Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_68


__ADS_3

Rama meraih ponselnya..dengan cepat dia mengetik sesuatu pada layar ponsel itu dan dikirimnya pada seseorang di sana agar dia menyesuaikan jadwalnya.


kalo aku gk ngabarin,takutnya dia sedang sibuk.


batinnya lalu meletakan kembali posnelnya pada saku jasnya.


Memakan waktu 25 menit,akhirnya rama sampai pada tujuannya.dimana dia telah di tunggu oleh pria yang lebih tua sedikit darinya dengan setelan modisnya.bak pekerja kantoran.


" Selamat pagi tuan Rama..."


"Pagi tuan cakra...semoga saya tidak merepotkan anda.."


"Hahaha tentu saja tidak...bukannya ini perkara uang,jadi anda tidak perlu sungkan.."


rama membalasnya dengan tawa juga.


mata pria itu teralihkan pada kedua anak kembar itu membuat nya langsung menangkap jika anak2 itu adalah putra2 dari kliennya ini.


" Ini putra2 anda.?"


"Benar..mereka adalah hasil cocok tanam saya yang di lakukan dalam semalam."


" Wah,anda benar2 hebat..." mereka kembali tertawa membuat xhian yang mengerti jengah.


" Saya saj...


"Apakah kalian bertemu hanya untuk membicarakan hal2 tak penting itu..?" ketus xhian menghentikan mereka.


kedua pria itu seketika bungkam.


"heh,benar2 tidak profesional.." kesal xhian kembali masuk kedalam mobil.


" Maaf,sifatnya memang sangat dingin tuan.."


"owh tidak masalah.saat besar dia.akan menjadi pria yanb sukses tuan rama.."


"Ya,pasti itu..." bangga rama.


sedangkan xhuan hanya mengernyit heran dengab apa yang terjadi.


" Jika begitu mari kita menuju gedung yang pertama.."


Akhirnya mereka melakukan apa yang memang harus di lakukan.


setelah berjalan selama 12 menit mereka sampai pada gedung pertama... jika di kira2 perjalanan dari mansion ke gedung pertama ini akan memakan waktu 1 jam lebih.memikirkan itu saja membuat rama tidak ingin memilihnya.dia ingin prusahaannya tidak terlalu jauh dari mansion dan kalo bisa dekat dengan perusahaan milik Mira.


Mengelilingi gedung,melihat setiap desain antar ruangan.itu yang di lakukan oleh mereka...dua gedung prusahaan sudah mereka lihat namun maaoh belum membuat Rama mengambil keputusan.alasannya hanya sepele yaitu terlalu jauh dari tempat tinggalnya.karna dia masih ingin banyak2 menghambiskan waktu bersama keluarga kecilnya.


Tidak berenti sampai di situ karana masih tinggal tiga gedung lagi yang masih belum mereka datangi..


Xhuan sudah terlihat lelah dan bosan.


" Xhuan.. mau tidur siang.?"

__ADS_1


" Gk ded,aku hanya lelah saja."


" hmmm... mau beli sesuatu agar lelah mu hilang,atau kamu tidur saja sebentar Nak."


" Boleh beli cemilan ded..aku pengen ngemil."


" Boleh,xhian mau juga Nak.?"


" Terserah.."


" Pak,berenti di supermarket yang ada di depan ya pak.."


"Baik tuan."


Namun toko kecil seprti super market jarang ada di jalan ini yang ada hanya toko2 kecil jalanan yang memenuhi jalan.


" Tuan,seprtinya supermarket nya gak ada yang ada di depannya sana hanya mall tuan."


" Ya sudah,berenti di mall saja.."


Rama menghubungi pam Cakra yang menaiki mobil lain di depanny.dan pak cakra pun memakluminya..


" Mau ikut apa tidak masuk ke dalam.?"


" Mau..." Sahut cepat xhuan.


" Tapi gendong ." imbuhnya merentangkan kedua tangannya pada rama.


Rama hanya bisa tersenyum dan melakukan apa yang di inginkan putranya itu.


" tidam,aku di sini saja."


"oh ok... dedy pergi dulu sebentar ya nak.."


"eem." sahut gumam pelan xhian membuat rama tersenyum lebar.


" Pak,jagain putra sulung saya...jangan ditinggal."


" Baik tuan besar..."


rama masuk ke dalam mall bersama xhuan dalam gendongannya..meninggalkan xhian yang sedikit menggerutu dengan perkataan rama yang menitipkannya pada supir.


