Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_46


__ADS_3

Dering ponsel rama terdengar..mengalihkan kesedihannya diapun mengangkat telfon yang tertera di sana atas nama Maike asistennya.


" Ya maike,ada apa..?" 


" Tuan,para direksi mengajukan pertemuan."


" Untuk membicarakan soal apa?"


" ini soal tersebarnya video kejadian semalam yang beredar setengah jam lalu.dan hal ini membuat para direksi takut akan penurunan saham perusahaan."


"Apakah saham sudah mengalami penutunan.,"


" untungnya masih belum tuan."


"Jelaskan maike secara rinci.dan aku akan bersiap ke kantor."


" Baik tuan."


Maike menjelaskan respon para direksi yang memberi respon berbeda.dari ada yang terima dengan kehadiran anak laki2 Rama dan hubungan rama dengan Mira.ada juga yang menolak dan mendukung hubungan Rama dengan Eria.memang semua itu adalah urusan pribadi sang direktur utama,Ceo rama..namun masalah rama juga akan berdampak pada pasar saham perusahaan yang mereka pegang selama ini.itu akan buruk jika sesuatu tidak menguntungkan mereka.Untungnya,salah satu pemegang saham terbanyak setelah rama tidak ikut ikutan mengerecoki Masalah tersebut org misterius itu masih sembunyi dlam gelap.Rama mendengarkannya sambil berjalan menuju tempat dia bermain tadi bersama xhuan.


"Apakah kamu sudah menemukan siapa yang menyebar vidio tentang kejadian tadi malam.?"


"Belum tuan.apakah mungkin ini dari pihak nona Eria tuan.?"


"Tidak.itu tidak mungkin.dia tidak akan membeberkan aib keluarganya meski kejadian tadi malam sudah menyebar krna banyaknya pimpinan perusahaan yang datang.Dan lagi, kejadian tadi malam itu sudah jelas jika dia yang mencari gara2 dan bahkan keluarganya menindas mira yang sebagai keluarga juga wakil dari perusahaan ternama.jadi semua org akan berpihak pada mira bukan padanya."


"Kalo begitu,saya akan mencari tau siapa yang menyebarkannya tuan."


"Tidak usah.saya tau siapa yang melakukannya." Rama berfikir jika vidio itu adalah ulah putra sulungnya.


"Em..jika begitu apa yang harus kita lakukan tuan.karna banyak komentar negatif yang tertuju pada anda dan non eria dan saham mulai turun."


"Jadi komentar negatif pada mira sudah terhentikan?"


"Benar tuan." tapi bukan ini intinya tuan..'batinnya.


"Itu lebih bagus,Aku akan sampai di sana sekitar 25 menit.kamu siapkan baju kerja ku di ruang istirahat."


" Baik tuan.." 


sambungan terlvon terputus,Rama yang kini sudah kembali menatap putra bungsunya dengan senyum tipisnya.dia tidak ingin terpisah dari sang putra.


Xhuan juga menatap sang dedy dengan merekah,melupakan hal yang tadi dan menghapus air matanya tampa jejak.


" Sayang,nak.dedy akan ke kantor dulu.apa kamu mau ikut dedy..?" tanya berharap.


"apakah boleh dedy..?"


"tentu boleh.. tidak ada yang melarang kamu dan kakak mu datang ke kantor dedy sayang."


"Sungguh.?"girangnya.

__ADS_1


"Tentu.."


"tapi kalo aku pergi,gimana dengan xhian..?"


Rama menoleh ke arah di mana putra sulung nya berada.dia menghembuskan nafas beratnya dan kembali menoleh pada putra bungsunya.


" Kita tanya,apa xhian mau ikut atau tidak.kalo dia tidak mau ikut kita pamitan saja.gimana.?"


"Hmmm..ok ayok.."


Rama meraih tangan putranya,bergandengan tangan menuju ke arah taman bunga di mana xhian berada.


"Xhian.." panggil xhuan membuat saudaranya menoleh.


"aku akan pergi dengan dedy.apakah kamu akan ikut.?" 


rama hanya diam mendengarkan dengan senyum tipisnya.


xhian melirik rama yang tersenyum harap.


"Pergi.kebetulan aku bosan." sahutnya dingin.dan berdiri meletakkan buku yang tadi dia lihat dan baca.


Xhian melangkah lebih dulu,dengan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana.


rama dan xhuan saling pandang dan seulas senyum dari keduanya melihat tingkah xhian yang acuh namun masih tetap pergi kemanapun yang mereka tuju.


Rama tau jika putra sulungnya itu selalu memantaunya dri kejauhan.itulah sebabnya dia di tegur oleh xhian di saat dia akan mendekati taman bunga yang ada di sana.


Merekapun pergi setelah xhian mengatakan pada kepala pelayan jika mereka akan ikut rama ke kantornya.Xhian membawa notbock nya dengan mudah tampa ransel.sedangkan xhuan dia hanya membawa barang terembunyinya dengan aman tampa di ketahui rama dan ponsel yang biasa dia bawa kemana saja untuk bermain game.


