
sempat Rama tak bisa mengucapkan kata2 di saat matanya menatap wajah bingung anak yg menatapnya..dia kenal wajah pada wajah anak yg sedang mengatuk2kan telunjuknya pada kening itu!di lihat dari tingkah dan kerutan di kening ank yg berusia lima tahun lebih itu membuatnya nyakin jika ank di depannya itu sedang berfikir keras untuk mengingat sesuatu..
"Lihat ram.. lihat fotomu saat masih kecil.. kamu sangat menggemaskan meski sifatmu saat itu sudah pendiam dan dingin."
Rama teringat kata2 sang mama beberapa bulan lalu sebelum mama dan ayahnya kembali bepergian untuk berlibur.
Foto masa kecilnya yg di tujukkan oleh mamanya saat dia kembali frustasi dan semakin dingin..mamanya bilang.. jika bisa dia ingin kembali ke masa lalu,masa di mana Rama masih kecil dgn sedikit sifat dinginnya.. sehingga sifat dingin itu berangsur2 pergi dia saat dia mulai kenal dgn Miranda.
Wajah kecil rama yg tampan lucu,memikat para anak perempuan di saat tubuhnya ramping tidak terlihat guk lagi..
Yah.. wajah itu sekarang ada di depan matanya..ank kecil yg kini sedang berfikir keras.Rama bagaikan melihat sosok kecilnya pada wajah anak di depannya itu.Dia ingin bersuara menyuarakan pertanya2 yg bergembang di pikirannya namun semua itu tercekat di tenggorokannya di saat matanya menatap wajah keterkejutan anak yg baru saja dia tabrak.Matanya saling pandang pada manik mata ank yg terlihat kaget di depannya.Rama kembali kaget dgn semua itu.dia mematung,mulutnya terbuka dan tertutup berkali2 ingin menyuarakan suaranya tapi tak ada suara yg keluar dari mulutnya sehingga pekik kesal dri ank yg dia tabrak itu menyadarkan keterkejutannya.
""Dasar bodoh,ayok pergi.."kesal xhian setelah tersadar dri kekagetannya.
Mereka melangkah satu persatu tampa menoleh sehingga suara dri Rama meghentikan langkah mereka..
"Kalian ank2 ku...?"
Deg..
Mereka berenti mendengar perkataan rama yg menurut A'xhian tidak berati jika keluar dri mulut pria di belakangnya itu.
sedangkan Angel.. dia mengepalkan tangannya disaat rama mempertanyakan kedua putranya..dia ingin menoleh menatap wajah yg pernah sangat dia rindukan dulu namun tidak bisa di pungkiri dia masih merindukannya sampai sekarang meski rasa itu hanya tinggal sedikit.
__ADS_1
Xhuan..otaknya baru saja mengirimkan memo2 yg tersimpan rapat dlam otaknya..dia ingat pria di belakang itu.. yah dia adalah dedy_nya yg selama ini ingin dia jumpai secara langsung.
xhian melirik wajah momy dan adiknya.. dia dapat menangkap jika keduanya ingin menoleh,melihat pria yg sudah membuay mereka merasakan kurang lengkapnya akan keluarga..
"Jangan menoleh..,kalian tidak di izinkan oleh ku untuk melihatnya"lirih xhian menghentikan pemikiran kedua org di masing2 sisinya.tapi perkataan xhian masih terdengar jelas oleh Rama.
dgn cepan,A'xhian menoleh dgn wajah datar dan tersenyum miring pada pria yg menunggu jawabannya.wajah pria itu penuh harap dan terlihat di matanya jika dia sedang merindukan seseorg dan mengharapkan pengakuan darinya.
"Maaf tuan,sepertinya anda salah mengenali org.kita tidak pernah saling kenal dan ini pertama kalinya kita bertemu.Jadi permisi.."namun kata itu yg keluar dari mulut xhian meski di hatinya merasa iba dgn tatapan pria yg di kenalnya sebagai ayah kandungnya.