" Dia pikir aku,aku masih bayi yang harus di jaga.. dasar menjengkelkan sekali."


sang supir yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa dengan gerutuan tuan muda pertamanya.dia tidak bisa melepas tawanya krna tidak ingin meneriman tatapan tajam oleh xhian yang super duper dingin dan menusuk.


terlihat tak jauh dari mobil rama yang berenti terlihat mobil pak cakra juga ikut berenti,menunggu sang klien terhormat sebelum melajukan kembali kendaraannya.


10 menit lamanya.akhirnya yang di tunggu datang juga dengan rama membawa satu kantong yang di penuhi cemilan yang di pilih oleh xhuan.sedangkan xhunan anak itu berjalan dengan menikmati es crime di tangannya.


" Nih xhian.. buat kamu.." memberikan es crime pada saudaranya yang di sambut baik oleh xhian.


" Pak,jalan..."

__ADS_1


gedung ke tiga sama2 tidak masuk dalam ke inginan rama begitupun dengan reaksi kedua bocah tampan itu yang juga memberi pendapat sehingga gedung ke 4 membuat rama sedikit suka hanya dengan melihat dari luarnya saja.begitupun dengan xhuan dan xhian yang juga terlihat suka dengan gedung tersebut.


"Kamu,sudah bilang pada momy kalo kita akan ke perusahaan.?" tanya xhian secara langsung pada rama yang mematung dengan pertanyaannya.


"Hey,kamu mendengar ku tidak...?" kesal xhian yang tak dapat jawaban daru dedy yang di ajak bicara.


" Owh,sudah...momy mu sudah menyesuaikan jadwalnya." sahut rama yang senang di campur kesal pada putra sulungnya itu.


xhian kemudian diam tak bersuara lagi.. membuat rama benar2 geram dengan putra itu.


Dia senang karna xhian mau berbicara secara langsung dengannya namun dia juga kesal dengan xhian yang tidak sopan padanya yang sebagai orang tuanya.


Kamu kamu itu apa.? ded gitu...ah..anak ini,bikin naik darah.


rama memang sudah menghubungi Mira,agar mira tidak makan lebih dulu sebelum mereka datang juga agar mira bisa menyesuaikan jadwal pekerjaannya hari itu.


" Kami pilih gedung ini saja.." kata xhian membuat rama menatapnya lekat sedangkan xhuan mengangguk kuat.


pak cakra mengalihkan tatapannya pada rama,menunggu respon rama dengan apa yang di katakan putranya.


"Pak rama.. bagaimana.?"


" owh,ya.. kami pilih yang ini saja..." putus ram membuat pak cakra mengangguk.


" Baiklah,jika begitu saya akan secepatnya menyiapkan surat2 nya.."


" Baik.. "


xhuan dan xhian meninggalkan kedua orang tua itu untuk berbincang.


" Putra anda itu benar2.. dan anda hanya menyetujuinya saja."


" Tidak.. maksud saya.sejak saya melihat gedung ini dari luar saya sudah tertarik dengan gedung ini.dan di saat masuk kedalam semakin membuat saya menyukainya.."


pak cakra mengangguk.


" Apakah tidak ada masalah dengan jarak antara rumah dengan gedung ini..?"


" tidak.ini sudah pas..."


mereka melihat kepada si kembar yang melihat2 ruangan di lantai 36 itu,lantai teratas.


" Putra anda itu...


" Mereka memiliki sifat yang berbeda.yang ceria itu putra bungsu saya,sedangkan yang sifatnya dingin itu putra sulung saya."


" Ya,mereka benar2 berbeda.. "


" Yang sulung itu sifatnya menurut dari saya.."


"Oowh astaga.. berarti orang tua anda benar2 sabar menghadapi anda ya tuan.. di lihat dari sifat putra sulung anda itu membuat saya membayangkan jika saya harus benar2 sabar menghadapi sifat anda di kala itu...hahaha..."


"Ya..."

__ADS_1


perbincangan itu akhirnya selesai dengan jabatan tangan oleh keduanya.tinggal menunggu surat2 gedung itu saja untuk menyelesaikan kesibukan pemindahan prusahaan yang berakhir dengan pemindahan pegawai dari prusahaan pusat dan pencarian pegawai untuk menggantikan para karyawan yang tidak ingin pindah krna alasan keluarga.


...++++🌲++++...


__ADS_2