Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_49


__ADS_3

Waktu makan siang telah tiba... Miranda Angelia kini beranjak dari pembaringannya,meregakan tubuh merasa pegal.efek dari tidur di sofa memang tak senyaman tidur di ranjang mempuk.


"Seharusnya tadi aku tidur di ruang istirahat saja." sesalnya..krna terlalu malas dan ngantuk dia memilih merebahkan diri di sofa enggan untuk melangkah menuju ruang istirahatnya yang hanya berjarak 15 langkah dari kursi kebesarannya itu.


Membasuh wajah untuk menyegarkan diri,Miranda kembali melangkah pada meja kerjanya setelah mengelap wajahnya yang basah,duduk kembali menghubungi sekretarisnya.


" Ya presdir,ada yang bisa saya bantu.?" sahut sang sekretaris yang seprtinya menjeda makan siangnya.


"Lina,apakah Sally sudah kembali..?"


"Belum presdir.. apakah ada pesan untuk nona sally jika nanti beliau kembali.?"


"Tidak... selesaikan makan siang mu,dan tolong siapkan makan siang untuk ku."


"Baik presdir.. akan segera saya lakukan."


"Tidak pelan2 saja.selesaikan saja makan mu dengan pelan,lalu siapkan makan siang ku.aku masih bisa menunggu karna tidak terlalu lapar." ucp mira menegaskan.


Dia tidak ingin hanya karnanya..bawahannya malah harus menunda makan siangnya.ini bukan kondisi rapat.. tapi jika berada di waktu rapat maka semua harus menahan rasa lapar jika Nona presdir mereka tidak beranjak dari kursi kebesarannya.


"Baik nina presdir."


Sambungan telfon terputus.. mira mencari nomer ponsel putranya untuk menanyakan keberadaan kedua bocah gembar itu.


"Hallo mom.." seru suara kecil namjn dingin milik xhian.


" Hallo sayang, belum pulang.?"


"Belum mom.aku sama xhuan sedang makan siang di restoran."


jelasnya tampa menyebutkan Rama yang berada di antara mereka.


" owh.. jangan makan makanan sembarangan.trus kalo udah langsung pulang ok."


"hmmm... sesudah ini kami akan pulang mom."


xhian.. momy telfon? mony udah pulang?"


seru xhuan yabg terdengar oleh mira yang tersenyum di kantornya.


"momy sedang bertanya pada ku,bukan kamu..


xhian,kamu menyebalkan sekali.. berikan ponselnya biar aku berbicara pada momy.

__ADS_1


Diamlah kau penggangu..."


Mira hanya bisa geleng2 kepala mendengar perdebatan kedua putranya di seberang telfon.


"Sayang,berikan saja..." seru miranda pada xhuan.


"Tidak.. biarkan saja dia mom..dia itu melupakan momy krna sudah bertemu dengan orang baru.."


"Xhian..." pekik xhuan kesal dengan perkataan kakanya yang menyinggung sang dedy.


"Dedy,jangan dengatkan perkataan kejam xhian..dia memang suka sekali membuat orang kesal."kata xhuan menghibur dedynya yang sedari diam mendengarkan.


Rama memaksakan senyumnya,sambil mengangguk kecil.


"Dedy tidak apa2 kok nak.itu memang kesalahan dedy." imbuhnya dlam hati.


Mira yang merasa pembicaraan ini harus berakhir,memilih untuk memutuskan panggilannya.


"Ya sudah.makan yang banyak tapi jangan berlebihan ya..xhian bilang juga pada xhuan,dia selalu lupa jika berhubungan dengan makanan enak.udah dulu ya nak... sampai jumpa nanti rumah."


"Iya mom.. kami juga akan segera pulang.sampai jumpa di rumah momy"


Akhirnya sambungan telfon terputus bertepatan dengan ketukan pada pintu di ruangan Mira.


"Maaf nona presdir,makan siangnya..."ucap sekretaris lina yang membawa nampan berisi dua piring di atasnya.


"letakkan saja di meja sofa lina.dan siapkan tolong siapkan es jeruk dengan air dingin."


"Baik nona presdir."


Lina meletakkan dua piring itu di as meja.dua piring dengan hidangan berbeda.setelahnya.. lina menuju ke arah patri kecil yang ada di ruangan presdir... membuat es jeruk serta air putih sesuai keinginan atasannya.


"Nona presdir.. silahkan menikmati makan siang anda.." ucap lina yang sudah menyelesaikan persiapan makan siang untuk Miranda.


Beranjak dari duduknya,miranda pun melangkah menuju sofa. "Trimakasih Lin...kamu sudah boleh keluar."


"Baik,permisi presdir.."


