Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_ 75


__ADS_3

Rama telah mendapatkan jadwal miranda hari itu setelah menanyakannya pada sekretarisnya, Rizwan.


Beruntungnya jadwal mira hari itu padat hingga usai jam makan malam.memeriksa berkas2 yang tak pernah ada habisnya setiap harinya,rapat dengan para petinggi setiap devinisi di tambah harus menemui 3 klien kerjanya pada waktu yang berbeda2 untuk membicarakan kelanjutan kerja sama antar prushaan juga untuk menandatangani kontrak setelah mencapai kesepakatan.


Mira hari itu benar2 sibuk hingga akan pulang malam tampa pulang sedikit pun untuk persiapan menemui beberapa kliennya itu.


" Bukannya hari ini waktu yang tepat ded.?"


"Iya nak."


"Apa aku bilang! kalo aku gak mengatakannya agar dedy melamar momy hari ini maka dedy akan menyia nyia kan waktu di hari ini seprti waktu2 di hari2 kemaren.huh kalo aku jadi momy,sudah pasti aku akan menendang dedy dari rumah krna masih tidak memberikan status yang pasti buat momy."


Rama dan maike manggut2 saja.


" Tapi sayangnya aku bukan momy."


Rama tersenyum.


"Iya,sayangnya kamu bukan momy.jika saja kamu momy,dedy benar2 anak kesusahan untuk membujuknya."balas rama mengelus puncak kepala xhuan sayang.


"Setelah ini kita akan kemana ya.??" xhuan memasang mode berfikir.telunjuknya dia ketuk2kan pada keningnya.


" Ke mall gimana.? kita beli gaun buat momy dan kirimkan itu pada Paman rizwan untuk memberikannya pada momy.gimana ?"


"Kalo gitu momy akan tau dong.!jadi bukan rahasia lagi."


"Gk.ini akan tetap jadi rahasia sayang.kita minta ke om rizwan untuk memberikan gaunnya pada momy di saat momy akan menemui kliennya,dengan alasan jika baju yang di gunakan momy sudah kusut atau kita suruh aja sessorang untuk menumpahkan baju kerja momy dengan minuman atau apa gitu.."


"em..boleh juga.kalo gitu...lats go...ke mall.."


Matahari semakin bergerak ke arah barat,menandakan jika waktu telah cepat berlalu.Rama dan xhuan sudah mengirim gaun pembeliannya pada rizwan yang masih di kantor.dan tampa lupa mengatakan pada rizwan agar atasannya itu harus mengenakan gaun itu di saat akan pulang nanti.


" saya harus beralasan apa pada presdir,agar bu presdiri mau menggantikan setelan kerjanya dengan gaun pemberian tuan Rama ya.? dan lagi..tuan rama pakek ngancem2 segala.. bikin pusing saja.


oh kalo gitu saya gunakan cara itu saja."


Semburat warna jingga dari arah barat menandakan jika hari semakin sore malah akan memasuki waktu malam hari.


Di ruang kerja presdir.angelina Miranda masih duduk di kursi kebesarannya.tak ada pergerakan darinya untuk beranjak dari sana.dia masih fokus akan berkas2 yang masih tinggal satu tumpakan.


"Kapan ini akan selesai..?!" serunya merenggakan otot2 tubuhnya yang terasa kaku.

__ADS_1


"Bokong,pundak dan punggung ku rasa nya sakit saat di gerakkan.aku sudah lama tidak melakukan spa.. tubuh ku butuh rileks dengan pijitan tangan yang di lengkapi aroma harum nan lembut."


"Berkas2 ini.ini karena mereka tidak becus mengerjakan laporan sehingga aku harus menentukan kapan mereka mengumpulkannya di waktu yang bersamaan.dan lagi,apa yang di lakukan kedua asisten ku.mereka belum juga kembali untuk membantu.ck."


