
Uhuk.....uhuk...uhuk..
Mira terbatuk mendengarkan pernyataan dari xhuan.. diapun langsung minum minuman yang do sodorkan oleh xhian padanya..
"Xhuan.. makan hangannbanyak bicara.." seloroh xhian pada adiknya yang langsung menjulurkan lidahnya..
bleek..
"Biarin... kan aku tanya gitu soalnya aku penasaran.klo pnasaran itu gk baik kalo di biarkan bikin ke pikiran tau.. " tau saja balasan yang harus bocah nakal itu ucapkan.membuat xhian memelototinya.
Rama hanya diam seprti tak mendengar perdebatan itu.sedikit merasa bersalah melihat miranda yang terbatuk demgan pertanyaan putra bungsunya.
suanapun berubah Hening dan canggung.
Mengelap bekas air di bibirnya dengan tisu,mira menatap tajam Rama... yang di tatap malah meraih lauk dan di berikannya pada Xhuan.
"Nak,makan yang banyak.tapi klo kenyang gak usah di paksain ya.." ujarnya mencoba menghentikan keheningan yang canggunng.
"Ok ded.."
Acara sarapan kembali berlanjut dengan rama yang mengngode xhuan untuk tidak bertanya masalah tadi pagi.Krna rama merasa jika dia bersalah tidak mendengarkan perkataan mira yang memintanya keluar setelah mira pergi ke kantor. dan bodohnya dia lupa tentang ke lici kan putra2 nya yang memilih pergi dari depan kamar mira lalu bersembunyi di lorong menuju balkon yang ada di lantai dua tersebut,yng pastinya dengan xhian yang di tarik paksa untymuk ikut melakukan hal konyol tersebut..sehingga di saat dirinya memeriksa dia tidak mengetahui keberadaan putra2nya.
" Kalian... jika penerbangan terus tertunda,kalian akan momy daftarkan sekolah di sekolah kanak2 terdekat.."
"Apa..tidak mau.taman anak anak tidak cocok dengan kita momy." tolak xhuan yang langsung menyahut. " Iyakan xhian.?" tanyanya meminta pendapat.
Xhian mengangguk pasti. " pelajaran di sana terlalu membosankan.bernyanyi belajar menghitung dan membaca..semua itu sudah kita kuasai." katanya datar.
" Gimana jika sekolah menembak.?" usul xhuan.
"Tidak boleh,itu terlalu bahaya.."sahut mira cepat.
"Itu ide yang bangus.."
"Iyakan dedy.. kita bisa belajar melindungi diri dengan menembak..dor dor dor.."
rama menatap ke arah xhuan xhian lalu mira.
" Apapun yang ingin kalian pelajari itu bagus tapi.. kalian harus tetap hati.."
__ADS_1
"Tentu dedy... itu pasti.bahkan kita nanti akan melindungi momy dan dedy,yakan xhian?.."
"kamu saja yang melindunginya.aku akan melindungi momy."
"Tidak.. kalian belum saatnya kalian belajar hal2 yang berbahaya seprti itu..belajar suatu hal yang baik dan bermanfaat."
xhuan cemberut mendengar penolakan mira..
sarapan pagi itu berakhir dengan mira yang memutuskan untuk berangkat ke kantornya.menyibukkan diri dari pada harus bertatap muka dengan rama yang entah kapan akan pergi dari mension nya.
Dan sejak itu pula Mira terus menghindar untuk.tidak bertemu dengan rama..jika rama di rumah bersama anak2 yang menjadi alasannya mirah memilih pergi keluar,ke kantor atau toko bunganya bila di siang hari nakun jika di malam hari diaakan berdiam diri di kamar dan ruang kerja..
Menghindar untuk sementara sebelum hatinya benar2 akan memutuskan untuk kembali pada ayah dari anak2nya.
Begitupun dengan Rama.. dia menyadari perubahan drastis mira sejak kejadian pagi itu..pagi di mana dia terbangun dari ranjang yang sama dengan mira tampa melakukan hal yang senonoh yang sangat dia inginkan jika bersama belahan hatinya.
Rama menerima perubahan mira krna dia tidak ingin memaksakan keputusan mira untuk memerima.. toh dia sudah memutuskan untuk perlahan2 meyakinkan mira dengan kesungguhannya apa lalgi ada kedua putranya menginginkannya meski putra sulungnya tidak pernah menampakkan hal tersebut.
Hal ini sudah berlangsung berhari2....dan keberangkatan Mira juga di tunda hingga peresmian taman hiburan di lakukan.
...๐ฟ๐ฟ๐๐ฟ๐ฟ...
"Sya..beneran kamu mau perkenalkan aku dengan pimpinan perusahaan itu, boos mu .?"
"Hmm... lagi pula,kalo kamu beneran jadian sama boos ku ,aku nanti juga kena imbas hal baiknya kan..?" balsnya dengan mengerling.
"Hahaha tentu...aku tidak akan melupakan mu sya..
tapi kapan aku akan bertemu dengan nya?".
" sebentar lagi.. aku membolos kerja hany untuk mu tau."
"Maksih sya...
tapi kamu gak apa apa kelihatan bos mu nanti..?"
"tenang saja,aku sudah menyamar ini.." mengedipkan matanya..
eria tersenyum puas..
__ADS_1
mira tunggu saja kamu.. seseorang yang aku memiliki dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari mu akan membuat mu tunduk dan malu..
"Itu dia... beliau sudah datang. " bisik syartia teman eria memberitahukan kedatangan bosnya..
Eria menoleh melihat kedatangan seorg pria berumur 30an yang masih terlihat tampan dengan tubuh tegap berotot.
"wow sexsi..
dia tidak terlalu buruk dari rama... masih cocok untuk ku."
eria sedikit tak percaya dengan apa yang di lihatnya..dia fikir pria yang akan menduduki posisi pemimpin di kantor besar negara A ini adalah seorang yang tidak jauh lebih muda dari ayahnya..namun kenyataannya dia sampai terpelongo...dia tidak tau jelas pria yang akan menopangnya ini..yang dia tau hanya nama dan kedudukan di perusahaan yang di katakan temannya..
Dan diapun ke negara A dengan informasi yang sedikit setelah meminta bantuan temannyan itu untuk memperkenalkannya pada seorg pria kaya.hingga di sinilah dia sekarang.
"Bagaimana.? tampan bukan.?." tanya syarti pada eria yang tercengang.
" Fantastik.. ini melebihi apa yang aku prediksikan." sahut eria dengan suara rendah.
Bagaimana tidak.. tampang nya yang ke timur timuran itu membuat eria tersenyum semakin puas...
"Trimakash sya, akua akan men_traktir mu jika aku sudah bersama dengan boos mu itu. "
"Siapa.. aku tunggu kabar bahagianya.."
"ok.tapi bantu aku sekali lagi..,beri tahu aku jadwal bos mu agar aku lebih gampang mendekatinya.."
"Siap cantik.."
pertemuan itu berakhir dengan perbincangan tentang boos syartia dan rencana eria selanjutnya.. rencana untuk menarik perhatian pria incaran nya yang baru saja dia ketahui sering menggandeng wanita wanita cantik yang berbeda...tentu saja hal itu membuat eria merasa lega karna incarananya ini tidak terlalu sulit yang jelas dia hanya butuh memperlihatkan kecantikan ke anggunan dan ke gemulaiannya untuk mendekati pria tersebut..
"Thanks untuk hari ini..."
"hmmm.. jangan lupa kabar bahagianya ok.."
"ok.."
salamnya di saat mereka benar2 berpisah...
__ADS_1