
Seorg pria yg pernah di lihat oleh Rama di depan toko bunga beberapa hari lalu kini terlihat kembali olehnya sedang berjalan kearah Miranda membuat Rama mengepal kuat.
"Tuan..." seru maike yg baru saja kembali dri kamar mandi yg sejak tadi pergi dri dekat rama.
"Kau sudah kembali?,"
" Iya tuan.." balas maike seperti biasanya matanya menatap bebas kedepan dan menangkapi sedikit krumunan di depan sana.
"Apa saja yg kau lakukan Miake,kau lama sekali yg membuat pengawasan mu lepas dri wanit ular itu."
"apakah ada yg terjadi tuan?! Maaf tadi saya sedang buang air kecil."
"buang air kecil dari pantat mu" serunya dingin.
"Maaf tjan,lain kali tidak lagi.."
"masih ada lainkali,ckck..kau semakin tidak becus bekerja maike."
glek.
"maaf tuan." apa yg di lakukan wanita ular itu,ck membuatku dalam masalah saja. rutuk maike.
"Tuan...itu adalah pria yg kita lihat di depan toko bunga itukan tuan bersama nona mira,..kalo gk salah namanya Tuan Kavindra dri perusahaan terbesar di rusi..sang pemgusaha legendaris..pengusaha yg sukses di usia mudanya.."
Rama diam tak menanggapi.dia tau itu..dan dia sudah slah faham pada mira waktu itu.krna dia tau dan yakin nahwa tuan karavan itu adalah adalah pria yg setia pada istri tercintanya.dan juga pria itu adlah panutannya selama ini.
Pri berumuran 40an itu menatap Miranda dgn senyum,dia menggeleng pelan sebelum benar2 sampai.
"Kamu di sni juga sayang.."katanya menghentikan gerakan bibir eria yg ingin kembali memancing kegeraman Salma.
Miranda menoleh ke arah suara. " Anda juga datang tuan.."ramahnya dgn senyum tipis.
"Ya..sesekali,mumpung aku berada di negara ini."
miranda tersenyum mendengar ucpan pri di depannya itu
"Apakah adayg terjadi cantik.?!
"tidak..."
Eria memicingkan sebelah matanya menatap pria yg sedang berbicara dgn Miranda,pria yg terlihat familiar...dan auranya lebih mendominasi dri Rama.
"Hallo tuan,saya Eria model terkenal di negara ini bahkan sampai keluar negri." katanya memperkenalkan dgn senyum sok cantiknya.berharap mendapat sambutan baik dri Pria tersebut.
__ADS_1
Pria itu menatap taksuka pada eria,raut wajahnya seketika dingin.
"Hmmm." balas pria tersebut acuh membuat senyum eria seketika menghilang.
Krna merasa kesal eriapun kembali menyerang Miranda dgn ucpan2 pedasnya.
"Mira..kakak gk nyangka seleramu jadi semakin buruk."sinisnya.
Moranda menatap eria dgn tajam dan dingin begitupun krna dia tak suka dgn ucpan eria yg sembarangan.
begitupn bgn salma dan pria tersebut.
"Mkasud kak eria apa?!tolobg kalo punya mulut jgn dampek ngeluarin kata sampah seprti itu."balas mira dgn dingin.
"Kamu..." eria kesal namun detik kemudian dia menyeringai. "Dulu kamu menggoda Rama yg tak menyukai mu sebagai tunangannya bahkan kamu sampai melakukan tindakan yg ektrim dgn memberikan tebuh mu sehingga pada akhirnya rama membatalkan pertunangan kalian meski kau memberikan tubuhmu padanya.heh... krna itu pula dia makin tak menyukai mu krna ke tidak maluan mu itu,.dan lihat sekarang,ckck..kamu malah menggait pria yg lebih tua jauh dari mu..,sungguh menyedihkan."
Perkataan eria membuat miranda mengepalkuat,wajahnya memerah marah.dia tak suka dgn mulut sampah eria yg kembali membuka luka lamanya itu,namun mira masih bisa menahannya tapi tidak dgn menyangkut pautkan pria yg menganggapnya adik ini.dia ingin sekali menjahit mulut wanita di depannya ini,kakak wanitanya yg mungkin sebentar lagi tidak.mempunyai hubungan dgnnya.
Miranda menarik sudut bibirnya,tersenyum sinis menyembunyikan kesedihannya,mulutnya perlahan terbuka untuk berbicara namun sebelum dia mengatakan apapun,sebuah suara menghentikannya.
"Sayang ada apa ini.?!" kata wanita cantik yg memiliki umur tak jauh lebih muda dari pria di dekat mereka.
Eria menyeringai..sebuah ide muncul di otaknya.pemikiran yg akan membuatnya malu..
"Nyonya,hallo saya eria.." sapanya memperkenalkan diri menyela pria tersebut.
