
mereka saling berlomba menghancurkan target mereka masing masing.
sedangkan di belakang ketiga laki2 beda Usia itu ada seorg wanita yang menatap tajam pada mereka setelah menerobos masuk ke dalam arena.awalnya di larang oleh petugas krna bahaya namun di saat petugas itu ingat siapa yang mereka hadapi akhirnya pun membiarkan nya.
" Kalian.... " tak ada yang menyahut...karna mereka bertiga sedang memakai peralatan menembak,menutup daun telinga mereka agar tidak berdengung atau shock di saat bunyi2 dari senapan2 mereka.
"Kalian...Rama
Xhian xhuan..." panggilnya ...
memanggil berkali2 tapi tak ada sahutan atau ke niatan dari ketiga laki2 beda usia di depannya itu untuk berhenti.pasrah..dia memilih menunggu di saat peluru mereka habis dan berbalik padanya...
tak menunggu lama krna mereka bermain dengan sangat cepat dan ahli.hingga akhirnya salah satu dari mereka dan yang lebih tua dari mereka kehabisan pelurunya...Mira masih menunggu dengan amarah yang besar...
Dan Ramapun berbalik di saat peluru dalam senapannya telah habis.dia berniat mengganti senjatanya lagi.namun...
Deg
Glek...
rama berdiri dengan kaku di dan dengan segera melepas penutup telinganya dan berdiri tegak bagaikan bawahan anggota militer.menunggu apa yang akan wanita pujaannya ini lakukan padanya.
...mampus..mira akan sangat marah pada ku.."
batin rama.
Ya,wanita yang sedari tadi menahan amarah itu tak.lain dan tak bukan adalah Mira,pujaan hati rama dan wanita tercinta dari ketiga pria beda usia tersebut.
Mira bergegas meninggalkan kliennya yang tadi dia temani meni melihat2 taman hiburan bersama sally... Awalnya dia heran krna layar monitor yang ada tiba2 berganti dengan tayangan yang sama di,tanyakan pada sally pun sally tak tau karna memang tidak ada catatan penayangan tersebut di acara pembukaan.
hingga mau tak mau Mira mendekat dan melihat sosok2 yang sedikit familiar baginya.. hingga di saat dia benar2 yakin mira pun bergegas menuju area penembak setelah menanyakan tempat tersebut ada di bagian mana pada sally.
Dengan langkah cepat dan amarah yang membara,mirapun menerobos tempat arena menembak,masuk dengan paksa sebelum.sang pegawai mengenalinya.
"Maaf,maaf nona... " ucap si penjaga menunduk bersalah.
"Mereka memaksa masuk..tuan itupun pasrah dengan permintaan anak2nya nona.." imbuhnya.. melihat amarah Atasannya.
mereka fikir Mira marah karna tidak mengikuti peraturan..yang tidak memperbolehkan anak2 di bawah 12tahun masuk ke area tersebut.namun nyatanya itu adalah hanya salah satu penyebab kemarahan mira..kemarahan utama mira itu adalah mereka orang2nya sendiri,tepatnya anak2 nya juga pria yang kembali mengguncang hatinya.
Bersedekap dada dengan menatap lekat dan tajam pada ketiga laki2 beda usia di depannya.apalagi saat rama berbalik dan menatapnya dengan kaget. Mira semakin menajamkan tatapannya dengan aura yang sangat mengintimidasi.
__ADS_1
Kali ini nyali rama menciut di depan Mira.
semua pekerjaan menunduk gelisah,takut kesalahannya akan membuat mereka kehilangan pekerjaan yang baru saja mereka lakukan.
"Ded.. ayok lagi,gunakan waktu kita ini untuk berlatih bersama." kata xhuan di tengah2 kesibukannya.dia baru saja mengisi amunisinya bersamaan dengan xhian.sedangkan rama dia harus berhadapan dengan macan betina saat mengambil amunisinya...lagi.
Berlatih tit*t mu nak...
" Dedy gk asik.ayok ded.selagi momy belum.tau kita ada di sni.."
sudah terlambat.. momy mu sepertinya akan memakan kita hidup2..
Ehem...
Rama berdehem,merilekskan untuk ketegangan dirinya.
Mira menyipitkan tatapannya matahyabdengan tajam seolah2 berkata... berani berani kamu...
Glek
Nak,dedy mohon berbalik kalian berdua..
" Xhian..,ayok lanjut lagi..." ucap xhuan yang melohat amunisi telah habis kembali. " ded,nanti ba.....
Bocah itu cengengesan.. dengan segera melepas peralatan menembak dan melemparkan nya sembarang.membuat xhian menghentikan kegiatannya di saat melihat senjata saudaranya di lempar begitu saja.itu adalah hal yang tak pernah xhuan lakukan jika sedang berlatih menembak.
" Momy...." panggilnya xhuan ceria,seolah2 tidak terjadi apa2.
dia menendang kaki xhian yang masih diam saja tidak membalikkan badannya sebelum dia melangkah pelan menghampiri momy nya..
"Momy di sini juga..?" tanyanya bodoh.
"Di sini bagus kan momy..semuanya tersedia di ta...."
Mira menghentikan langkah putranya dengan tatapan tajam.
Mampus,momy marah.
xhuan melangkah mundur berdiri di samping dedynya.dia mendongak, menatap rama yang diam mematung,dengan raut wajah waspada.
dedy kok malah diam aja... aah.. dedy takut pada momy juga.
__ADS_1
batinnya kemudian menunduk.
Mira melirik putra sulungnya yang maaih diam mematung membelakanginya.
" Kamu masih ingin meneruskan nya xhian.?" tanyanya dingin.
xhian berbalik dan melepas semuanya dengan pelan dan memberikannya pada petugas pelatih di sana yang langsung sigap menerimanya.
Xhian kembali pada barisannya.. dia berdiri seperti prajurit handal dengan posisi istirahat di tempat.
" Maaf momy,kami salah.." katanya menatap lurus kedepan.
"Ya mom..xhuan juga salah." xhuan menarik celana dedynya untuk mengatakan sesuatu.
" Maaf mir,aku tidak menjaga anak2 dengan baik.bahkan membiarkan mereka melakukan sesuatu yang berbahaya seprti ini." sahut rama yang tidak ingin kedua anaknya di marahi oleh mira yang menatap mereka dengan aura kesal.
"Maaf,seharusnya aku tidak mengijinkan mereka ke sni..sehingga mereka malah memilih area menembak.."
"Rama,kamu bisa diam.." katanya dingin tampa menatapnya.
" Aku akan diam jika kamu tudak memarahi anak2.kamu marahi saja aku atau kamu juga boleh memukul ku."
Mira menatap Rama semakin tajam.
"Momy..." lirih xhuan yang kini sedang memelas.
menghirup udara untuk menenangkan emosinya..Mira kembali menatap kedua putranya bergantian.
" Sejak kapan kalian berlatih menembak.?"
wajah xhuan memucat,dia sedikit dan berdiri di belakang tubuh dedynya.rama yang melihat putranya seprti yanga bisa menghela nafas dengan keras.
Jadi benarkan mereka berlatih diam2 selama ini...
batin rama yang sudah menebak nya sedari tadi.
"Xhian... sejak kapan..?"
"emm...kira2 dua tahun lalu mom."
Bruk...
__ADS_1
... ÷÷÷×÷÷÷...