"meskipun ada rizwan.tapi aku masih membutuhkan mereka berdua.aah ini melelahkan.jadwal ku hari ini belum juga berakhir.tinggal satu pertemuan yang harus aku hadiri.rasanya aku ingin pensiun,tapi kedua putra ku masih sangat kecil.benar2 harus bersabar."


waktu pertemuan pun tiba.Angel(miranda) beserta rizwan menuju sebuah restoran ternama di mana tempat pertemuan akan di lakukan.semua berjalan dengan sempurna hingga di pertengahan pertemuan rizwan pamit untuk ke kamar mandi yang pada akhirnya berakhir dengan meminta bantuan pada seorang pelayan di restoran.


"Anda bisa melakukannya kan nona.?"


mengangguk. " Akan saya usahakan tuan."


"Saya berharap ini berhasil.jika tidak saya akan dalam masalah." memberi amplop coklat pada pelayan tersebut.


"Usahakan jika itu adalah pesanan susa.bukan utuh krna itu akan membuat atasan saya terluka."


"Baik. "


Rizwan kembali ke tempat duduknya.saat di detik2 pertemuan yang akan berakhir.. seperti yang rizwan duga,Angel selalu berpamitan ke kamar mandi.


" Permisi sebentar.saya ingin ke kamar mandi.tapi jika tuan2 ingin mengakhiri pertemuan ini,itu tidak masalah.saya tidak keberatan."


angel terssnyum tipis dan mengangguk." trimakasih,saya permisi sebentar."


tidak memakan waktu sampai 10 menit seperti kebanyakan wanita jika ke kamar mandi.Angel sudah terlihat kembali dengan hanya memakan waktu 6menit.. berjalan dengan aura kepemimpinannya dia mengarahkan pandangannya pada kursi di mana klien dan rizwan berada sehingga tampa sengaja...


"Presdir... Nona... " panggil rizwan dan kedua klien yang berniat memperingati angel.namun sayang semua sudah terlambat seprti apa yang di inginkan rizwan.


Bhuk...cetar...tak taarrr


angel menyenggol seorang pelayan wanita yang tengah membawa gelas dan piring kotor yang akan menuju dapur tempat cuci kini malah tumpah berantakan mengenainya.


aah...


ugh


pekik angel kaget dan pelayan wanita yang juga berpura2 kaget.


"Ma_maaf.maaf,saya_ saya benar2 maaf nona.. maaf,maaf kecerobohan saya..maaf.." kata pelayan tersebut membungkuk berkali2 dengan panik.aktingnya terlihat sangat alami.


"Maaf nona maaf,saya_saya benar2 tidak sengaja nona.maaf.."

__ADS_1


angel hanya bisa mencoba membersihkan bagian bajunya yang kotor dengan tangannya.


"Bu presdir,anda ridak apa2?" tanya rizwan yang menghampiri.


"Emmm..."


"Maaf..maaf sekali lagi.saya..saya..."


"Kamu ini..."rizwan memasang tampang kesal.


"Tidak apa2.aku juga salah krna tidak melihat jalan."maklum angel. " Kembalilah bekerja setelah membereskan ini semua.jangan sampai kamu di pecat krna kesalahan ku juga."


"Presdir...!!


"Tidak apa2 wan.."


"fuh,anda terlalu baik."


" itu pujian kan?! trimakasih jika begitu."


rizwan berdecak kesal.


"Kembalilah."


"Baik.saya benar2 minta maaf nona.dan trimakasih,trimakasih sekali lagi nona,tuan.."


Kedua klien pun pergi setelah berpamitan terlebih dahulu.Angel pun memutuskan untuk pulang juga krna jadwalnya sudah berakhir juga.


" Presdir,sebaiknya anda ganti pakaian anda dulu.jika tidak itu akan membuat tuan besar dan kedua tuan muda kecil khawatir."


"Benar juga.wan,carikan aku baju ganti di toko terdekat.aku akan menunggunya di sini."


"Baik bu presdir."


Rizwan,pergi ke arah parkiran mobil,dia mengambil gaun yang di kirimkan oleh rama.setelah membuang kardus dan meletakkannya di paper bag rizwan pun kembali ke restoran setelah diam agar tidak membuat atasannya itu curiga.


Rencana berjalan dengan lancar.


*semoga saja nona tidak menyadarinya.jika beliau tau bisa gaswat nanti jika tuan2 tidak membantu saya.


...πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ*...

__ADS_1


__ADS_2