Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_51


__ADS_3

sesudah memindahkan miranda dari ruang keluarga ke kamar utama,Rama membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya disamping Miranda dengan hanya celana selutut tampa atasan krna sudah terbiasa tidur seperti itu.tampa baju.


Merebahkan tubuhnya,menatap wajah cantik alami mira yang terlelap.sedikit kerutan terlijat di kening mira,menandakan jika dia sedang mencemaskan sesuatu atau bermimpi buruk.


Dengan perlahan,rama mengelus kening mira...lembut mengutarakan rasa yang selama ini dia pendam krna sebuah kesalah pahaman.


"Maaf..." lirihnya dengan kegiatannya,membuat kerutan di kening mira perlahan memudar.tidurnya kini damai.


"Aku mencintai mu,maaf kran sebuah kesalah pahaman aku melukai mu,sangat.... bahkan membuat mu memutuskan untuk pergikauh dari ku dengan kondosi hamil anak ku.maaf...maaf..."


kini tangannya telah terulur ke arah punggung miranda,memeluk dengan hangat.


mmmmmmmCup.


satu kecupan lama rama tinggalkan di kening mira dan kecupan rasa yang semakin memuncak dalam hatinya.


Cup.


dan kecupan kilas dia berikan di bibir ranum Miranda yang sedikit terbuka membuat wajah wanita cantik itu terlihat imut, menggemaskan.


"Selamat malam,selamat tidur semoga mimpi indah belahan jiwa ku.."


ucapnya terakhir kali karna dia juga sudah mulai merasakan kantuk yang kembali menerjang.


Tidur rama kali ini terasa amat nyaman dengan.keneradaan Mira dalam pelukannya,pelukan posesif namun tak terlalu erat takut mengganggu tidur miranda.


setelah sekian tahun tidur nya hanya sekedar mendaratkan tubuh di ranjang dlam beberapa menit atau tidak sampai dua jam..kali ini tidur rama cukup pulas melebihi kemaren malam di saat pria itu tidur dengan sang putra.


Waktu berlalu pagi mulai menyapa para mahluk di bumi negara Jepang dan sekitarnya itu.

__ADS_1


Angin dingin menembus,masuk melewati cela cendela membuat suhu dlam kamar semakin dingin membuat miranda semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh rama tampa di sadarinya.meskipun udah terbiasa dengan cuaca dingin di saat musim salju atau misim dingin lainnya,namun tetap saja yang namanya dingin itu membuat miranda harus mencari sesuatu yang membuatnya nyaman dalam ke adaan sepeti itu.


Contohnya pada saat ini.dia memeluk tubuh rama dengan nyaman krna.rasa hangat yang dia dapatkan setelah memeluk guling hidup di sampingnya.


Rama yang merasakan pergerakan mira membuat tidurnya terusik.pergeralan2 intens itu membuat adik kecilnya yang sudah lama menahan nafsu makan menjadi semangat 99.


"egh....wanita ini.apakah dia tidak sadar dengan apa yang dia lakukan.?" gumamnya,menahan gejolak hasrat dlam dirinya.


menarik nafas dan menghembusan nya pelan....menahan nafas mengigit bibirnya agar erangan nya tak lepas dri mulutnya membuat urat2 di lehernya menonjol kuat.


Harus menahannya agar tak membuat kenangan dan kesalahan yang kedua kalinya.yang akhirnya membuat jarak di antara dirinya dan mira menjadi semakin besar... dia tak mau itu.


Pikiran rama berkecamuk.membuat si kembar berda sifat membisikinya.


Hitam : kenapa harus di tahan.kamukan sudah puasa cukup lama. makan saja toh dia sudah menjadi ibu dari anak2 mu.


Hitam : Alah... gak usah dengerin si cungkring itu.bukannya adik kita yang di bawah menginginkannya.lakukan saja supaya dia hamil lagi dan dengan begitu kalian semakin terikat.


Putih : tidak boleh.benar2 todak boleh.


Hitam : Boleh... (mendekat dan menjambak baling2 di atas kepala si putih), mao lo gue bunuh.?"


Putih : tidak boleh tetep tidak boleh.(menarik tanduk si hitam) bunuh saja.kalo gitu kamu gak punya sodara...


Tangan mira mulai bergerak lagi,meraba memastikan akal fikirnya yang masih setengah2.


Hitam.: Emang kamu sodara gue?


Putih :Iya, wajah kita sama.. lihat kan..."

__ADS_1


Hitam : Eh iya... berpelukan soudara.. ( katajya lupa akan jatidirinya yang sebagai hantu.)


Putih. : Ya,salam perkenalan spudara ku.( balas si malaikat tersenyum menang.)


"Cih,dasar bodoh... setan kalah sama malaikat.. bener2 gak nyangka,dan lagi..wajah ku juga sama dengan mereka.jangan sampai mereka menganggap aku kembaran mereka juga.ih...." gidiknya mengibas2 kan tangan ke udara sekan mengusir kedua mahluk tak kasat mata itu dari fikirannya.


Mira yang mendapati pergerakan di sekitarnya,membuatnya takut2 membuka matanya....


memastikan siapa yang ada dlam pelukannya.Hingga di saat mata itu sudah terbuka dengan benar,membuat mata kecil itu terbuka lebar di saat mendapati seorg yang ia hindarinya sedang berbaring di sampingnya bahkan ia memeluknya...


"Kyaaaaaa........."


pekiknya kaget serta kesal membuat rama yang melamun terperanjat kaget.


"A..apa yang kamu lakukan di kamar ku.?" tabyanya dengan respon yang lumrah,menarik selimut menutupi tubuhnya.


Rama langsung berdiri di sisi ranjang,menatap mira dengan sendu namun gemas dlam hati melihat responnya.


"Aku tidak berbuat apa2.aku hanya menemani mu tidur." balsnya jujur membuat mira memelototinya. Untungnya semua kamar terdapat peredam suara,jadi teriakan mira tidak terdengar hingga keluar kamar.


"Mir..maaf..." ucap rama lirih mendudukan tubuhnya di pinggir ranjang.


Mira semakin waspada.. dia melihat tubuhya di balik selimut dan mengehela nafas lega krna baju tidur yang di kenakannya masih utuh.


"Mundur, rama.. keluar dari kamar ku.." dinginnya.


Rama diam tak menjawab.krna tak.mendapat respon dari Rama,mira pun memutuskan bangun dan membersihkan diri,tampa memedulikan rama yang terus menatapnya.


pagi ku hancur karna pria brengsek ini.

__ADS_1


__ADS_2