Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_61


__ADS_3

Mira membaringkan tubuhya dengan pelan.dia masih tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Eria,mantan kakaknya.


Katanya,ini sudah beberapa hari eria keluar masuk kantor cabangnya dengan status sebagai kekasih dari orang kepercayaan yang ada di Negar A,negara dengan kebanyakan atau 99% penduduknya menggunakan baju berjubah serta hijab dan cadar itu.


Dia berlagak seprti boos di sana membuat kebanyakan pegawai menatapnya sebelah mata.tapi di antara mereka tentunya ada satu temannya yang selalu mendukung dan merasa bahagia krna eria telah menggait boosnya.


Nia.. yang selalu profesional melakukan pekerjaannya dengan benar.apalagi dengan sebuah drama yang di main kan olehnya dan kekasihnya.bahkan mereka juga menjadi sutradaranya...yang akhir ceritanya akan membuat si eria wanita tak tau malu itu malu semalu malunya.


Mira masih berfikir apakah akan membiarkan bawahannyaitu bermain2 dengan mantan kakaknya atau malah menghentikannya agar tidak semakin membuat malu dan rugi kelurganya...


tidak.mira menggeleng cepat.kelurga yang dia fikiran sudah tidak pernah menginginkannya bahkan kehadirannya bagaikan sebuah bungkus makanan ringan yang setelah di gunakan langsung di buang tampa melihatnya kembali.


"aku jadi tidak bisa tidur..." katanya dan beranjak menekan telepon yang sudah tersedia dan menyambungkan ke arah patri pesawat.


"tolong,antarkan minuman juga cemilan ke kamar pertama." katanya pada pramugari di sana.yang langsung di iyakan sesegera mungkin.


setelah memesan,mora duduk pada sofa yang di kamar,membuka laptop dan melihat email laporan yang di kirim oleh aline dan sally secara bersamaan.


Mira,fokus pada pekerjaannya.


seorang pramugari berjalan membuat rama sedikit terusik,dia membuka mata dan menghentikannya.


" Mau di bawa kemana pesanan itu.?"


" Kamar utama tuan."


"Kamar Mira.?"


"Benar,beliau meminta agar kami megantarkan nya ke kamar."


"Biarkan aku saja."


rama berdiri dan mengambil nampan dari pramugari yang masing menganga untuk mengatakan sesuatu.


" Biarkan aku saja,kamu kembalilah ketempat mu."


"Tapi tuan...


"Tidak apa2...saya tidak keberatan."


...bukan itu maksudnya tuan....


pramugari itu menghela nafas pelan agar tidak.menyinggung tuan muda yang terkenal dingin dan kejam itu.


"Jika begitu,mohon maaf merepotkan anda..saya permisi."

__ADS_1


pamitnya yang di angguki oleh rama.


...bisa2nya tuan muda yang terkenal kejam dan dingin itu mau mengangkat nampan seprti pelayan.apakah dia akan merebut pekerjaan saya di sini.tidak tidak tidak...


grutu si pramugari itu memggeleng cepat dengan trus melangkahnya menuju tempatnya.


Tok tok tok


rama dengan pelan mengetuk pintu,takut2 mira telah terlelap di pembaringannya.


tak ada sahutan.rama membuka dengan pelan pintu kamar yang di tempati mira.dan dia mendapi mira tengah fokus pada laptop dalam pangkuannya.


merletakkan nampan dengan pelan.rama duduk lesehan tak jauh dari depan mura yang fokus...melihat mira yang seprti itu sungguh cantik berlipat lipat.


ingin sekali aku rengkuh ke dlam pelukan ku dan ku ciumi seluruh kulitnya dengan cinta untuk mengatakan jika aku sungguh2 mencintainya dan menyesal krna dengan bodohnya termakan oleh pendengaran yang membuat ku salah paham padanya selama ini.yang mmebuat ku kehilangan waktu2 berharga dengan nya."


Rama memangku kepalanya dengan satu tanagnnya.menatap lekat wajah serius mira yang tak pernah membuatnya bosan melainkan dia terus semakin mencintainya di saat melihat wajah mira.


hufff...


mira merenggakan tubuhnya,belum sampai 10 menit sudah membuat pundaknya sakit.


" Mungkin ini akibat aku yang satu bulan ini tidak melkukan joging...egh... tubuh ku kaku semua..aku harus olahraga jika lelah ku hilang setelah sampai mansion." katanya yang msaih belum menyadari keberadaan rama.


" Mau aku bantu untuk olahraga..?" tanyanya yang membuat mira kaget.


" Kamu..sejak kapan ada di sana..?"


"tidak lama kok."


"Ngapain ke sni.?"


"Nganterin pesanan kmu ."


" kenapa bukan pramugari yang mengantar...


" aku yang memintanya krna aku ingin."


beranjak dari duduknya.


" Makan lah..."


Mira pun menikmati sajian mewah dalam pesawat.hening membuat mira merasa sedikit canggung.


" Kamu tidam keluar..

__ADS_1


"Aku akan membantu mu...


mira mengernyit..


"membantu apa.?"


"Membantu kamu untuk olah raga.."


"hah,seprti itu....


pergerakan rama membuat mira membatu.


" Ada sisa2 bumbu di bibir mu..." katanya setelah membersihkan sisa2 bumbu daging di sudut bibir mira lalu mencupnya.


" enak..."


Blush...


seketika wajah mira memerah dengan diam seribu bahasa.jantungnya kembali berdegup kencang seprti kejadian beberapa hari lalu di kamar nya, di mana rama yang menciumnya se akan melakukan ******* kiss di pagi hari.


" Boleh kah aku mencobanya..?"


mira mengerjab kan matanya berkali2..


" hah..? apa.?"


" aku ingin mencobanya...seprtinya enak.."


" pesan sa....


cup


"aku ingin mencoba yang sudah berada dalam mulut mu...


tubuh mira membatu dengan serangan mendadak rama..bergetar dengan sentuhan yang sudah lama dia rindukan..kali ini berbeda dangan sebelumnya.yang ini benar2 mengutarakan perasaan rama padanya melalui sentuhan tulus rama dengan getaran hati yang tersampaikan padanya.


dengan tangan yang gemetaran,mira mengalungkan kedua tangannya pada leher rama,menerima ciuman itu dengan hati yang telah terbuka.


Wangi tubuhnya,sentuhannya...


bahkan nafasnya saja mampu membuat ku lupa segalanya..


aku kira aku telah melupakan semua tentang rama bahkan sentuhannya ini,namun sepetinya aku telah salah.. aku masih menyimpannya tampa aku sadari,.meski saat itu dia melakukannya dengan sangat kasar.


...__๐ŸŽ__...

__ADS_1


__ADS_2