
sarapan pagi itu hanya mereka ber 4.sally masih di jepang,dia harus mengurus prusahaan secara langsung.begitupun dengan Aline..wanita itu tengah memantau perusahaan yang berada di Ausi.
"Aku berangkat.." pamit mira pada ketiga pria beda usia namun memiliki wajah yang sanagt2 sama.
" Ya hati2...jangan memaksakan tubuh mu,jika lelah istirahatlah.."
"Aku tau..."
"Hati2 mom... jangan lupa makan siangnya.." ucp xhuan.dan seprti biasa xhian hanya diam memandang.
" iya sayang..." mira melambaikan tangannya di saat dia telah duduk di bangku penumpang.dan dengan pelan mobil melaju menuju prusahaan pusat yang telah lama di tinggalkannya.
"Rizwan, apakah ada masalah di prushaan akhir2 ini.?" tanyanya pada sekretaris yang merangkap sebagai supir,dia menjalani tugasnya tambahan satu bulan lebih ini.Dia adalah orang terpengaruh ke3 setelah Mira dan dua kedua tangannya.sehingga dia bebas melihat situasi prusahaan di saat tidak ada dirinya dan kedu tangan kanannya.
" Hanya terdapat sedikit masalah,namun semuanya sudah di bereskan nona besar." balas rizwan tampa menceritakan detailnya krna menurut nya perkara kecil itu tidak harus di ketahui oleh nona besarnya..yang bantinnya akan membuat mira marah.
Mira menagngguk.
" Akan ada beberapa berkas penting yeng membutuhkan tanda tangan anda Nona,selainnya itu adalah berkas laporan mingguan yang perlu anda periksa sebelum di simpan di rak dokumen."
mira hanya diam dan mendengarkan setiap laporan yang di katakan oleh Rizwa.
" Jam 11 siang nanti,anda ada pertemuan dengan prusahaan xx untuk membicarakan kerja sama antar perusahaan."
" ok,sampai jam berapa jadwal ku hari ini.?"
"Krna ini masuk pertama anda setelah anda pergi satu bulan lebih ini,maka mungkin sekitar jam 6 malam."
" hah, sebanyak itukah dokumen yang harus aku lihat dan tanda tangani.?"
"Ya nona besar.... maka dari itu berjuanglah dan semangat.."
heh,,dasar bawahan laknat
Mobil telah terparkir di pelantaran prusahan.Mira/angel menurunkan kakinya bergantian setelah menggunakan Masker dan kaca mata nya,meski ini daerah kekuasannya tapi tetap saja angel harus tetap waspada.apalagi Eria sudah mulai bergerak dengan menemui orang tak di kenal secara rahasia,yang kemungkinan orang yang akan menjadi orang suruhannya.
" Selamat pagi bu presdir..selamat datang kembali..." sambut sapa kedua penjaga yang berjaga di depan pintu prusahaan yang salah satunya telah membukakan pintu untuknya.
rizwan mengikuti langkah Angel memberikan kunci mobilnya pada salah satu penjaga untuk memarkirkannya.
"Selamat pagi bu presdir..." sambut kedua resepsionis pada Angel,yang hanya di angguki kecil saja.
" Hmm..
Rizwan,pesankan makanan box yang paling di minati saat2 ini,pesan sebanyak pegawai di kantor kita...berikan itu pada saat jam makan siang nanti.
" Baik bu presdir..." sahut rizwan profesional.
akhirnya angel sampai pada lantai ruangannya,dan pintu kantor di bukakan oleh rizwan sebelum pria itu menuju meja kerjanya sendiri.
__ADS_1
"Bayar dengan ini..." kata nya sambil memberikan kartu blak card miliknya pada rizwan.
" Kenapa tidak melalui MBanking saja presdir..?"
" Iya juga,kalo bagitu bayar kamu dulu baru nanti akan aku ganti..."
pintu ruangan angel tertutup dengan rizwan yang masih mematung di dalam ruangan itu...rizwan terpelongo dengan balasan sarannya.
mampus,tau gitu aku tidak akan menyarakan presdir untuk melakukan pembayaran melalui Mbanking.
Dengan lesu,rizwan melangkah menuju ruangannya dan melakukan tugas yang di printahkan Angel padanya.
Membaca,memeriksa dokumen yang akan dia bubuhi tanda tangannya...angel mempelajari setiap dokumen dengan seksama... sehingga pada akhirnya dia akan memberi tanda tangan pada dokumen yang cocok dan benar tapi menghiraukan dokumen yang telah dia coret2 yang menurutnya butuh di perbaiki lagi.
....
Rama,sedang sibuk membicarakan pemindahan prusahaannya..rencananya hari ini dia akan mendatangi bebarapa gedung yang akan dia pilih untuk di jadikannya prusahaan pusat di Kota Amsterdam.
