Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_48


__ADS_3

semua mata tertuju pada sosok Ceo dinginnya yang kini menginjakkan kaki di perusahaan tampa setelan kerja seprti biasa.Rasa terkejut semakin menjadi di saat semua karyawan melihat Rama datang dengan dua sosok kecil yang sangat persis dengannya.bagaikan duren di belah dua...


Semua menunduk hormat dengan sapaan sopan selamat Siang,sebab waktu memang sudah menunjukkan jam 10 lewat seperempat.


Mereka kenal siapa kedua bocah itu,bocah yang berjalan di masing2 sisi Pimpinan mereka.


"Selamat siang tuan muda,dan kedua tuan muda kecil." sapa semunya.


Dan jelas,seprti biasa.tak ada balasan dari Rama begitupun dengan Xhian hanya xhuan yang selalu ramah dan tebar pesona.


"Siang... kerja yang giat ya kakak2 cantik " balsnya senyum manis membuat yang melihat dan mendengarnya ingin teriak histeris saking imutnya.


Rama dan xhuan membiarkannya saja.krna mereka tau jika xhuan memiliki sifat berbeda dri keduanya.Xhuan Ramah dan sedikit genit..dan sifat genitnya itu entah dia dapatkan dri sapa.? Miranda sang momy tak pernah genit selama hidupnya.mungkin dari sally mama angkatnya yang sudah menjabat sebagai playgirl sejak empat tahun lalu setelah perusahaan mira berjalan dengan baik.seprti kata pepatah,seprti apa ajaran,yang di lihat atau lingkungannya maka anak itu akan menyesuaikannya dan sialnya xhuan malah mengikuti apa yang di ketahui tentang mama angkatnya.


Setelah pimpinan dan kedua putranya susah menghilang di balik lift,semua karyawan berseru histeris...memuji kedua bocah itu dengan heboh.


"Kalian lihat...mereka benar2 mirip CEO kita."


"Benar,dan lagi..mereka imut sekali...ingin ku unyel2 itu pipi.."


"Penampilan mereka sangat cocok... lihat yang di kiri..dia cool dan dingin seprti Ceo kita,."


"Kalo yang kanan yang membalas sapaan kita dia memiliki sifat ramah...manisnyaaa.."


"Jika begitu...mereka benar2 telah di akui oleh kelurga Akio..."


"Siapa juga yang tidak mau mengakui anak2 yang tampan,lucu menggemaskan seperti mereka...kalo aku di kasih sepuluh pun mau asalkan lucu seprti mereka dan gk merepotkan."


"betul2 aku juga mau..."


Respon posistif dari karyawan Rama setelah melihat langsung Kedua anak yang ikut viral beberapa jam ini.


"Selamat siang tuan muda,setelan kerjanya sudah saya siapkan di dlam." sambut maike menunduk hormat di pintu ruang kerja rama.


"Heeem..." sahut rama yang berjalan memasuki ruangannya.


"Tuan muda kecil pertama dan kedua... selamat datang di perusahaan.." sapanya deengan senyum tipis.


"Ya paman..."balas xhuan melangkah masuk dan duduk di sofa.sedangkan xhian tidak meneruskan langkahnya di depan maike.


" Jangan panggil saya seprti itu..." seru xhian datar.

__ADS_1


"Ya..?"


langkah rama terenti di depan ruang istirahat nya di mana dia akan mengganti pakaian.saat mendengar suara dingjn xhian.


"Saya bilang jangan panggil saya seprti itu.kita tidak cukup akrab.dan lagi...saya masih belum menganggap boos mu org tua saya." katanya dengan kembali melangkah.


Maike diam dengan keringat dingin.ucapan xhian untuknya membuat rama yang mendengar marah.


"Kalian tunggulah di sni sebantar,aku harus ganti baju terlebih dahalu." kata rama dengan suara tercekat. 


Rama kembali melangkah dengan mengepal kedua tangannya,rasa ngilu di hatinya tak bisa dia salahkan pada putra sulungnya,sebab dirinyalah yang membuat xhian seperti itu.


di sisi lain.


Miranda membuka file nya,dia membaca dengan seksama.memeriksa jika setiap laporan yang ada di ruangannya.


"Bagaimana perkembangan dengan taman yang terenti beberapa pekan itu.? sudah kembali di kerjakan kan.?"


