
Xhuan memeluk erat kaki Rama di bawah tatapan mata smua org yg menatap terkejut.
apa2an lagi kali ini..malam ini terlalu banyak kejutan yg membuat para tamu undangan terpelongo akan keterkejutan yg mereka saksikan.
"Xhuan..." pekik Xhian menatap tajam pada sang adik.
Miranda membeke dgn tindakan anak bungsunya itu.sama seprti tamu yg lain,dia juga terkejut.sebab selama ini dia belum pernah memberitahukan dan memeperlihatkan siapa dedy merek.
apa mungkin dia sudah tau sejak kejadian di mall waktu itu.
"Xhuan kembali sayang, sini.." kali ini suara sally yg memanggilnya. " Jangan bikin suasana menjadi semakin tak.karuan xhuan.kasian momy mu.sini mama angkat gendong."imbuhnya berharap pura angkatnya itu menurut.
"Tidak mau,aku ingin di peluk dan di gendong oleh dedy." tolak nya merenggut sambil mendongak menatap ke arah sang dedy.
Rama menunduk,menatap putra putranya itu dgn sendu dan bibir tersenyum tipis.
akhirnya putra ku mengakui ku, meski putra ku yg lain selalu memandang ku dgn dingin dan benci.
tangannya yg mengepal sedari tadi kini perlahan terbuka dan bergerak,mendarat di kepala xhuan dgn lembut dan mengelusnya sayang. Iya sayang ini dedy.org tua mu..
Eria menatap dgn mata melebar. tatapan benci terhadap xhuan yg memeluk kaki rama membuat tangannya mengepal kuat,membuat kubu2 telapak tangannya memutih.
dia melangkah dgn langkah besar.. sambil berkata dgn geram. " Jangan peluk2 ayah orglain anak sialan..." kedua tangannya terangkat, salah satunya tertuju pada tangan xhuan yg memeluk rama sedangkan tangannya yg lain terangkat.Namun..
Greep...
tangan itu di tangkap oleh Rama dgn cengkraman kuat.menatap tajam pada eria...
" Jika kamu berani menyentuh se incipun pada tubuh putra ku,maka kamu akan tau apa konsekuensinya." katanyan dgn dingin.
Rama menghempas tangan Eria dan membungkuk..meraih tubuh putranya kedalam gendongan nya.
cup cup cup.
di kecupnya seluruh wajah sang putra dgn haru.setelahnya dia menoleh pada xhian yg berdiri di depan sang momy dgn tampang dingin.
"Siapa nama saudara kamu sayang.?" bisiknya pada xhuan.
"Xhian dedy.. dia org sangat dingin.entah sifatnya itu menurun dri siapa..?" balas xhuan pada daun telinga sang dedy.
Itu mirip dedy mu nak."
maike yg mendengar di kebelakang kedua org tua anak Itu berusaha menahan tawanya.
dasar maike..nanti akan ku beri dia pelajaran." di saat mendengar tawa tertahan maike.
__ADS_1
"Xhian.. sini sayang.." panggilnya dgn sayang.namun tak di gubris oleh anak itu.Rama hajya busa tersenyum kecut.
" Sabar ya dedy..." hibur xhuan mendapat balasan angukan kec dri rama.
siapapun yg mendengar suara lembut Si presdir dingin ini membuatnya terpelongo..tak menyangka jika Rama memiliki sisi lembut juga.
ketiga anggota keluarga wilboard memancarkan kemarahan yg dasyat dri sisi2 tubuhnya.melihat reaksi rama yg lembut dan tulus yg tak pernah di tujukan cucu perempuan mere,anak dri eria.
"Rama,apa2 ini.merekitu hanya anak2 berandalan dri prempuan rendahan." marah eria tak terima.
"Rama.. jangan membuat keributan ini semakin menjadi dgn perkataan mu itu.." kali ini tuan wilboard.
"Bagaiman bisa kamu mengakui bocah2 sialan ini anak kmu,sedangkan ibu mereka adalah pria tak tau malu yg pergi meninggalkan aib untuk mu dan kelurganya." kini mulut pedas nyonya wilboard ikut memaki anak yg telah mereka buang bebarapa menit lalu.