Mira menikmati makan favoritnya... memakannya dengan lahap dan menghabisinya hingga tandas.perutnya terasa sangat lapar setelah krna sarapan nya tadi kehilangan selera.dan beberapa menit lalu dia berbohong pada Lina jika dia merasa tidak terlalu lapar krna tidak mau mengganggu mkan karyawanny.diapun menandaskan makan dan minumnya.


...***...


Di restoran mewah... Rama dengan kedua putranya juga telah menyelesaikan makan siang mereka.. setelah mengikuti rapat direksi di perusahaan ke uangan milik keluarga Akio.

__ADS_1


Pada rapat 26 menit lalu yang memakan waktu kurang lebih satu jam itu.. Rama sudah menegaskan jika Anak yang di akuinya dan juga kelurga Akio hanya Xhian dan xhuan putra yang lahir dari Miranda angelia yang merupakan mantan tunangannya.Wanita yang pernah di sakitinya hingga wanita itu menghilang dan melahirkan kedua putranya tampa keberadaannya.


Dalam hatinya,dia menegaskan akan merebut hari keluarga kecil yang beranggota tiga itu dengan pelahan.. dan saat ini dia telah mengantongi hati kecil milik putra bungsunya dengan senang..hanya tinggal Miranda belahan hatinya dan xhian putra sulungnya yang memiliki karakter seperti dan sifat seprtinya adalah hal yang sedikit sulit sehingga dia harus lebih2 bekerja keras lagi...


Wajah rama yang sedikit masam karna perkataan xhian saat menerima telfon dari Momynya sedikit membuat hatinya kelu.. namun dia maklumi krna dia tau kesalahannya sangatlah besar dan tak segampang membalikkan tangan untuk menerima kesalahannya.


" Makannya udahan.?" tanya Rama sabar..


"Udah dedy." balas xhuan sedangkan xhian diam mengelap sisa bibirnya dan meminum minuman pesanannya.


"Ya udah. habis ini kalian mau kemana? ada tempat yang ingun kalian datangi atau.. langsung pulang saja.?" karan ingin menghabiskan waktu dengan putra2nya juga menjalankan misi merebut hati xhian dan miranda melalui kedua putranya maka,dia harus menyenangkan mereka dengan menanyakan keinginan putra2nya ini.agar mereka bahagia dan nyaman dengan keberadaannya.


"Xhian,kamu ingin kemana nak.?" tanyanya pelan agar tidak membuat anaknya semakin dingin padanya.


Xhian diam tak menyahut sedangkan xhuan sedang berfikir keras untuk mencari tempat tujuan yang di inginkannya.


"Gimana kalo ke Disneyland ded.. kita belum ke sana kan Xhian.?" tanyanya meminta pendapat.


"Terserah..."


Rama tersenyum bahagia.." Ok deh,kita kesana.. tapi sebelum itu kita mampir ke suatu tempat dulu ya nak.setelah itu kita ke Disneyland..." serunya.


"Ok..."


xhian diam mengikuti saja.selepas dari restoran,mereka menuju sebuah butik langganan Rama jika memesan jas dan pakaian lainnya,dia mampir hanya untuk mengganti pakaian kerjanya dengan setelan baju rumahan.mereka di sambut dengan ramah dan antusias apalagi dengan kehadiran fua bocah versi Rama mini.


"Ya ampun, saya benar2 tidak menyangka jika anda telah memiliki dua putra yang tampan2 Tuan Muda." kata si pemilik butik yang sedang memilih setelan baju untuk rama.


"Begitupun dengan saya.Tapi saat sangat senang dengan kehadiran mereka.mereka adalah anak2 kebanggaan saya." bahagia rama yang tak pernah banyak bicara.kali ini untuk pertama kalinya dia banya bicara dengan pemilik butik krna untuk menegaskan status putra2nya.


"Ini dia tuan muda setelannya.. Kalian akan jalan2 bersama.?" serunya menyerahkan sepasang baju biasa.


"Hmmm... saya akan menebus waktu yang terbuang selama ini." rama berlalu menunggalkan putra2 nya yang duduk di sofa tunggu tak jauh dari ruang ganti.


"Kirimkan baju kerja saya ke rumah.dan kirimkan pula setelan yang baru juga..."


"Baik tuan muda." senangnya mendapat rejeki nomplok.


"Ayok nak.. kita berangkat biar nanti pulangnya gak kemalaman.nanti momy kalian khawatir lagi.." ajaknya pada kedua bocah yang sibuk dengan gatget nya masing2.


kedua beranjak dengan xhian yang sudah menyimpan kembali ponselnya dan berjalan dengan kedua tangannya berada di masing2 sakunya.terlihat chool..


sedangkan xhuan sebalah tangannya di masukkan dlam sakunya dan satu tangan lainnya sedang memainkan ponselnya.bocah tampan yang santai.

__ADS_1


...๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ...


__ADS_2