAS KAMU!! NILAI KAMAU SAYA KURANGIN, BIAR NGGAK LULUS!!" ancam Bu Airin.
"Eh jangan dong, bu. Nanti kalau saya nggak lulus kan kasihan ibu juga, harus ngajar saya lagi." Bu Airin hanya mendengus. Sudah cukup ia bertengkar dengan muridnya ini, kalau di lanjutkan maka sampai hari raya kera pun tidak akan selesai.
"Kamu ngapain disini? Kan bis kamu nomor 17." tanya Keyra.
"Kamu tadi ngomong sama siapa?" tanya Zidane penasaran dengan nama cowok yang tadi berbicara dengan Keyra.
"Leo dari SMA Wijaya." jawab Keyra santai.
"APA?! LEO?!" Keyra segera membekap mulut Zidane. Karna saat ini semua penghuni bis sedang menatap ke arahnya.
"Iya? Ada apa?" sahut Leo yang duduk di bangku penumpang paling belakang.
Zidane dan Keyra menengok ke arah Leo. "Bukan 'Leo' lo yang gue maksud. Jadi nggak usah PD!" ucap Zidane sambil menatap sinis ke arah Leo.
"Apa dia yang ada di HP kamu dulu?" tanya Zidane.
"Bukan." jawab Keyra pelan agar tidak di dengar oleh orang lain.
"Terus siapa?" tanya Zidane mulai penasaran.
"Mana ku tau. Orang 'Leo' yang di HP aku itu satu sekolah sama kita." Zidane menghembuskan nafas gusar.
"Masak sih?" tanya Zidane lagi.
"Iya. Dia sendiri yang bilang ke aku waktu itu."
"Yaudah sih ya, jangan di bahas lagi! Bikin emosi aja!" ucap Zidane sewot.
"Kan kamu yang tanya dulu ke aku." balas Keyra tak kalah sewot.
"Terus kenapa kamu jawab?"
__ADS_1
"Ya kan kamu tanya, ya aku jawab lah. Di jawab salah, nggak di jawab juga salah. Maunya apa sih?" kesal Keyra.
"Ra."
"Apa?!" tanya Keyra sewot.
"Kamu ngambek ya?" Zidane memiringkan wajahnya agar bisa melihat wajah Keyra dengan sepenuhnya.
"Iya lah."
"Yaudah, aku minta maaf kalau gitu." ucap Zidane.
Keyra memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap dengan Zidane. "Kok nggak di maafin?" tanya Zidane memasang wajah melas.
"Iya iya, dimaafin." ucap Keyra.
"Yeay, terimakasih." Zidane langsung memeluk Keyra dari samping.
"Ehm." terdengar deheman dari belakang mereka.
"Dilarang bemesraan di dalam bis. Kalau mau bermesraan, silahkan keluar! Ini masih waktu sekolah, bukan waktu luar sekolah!" sindir Bu Airin.
"Idih, ibu mah dari tadi marahin saya mulu. Yang lain dong bu, jangan saya terus. Nggak capek apa berurusan sama saya?" ucap Zidane.
"LOH KAMU ANAK KECIL DI BILANGIN KOK MALAH JAWAB!!"
"Saya sudah besar ya, bu, bukan anak kecil."
"KALAU KAMU SUDAH BESAR, SEHARUSNYA MENGERTI DONG!! JANGAN BANDEL TERUS!"
"Saya nggak bandel, bu. Saya itu murid yang pintar,rajin, baik hati, soleh, tidak sombong, setia, sabar, penyayang-"
"SUDAH-SUDAH, JANGAN DI TERUSIN! NANTI SAYA BISA MUNTAH!"
"Aish, ibu mah gitu sama saya tahu." Zidane mencebikkan bibirnya.
"Oh saya tau, bu. Ibu pasti cemburukan sama Keyra? Tenang aja, bu. Cinta saya ke ibu jauh lebih besar daripada cinta saya ke pacar saya kok. Jadi, ibu akan tetap di hati saya." ujar Zidane.
"Idih, PD amat kamu!" cibir Bu Airin.
"Eh ibu mau kemana?" tanya Zidane saat melihat Bu Airin pergi dari tempat duduknya.
"Kemana aja, asalkan nggak ketemu kamu!" sinis Bu Airin.
"Zidane udah. Kamu tuh ya suka banget godain Bu Airin." henti Keyra saat Zidane akan menjawab ucapan Bu Airin.
"Iyaudah, kalau gitu. Nggak lagi deh." ujar Zidane.
"Good boy." ucap Keyra.
Mata Keyra mulai mengantuk. Melihat Keyra yang sudah mengantuk, Zidane menyandarkan kepala Keyra ke bahunya.
Keyra menggerakkan kepalanya. Mencari-cari tempat nyaman di bahu Zidane. Seteleha menemukannya, Keyra pun memejamkan matanya.
Dengan kesadaran yang sedikit ada, Keyra merasakan Zidane mencium puncak kepalanya. Setelah itu menyandarkan kepalanya di kepala Keyra.
###
**Maaf ya lama upadate, sekalipun update cuman sedikit, hehehe😁
Soalnya onlinshop author lagi rame juga. Jadi nggak sempat nulis.
__ADS_1
Kalau ada waktu luang sedikit, author bakal tulis ceritanya**.