Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_45


__ADS_3

Mira yang sudah tak ada lagi mood untuk menikmati sarapan paginya pun  menghentikan makannya. dia menatap putra bungsunya yang selalu setia di bantu oleh Rama untuk segala hal remeh dlam setiap pergerakannya.


ini adalah hal yang takpernah xhuan inginkan selama ini,krna anak itu mengerti jika mira sedang sibuk dengan pekerjaannya.meski mira pernah membantunya melakukan segala hal tapi anak itu kadang menolaknya dengan halus kadang juga menerima dengan senang hati,dia mengerti jika sang momy lelah dan butuh istirahat..tapi kini dia malah sangat menikmati setiap apa yang dilakukan oleh Rama,seprti memotong daging,menuangkan air dan sebagainya.


"Sayang,nafsu makan mu makin bertambah ya pagi ini." serunya pada xhuan yang tak hentinya mengunyah sesuatu yang di berikan rama.


"emm..entu mom.,sarapan pagi ini semakin enak dengan adanya dedy bersama kita.." sahutanya genteng.


sunyi seketika,bahkan pergerakan tangan xhian pada keyboardnya terenti di saat mendengar jawaban adiknya.dia menoleh dengan ekspresi dingin.


" bisa gak..kalo ngomong gak usah aneh2.."


"memang bener kok" sahutnya merasa tak berdosa.


"Makanan yang di masak di sini itu memang selalu enak,karna jika tidak,mereka yang memasak akan di pecat.tapi jika kamu masih bersikeras dengan perkataan mu tadi,lebih baik kamu ikut saja pria itu."


xhuan menoleh,menghentikan kunyahannya. " Xhian, kamu belum minum obat ya,sampek2 kamu ngomong ngawur kayak gitu." tanyanya pada xhian yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Rama menatap sendu pada putra pertamanya yang tak pernah menatapnya dengan kasih sayang sedikit pun.tatapan yang mampu membuatnya terluka.rama melirik Mira dengan ekor matanya,menatap mira yang melamun,mungkin memikirkan perkataan xhuan yang memiliki banyak arti menurutnya.


"Nak,sssttt.." meng isyaratkan agar xhuan berhenti bicara dengan cara meletakkan telunjuknya di bibirnya sendiri sambil menggeleng pelan. "lanjut makan lagi ya,tapi kalo udah kenyang gk usah di terusin nanti kamu sakit perut." nasehatnya.


"Ya ded." kembali mengunyah.


Tak ada suara perbincangan lagi,hanya tinggal suara dentingan alat makan juga suara keyboard yang sedang di mainkan dengan lihai oleh xhian.


"Ternyata anak ku,anak yang jenius.." batin rama yg melihat ke ahlian putra sulungnya.


" Mom sudah,momy gak usah khawatir lagi dengan beritanya akan menyebar ke luar negri.semuanya sudah aku blok.Momy pokoknya tenang aja ok." kata xhian yang sudah menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


" hmm..makasih sayang..":mengelus kepala putranya.


" Mom,jangan di berantakin."


"Hahaha..maaf2 sayang."


Mira meberanjak dari kursinya,dia harus segera berangkat menuju perusahaan cabang miliknya."Ya sudah, momy berangkat ya sayang." xhian mengangguk,dan mendaratkan kecupan di pipi sang momy.namun di saat mira memberi kecupan di keningnya anak itu...


" Ck momy..." selalu saja responnya seprti itu.


Mira hanya menanggapi nya dengan senyum kecil.diapun beralih pada putra bungsunya. " Jangan makan trus sayang,nanti perutnya sakit." katanya yang di balas senyum sembari anggukan kecil.xhuan menoleh pada mira dan mendaratkan kecupan di pipi sang momy.


"Bentar lagi udahan mom.." sahut nya.


"Ya sudah,momy berangkat ya nak.Cup.."


"ok mom.." 


"Hati2 momy...." seru kedua bocah tampan itu,yang mendapat balasan senyum oleh mira.


"Ok my big boos.." ucpnya langsug beranjak dri kursinya dan mengacak2 rambut xhian yang tak mungkin dia berikan kecupan.sedangkan untuk xhuan sally mendaratkan kecupan di pipi anak angkat bungsunya.


" Anak tampan,jangan makan banyak2,nanti para gadis malah lari melihat tubuh melar mu ini... "pesan sally setelah mendaratkan kecupan di pipinya.yang mendapat respon langsung oleh xhuan.


