Not The Old Me

Not The Old Me
NOTM_66


__ADS_3

Setelah satu hari meng istirahat kan tubuhnya.. Mira yang kembali menjadi angel di luar rumah itu kini kembali ke aktifitasnya.aktifitas yang biasa dia lakukan di amsterdam.


Jam 6 pagi,dia sudah bangun dan mendapatkan rama masih terlelap di sampingnya dengan bertelanjang dada.dia tersenyum dan mendaratkan kecupan di bibir Rama sekilas yang untungnya tak membuat rama terbangun,karna jika rama bangun bisa di pastikan Mira akan telat ngantor krna meladeni kemesuman rama yang semalam tertunda.


Suara gemericik air dalam kamar mandi menandakan.mira tengah mengguyurbtubuhnya di bawah sower. membasahi rambutnya hingga ke ujung kaki.


Klek


Setelah memakan waktu 20menit,mira menyelesaikan aktifitas mandinya di bawah sower..dia keluar dengan ganya memggunakan kimono mandi dan handuk yang menggelung rambut basah nya.


"Dia masih belum bangun...," ucapnya mendapati rama yang masih terlelap.


" Benar juga sih,dia tidak perlu repot2 ke kantor karna kantor pusatnya masih dalam proses pemindahan kesini.sedangkan di sini hanya prusahaan cabang kecilnya saja."


Mira melangkah mendekat ke arah ranjang,duduk di terpanjang dan menatap intens rama.


" Tidak berubah sama sekali.." gumamnya..


"Karna keputusannya untuk memindahkan prusahaan pusat milik keluarganya ke sini dia membuat maike kerepotan..,kasihan tu anak.."


"kenapa kau membicarakan pria lain di depan suami mu ini..?" grutu rama yang masih memejamkan mata..


Mira terbelalak..


"Kamu sudah bangun.?"


" Jangan mengalihkan pembicaraan.kenapa kamu malah membicarakan pria lain di depan suami mu ini.?"


" A..apa..su..suami siapa.? " balas tanya mira gelagapan dengan wajah yang bertemu membuat rama menahan senyumnya.


" Ya akulah,masak pria lain.kitakan sudah tinggal bersama dan tidur bersama..bahkan Kita sering melakukan olahraga bergairah di atas ranjang bersama.." seru rama lagi,ingin menggoda mira yang ajahnya semakin memanas merah.


" Kamu..kamu.... dasar mesum..,sana bangun mandi.." ucapannya sambil beranjak namun pergelangan tangan mira di pangkal oleh Rama dan di tariknya membuat mira ambruk di atas tubuh yang bertelanjang dada itu.

__ADS_1


" Siapa yang mesum sekarang.?" senyum rama dengan mengeringkan matanya..


" Ram...aku..kamu..._


senyum rama semakin lebar dia merengkuh tubuh mira dengan sebelah tangannya dan tangan satunya menyentuh wajah mira sehungga dirinya bisa menciumnya dengan tepat dan dalam.


Cup


"Selamat pagi sayang ku,cinta ku,belahan jiwaku,istri ku,ibu dari anak2 ku...ssmoga hari mu indah..." katanya menatap lekat manik mata mira yang indah.


" mmm.. pagi... " mira tidak tau harus membalasnya seperti apa..karna biasanya dia hanya membalas dengan satu kata itu saja,dan itu di serahkan rasa grogi yang dia rasakan saat berhadapan langsung dengan rama setelah mereka mengumumkan hubungan mereka pada keluarga kecil mereka.


dan sejak saat itu pula,Rama selalu melakukan hal yang sama di pagi hari..


"Biar aku membantu mu mengeringkan rambut mu."


"Ya? apakah itu tidak apa2..?


" Tidak apa2... kan aku yang memintanya..dan meskipun kamu yang memintanya aku akan melakukannya dengan senang hati."


suara pengering rambut menemani perbincangan mereka.dengan mira yang mulai menghiasi wajahnya dan rama yang sibuk mengeringkan rambut panjang mira.


" Jadi,kapan prusahaan mu di buka di sini.?


" Mungkin sekitar satu bulanan krna aku harus meminta maike mengurus surat2nya terlebih dahulu."


"Apakah yang mengerjakan semuanya maike seorang.?"


"Tidak sayang,. dia pastinya memperkerjakan orang kepercayaannya juga.lagi pula aku dia harus melakukannya secepat mungkin.jika kalo tidak,gajinya akan aku kurangi 5 persen."


"Dasar....


lalu,apakah itu tidak masalah dengan kedua orang tua mu ?"

__ADS_1


" Tidak masalah.toh prusahaan akan tetap berjalan hanya saja,..kita memindahkan prusahaan pusatnya di sini."


"prusahaan itukan prusahaan temurun2.."


"Ya,tapi itu benar2 tidak masalah.setelah memindahkan prusahaan pusat ke sini maka di sana kan di teruskan oleh sepupu ku..."


"Lalu bagaimana dengan para petinggi..?"


"Asalkan pemasukan mereka tetap berjalan mereka tidak bisa menentangnya sayang,apalagi aku menggandakan pemasukan mereka.sudah ya..gak usah khawatir..."


"em.. maaf karna aku kamu melakukan semua itu.."


"Itu sudah sewajarnya ok.kalian itu belahan jiwaku.terutama kamu..aku tidak ingin jauh dari mu lagi meski hanya semenit."


"Huh,dasar..."


kegiatan di depan meja rias itu akhirnya berakhir dengan rama yang meninggalkan mira ke closed untuk ganti baju dan rama yang menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Selamat pagi mom,ded..."sapa xhuan pada kedua ornag tuanya yang menuruni tangga.


" Pagi anak2 momy.." balas mira sambil mendaratkan kecupan di kening xhuan dan xhian.


"Momy.." keluh xhian yang sifat nya tak berubah.


Mira hanya mengulum senyum dengan xhian yang cemberut.


"Pagi putra2 dedy.." balas rama dengan mengacak2 rambut xhuan yang balas gerutuan sedangkan di saat rama mendaratkan tangannya di atas kepala putra sulungnya,xhian langsung menepisnya.rama hanya tersenyum dengan reaksi xhian yang tak berubah.


" Xhian.." panggil mira lembut pada putra sulungnya agar tidak bertindak berlebihan para rama.


xhian diam.dia bukannya marah pada rama atau masih membenci rama hanya saja,dia tidak menyukai jika dirinya di perlakukan layaknya seorang anak2.


(namun sayangnya,dia memang anak2 yang masih berusia 5tahun.)

__ADS_1


...β˜†β˜†πŸŒ»β˜†β˜†...


__ADS_2