Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_17


__ADS_3

Di tempat bermain.. xhuan kini beralih pada permainan lego yg di ikuti oleh xhian yg memang selalu akan bersama dgn saudaranya jika mereka tengah berada di luar seprti ini.Namun meski demikian xhuan tidak ikut bermain,bicah tampan dingin itu hanya duduk menatap sudarnya dgn sebelah tangan yg di jadikan penunjang kepalanya.


"Xhian ambilin itu.."tujukknya pada sebuah lego balok yg berada di dekat xhian duduk.


"Ambil sendiri.."katanya dgn datar..dgn masih menatap lurus pada lego bangunan yg xhuan bangun.


xhuan bangun dgn kesal dan mengambil balok berbentuk persegi tiga di dekat xhian.. "dasar pemalas.."katanya sebelum berbalik dan mendekati lego yg dia mainkan.


Tak jauh dri sana ada beberapa anak peremouan seumuran xhian dan xhuan,ada juga yg lebih muda dari mereka.para anak itu menatap kedua bicah tampan itu dgn kaghum dan terpesona.bagaiman tidak?!wajah tampan xhian dan xhuan memang sudah turunan dari sang dedy apalgi dgn perpaduan sang momy yg memiliki wajah yg cantik,mereka adalah perpaduan dari kecantikan angel dan si pemberi bibit pda rahim angel yg membuat mereka akhirnya hadir di dunia.


"Boleh aku main bersama mu..?"tanya seirg ank perempuan seumuran si kembar pada xhian.


xhian melirik malas sekilas lalu dia kembali menata ke depan kepada legi yg di mainkan oleh adiknya.


"Tidak.."jawabnya dgn ketus dan datar..


Anak perempuan itu menatap xhian dgn kecewa.wajah yg tadi di penuhi senyuman manis kini perlahan meredup setelah mendapat penolakan dari xhian.


"Ke...kenapa.?"lirih ank itu dgn menatap xhian sedu.


"krna aku tidak suka bermain dgn ank perempuan jelek dan cengeng.."katanya dgn datar membuat anak gadis itu mulai meneteskan air mata...


Xhuan yg mendengar perdebatan sang kakak menoleh dan mendapati seorg anak perempuan seumuran dgnnya menangis di dekat xhian.


"Xhian apa yg kmu lakukan..?kenapa kamu membuatnya menangis.?"xhuan beranjak dan mendekati xhian dan anak perempuan itu.


"bukan aku.."


"Lalu siapa?dia kan berada di dekat mu."


xhian menggidikkan bahunya acuh.beberapa anak perempuan yg melihat hal itu masih tetap dgn pemikirannya sendiri.masih tetap terpesona dgn xhian meski anknya cuwek dan dingin.sedangkan yg memiliki pemikiran pada xhuan kereka semakin kagum krna xhuan adalah anak yg baik hati.


"ayolah xhuan pasti kamukan?"


xhian menatap wajah adiknya kesal.dia beranjak dri duduknya,menatap ke segala arah dan menatap xhuan dan anak perempuan di depannya bergantian.

__ADS_1


"Bukan aku.dia saja yg cengeng."lalu melangkah meninggalkan area bermain.xhian malas jika harus berdebat dgn saudaranya itu krna itu akan memakan waktu yg cukup panjang.


Di luar sana angel menggeleng2kan kepalanya dgn kelakuan putra sulungnya..


haaish.. mengaduh kesal melihat kesamaan sang putra dgn seseorg yg baru saja dia lihat di lantai utama.Angel kini telah duduk bersama dgn Sally dan aline di meja tunggu yg di tengah2nya terdapat meja bundar tempat minuman serta cemilan yg mereka nikmati.


Kedua wanita itu tak henti2nya ngemil sambil melihat kesekeliling dan sesekali melihat ponselnya krna terdapat notifikasi entah dati siapa.


"Kalian gk capek ngemil muluk.?tu mulut kayaknya dari tadi tidak pernah berenti ngunyah terus."ujar angel menatap kedua sahanatnya yg masing2 dri mereka memegang cemilan ringan yg sudah hampir ahbis isinya..


"Gk bisa.. klo mulut kita gk ngunyah,,kita berasa lebih baik kita lembur yg hanya membuat mata kita memakan semua tulisan2 di lapotop dan kertas2 laporang."jelas aline yg kini fokus melihat ke arah arena bermain.


"Gel lihat deh ank lo..masih kecil aja udah menjadi incaran para gadis lucu itu.."ujarnya melihat semua mata ank2 perempuan yg berada di arena bermain melihat ke arah si kembar.. "noh liat lagi.. xhian masih kecil udah bikin anak org patah hati."imbuhnya melihat anak perempuan yg di bujuk oleh xhuan agar berenti kenangis.


"dan satunya yg menjadi penghibur.."sambung sally cekikikan memikirkan perbedaan sifat ank angkatnya.


