
Setelah kepergian Dokter chu yg cerewet itu, Mira memijit plipis tengahnya..rasa pening masih dia rasakan,apalagi dgn keberadaan Rama di sana.
sedangkan di teras depan,keempat org itu masih berdiri di sana..Sally,salma dan maike mengantarkan dokter chu keluar rumah,mereka tak tahan dgn situasi canggung di area ruang kelurga.
"Apayg sebenarnya terjadi?" tanya dokter chu yg penasaran dgn kejadian di pesta.kejadian yg membuat tangan Mira terluka cukup parah sebab tadi saat dia merawatnya luka itu masih terdapat pecahan kaca.
mereka saling pandang dan " Besok anda akan mengetahuinya dokter." sahut maike.
"Kenapa tidak bilang sekarang saja."
"itu akan membuang2 tenaga saja,sedangkan besok anda juga bisa mengetahui kejadian apa yg terjadi tadi."
Dokter chu berdecak kesal..asisten mantan pasiennya ini memang selalu menjawab seadanya saja.tampa mau menjelaskan yg menurutnya repot.seperti dulu di saat rama sakit.Maike yg selalu setia di samping rama saat itu di beri pertanyaan serta peringatan yg banyak oleh dokter chu,yg hanya di tanggapi dan di balas dgn singkat dan padat membuat si dokter tampan itu berdecak dan mendengus kesal.
Merasa pertanyaannya tidak akan mendapat jawaban,dokter chu melangkah pergi meninggalkan villa hunian kelurga A3 itu dgn rasapenasaran yg tak berujung sebelum semuanya dia ketahui.
"Kalian masuk saja,aku akan duduk di sni menikmati angin malam." ucp sally yg tak suka dgn suasana canggung.
"Asisten Sally,saya juga akan di sini menemani anda." sambung salma yg tak mau terjebak di antara boos dan tamunya.
"Lebuh baik memang kita di sini,biarkan saja..mereka m3mbutuhkan waktu agar mereka bisa menyelesaikan permasalahan mereka." kata maike mengusuli.
Kedua wanita beda usia itupun mengangguk meng_iyakan,toh..mereka juga tidak minat nimbrung dgn masalah atasan mereka yg membuat mereka ikut pusing di buatnya.
"Sal,hubungi maid..minta mereka bawakan minuman kita kesini saja."
__ADS_1
"Baik asisten sally."
"S_A_L_L_Y...enggk pakek asisten saaaalll.." sewot sallu yg tak suka panggilan bawahannya ini. " Di luar kantor panggil sally saja.gak usah di bawa2 tu gelar gue.." imbuhnya menatap sengit salma.
"Baik nona.." ucp salma kekeh membuat sally memutar bola matanya malas.
"terserah deh...telfon aja ke arah dapur gk ush di datengin langsung."
Salma mengangguk dan melakukan apa yg di katakan oleh sally.
Dua maid membawa nampan dgn isi yg berbeda.maid yg paling depan membawa gelas minuman sendangkan yg lain membawa empat piring cemilan sebagai pelengkapnya.
" letakkan satu minuman di depan tamu dan sisanya bawa keluar.sepertinya mereka berada diluar." ucp mira mengintrupsi kebingungan maidnya.
"Biak nona."
Baik nona..."
Setelah meletakkan dua piring cemilan dan satu gelas teh dan dua air putih.kedua maid berjalan menuju teras depan di mana Ketiga bawahan itu berada.hal itu bertepan di saat salma akan menghubungi telfon dapur yg membuat Salma mengurungkan niatnya.
husf....
Mira menghembuskan nafasnya keras.menatap kedua putranya yg melakukan hal yg berbeda.
Xhian duduk dgn menyilangkan kaki dan juga tangannya di dada,bersandar dgn raut wajah datarnya.xhian...sedang bercanda dg sang dedy yg memangkunya.berceloteh menceritakan hari2nya agar sang dedy mengetahuinya.
__ADS_1
Rama mendengarkan dgn antusias,sambil sesekali melirik pada mira dan putra sulungnya.
celotehan xhuan mengisi ruang keluarga,namun masih meninggalkan sedikit rasa canggung di sana.
setelah sekian menit menit berlalu para org desa itu tidak mengatakan apapun sehingga mira memutuskan untuk beranjak menuju kamarnya.
namun belum baru beberapa langkah mira meninggalkan sofa yg ia duduki,suara Rama menghentikan langkahnya.
" Mir..aku..
" anda bisa bertemu dgn anak2 tuan Rama.anda juga bisa membawa anak2 liburan asalkan anda bisa menjamin keselamatan mereka.itu jika anda menganggap anak2 ku adalah anak2 kandung anda,namun jika tidak maka jangan memperlihatkan wajah anda sedikitpun di hadapan anak2 krna aku tidak ingin anak2 ku terluka hanya krna seorg pria atau dedy seprti anda." sela mira lugas dan dingin tampa menatap wajah lawannya bicaranya.
rama mengulas senyum,akhirnya dia bisa bertemu dan menghabiskan waktu dgn kedua putranya seprti yg dia inginkan.
"Trimakasih mira.. juka begitu kita...
" Tidak ada kata 'Kita' tuan.Lakukan apapun yg ingin anda lakukan dgn anak2.jgn menggangu saya di saat anda ingin menemui anak2.saya tidak punya waktu hanya sekedar menerima sapaan dri anda." selanya lagi dan melangkah pergi.
Rama menatap sendu punggung Mira yg melangkah menjauh do bawah sorotan mata xhian yg sedikit iba pada dedynya.tapi meski begitu dia tidak akan memaafkan begitu saja kesalahan rama.
Mira menghentikan langkahnya di saat salah satu maidnya berpapasan dgnnya. .
" Bawakan makan malam ku ke kamar.dan besok pagi setelah menyiapkan sarapan,tolong bantu anak2 untuk berkemas." printanya.
" "Eh..eng..baik nona." melihat sang nina pergi ke lantai dua di mana kamarnya berada." tuan muda pertama dan kedua kan baru saja sampai.tapi masak sudah harus kembali..? mereka adalah anak2 yg lucu..." grutunya. melangkah memanggil semua org untuk makan malam yg lewat dri waktunya krna waktu sudah menunjukkan jam setengah sembilan.
__ADS_1
...πππ...