
Bruk...
seketika kedua kaki mira lemas di buatnya..tubuhnya limbung dan jatuh terduduk di sana. jawaban putra sulungnya ini membuatnya shock.ternyata sejak masih belia kedua putranya melakukan hal yang berbahaya.
" Mom..Mir.." pekik ketiga laki2 beda usia itu khawatir...
Dengan cepat mereka menghampiri wanita tercinta mereka.rama merangkul mira dengan posisi masih duduk di lantai sedangkan kedua putranya bersimpuh di depan mora menatap mira dengan bersalah.
"Momy maaf...Kami..." xhian dengan mata yang mengembun berucap lirih merasa bersalah.
"Sudah ya nak.. momy mu butuh istirahat.dia gak apa2...ok." kata rama menenangkan putra2nya.. sedangkan mira memijit pelipisnya krna pusing yang tiba2 menerpanya.
" Kita pulang ya.." ajak rama pada mora dan kedua anaknya.
keduanya mengangguk,sedangkan mira lebuh memilih tetap memjamkan mata dengan mencoba berdiri dari rangkulan rama..
Akh
seketika tubuh mira melayang membuatnya terpekik kaget.
" Biar aku gendong,kamu istirahatlah..sandarkan kepala mu pada ku.."
Mira diam dan menurut.
mereka meninggalkan taman hiburan dengan salam.hormat dari pekerja.. di area menembak.. sedangak yang lainnya menunduk hormat krna menegetahui jika tuan muda kota itu ada di hadapan mereka.
" Pulanglah istirahat,urusan di sini biar aku yang mengatasinya." kata sally di saat rama.menghentikan langkahnya di depan wanita itu.
" hmmmm.."
" Trimakasih,kami pergi dulu.."
"Ya hati2 di jalan..anak2..kalian membahayakan mama dan mami.." lirihnya pada kedua bocah yang mengacuh kannya.
"Ck,dasar menyebalkan." grutu sally.
diapun kembali melanhkah menemui para investor dan klien yang ada di sana.
...____...
" tuan.. bolehkan saya duduk di sini.?" tanya wanita yabg sudah di ketahui telah mengikutinya beberapa hari ini oleh pria yabg di sapanya.
" Tentu.. apakah kita peenah bertemu.?"
" emmmm...sepetinya begitu.." balasnya dengan sensual.
kenapa aku ingin muntah ya..
"Apakah iya..?
"Ya,namun sayangnya kita tidak peenah berkenalan sebelumnya."
__ADS_1
"mungkin saja.." manggut2 mengerti.
"Kalo begitu,perkenalkan nama saya biar tuan mengingat saya jika kita tak sengaja bertemu lagi.." menjulurkan tangannya pada pria tersebut.
"Eria angelina Wilboard.."katanya dengan senyum ramah yang cantik menggoda.
" Arafan.." balsnya dengan senyum has nya .
ngomong2 pertama kita bertemu di mana ya nona.?" tanya arafan lagi,pura2 lupa.
" Di mini market ## dua hari yang lalu..fan.eh bolehkan saya panggil anda seprti itu.?"
mengangguk pelan.." tentu..,anda tidak pesan..silahkan pesan sesuatu saya yang akan mentraktir anda,anggap saja sebagai salam perkenalan kita." katanya dengan sok loyal.
" Trimasih juka begitu.."
Arafan menangangguk dengan mengangkat gelas wins di tangannya.
" Mas,Koktailnya.."
"Anda kuat minum juga ya nona.. koktail di negara ini lebih kuat dari negara2 lainnya loh."
" Eria..,panggil saja eria fan.Tidak juga.. tapi saya memang suka minuman keras.krna aku sedang melakukan pendekatan dengan mu,untuk menjerat mu dalam dekapan ku.."
eria tersenyum membatin.
arafan mengangguk sambil melirik ke sudut kursi yang tak jauh dari sana.. melihat sang kekasih yang sedang mengawasinya
Arafan mengedipkan sebelah matanya dengan memberi ciuman jauh pada kekasihnya yabg di balas dengan gelengan kepala serta senyum manisnya.
seiring berjalannya waktu,arafan dan eria terus berbincang2 di bawah pengawasan Nia, hingga di mana eria mulai tak sadarkan diri karna terpengaruh minuman alkohol.
ternyata dia tidak sekuat itu.." gumam arafan yang terdengar oleh kekasihnya yang sedari tadi memdemgar percakapan arafan dengan eria melalui aerpiece yabg tersambung dengan perekam suara di baju arafan.
" Eria,eria..nona eria,anda baik2 saja kan.?" tanyanyapada eria yang setenag sadar.
" aku baik2 saja."
arafan mengangguk. " sepertinya anda tidak bisa pulang sendiri.apakah ada ornag yang harus saya hubungi untuk menjemput anda.?"
" em em em.. " menggeleng cepat..
Tidak..tidak akan ada yang akan menjemput ku,fan.aku tinggal sendiri di negara ini."
"Lalu..?! apakah anda mau saya bukakan kamar hotel di sni untuk anda bermalam.? krna sudah cukup malam saya juga harus pulang."
" Bawa saya kerumah anda saja,toh kitakan sudah mulai dekat."
Dari mananya..?
"Atau kita buka kamar hotel saja untuk kita bermalam bersama."
__ADS_1
ogah.. memang aku setidak lakunya begitu seprti kamu.
mana mau kekasih ku dengan wanita seprti mu ,jal*ng..
"Apakah anda yakin.?"
" Hem.. aku ingin menikmati malam ini dengan anda..."
arafan tersenyum " saya harap anda tidak menyesal nona.."
eria menatap arafan dengan senyun menggoda.
"tentu saja tidak,sayang....
*sayang sayang pala mu..."
hah.. benar benar jal**ng*.
Nia bangun dari duduknya,dia pun mendekat ke arah tuannya dengan ekspresi sepeti biasa.dingin.
" Tuan.. siapa nona ini.?" tanyanya pura2 tidak tau.
" Aku,kekasihnya.." sahut eria dengan mabuk..
" Nia,pesankan aku kamar di lantai atas."
"Baik tuan.."
dengan tertatih arafan merangkul tubuh eria menuju kamar yang di pesan Nia.Kamar yang di dlamnya sudah ada seorang pria yabg sedang menunggu kehadiran mereka.
" palan2 jalannya eria,kita akan segera sampai..."
"eem..kamu sangat lama.." merebut kunci dari tangan Nia.
Biar aku yang membukanya,kamu boleh pergi dari sini jangan menggangu kesenangan kami ."
Nia memutar bola matanya malas.
Klek pintu terbuka,membuat eria terhuyung kedepan yang dengan sigap tubuhnya di rangkul oleh pria yang menunggunya di dalam kamar.
"Arafan sayang..ayo kita mulai.."katanya langsung melahap bibir pria itu dengan buasnya.
Pria itu menoleh, yang di angguki oleh Arafan dan Nia bersidekap di depan kamar.
"emmm..." balas pria itu lalu menutup pintu setelah arafan dan nia masuk dalam kamar yang berhadapan.
Mereka tidak bisa kembali ke apartemen merek karna besok pagi2 sekali arafan harus pura2 terbangun di samping Eria.
" I love you Honey.." bisik arafan pada kekasih nya yang di balas dengan kecupan sensual menggoda.
"hmmm mie tu.." balsnya merekapun bermesraan dan melakukan hubungan intim yang sering mereka lakukan.merenggut kenikmatan surga dunia sebelum acara yang akan mengubah status mereka menjadi sepasang suami istri..
__ADS_1
...🌿...