'mengumpulkan uang itu harus,tampa mengenal tempat dan kondisi..' begitulah peri bahasa yang cocok dengan xhuan si kecil mata duitan.


****


Para petinggi yang mengenal siapa mira menunduk hormat,yang di ikuti oleh semua karyawan dengan bingung.apalagi dengan petinggi yang mereka kenal juga ada di sana(sally),berjalan di belakang Mira yang masuk berita besar beberapa jam lalu.dan lebih hebohnya lagi,mira mempunyai anak bersama Rama,tunangan kakaknya.


"Bagaimana ke adaannya sal.?" tanya.


"penurunan saham mulai berenti,dan tanggapan negatif tentang anda sudah mulai berenti.malah sekarang hujatan mengarah pada nona Eria,Nona."


"Alasannya.?" 


"Alasannya krna menyebar vidio lengkap di mana kejadian tadi malam terjadi." jawab Sally yang di angguki salma.


" Bagus,jika begitu kita akan membuat tanggapan masyarakat pada eria semakin panas." mira tersenyum menyeringai.'xhian,anak itu cepat tanggap juga.'


Glek.


Sally dan salam meneguk salifa nya dengan susah krna melihat senyum menakutkan Mira..


"Kumpulkan para petinggi prusahaan setelah rapat direksi.kita harus membicarakan pembukaan taman hiburan di tengah kota yang baru saja selesai di bangun"

__ADS_1


sally dan salma saling pandang.


"Baik. nona.." salma melirik sally meminta penjelasan tentang senyum menakutkan mira tadi dengan perkataan mira barusan.


'katanya ingin membuat berita nona eria memanas tapi kenapa malah mengumumkan pembukaan taman hiburan.?' begitulah arti tatapan salma yang di balas dengan gidikan bahu oleh sally.


"Sel..setelah rapat,kamu harus turun kelapangan di mana taman hiburan berada.cek semua persiapan agar pembukaan nanti semuanya sempurna."


"Ok.serahin ke gue."


"Sal.. kamu akan membantu saya mengenai dokumen2."


"Baik nona."


"Bagus.."


Lift terbuka di lantai rapat direksi.mereka bertigapun menuju ruang rapat yang berada di rungan pertama di sana sedangkan ruangan lainnya untuk rapat petinggi staf perusahaan dan klien dan satunya lagi tempat patri di mana air minum,kopi teh serta cemilan berada.


"selamat pagi semuanya.." sapa mira yang duduk di kursi utama sedangkan sally dan salma duduk di masing2 samping dekat mira duduk.


" Seprtinya beberapa direski bemar2 takut kehilangan gaji bulanannya." kata mira datar menatap lurus ke depan.


Ekspersi yang selalu di tampilkan di hadapan para pekerjanya bahkan pada semua kliennya.


sebagian direksi menkadi gugup dan sebagian lagi hanya tenang2 saja.


"Nona angel,penurunan pasar saham menurun deraktis,apa yang harus kita lakukan agar kita menghentikan hal ini dan memulihkan pasar kita lagi." kata salah satu direksi dengan gagap.


"Untuk saat ini tidak ada yang perlu di khawatirkan,krna penurunan pasar perusahaan sudah terentikan.dan untuk masalah memulihkannya kembali perusahaan sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat pasar saham kembali naik bahkan mungkin lebih... kalo tidak salah 20% akan meningkat" ucp mira yakin.


Layar monitor di ruangan rapat menampilkan pasar saham yang sudah berenti menurun.semua para pemegang saham bernafas lega.


"Untung jika begitu."


"Anda melakukan tindakan dengan cepat Nona."


" Ya...semoga perusahaan ini tidak ada masalah meskipun ada,kami yakin jika anda bisa mengatasinya."


Rapat ini tidak ada yang berani melawan untuk menjatuhkan Si pimpinan utama,mira.karna jika ada yang melakukan itu maka siapapun orang itu akan kehilangan segalanya.semua yang bekerja di perusahaan itu sekalipun pemegang saham sedari awal sudah menandatangani kontrak dengan perusahaan tepatnya pada mira jika mereka tidak di izin kan untuk membelok atau berkhianat krna jika itu terjadi maka konsekuensi terburuknya adalah mati.sedangkan hukuman teringannya itu adalah menghipnotis,menghilangkan semua tentang perusahaan,itu berlaku pada semua orang yang berhubuhngan dengan perusahaan itu.


"Tidak..ini perbuatan putra sulung saya."


semua saling tatap.dan mengangguk bersama dengan senyum puas.


"seprtinya perusahaan ini akan semakin sukses jika putra anda yang akan menjalaninya setelah anda nanti nona. " mereka tersenyum mengangguk.


"Sepertinya begitu."


Mereka memang belum pernah bertemu dengan kedua putra Mira,namun semua petinggi tau jika pemilik perusahaan itu memiliki dua anak yang cerdas.


Rapat direksipun usai dan di lanjutkan dengan rapat para pegawai petinggi perusahaan.membicarakan tentang memulihkan saham perusahaan yang jatuh.

__ADS_1


__ADS_2