"Nyonya mitha sepertinya hubungan anda dgn sang suami di tengah2nya ada pelakor.." katanya melirik miranda sinis.
Mitha menyadari tatapan tak suka eria pada miranda.membuat dirinya menyadari jika wanota do depannya ini ingin mempermalukan miranda yg sudah fi anggapnya adik.
Nyonya mitha terenyum, "Sepertinya wajah cantik yg terlihat baik di mana2im itu tidak cocok dgn sofat anda nona eria." katanya ramah namun m3mbuat eria membeku.
"Mak..maksud anda nyonya..saya sedang mengatakan mira,adik saya ini sudah membuat hubungan rumah tangga kalian retak.mungkin saja anda belum merasakan dan mengetahuinya tapi cepat atau lambat anda akan mengalaminya." Mencoba meyakinkan mitha.
"ckckck..anda mengatakan jika anda kakaknya,?! apakah benar seorg saudara apalagi kakak dri angel bisa mengatakan seprtiiti tentang adiknya.menjelek2kan adiknya bahkan membuka luka lamanya." ucp mitha dgn menatap siinis. " Anda tidak pantas menjadi saudara dri angel.anda pantasnya menjadi saudara dri 'VOLDEMORT'(musuh harry potter) yg menyeramkan itu..kalian cocok sama2 berhati jahat meski bedanya di tampang saja." dinginnya membuat Eria geram.
Mitha mengabaikan tatapan benci eria padanya,dia melangkah mendekati miranda yg akrab di panggil angel itu dan memeluknya.
"Lama tak jumpa adik ku,"peluknya memberi kekuatan dan kehangatan pada miranda.sesuatu yg tak pernah dia dapatkan dri keluarga kandungnya.
"Lama tak jumpa kakak cantik ku..gimana kabar anak2 kakak.?!"balas mitha hangat dgn hembusan nafas lega dan nyaman.
"Mereka baik,sebaiknya kamu harus sering2 main ke rumah di saat kamu libur dri kantor."
__ADS_1
"Tentu saja kak..trimakasih.." bisiknya yg mendapat balasan angukan kecil mitha.
"Bagaimana kabar si kembar, kedua anak kakak selalu bertanya kapan mereka bisa bermain bersama lagi."
"Akan aku usahakan saat ada waktu luang.." mitha manggut lagi. "oowh gimana dgn si kecil..gimana kabarnya..?!" imbuh miranda bertanya tentang anak ketiga dari Mitha.
"Mereka semua baik..maka dri itu kamu harus melihatnya.kamu hanya melihatnya di saat kaka baru melahirkan beberapa tahun lalu."
miranda tersenyum merasa bersalah,krna memang sudah 3thn sejak kelahiran anak ketiga mitha dan Karavan itu lahir mereka sudah tidak lagi berkunjung ke rumah sang legendaris perusahaan itu.
Mereka berbincang menghiraukan org2 sekitarnya yg memikili prekuensi pemikiran masing2.ada yg berfikir miranda org rendahan,tak tau malu bahkan sampai berfikuran miranda seorg pelakor.dan ada juga yg bersimpati dgn miranda.
eria menoleh pada rama yg menatapnya datar..dia tak peduli dgn sifat dingin rama,dia hanya ingin keluar dri situasi ini di mana org2 juga memandangnya tak suka.eria meminta tolong pada rama tampa mengeluarkan suara yg sama sekali tak di pedulikan oleh laki2 tersebut.sial.
di sisi lain pesta itu.Tuan wilboard menyipitkan matanya,melihat situasi putri pertama yg terlihat tertekan.
"Aku harus membantunya.." gumamnya tampa dia sadari sang istri sudah berada di dekatnya.
"Apa yg kamu gumamkan sayang.?"tanya nyonya wilboard pada sang suami.dia mengedarkan pandangannya dan menatap tajam pada sosok miranda di sana.
"Gadis pembawa sial itu kembali..kulit wajahnya masih tebal rupanya.." kesalnya.diapun melangkah dan di ikuti oleh tuan wilboard.
Dgn langkah lebar sepasang paruh baya itu mendekat dgn wajah marah yg membuat rama ikut melangkah mendekat di saat melihat kedua org yg di bencinya itu.
tempat rama yg lebih jauh dri posisi miranda berada membuat dia sampai lebih dulu dri pasangan wilboard itu,langkahnya seketika terenti di saat sebuah tamparan keras mendarat pada pipi Miranda yg yg sedang bicara lalu fi tarik dgn kasar...
PLAAAK....
•
•
UP lagi gaiss..😁😁😁
sory telat..
silahkan membaca😊
dan jgn lupa tinggalkan jejak kalian dgn
Like👍
Voting⭐
__ADS_1
Hadiahnya🎁
Makasih🙏 sampai jumpa lagi👋👋👋