"Tapi wajah kita sangat mirip."kata Rama dgn cepat di saat anak itu akan kembali membelakanginya.. "lihat lah.. lihat wajah kita...."
"Apakah tuan tidak penah mendengar mitos? jika di dunia ini akan ada tujuh org yg memiliki wajah yg mirip atau sama persisi."sangkal xhian menatap tajam xhuan yg memberi kode pada xhian agar memberinya izan untuk menoleh.
Xhian kembali menoleh menatap dingin alex."Dan meskipun yg anda katakan itu benar...kita tidak akan pernah mengakui anda krna selama kami lahir kami tidak pernah mengenal akan sosok laki2 yg berperan penting dlam hidup kami.Kami sudah menganggap laki2 itu telah tiada sejak lama.."imbuhnya membuat tubuh Rama bergetar akan perkataan anak kecil yg di hadpannya.
Tatapan mata permusuhan..,tidak.tepatnya tatapan kebencian dari mata anak itu sungguh menyakiti relung hatinya...terasa perlahan2 mencabik cabik dagingnya dari dlam yg membuat aliran darahnya tak beraturan.hembusan nafasnya semakin cepat,detak jantung yg tadi sempat berenti kini bertetak sangat cepat di saat fikirannya menangkap jika anak itu mengenalnya, sengaja menghidarinya dgn sengaja yg berarti pertanyaannya barusa adalah suatu yg di benarkan secara tidak langsung oleh mata tajam penuh permusahan itu.
"Ayok mom xhuan.."ajak xhian kembali melangkah meninggalkan pria yg sedari tadi berkeringat dingin dan menahan sesak di dadanya.
"Xhuan jagan bertingka aneh2.."kata xhian sedikit meninggikan suaranya pada sang adik yg tak bergeming..
dgn paksa xhuan melangkah mengikuti langkah kaki xhian dan menoleh sebentar pada pria yg menatap kepergian mereka penuh luka.
__ADS_1
Angel yg sedari tadi diam hanya bisa menahan gejolak dlam dadanya,gejolak di saat mendengar permbicaraan putra sulungnya dgn pria yg telah memberinya luka dlam.
Mendengar perkataan itu..tubuh angel menegang di saat firasatnya mengatakan jika putra tau dgn pria yg di tabraknya itu.pria yg selama ini angel lihat dari sedikit banyaknya foto di saat mereka bersama.
"Xhian..."lirihnya melirik wajah datar putranya.
"Aku tau mom.. dan momy tidak usah khawatir.."sahut xhian seprti tau dgn fikiran sang momy.
Angel merasa gagal saat ini.. gagal untuk menyembunyikan jika dirinya masih mengharap pada pria itu.meski harapan itu tidak seprti dulu yg selalu menggebu2.Merasa Gagal jika kedua putranya tau tentang wajah pria itu dari ketidak bisanya dia melupakan wajah pria itu.seharusnya dia yg membertahukan seperti apa wajah ayah kedua putranya dgn mulutnya sendiri.. tapi kini.. dia malah di kagetkan dgn semua yg terjadi saat ini.
Selly dan aline menggampiri mereka dgn membawa semua barang2nya..menatap khawatir pada angel yg masih sedikit terpelunggu akan masalalunya.mereka sebenarnya tadi ingin kenyusul mereka tapi kedua wanita itu lebbuh memilih melihatnya dri jauh untuk memberi waktu pada angel dgn kedua putra angkatnya untuk menyelesaikan masalah mereka.dan setelah di rasa cukup dia menghubungi supirnya untuk menyiapkan mobil agar mereka bisa langsung pergi setelah semuanya usai.
"Kita pulang.."kata sally yg di angguki oleh angel dan xhuan.sedangkan xhian hanya menjawabnya dgn deheman kecil saja.
\=
\=
\=Jangan lupa LIKE..
mampir di novel lainnya yuk😉
__ADS_1