"Entahlah ank itu..."


Tak jauh dari sana..Rama,maike yg di buntuti oleh eria yg menggandeng putrinya berjalan menuju area bermain seperti yg di tunjuki jalan oleh maike.Maike tersenyum puas dan matanya menangkap keberadaan Miranda yg tengah duduk bersama kedua wanita yg seumuran dgnnya.


"Nona... nona miranda,akhirnya pencarian ini berakhir juga."gumamnya di belakang tubuh Rama.


Bhuk...


"aaaw.."


"Heiiy.."


"Xhiaaan..."pekik xhuan yg saat itu melihat saudaranya meninggalkannya..


Xhun berlari meninggalkan arena bermain,menghampiri saudaranya,begitupun dengan ke tiga wanita yg tadi sedang membicarakan si kembar itu.


Angel berdiri dari duduknya dan menoleh pada putra sulungnya yg masih terduduk di lantai,matanya hanya fokus pada putra sulungnya..dia tidak melihat kesekelilingnya..dgn langkah cepat dia menghampiri putranya yg sepertinya akan di bantu berdiri oleh seseorg yg menabrak putranya itu.


"A'xhian.."pekik angel dgn wajah khawatir.. dia terus melangkah meninggalkan kedua sahabatnya yg masih berdiri mematung.

__ADS_1


Mendengar suara yg sangat familiyar.. pria yg menabrak anak laki2 itu mengurungkan niatnya untuk membantu anak yg masih terduduk di lantai.Dia mendongak dgn penasaran pada suara tersebut..suara yg sangat dia rindukan lima tahun terakhir.. suara dri wanita yg sangat dia sayang yg salalu dia sakiti sebelum pada akhirnya memutuskan untuk pergi dari hidupnya..hilang seperti telah di telan bumi.


"xhian kamu gk papa?"tanya xhuan yg lebih dulu sampai di dekat kakaknya.Dia membantu xhian untuk bangun dan mendongakkan kepala.melihat pria yg menabrak kakaknya masih mematung di depanya. "sepetinya aku pernah lihatnya?dimana ya?"gumamnya saat melihat wajah pria itu.xhuan mengetuk2 keningnya untuk mendapatkan pencerahan pada otaknya yg kadang lemot itu.


Sedangkan Rama..matanya mebulat sempurna setelah melihat seorg wanita melangkah ke arahnya dgn semikin mendekat.dia tidak mengedipkan matanya krna takut jika semua itu hanya bayangannya saja yg mungkin akan menghilang setelah dia mengidpkan matanya.Namun suara Maike yg sedari tadi menahan dan mengaharap pertemuan yg dia harapkan itu membuyarkannya ketertegunan Rama.


"Tuan muda.."maike menepuk pundak rama perlahan memuat rama mengerjab sedikit kesal.


"Maike..


"Lihatlah dgn jelas tuan.."sela maike sebelum tuannya itu marah padanya. Rama menatap wanita yg terlihat khawatir menatap anak yg dia tabrak.Sedangkan Eria dia memilih duduk di kursi yg berada di belakngnya.dia yakin kejadian tadi akan menguras waktu krna rama sangat tidak suka jika di recokin seprti saat ini.


"Sayang kamu gk kenapa2 kan.?"tanya sura yg membuat rama mengerjab2kan matanya berkali2..


"Ini bukan ilusi atau mimpi."gumamnya.


"tentu sja bukan tuan muda."lirih Maike dgn senyum mengembang di belakang rama.


"Aku gk apa2 mom.."balas xhian tersenyum pada momynya sebelum menoleh pada saudaranya yg tak bersuara setelah membantunya berdiri.


Xhian mengikuti tatapan mata adiknya dan Matanya seketika membulat di saat matanya bertatapan langangsung dgn pria yg sangat di ingatnya..pria yg tak.mengingikan momy dan sekaligus keberadaan dia dan xhuan.sedangkan Angel dia masih terduduk melihat kondisi putranya itu,takut2 xhian terluka tampa di sadari oleh ank itu sendiri.


Bukan hanya mata xhian yg membelalak di saat melihat Rama,tapi Rama juga ikut kaget melihat wajah ank yg di tabraknya sangat mirip dgnnya. apalagu ada dua...


"Dasar bodoh,ayok pergi.."kesal xhian setelah tersadar dri kekagetannya.Hal itu membangunkan Rama dri keterkejutannya.Xhian langsung menarik tangan adiknya dan angel untuk menjauh dari pria itu..


Namun hal itu tidak terjadi karna suara dri Rama meghentikan langkah mereka..


"Kalian ank2 ku...?"


Deg..


\=


\=

__ADS_1


\=lanjut kapan2 lagi😁..


Cuman kalo udah baca jangan lupa LIKE👍nya Ok😉


__ADS_2