
Di waktu bersamaan...negara dan kota yg smaa...
Glek...
menikmati alkohol dgn sekali tegukan adalah hal biasa yg di lakukan oleh Pria tampan yg masih terpelenggu dgn masa lalunya ini.
Rama sedang mengecek berkas2nya di ruang kerja yg berada di apartemennya.. menatap malas2nya pada bebrapa angka yg membuatnya kesal.
Bagaimana tidak.. dia harus rugi puluhan juta dgn kelakuan di bangkot pimpinan perusaan Isuki,perusahaan yg awalnya akan dia jebak dgn puluhan juta bunga dan pajak atas pinjaman yg mereka pinjam satu bulan lebih yg lalu.Dan sialnya rencananya tidak berjalan dgn lancar.. malah dia yg termakan jebakannya sendiri.. sungguh sial,krna dirinya telat bertindak.
"cih.. dasar tua bangka br*ngsek..."umpatnya kesal,dia pun beranjak dri kursi kerjanya dan menatap langir malam dri balik cndela dan horden motif langit dgn awannya yg berwarna biru langit dan putih.
"aku yg ingin menjebaj merek kini malah aku yg terjebak.."lirihnya yg di susul dgn tawa kecilnya.Rama menertawakan kebodohannya sendiri.
"Benar2 sial.. untung uang tabungan ku masih bisa mengganti rugikan ini untuk sementara waktu."imbuhnya dia bersidekap dada dgn sebelah tangannya sedangkan tangan lainnya memegang gelas kaca yg berisi alkohol kesukaannya,alkohol yg berumur puluhan tahun lalu.
Glek... Tak..
Setelah meneguk alkohol di gelasnya,dia meletakkan gelas itu di meja kerjanya kembali.lalu melangkah menuju kamarnya untuk ber istirahat kran besok dia harus kembali berkutat dgn pekerjaannya apalagi di waktu yg terlalu larut malam ini,tepatnya sudah tengah malam.
"Selamat tidur belahan jiwa ku.. di manapun kalian berada semoga kalian slalu dlam ke adaan baik2 saja dan sehat..aku akan selalu memperjuangkan kalian setelah menemukan kalian nanti. "ucpnya menatap selembar foto di tangannya yg di tatap penuh kasih sayang oleh mata yg selalu memancarkan tatapan dingin.
Mendekap selembar foto di dadanya dgn senyum yg mengembang sekaligus mata yg perlahan terpejam dgn sebutir air bening yg luruh di sisi matanya yg akan menuju alam mimpi,tidur yg di harapkan bertemu dgn ketiga belahan jiwanya..
Tak beda jauh dari Apartemen yg di tinggali oleh Rama.Angel atau Miranda.. wanita cantik ini juga telah merebahkan tubuhnya di ranjang berukuran King zise di kamarnya ini.Kamar dri rumah yg sudah di siapkan oleh Sally selama mereka tinggal di negara kelahirannya.Rumah yg tidak jauh berbeda dri Mension miliknya di Amsterdam tempat tingganya selama lima tahun lebih ini.
Setelah membersihkan diri dgn air hangat juga mengabari keluarganya di Negara AS kota A, Angel mulai memejamkan matanya tampa melihat2 rumah yg dia tempati.Dia tidak mau repot2 untuk memeriksa rumah itu sebab masih banyak waktu untuknya melihat tempat tinggalnya ini.
__ADS_1
...***...
Di negara As kota A... dua bocah yg baru saja mendapatkan kabar dari sang hanya bisa cemberut kesal krna tidak di perbolehkan ikut,namun tenang saja,dgn otaknya yg emcer dan licik mereka sudah menyiapkan rencana untuk menyusul sang momy ke negara C,negara kelahiran sang momy.
Mereka menyeringai melirih Sally yg duduk lesehan di pertengan sofa dan meja yg tak jauh dari mereka dgn ekor matanya.
"ssssshhhtttt..."merinding sally seprti ada sesuatu di belakangnya yg membuat bulu kuduknya berdiri.diapun menoleh pada kedua putra angkatnya yg sedang duduk di sofa panjang yg berjejer bersama.
"Kalian udh dapat kabar dari momy kalian.?"tanyanya pada kedua bocah yg sudah sibuk dgn ganget masing.
"hnm."sahut di dingin xhian.
"Sudah.. momy baru sampai dan di sana sudah tengah malam jadi momy ingin istirahat untuk kegiatannya besok makanya itu telfonnya momy gk bisa lama2.." sahut xhuan yg kembali sibuk dgn permainan game onlinenya.
Sally manggut2 sambil memeriksa berkas di depannya. "Owh untuk anak2 ku tersayang,mama angkat mohon ya pada kalian untuk tidak berbuat onar kali ini.. mama benar2 sudah sangat sibuk dgn semua pekerjaan mama jadi mohon kalian mengerti ok." pinta Sally tampa menatap pada kedua bocah yg di ajaknya berbicara.
Tak ada kawab,kedua bocah tampan itu diam seribu bahasa bahkan hembusan nafasnyanya tak terdengar saking halusnya.
"Kalian dengerin mama gk sih.?" katanya dgn suara yg sedikit meninggi.
"Dengar.."jawab Xhian yg di angguki oleh xhuan.
"Kami tidak budek ya mama angkat.."imbuh xhuan yg masih fokus pada permaiananya.
"Yapi kenapa kalian tidak menjawab perkataan mama tadi.?!"
"owh masalah itu.."xhuan kembalk berseru dan kemudiN detik berikutnya mereka menoleh secara bersamaan sambil tersenyum menyeringai yg membuat Sally menelan ludahnya kasar.
__ADS_1
"Itu tergantung peforma mama angkat beberapa hari kedepan."ujar xhian dgn masih dgn senyum menyeringai penuh arti..
Glek...
Dasar dua bocah menyebalkan,untung sayang kalo gk udah ku lelepin kalian di danau ikan belakang mension."
batin selly meronta2 kesal yg teramat kesal.
aaaa... punya anak yg terlalu pintar itu benar2 menyusahkan apa lagi mereka ada dua yg memiliki pemikiran licik juga..
imbuhnya geram namun dia tidak bisa berbuat apa2.. dia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan di angkatnya ke udara..
"aaaaaaaaaa...."triaknya melepas kesalnya dlam rumah membuat xhian dan xhuan tertawa menang,sedangkan belasan pekerja sudah ber istirahat sebagian.sebagiannya lgi hnya bisa geleng2 kepala dgn ke adaan yg familiyar bagi mereka.
*Ti*nggal menuggu waktunya tiba..
โข
โข
Sory Upnya lama๐๐
Jangan Lupa tinggalkan jejaknya๐๐
LIKE๐๐
VOTINGโญ๐
__ADS_1
dan ๐๐
By by๐๐๐ jumpa lagi๐