Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_42


__ADS_3

Glek tidaaaaaaaak." jerit batin sally


" Baik nona.." sahut keduanya,sally pasrah.


tatapan heran dri smua tamu setelah rasa terkejutnya,di mana mereka heran dgn sikap petinggi Perusahaan A3xhiaxhuan company.


Sally yg di kenal sebagai petinggi di perusaahan itu takut pada Miranda.sally atasan salma dan seharusnya juga atasan Miranda yg hanya utusan dri perusahaan inti membuat org2 di sana mengernyit heran,belum bisa mencerna semuanya.


"Momy," xhuan memanggil mira dgn masih dlam gendongan Rama.


Mira menatap anaknya dgn lembut. " Turun,ayok pulang,setelah besok kita tidak boleh kembai lagi ke negara ini." katanya sambil berbalik.


"Bolehkan dedy ikut..?" tanya xhuan dgn cepat.


Langkah mira terenti,sedangkan xhian membelalakan matanya " Xhuan,kamu harus berfikir dewasa.turun tidak boleh menambah masalah untuk momy." ucp suara kecil nan dingin itu dgn tegas."Kalo kamu mau,kamu bisa tinggal dgn nya.." imbuh xhian acuh meski dia tidak mau berpisah dgn adiknya yg konyol itu.


xhuan merenggut.mira menoleh menatap tajam pada xhian."Nak, apa yg kamu katakan.momy tidak mau kehilangan salah satu dri kalian.kalian adalah penyemangat momy selama ini." merasa tak terima dgn perkataan putra sulungnya.


xhuan dan sally mengangguk bersama.


" Momy,xhian seprtinya salah minum obat.mana ada seorg kakak merelakan adiknya dgn begitu mudahnya. "


"Cih,jadi kamu mengaku jika kamu adik ku."


"Iya,eh.. tidak..kita ini kembar hanya beda beberapa menit tau." ketus xhuan menyangkal perkataannya sendiri.


"Tadi kamu bilang..."


"Itu karna kamu mengeselin.sodara yg lupa minum obat.."


"Kamu..."


Kedua bocah itu berdebat membuat org2 sekitarnya merasa lucu dgn pertengkaran keduanya.


mira mengehembuskan nafas berat,kepalanya mendadak pening.seprtinya efek kehilangan darah yg lumayan banyak membuatnya pusing.


"Terserah.momy lelah butuh istirahat." dia berbalik dan melangkah menuju pintu keluar dari ballroom hotel.


"huh.." xhain dengus kesal.


"yey..." xhuan bersorak menang. "ayo dedy,kita pulang.aku mau tidur di peluk dedy." imbuhnya girang.


"Baiklah putra dedy..Cup." rama.mendaratkan satu kecupan di pipi putranya gemas.


mereka melangkah mengikuti langkah mira dan xhian yg fi ikuti sally dan salma beserta di belakang rama ada Maike dan bodygoard si kembar.


"tidak..tidak boleh..mereka tidak boleh bersama."gumam eria khawatir akan nasibnya.


tuan karavan dan sang istri menatap tak suka dgn ambisi eria,mereka memandang malas dan pergi meninggalkan acara.


"Salma,bantu sallu selama dia memimpin perusahaan dan sisanya nnti aku hubungi kamu lagi "


"Baik nona."

__ADS_1


teesss prang....


langkah mereka yg hampir sampai di pintu keluar terentikan oleh suara barang pecah dan di saat mereka menoleh,eria memegang botol bir yg telah pesah itu dgn tatapan marah.


"Jgn ambil rama dri hidup ku..dasar keluarga menjijikan."geramnya dan melangkah menuju miranda.


semua melotot tak percaya.xhian mengedarkan matanya dan mendapati sesuatu yg membuatnya tersenyum licik.


xhian memberi kode pada bodygoardnya yg langsung di mengerti bagaikan mereka memiliki telepati.


salah satu dri mereka melangkah mengambil apa yg tadi di tatap ruan muda pertamanya,sedangkan yg satunya lagi menghadang jlan eria membuat eria menatap sengit.


"Minggir sampah..akan ku bunuh mereka." katanya tampa memikirkan imejnya.


xhian bersiap melakukan aksinya dan bodygoardnya yg lain sudah siap berdiri di belakang eria tampa sepengetahuan siapapun dlam pergerakannya sambil memegang gelas yg sudah terisi penuh dgn minuman kuat yg sudah di campur.


"Minggir,aku bilang minggir..." sambil menggerak2kan botol pecah di tangannya.hal itu membuat semua khawatir termasuk kedua org tuanya.


Rombongan mira hanya bisa menatap dgn datar..acuh.


tak tak tak ssssssttt..bhuk...


