Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_19


__ADS_3

Kepergian tiga wanita dan dua anak laki2 itu di saksikan dgn berat hati oleh Rama.Apalagindgn kenyataan yg di dengar dari mulut kecil anak laki2 yg memiliki wajah sebelas dua belas dgnnya.


"Xhuan kamu masih mau kemana?"pekik selly pada xhuan yg terlihat membalikkan badannya.


"XHUAN ANGELIO.."bentak xhian pada adiknya yg berjalan menjauh darinya..dia menatap tajam xhuan yg membalikkan badan.


"Tenang saja.. aku tidak akan melakukan sesuatu yg membuat kalilan marah.aku hanya angin berpamitan pada gadis2 cantik di sana."bals xhuan dgn tersenyum membuat selly dan aline membuang nafasnya lega.sedangkan xhian kemutar matanya malas.


Angel..dia diam tampa mau menolehkan wajahnya pada si bungsu yg kini menghampiri para anak2 di area permainan.dia tidak ingin melihat atupun memperluhatkan wajahnya pada pria yg masih menatap ke arahnya.dia bisa merasakan itu.


"Hey... aku pulang dulu ya.."pamitnya pada anak perempuan yg menangis tadi.


"hhmmm."balsnya dgn memgangguk.


"Kalo gitu,semuanya..aku pulang dlu bay👋👋.."pamitnya pada yg lainnya dgn senyum manis mempesona.


"ya.. semoga kita bisa bertemu lagi."sahut salah satu gadis lain.


"tentu.."balsnya dgn mengerlingkan matanya.Hal itu membuat para anak perempuan berjerit histeris membuat para ibu yg berada di luar untuk menjaga mereka terseyum juga geleng2 kepala dgn kelakuakn anak2 yg masih belia itu.


"dasar.. masih kecil udah tebar pesona."


"anak kecil jaman sekarang ada2 saja."


"ya ampun.. anak2 ini.."keluh para ibu2 yg menyaksikam n kelakukan Xhuan beserta para anak2 mereka.

__ADS_1


Sedangkan di tempat tak jauh dari sana,Xhian melipatkan tangannya menatap malas saudaranya.


"Dasar buaya darat.."gurutunya dan membalik badan.dia melangkah bersama angel yg di ikuti oleh selly dan aline di belakangnya.dua wanita itu terkikik geli dgn kelakuan si bungsu yg tak bisa lepas dri tebar pesonanya.. mengundang ketertarikan pada wajah2 para wanita dri muda hingga tua.


Xhuan melangkah pergi sambil melirik dua pria yg beridiri melepas kepergian kelurganya.tampa di ketahui xhian dan yg lainnya xhuan menjatuhkan sebuah kertas,sehingga menarik perhatian Maike yg sedari tadi sudah mengawasinya.


setelah mereka menghilang dri pandangannya Rama melangkah turun menuju eskalator menghiraukan panggilan Eria,dan di susul oleh Maike setelah memungut kertas yg di tinggalkan oleh putra tuan mudanya,jika tidak salah.Sampainya di depan pintu Mall maike menatap mobil yg telah memjauh yg kemungkinan jika mobil itu telah membawa separuh jiwanya.


"Ram apa2 sih kamu,main tinggalin aku begitu saja.."kesal eria yg ngos_ngosan mengejar rama sambil menggendong putrinya. Ni anak lagi,knapa gk jalan ajasih..."kesal pada putrinya.


"Ram kamu kenapa..?"imbuh eria pada rama yg menatap jauh.


Rama menulikan telinganya,dia masih menatap luas pada jalan yg berbelok menghilangkan keberadaan mobil yg dia lihat.


Rama menerima foto itu,dan tangannya tiba2 gemetar. "Mira..."gumamnya melihat senyum merekah mira berada di tengah2 kedua bocah itu. "Dia tidak berubah.."imbuhnya menatap penuh rindu pada sosok wanita di foto tersebut.


"Kedua anak ini...?"rama tersenyum.. "Mereka benar benar anak anak kami."imbuhnya dgn mata yg berkaca2.


Tampa di sadari oleh Rama dan maike,Eria ikut melihat selembaran foto yg di pegang rama yg gemetar.sketika mata eria membola dgn bibir terkatup rapan meliaht sesuatu yg tidak pernah dia sangka..dia kesal sekaligus kaget.


"MIRANDA.."pekik eria dgn keras membuat rama menatapnya tajam.


"Ram..kita akan menikah,kamu tidak boeh berhubungan dgnnya lagi.."kesal eria pada rama dan tangannya ingin merebut selembaran foto itu.


"Dalam mimpi mu.."dingin Rama meninggalkan Eria yg sedang meraung2 akan sifat rama yg tak pernah berubah padanya.

__ADS_1


"Ram kamu mau kemana.?jangan pergi..?Ram kita akan menikah ram..,rama rama..."pekik eria mengundang tatapan tak heran dri org2 sekitarnya.


"Brengsek kamu miranda.. dasar ****** awas saja kmu..""keslnya dgn mengepal kedua tangnnya,dia menghiraukan putrinyà yg tengah menangis krna takut padanya. "Apa yg kamu lihat dari dia ram.. bahkan kamj sudah tau sendiri jika dia sudah punya anak,bahkan anaknya dua.."Eria yg memang tidak dekat dgn rama saat kecil, dia tidak bisa melihat kesamaan anak2 di foto itu dgn rama kecil.


"Arrrgh sial...."pekiknya.. lalu dia menarik tangan putrinya dan membawanya pulang secara paksa,menghiraukan tatapan tak suka diri org2 yg ada disekitarnya krna keluan tak berbelelas kasih pada ank kecil.


Sedangkan mobil yg membawa rombongan A3 kembali kehotel dlam ke adaan sunyi.Angel menatap kosong keluar jendela mobil sama seprti A'xhian yg sama2 duduk dekat pintu.sedangkan Xhuan yg duduk di belakang bersama dua wanita sibuk memainkan notbocknya,dan sebuah game kini dia maini dgn lincah mengadapi dgn segala keganasannya..


Selly dan aline manatap dua penumpang di depannya..melihat ke terdiaman mereka membuat mereka yakin jika mereka tidak baik2 saja.


"Xhuan kamu beneran baik2 saja..?"tanya lirih pada xhuan yg sedang main game.krna xhuan tidak serti momy dan kakaknya yg melamun dgn apa yg mereka hadapi barusan.


" Siapa bilang aku baik2 sjaa..aku kesel,ingin sekali aku menonjok dan membatingnya."kesalnya menekan2 pengaturan pengendali game... sally dan aline saling pandang.


Ni bocah bisa2 ngebongkar rahasianya sendiri pada angel kalo gini.."kata tatapan mata dri kedua wanita di kedua sisi xhuan.


"xhuan..."lirih xhian dingin tampa menoleh.


"Huh.."dengus xhuan dgn kekesalannya.membuay angel menoleh menatap kedua jagoannya.


_sampek sini dulu_


kapan2 lagi😁


byby👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2