" Dedy,udah... "


Rama memgangguk dengan senyum bahagianya.tak apa meski putra pertamanya tidak menganggapnya sementara waktu,rama akan berusaha dengan keras untuk mendapatkan kebahagiaan kelurga kecilnya itu. 


 *****

__ADS_1


Usai sarapan.rama masih setia di vila tempat tinggal buah hatinya.dia masih ingun menghabiskan waktu dengan anak2nya meski xhian tak menganggap keberadaannya.rama.menemani xhuan bermain sepak bola di halaman belakang.


" Dedy bola nya.." pekik xhuan yang kekencangan menendang bola ke arah yang salah.


"biar dedy yang ambil sayang." 


rama berjalan menuju arah bola terlempar.lumayan cukup jauh rupanya sehingga rama dapat melihat sebuah taman yang di setiap jalannya terdapat bunga2 wisteria tak jauh dri tempatnya berdiri.


"Taman bunga.! seprti bunga wisteria.." rama melangkah mencoba mendekati taman bungan tersebut,namun sebuah suara menghentikan langkahnya.


" Ngapain anda di sini TUAN .?!" ram menoleh pada sumber suara dan mendapati sang putra sulung di sana menatapnya datar.


Rama mencoba tersenyun dengan panggilan yang putranya berika padanya.panggilan yang meberinya jarak yang cukup jauh bagi hubungan ayah dan anak.


"taman bunga...


"Ada apa dengan taman bunga di tempat tinggal kami?" sela xhian.


"Em..bolehkah aku ke sana sebentar.." 


"Tidak.tidak ada yang boĺeh melangkahkan kaki di taman bunga selain kelurga kami bahkan tuan pun tak akan mendapatkan izin."


"Oowh ok.." Rama menatap rindu pada xhian rasanya dia ingin sekali memeluk tubuh kecil xhian di depannya." Xhian.." yang di panggil tak merespon.tapi anak itu masih tetap di sana. "Bolehkah dedy memeluk mu.?" pintanya yang langsung membuat xhian menatapnya tajam.


" Anda bilang apa tadi tuan..? dedy.?!" tanyanya yg di balas dengan anggukan kecil dan senyum damba rama." Di tubuh saya memang ada darah anda tuan,tampa anda saya dan adik polos saya itu tidak akan berada di dunia ini.saya berterimakasih dengan semua itu.krna dengan adanya kami,momy kami wanita yang anda buang itu bisa bertahan hidup meski harus menjalani kehidupan yang berat.saya berterimakasih pada anda yang memberi luka teramat dalam pada momy kami,krna dengan semua itu pula momy bisa menjalani kehidupan beratnya ini dengan terus berusaha membuat kami hidup dengan baik dri waktu ke waktu hingga kini.Tapi...untuk mengakui anda sebagai org tua saya yang tak pernah muncul di kehidupan kami selama ini itu adalah sesuatu yang mustahil meski saya sangat mendambakan keberadaan anda. Namun setiap keluh kesah yang momy rasakan,keringat dan juga air mata yang momy keluarkan itu membuat saya teramat2 benci pada anda,apalagi dengan hubungan anda dengan keluarga yang telah membuang momy saya.itu semakin mustahil.Jika anda memang ingin berada dlam kehidupan kami,maka saya akan lihat seberapa perjuangan yang akan anda lakukan untuk tetap bersama kami.membuat kami nyaman dan aman berada di dekat anda membuat kami bahagia bila bersama dengan anda. Saya akan lihat seberapa mampu anda melakukan semua itu."


Setelah mengatakan semua isi hatinya dengan tangan yang mengepal dan wajah yang memerah karna kesal,xhian pergi begitu saja menuju taman bunga yang berada di dlam kaca.. taman bunga kaca yang di buat khusus oleh Salma atas permintaan sally yang hanya di buat untuk Mira menenangkan diri di dlamnya.


Xhian meninggalkan rama yang mematung dengan air mata penyesalan yang mengalir tak henti2nya.Dan tampa ada yang tau,xhuan mendengar semua perkataan kakaknya itu.dia juga menangis dengan semua kehidupan masa lalunya,tampa sang dedy yang baru dia temui secara langsung tadi malam.

__ADS_1


sebenarnya xhuan juga merasa kesal dengan rama,dedynya itu... tapi rasa ingin merasakan kasih sayang seorg ayah membuat rasa amarah terhadap rama sedikit memudar.dia juga ingin rama berkumpul dengan keluarganya, menjadi keluarga yang bahagia...


__ADS_2