
"Pak ke kantor momy." kata xhuan semangat..
mobil pun melaju dengan kecepatan sedang hingga tidak sampai 10 menit mobil itu kembali menghentikan perjalanannya.
Rama yang tak pernah menginjakkan kaki di perusahaan pusat milik Mirapun mengernyit heran.
"Kok berenti.? bukannya kita akan ke kantor momy sayang.?" katanya sambil melihat sekeliling.dia menyadari perlakuan dua penjaga di depan pintu kantor sedikit berbeda.mereka dengan sigap membukakan pintu untuk xhian dan xhuan.
" selamat datang Tuan muda pertama dan tuan muda kedua." kata ledua penjaga menunduk hormat.
" Ya makasih." sahut xhuan ceria.
" Pak,pulanglah lebih dulu ke mansion." printah xhin pada
" Baik tuan muda."
" Jangan bilang ini kantor momy.?" tanyanya.setelah dia turun dari mobil menyusul putra2nya.
"Yup.. ayok ded.." mengangguk dan menarik tangan rama.
Mobil pun pergi meninggalkan ayah dan anak itu.xhian telah melangkah masuk dengan aura pemimpinnya.meninggalkan xhuan yang menggandeng rama.rama dia tidak menyangka jika kekasihnya bekerja di prusahaan pusat A3.dia masih mengira jika mira bekerja di cabangnya yang tak jauh dari kantor pusat.
Dan semua yang Mora miliki saat ini,rumah besar di katakan Mansion juga pekerja2 yang menghormatinya itu adalah hasil jerih payahnya bekerja di cabang perusahaan ternama tersebut.sampai saat ini.. dia masih belum tau siapa mira yang saat ini dia kejar.
"Ayok ded...kita ke ruangan momy."
"Apakah tidak apa2..?"
"emm..tidak apa2.meski ini baru ke tiga kalinya aku datang ke kantor momy."
Semua orng menyapa dan menunduk hormat pada kedua bocah itu.sedangkan dirinya sudah terbiasa di sambut sepeti itu meski masih ada rasa heran yang mengganggu fikirannya.
meskipun dia sudah menerka2 siapa Mira yang saat ini.tapi dia tidak menyangka kenyataannya melebihi ekspetasi yang dia bayangkan.
" Eh... tuan muda kecil...
Selamat datang di prusahaan."
sambut dua resepsionis pasangan di lobi kantor pada xhian yang masuk dengan tampang gagah nya.
__ADS_1
xhian mengangguk kecil dan terus berjalan menuju lift khusus.
" tuan muda kecil,masih kecil sudah seperti pemimpin auranya." kata resepsionis wanita terkagum2.
Tampan dan ngegemesin.." imbuhnya memuji.
"Benar,aku jadi iri pada tuan muda kecil.masih kecil sudah memiliki karisma yang menjanjikan."
mereka berdua manggut2 sehingga pandangan mereka teralihkan oleh suara langkah kaki dari arah pintu.
" Pagi kakak2 cantik dan tampan." sapa xhuan seprti biasa.
" eh..pa_pagi tuan muda kecil kedua .." sambut mereka sedikit tergagap dengan kemunculan xhuan dengan rama yang sedikit akrab namun asing untuk mereka.
" Tuan ini...? apa anda ada keperluan dengan presdir kami.?" tanyanya dengan menatap wajah rama yang menurutnya aneh.
" Apakah anda pernah datang atau bekerja sama dengan prusahaan kami.?" tanya mereka memastikan.
xhuan mengernyit bingung.krna ini pertama kalinya sang dedy datang ke kantor sang momy dan tak melakukan kerja sama dengan momynya. jadi pertanyaan kedua kakak2 di depannya ini salah.
sedangkan xhian yang tak jauh di depan lift khusus sedikit menangkan perkataan kedua pekerja itu.
"Oh,iya nak...
permisi..." kata rama denga. senang hati.dia melangkah sambil membetulakn jasnya.
"Xhuan,ayok sayang."
"Dedy duluan.
Dia itu dedy ku.kalian harus menghormatinya."
" Maaf tuan muda kecil.bukan maksud kami seperti itu.kami pikir kami pernah melihatnya,tapi setelah tau jika beliau adalah suami bu presdir kamipun menyadari jika kami tidak pernah bertemu dengan beliau..tapi kami hanya bertemu dengan anda dan tuan muda xhian yang memilki wajah yang sama dengan beliau.. itu..." jelas resepsionis laki2 dengan rasa bersalahnya..
" Jadi kalian merasa bertemu dengan dedy ku.?"
mereka mengangguk cepak
"Maaf tuan kecil,maaf..."
__ADS_1
".aku maafin kalian.jangan di ulangi lagi."
"Baik tuan muda kecil kedua."
" Xhuan cepatlah.sampai kapan kamu mau membuat ku menunggu.." kesal xhian di dlam lift yang di tahan agar tidak tertutup
" Iya iya iya,bawel dasar bocah.." grutu xhuan.
lift menuju lantai teratas. jam makan siang sebentar lagi akan tiba.
Rizwan berdiri dari kursinya setelah menerima kabar pengirim pesanannya akan segera sampai.diapun akan melangkah kan kakinya menuji lift namun menghentikan langkahnya merasa tamu terhormat sudah berada di dlam lift yang akan segera sampai tan terbuka.
Ruangan sekretaris yang berada di depan ruangan asisten pribadi itu tidak ada pintunya.hingga dengan cepat rizwan,mengetuk pembatas antar ruangan dankoridor yang di sandarnya.. memberi tanda jika semua orang harus berdiri seperti menyambut sang presdir biasanya.
Meski heran semua langsung mengerti aba2 yang biasa rizwan berikan itu.mereka berdiri dengan mengernyit di samping meja masing2.
dentingan lift memperlihatkan ketiga orang yang sangat mirip itu keluar dari lift.
" Selamat datang di kantor pusat A3 Tuan Rama dan tuan muda pertama,tuan muda kedua." sambut rizwan mewakili yang lain yang hanya mendemgar dan menunduk hormat.
" Maksih rizwan.apakah mira di dalam.?"
" Ada tuan,mari silahkan.." rizwan mengiring mereka menuju ruangan pintu tunggal di ujung koridor.
" Kalian,kembalilah bekerja.." printah xhian pada yang lain."
"Bekerja sebelum istirahat yang akan tiba 10 menit lagi.kakak2 ganteng dan cantik " sambung xhuan sebelum meninggalkan merek.
" Baik tuan muda kecil. "
"Siapa tuan Rama yang pak rizwan katakan tadi.apakah kalian melihat wajahnya..?
"lebih baik kita bekerja lagi.kita tanyakan nanti pada ketua."
heboh mereka dan kembali bekerja.untuk rasa penasarannya mereka kan menanyakannya nanti.
setelah mengantarkan ketiga tamu penting presdirnya.rizwan bergegas untuk melihat pesanannya sudah tiba atau tidak dan dia juga harus melihat koki prusahaan apakah sudah menyiapkan makan siang untuk keluarga kecil presdirnya atau belum.
dia menghela nafas lelah.
__ADS_1
...π±π±π±π±...