π Tuan,.survey untuk gedung prusahaan pusat sudah di jadwalkan seperti yang anda unginkan." kata maike.
π berarti.. kurang 45 menit lagi waktunya."
π sepetinya iya tuan.hoam..." sahut maike sambil menguap.dia baru saja kembali dari pesta pertemuan klien kantor,dan saat itu sudah jam 12 malam.
πhem.. istirahatlah maike,kau sudah bekerja keras.."
π Baik, tuan.. selamat menikmati waktu pagi anda.."
Dengan setelan yang pas dan tampilan yang telah sempurna,rama membuka pintu kamarnya dengan Mira itu..dia melangkahkan kakinya menuju lantai utama.
Rama melihat ke segala arah,mencari keberadaan kedua putranya,ingin bertanya apakah mereka ingin ikut atau tetap tinggal di rumah saja.hitung2 sambil berjalan2 dan siangnya mampir ke perusahaan mira untuk makan siang bersama.
" Dedy mau kemana.?" tanya xhuan yang tiba2 muncul dari belakang Rama.membuat sang dedy tergelonjak kaget.
"huh,nak..kamu membuat dedy kaget tau.."
"hehehe maaf dedy..."
"Kamu dari mana.? mau ikut dedy tidak.?" tanyanya..
" mau... kemana..?"
rama geleng2 kepala dengan jawaban cepat putra bungsunya yang tidak lengkap.
" Lihat2 gedung prusahaan untuk prusahaan dedy."
seketika xhuan menarik sebelah pipinya dengan tangan yang sebelah bersidekap dan tangan lainnya di letuk2kannya ke ke pelipisnya,berfikir.
lagi2 rama hanya menghembuskan nafasnya dan tersenyum dengan tingkah xhuan.
__ADS_1
"setelahnya..kita akan mampir ke kantor momy untuk mengajak momy makan siang bersama."
"Ok..." sahut xhuan cepat.. mode pikirnya langsung buyar.
"Dasar anak ini.." gumam rama tertawa lirih.
" Lalu,kakak mu di mana sayang.?"
" Owh... bentar aku panggil dulu...
Xhiaaaaan......" panggil xhuan setelah tangannya memegang gagang seperti mikrofon membuat seluruh ruangan yang ada berdengung dengan suara kecil xhuan yang keras.
"Astaga... anak ini..."
rama tidak menyangka jika di mansion milik keluarga kecilnya ini ada hal yang semacam itu.. membuatnya tidak habis pikir..dan jika di fikir2 kembali dia pasti akan mendapatkan kejutan2 yang lainnya nanti..
" Ck.. apa sih xhuan...berisik tau gak.." kesal xhian yang baru keluar dari samping rumah,di mana di sana ada kolam renang lengkap dengan kursi santai,ayunan dan taman bunga kecil di sana.
" Ikut yuk..."
"kemana...?" dinginnya.
rama melihat jam di tangannya yang terus berjalan.
kurang 40 menit lagi.. semoga aja keburu.
" ikut dedy pilih l2 gedung prusahaan trus mampir ke tempat mony untuk makan siang."
" hm.." sahut xhian singkat tampa pikir panjang selrti yabg di lakukan xhuan.
rama tersenyum melihat jawaban cepat putranya sulungnya yang sifatnya sebelas dua belas dengannya
" Ya sudah,ayok.. nanti telat." kata rama.
merekapun berangkat denga di supiri oleh supir di kediaman itu.Rama masih belum tau jalanan di kota amsterdam sebab dia baru saja bebarapa hari di sana.dan lagi meski rama pernah pulang pergi ke luar negri dan salah satunya kota amsterdam tapi rama yang tak suka menikmati waktunya dengan jalan2 saat di luar rumah/negri memilih berdiam diri demi rumahnya atau di apartemennya.sebab saat otu gairah hidupnya telah hilang di bawa pergi oleh Mira yang menghilang dari hidupnya.
" Pak,kepusat pergedungan jalan ΓΓΓΓΓ...." kata rana di saat mobil itu sudah berada di tengah jalan.
" Biak tuan besar.." sahut sopan si supir yang sudah mengetahui siapa rama.
" Dedy,apakah nanti di saat melihat gedung2nya akan lama.?"
" Belum tau nak.. makanya itu.nanti kamu sama kakak mu bantu dedy untuk pilih2 gedungnya ok."
" Siap dedy.serahkan semuanya pada ku..." balas Xhuan dengan percaya diri.
rama menatap putra sulungnya yabg duduk di samping kemudi.anak itu diam melihat ke depan jalan.
hampir saja...
__ADS_1
...____π²____...