"Iya,presdir..pembentukan taman sudah selesai,dan sekarang para pekerja sebagian sedang menanam pohon juga bunga yang sudah di pilih oleh perusahaan.kursi,ayunan serta perabotan lainnya untuk taman sudah berada di gudang dan siap di angkut setelah rumput2 hias yang telah di tanam tumbuh dengan terawat." lapor salma.ya...jika mereka sedang berada di ruangan Mira maka,salma tau para petinggi akan memanggil mira dengan sebutan presdir tapi jika diluar maka akan memanggil Nona.


(Yang mengetahui mira adalah pimpinan utama perusahaan hanya Para direksi,salma,sekretaris dilantainya,dan para petinggi di setiap bagian devinisi.mereka akan memanggil mira dengan sebutan Presdir angle di waktu dan tempat yang semestinya dan akan memanggil nona Angel jika berada di tempat Umum.)


" Ukurannyaa sudah di sesuaikan seperti yang  perusahaan inginkan.ayunan,prosotan dan mainan lainnya masing ada dua di tempat yang berjarak 50kaki langkah org dewasa.apakah anda ingin menambahnya nona."


" tambahkan dua ayunan lagi, tempatkan di dua tempat,maksudnya masing2 tempat harus ada dua ayunan juga yang akhirnya ada empat ayunan gantung., juga tambah komedi putar biasa dan lapangan pasir ukuran 3meter × 7meter saja di bagian bawah pohon yang lebih besar supaya jika anak2 ingin main pasir tidak terlalu panas dan letakkan itu di bagian tengah2 kedua kolam air mancur.mengertikan maksud saya." 


Mira mendongak melihat Salma yang mencatat apa yang barus aja dia katakan.


"Mengerti presdir"


mengambil selembaran desain taman yang baru saja dia katakan.dan diapun memulai mencoret2 lembar desain itu sehingga 7 menit kemudian mira menyelesaikan coretannya.


"Berikan pada ketua tim(mandor). lakukan seperti itu."


"Baik presdir..setelah ini saya akan menuju pembuatan taman." terima salma melihat desain tersebut lalu menyimpannya.


"Lalu,datang ke gudang..periksa lagi apa saja yang seharusnya di letakkan di taman apakah sudah semua atau belum, dan lagi jangan lupa apa yang tadi aku tambahkan." 


"tentu presdir."


"keluarlah "

__ADS_1


"Jika begitu,saya permisi nona.."


setelah kepergian salma,mira kembali menyibukkan dengan semua tumpukan dokumennya.


"hem,apa yang anak anak lakukan sekatang.?" tanya mira di tengah2 konsentrasinya 


"bocah nakal yang satu itu,dia selalu saja bukin kesal.tapi kali ini lumayan keterlaluan anak itu.setelah ada dedynya,momynya di lupakan." grutu mira mengingat xhuan yang trus menempel pada Rama.


suara dering ponsel mengalihkan fokus Miranda.melihat siapa yang menghubunginya,mirapun langsung mengangkat telfonnya.


"Ya,hallo.."


"Nona besar maaf mengganggu" sahut seseorang di seberang sana.


"Hmmm...ada apa.?"


"..saya mau bilang jika tuan muda pertama dan kedua baru saja pergi dengan tuan muda rama nona." lapornya.


"Mereka bilang mereka akan ke mana.?"


"Sepertinya kalo tidak salah mereka akan ke perusahaan  tuan rama krna ada sedikit masalah."


"Biarkan saja.dia tidak akan membawa kedua bocah itu kabur."


"Baik nona besar." 


Setelah sambungan putus,mira menyandarkan tubuhnya yang lelah,dia menatap lagit2 ruangannya...menghembuskan nafas keras dri mulut dan perlahan kantuk mulai datang.


"seprtinya,efek kurang tidur mulai aku rasakan."


menekan tombol di sana yng terhubung dengan ruangan sekretaris.


"Ya presdir angel,ada yang bisa saya bantu.?"


"Jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan ku,hingga makan siang selesai."


"Baik presdir"


Dia beranjak,menuju sofa di ruangannya setelah menguci otomatis pintu ruangannya.dia ingin istirahat sejenak sebelum waktu makan siang tiba.


"satu jam lebih sudah cukup untuk ku." gumanya merebahkan diri.

__ADS_1


__ADS_2