"XHIAN.."


dgn pergerakan cepat, xhian menyelinap di balik bodygoardnya dan menendang kaki eria bertepan dgn botol pecah di tangannya telah di rebut oleh sang bodygoard.dan tidak lupa pula pukulan kuat xhian berikan pada eria di area perutnya membuat eria tak bisa menahan keseimbangan tubuh hingga


Bhuk...


"Aaw.. "


"aaaaaaa.....panasss...."


"ERIAaa.." pekik kedua org tuanya.


serangan berturut2 eria dapatkan,membuat semua shok seketika.


"Ups...sorry nenek sihir... gue gk sengaja..oowh sekalian itu salam kenal sekaligus salam perpisahan dri gue." ucp tak bersalah xhian dgn langsung mengangkatkan kaki dri sana.


Mereka pergi meninggalkan kegaduhan di dalam sana.meninggalkan ringisan sakit serta caci maki dri org2 yg menghina sang momy.the little family.


Sampainya mereka di villa,mereka di sambut dgn khawatir oleh pekerja villa,mereka takut terjadi hal buruk pada nonanya krna ada seorg dokter ahli menunggu di sana dgn khawatir pula.


"Nona...anda.. ya tuhan,tangan anda kenapa nona.?" tanya kaget si kepala pelayan.


"tidak apa2,hanya luka kecil saja."


" apakah paman chu ada do dlam.."


"ah..ada tuan muda...eh...


"Ada apa bocah es.siapa yg terluka..?" tanyanya di ambang pintu dgn wajah yg di normalkan.


"Paman,tolong lihat tangan momy..aku tadi sudah memberikan pertolongan pertama untuknya.."

__ADS_1


dokter chu menatap sipit tangan Miranda yg masih saja mengeluarkan darah. "Asa apa dgn mu Mir..? kau tidak sedang main2kan dgn melukai tangan mu.?"


"Tidak usah banyak ngomong.liat saja dulu dan kasih aku obat." kesalnya.dia tak suka di marahi.


mereka sudah berada di ruang keluarga dan saat itu pula dokter chu melihat keberadaan pria itu...


"huh,akhirnya masalah kalian selesai juga.."


Mira diam tak menanggapi.kepalanya semakin pusing.sedangkan rama hanya melirik sekilas krna dia sibuk dgn putra bungsunya.


sally,maike dan salma diam tak jauh dri mereka,duduk di kursi samping tak jauh sofa..


"Aku harap kesalah pahaman kalian cepat selesai agar kalian bisa hidup bahagia bersama si kembar." imbuh dokter chu yg masih di diami oleh mira.


"Bicarakan baik2,ini semua untuk si kembar agar mereka bisa merasakan kasih sayang kedua org tuanya yg utuh.kalian sudah sama2 menderita selama ini.." ya dokter chu tau itu.


dia melihat bagaimana perjuangan hidup mira selama ini di saat mengandung hingga merawat si kembar di saat2 perusahaannya mulai sibuk krna saat itu dia sedang berkunjung ke negara belanda dan mampir di kota amsterdam bersama sang istri dan anak.


begitupun dgn penderitaan Rama,yg sering kali masuk rumah sakit krna setres juga masalah lambungnya yg rusak krna terlalu banyak minum yg membuat Rama terbaring koma beberapa minggu di rumah sakit.namun untungnya rama bisa pulih dan menjalani operasi sehingga membuat raman harus di rawat lebih lama lagi untuk pemulihan.dan di saat itu pula dia mengetahui kesalah pahaman keduanya dri rama yg bercerita penuh deraian air mata krna penyesalan.


"Gimana kabar istri dan anak2 mu.."


" Ck..mereka baik...selalu saja mengalihkan pembicaraan."


"Sampaikan slam pada mereka kalo aku gk bisa mampir.aku akan kembali besok.aku harap kalian mampir ke rumah di saat kalia ke belanda."


"hmmm..."


"Jangan bawa kak ze..aku gk mau krna ada dia membuat mood ku buruk.."


pletak...


"aaw.. sakit mom.."


"makanya jgn ngomong kayak gitu.."


dokter chu hanya cekikikan.dia tau jika ank tertuanya selalu berbuat konyol dan hal itu tak di sukai oleh xhian.yg membuat mereka salu berdebat pada akhirnya.



•UP lagi gaiss..😁😁😁


sory telat..


silahkan membaca😊


dan jgn lupa tinggalkan jejak kalian dgn


Like👍


Voting⭐


Hadiahnya🎁

__ADS_1


Makasih🙏 sampai jumpa lagi👋👋👋


__ADS_2