Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_59


__ADS_3

Tubuh mira telah di baringkan di atas ranjangnya dengan hati2 oleh rama.xhian xhuan dengan cepat duduk di masing2 sisi mira setelah rama memberi ruang pada anak2nya.. dengan wajah bersalah mereka diam menunduk melihat mira yang terlelap.


Rama pun ikut duduk di sisi mira dekat kaki..dia melihat kedua putranya yang khawatir seperti dirinya.


" Anak2, istirahat ya nak."ujarnya dengan sedikit berbisik.


"momy gk apa apa kok.dia sedang istirahat karna kelelahan." imbuhnya.


"Aku tidur di sini ya dedy."pinta xhuan


"eemm boleh,tapi lepas dulu sepatu dan bersih2 dulu ya."


"Aku akan cuci kaki dan tangan saja..."


"Iya,itu saja juga tidak apa2..."


xhian pun beranjak lebih dulu yang langsung di ikuti oleh xhuan.


setelah kepergian kedua anak2nya,ra membuka blezer kerja mira agar tidurnya lebih nyaman, dia juga merapikan rambut mira yang tergerai agar tifak mengganggu istirahat belahan hatinya.Tak lupa pula dia mengecup kening dan bibir mira dengan cepat dan lembut.


setelah nya.. rama melepas sepatu mira yang masih belum dia lepas tadi.usai melakukan itu rama meletakkan blezer dan sepatu mira ketempatnya.ini pertama kalinya dia melakukan hal lembut pada seorang wanita dengan tulus hati.


"Kalian sudah bersih2.?" tanya rama di saat dia akan meletakkan blazer mira ke keranjang kotor.


"Ya dedy..."sahut xhuan.dan xhian dia masih mengunci mulutnya.


kedua anak tampan itu melangkah menuju ranjang.


"pelan pelan naiknya supaya tidak mengganggu momy kalian."


"hmmmm.."

__ADS_1


"Ok ded.."


mereka merangkak denan pelan dan berbaring di masing2 sisi mira,memeluk momynya denan pelan.


xhuan mulai memejamkan mata sambil bergumam kata maaf darinya.sedangkan xhian,dia melirik rama sebelum sudut bibirnya tertarik membentuk senyum tipis di wajah tampannya.


...semoga saja hal ini trus meningkat dengan ketulusan hati mu....


Xhian pun memejamkan mata.sebenarnya dia terus memperhatikan rama yang dengan lembutnya merawat momynya yang sedang terkejut hingga tidur bahkan dia juga melihat rama yang mencium momynya.selain itu,di tengah2 ke khawatirannya,rama masih menenangkan dirinya yang merasa bersalah krna sudah membuat momynya terkejut hingga hampir pinsan.


Rama berbalik melangkah dengan pelan mendekat pada ketiga orabg yang sangat berarti untuknya.


dia tersenyum melihat pemandangan yang membuat hatinya damai.. tak mau di biarkannya,rama mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan nya..dan di jadikannya langsung sebagai wallpaper ponselanya.


"Selamat istirahat kalian yang ku sayang." lirihnya dan mencium satu2 dari mereka termasuk mira yang kembali dia kecup.


Rama pun membaringkan tubuhnya di sofa kamar mira,meski tidak nyaman krna kekecilan namun rama tak mempersalahkannya.


"Terserah kamu saja.."


rama tersenyum dengan balasan mira.


sejak kejadian mira yang tumbang krna kaget mengetahui kedua putranya bermain senjata api sejak belia..diapun tidak lagi memberi jarak pada rama.karna dia tau rama juga tidak akan menyerah padanya dan anak2nya.


Dia hanya akan mengikuti arus.. tidak langsung menerima dan tidak juga menolak..biarlah waktu yang akan menentukan bagaimana akhirnya mereka.


"Dedy... temani aku bermain game.. xhian tidak mau menemani ku." pekik xhuan di halaman samping.


xhuan duduk di karpet ruang keluarga,dia sedang memilih2 permainan apa yang akan dia mainkan.menekan2 tombol stiknya sambil menunggu sang dedy menghampirinya.


"Hem..anak itu..."

__ADS_1


"Pergilah,temani dia kalo tidak dia akan membuat keributan."


"Kalo gitu aku akan pergi,kalo butuh bantuan panggil saja aku." mencuci tangannya di wastafel.


"mmmm..


pasti xhian sedang bermain dengan lapotopnya sehingga dia tidak ingin meladeni adiknya. anak itu! apa sebenarnya yang dia lakukan sehingga melarang ku untuk dekat2 dengannya di saat aku ingin melihat dia sedang fokus dengan laptopnya bahkan dia melarang ku menyentuh laptop nya itu." grutu mira sambil trus memasak.


Di dapur.. mira yang sedirian dihampiri oleh sally yang baru keluar dari ruang kerja setelah memeriksa berkas2 kantor.dia membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin.


rama benar2 berusahan keras untuk kembali berhubungan dengan mira dan anak2.


usai meminum air,sally bersandar pada lemari es,dia melihat ke arah Mira dan melirik ruang keluarga yang masih terlihat dari sana.


" Rencana mi gimana.?


Rama sudah tinggal di sini cukup lama,bukan!


sudah ada niatan untuk bersama nih.?"


pertanyaan sally membuat mira seketika tertegun.dia menghentikan sejenak mencuci peralatan masaknya.


"Gk tau. aku gak mikirin terlalu banyak dengan semua ini.tapi aku gak nolak juga." lirihnya dengan raut sendu dengan memikirkan jalannya kisah antara dirinya dan rama,ayah dari anak2nya.


hampir lima tahun berlalu,aku tidak tau apakah perasaan ku padanya masih benar2 ada untuknya atau sudah hilang kikis waktu.. jika masih ada!aku tidak bisa membedakan perasaan ku ini tulus atau hanya ke egoisan ku yang hanya ingin membalas perbuatannya dulu yang akhirnya aku akan mencampakkannya.tapi setelah semua ini,dengan semua serbuan dia yang sangat kuat ini,aku tidak yakin aku tidak terpikat lagi padanya.


"Mira,dia ada kemungkinan mendekati mu hanya untuk anak2 atau apa.?"


"Aku tidak tau Sal.."


" Dulu pernah kelewatan karna kesalah pahaman yang dia dengar dari perbincangan antara kamu keluarga mu saat ulang tahun mu yang entah ke berapa.namun krna kesalah pahaman nya sudah terselesaikan,Jika sekarang masih cinta jangan menolak.jangan sampai kelewatan lagi.jika di fikir2 Rama juga lumayan.dia bisa menghadapi apapun bersama mu dan bisa melengkapi kasih sayang yang di inginkan anak2 selama ini."

__ADS_1


...÷÷÷÷÷...


__ADS_2