"Diam,dasar berisik.sekeluarga semuanya memiliki mulut sampah." balas tajam dri mulut kecil xhian.bukan hanya itu dia menatap keriga mantan kelurga ibunya itu dgn sengit.
mereka menoleh menatap xhian tak terima. " Dasar bocah takdi untung...."
"Hidup kami cukup beruntung,tak beruntungnya itu kami harus bertemu dgn keluarga sampah seprti kalian." potong xhian menambah kegeraman mereka.
xhian menoleh memberi kode pada bodygoarnya untuk mendekat.mereka mendekat dgn membawa satu nampan dgn air mineral dan satunya lagi membawa Kotak P3k.
Ketiga wilboard menatap awas dan heran.sedangkan xhian meraih tangan sang momy untuk di beri pertolongan pertama.
"Sudah xhian...dia sudah ada jalan."
para tamu saling pandang dan mengernyit.merasa fakilyar dgn nama dokter yg di sebut xhian.
"dokter chu yg itukah..?"
"Mana mungkin,tapi bisa juga sih.."
"dokter terkenal yg selalu sibuk itu.."
" dokter yg tak bisa di minta menangani pasien jika tidak berbuat jani it yah..?!"
" seprtinya begitu..,mereka seprti sangat akrab."
xhian membalut luka sang momy dgn perlahan. jika dilihat, luka ditangan momynya cukup dlam,dan mungkin akan susah untuk makan menggunakan garpu dan pisau.dan luka itu akan memakan waktu yg lama.
" Momy lain kali komy jgn sampai terluka.dan jika momy bertemu dgn org2 rendahan seprti mereka hiraukan saja mereka.anggap saja anjing yg sedang menggong2 meminta makan." katanya membuat panas telinga tuan nyonya dan nona besar wilboard.
"Dsar bocah tak punya ahlak..,kemari kamu.aku akan mengajarimu bagaimana berbicara yg baik pada org yg lebih tuan terlebih kami aku kami ini kakek nenek mu."geram tuan wilboard.
Miranda memincingkan sebelah alisnya dgn tersenyum sinis. "Seprtinya tuan wilboard lupa dgn apa yg saya katakan tadi dan dgn perkataan tuan sendiri. " sahut miranda datar.
__ADS_1
"Dan lagi,kami tidak mempunyai kakek nenek seperti kalian.kami tidak sudi memilikinya." kini xhian yg menyahut membuat tuan wilboard kincep.
" benar..kami hanya memiliki grendma dan grendpa saja ya kan dedy."xhuan pun menyahut membuat xhian menatap tajam saudaranya.sedangkan miranda mengernyit heran.
"grendma grendpa siapa sayang.?" tanya rama antusias dgn kepla miring.semua menyimak saja.begitupun dgn miranda.
" Ayah sama mama dedy..dia masih terlihat gagah dan tampan meski sudah berumur,grendma juga.masih terlihat cantik di usianya.kami sudah pernah menghabisi waktu bersama bebrapa hari lalu" mereka di buat kaget dgn penuturan xhuan sedangkan xhian memejam kesal.
"Xhian.." panggil miranda meminta kepastian.krna tak ada tanggapan.miranda menoleh menatap tajam sally yg menatap ke sembarang arah.
" Sall...sally..." tak ada sahutan.
sally menulikan pendengarannya meski sudah di senggol oleh salma.
" Sally angraini..."
jika sudah memanggil dgn lama lengkap,berati sahabatnyaitu sedang tidak main2." Ya nona presdir.." mampus,sekakmat sudah..
" Aku akan mendengarkan penjelasan mu nanti." dinginnya.
Mampus,bunuhlah aku... " Baik nona.."
"Kita pulang..,salma hubungan pihak pengus pilot untuk bersiap.aku dan anak2 akan kembali besok.sedangkan Sally,biarkan dia yg mengganti pelerjaan ku mulai sekarang."
Glek.tidaaaaaaak..."
taass...praaang
•
•UP lagi gaiss..😁😁😁
sory telat..
silahkan membaca😊
dan jgn lupa tinggalkan jejak kalian dgn
Like👍
Voting⭐
Hadiahnya🎁
Makasih🙏 sampai jumpa lagi👋👋👋
__ADS_1