
Hari perayaan pembukaan taman hiburan berjalan dengan lancar,yang di datangi oleh beberapa perwakilan prusahaan yang ikut serta memberi musaba atau biaya serta saham. juga para warga sekitar yang menanti2 taman hiburan kanak2 ini di buka ikut hadir untuk langsung menikmatinya pula.
Tak lupa pula,Rama dan kedua putranya ikut serta di sana..meski mereka hanya bisa melihat Mira yang memotong pita dari kejauhan itu sudah cukup bagi mereka.usainya merekapun menikmati permainan2 yang ada di sana.taman hiburan yang bertema di dalam ruangan.
taman hiburan yang di berbentuk bulat cekung yang ditengah2 ada arena kuda yang atap nya dapat di buka otomatis..hanya dua lantai namun cukup menjulang tunggi dan luas....
Akuarium,rolskester,biang lala,ruang salju buatan,ruang ski,Game,arena berkuda,arena tembak mainan juga sungguhan,dan beberapa tempat main lainnya dengan luas ruang yang benar2 luas..beberapa tempat makan untuk mengisi perut dan bersantai..ada pula kolam renang dalam ruangan yang penampilannya sama persis seperti kolam renang di area pegunungan dengan beberapa pohon2 dan bunga2 yang di lengkapai dengan tempat duduk santai dan ruang santai privat yang berbentuk ruang kaca dari tirai2 cantik.
semua tempat bermain ada beberapa aturan..boleh dan tidak itu adalah peraturan yang harus di lalui umur para pengunjung.apalagi anak kecil yang sudah memiliki tempat mainnya sendiri agar mereka tidak terluka jika memainkan permainan yang bukan saatnya di mainkannya.
" Ini benar2 berbeda dedy... semua permainan ada di sini.."
"Hmmm... kalian bisa main sepuasnya di sini tampa harus pindah2 atau mencari tempat lain."
"Namun sayang nya kita tidak ingin main.."
"Lalu...?"
Xhuan tersenyum melihat xhian yang sudah mendekat ke area menembak.
"Kita ingin latihan.lebih baik kita susul xhian dedy..dia tidak akan di perbolehkan masuk jika dedy tidak membujuk penjaga.."
Rama mencari keneradaan putra sulungnya dan di lihatnya xhuan sudah berada di depan area menembak.
"Oh god..." ucpnya dan melangkah mengejar xhuan yang berada di depannya menuju tempat xhian.
"Boy..kalian sungguhan?" tanyanya setelah sampai.
xhuan mengangguk.
"Xhian.. dedy yang akan kena semprotan oleh momy kalian."
xhian mengangkat kedua bahunya.membuat rama menghela pasrah.
__ADS_1
"Ini sedikit berbahaya anak2.. dedy percaya kalian,jika kalian akan baik2 saja,tapi momy kalian..? dia ada di sni.." namun anak2 hanya diam.
"huh Ok... biarkan mereka masuk..aku yang akan bertanggung jawab."
keputusan rama di saat anak2 nya hanya menatapnya dengan acuh tak acuh,begitupun dengan xhuan yang selama ini nurut padanya.keputusan itu membuat petugas jaga ragu2...
"berapa biayanya..?"
" ini bukan masalah biaya tuan..,setiap tempat ada peraturannya sendiri."
"Saya tau, mereka akan baik2 saja..lagi pula saya akan berada di samping mereka."
menimbang nimbang dan dengan berat hati petugas mengizinkannya apalagi rama yang memberi bayaran 3kali lipat.petugas juga tau betul siapa pria di depannya ini.. pria yang tak bisa di ganggu..tuan muda dari negaranya.
petugaspun meminta pegawai ahli di bidang menembak untuk mengawasi kedua bocah dan dedynya itu.
setelah bersiap xhian menatap tajam pada pegawai yang coba mendekatinya sehingga membuatnya menjaga jarak dari bocah dingin tersebut.
kata Xhuan pada penjaga yang menatap waspada.
xhuan kini juga sudah bersiap,begitupun dengan rama namun sebelum melakukannya rama berdiri di belakang putra2nya memantau keselamatan kedua putranya sebelum meyakini perkataan xhuan.
Dor
satu tembakan telah tepat sasaran,menembus tepat di bagian jantung manekin yang sebagai sasarannya.. membuat xhuan dan rama tersenyum.
bagus.. " rama
dia benar2 ahli atau hanya keberuntungan.?" batin penjaga di samping belakang xhian.juga penjaga area menembak.
Dor
kali ini xhuan yang melakukannya.. dia menembak tepat di bagian leher manekin tersebut,seperti xhuan.membuat manekin tersebut berlubang.
__ADS_1
Dia juga...."
mereka ini pernah berlatih atau apa?"
heran para petugas.
mereka benar2 anak ku yang luar biasa..
batin rama.
Dor dor..
xhian xhuan menembak bersamaan,mereka menembak tepat di kepala manekin.
mereka bukan anak sembarangan....
batin para petugas lagi krna masoh tak percaya dan beberapa orang yang melihatnya.
lagi2 rama di buat bangga oleh kedua putranya.
merekapun menembak satu2 sasaran mereka dengan brutal membuat manekin tersebut benar2 berlubang lubang.
memakan waktu setengah jam lebih di area menembak dengan senapan yang sudah berganti2 dan manekinnya juga.Rama pun tak tinggal diam,mereka berlatih bersama dengan ke adaan yang melebih bermain game biasa.tampa mereka ketahui rekaman cctv yanga ada di sana di jadikannya tampilan di beberapa layar monitor yang ada di area taman hiburan tersebut.menjadikan mereka bertiga tontonan para pengunjung yang tak fokus dengan kegiatan masing2 krna tontonan gratis yang menurut mereka para ahli menembak atau pegawai arena tembak sungguhan.
Dan untuk ketiganya...masalah membayar biaya semua peluru yang mereka gunakan,mereka tak memikirkannya..itu urusan nanti.
Dor...
Ramapun berbalik di saat peluru dalam senapannya telah habis.dia berniat mengganti senjata lagi.namun...
Deg...
...πππ...
__ADS_1