
" Hmmm, ada lagi nih infomasi nya... Mau tau ngak?, Tapi ada imbalnya, hahahahah"
"Duh, apa an lagi nihhh?"
" Janji dulu, aku mau nompang rest, sekalian tidur, boleh ya ya ya, aku beneran capek nih, males bolak balik, boleh yah sepupuku yang baik lagi imut," Leo membuat muka ala ala imut malah Syah kerasa mau muntah.
" uweekkkk...apa an...langsung cerita sihhh, aku capek nih,"
" Janji dulu...."
"Hmmmm" jawab Syah datar.
Bima menceritakan semuanya.
"Hemmm, Tuan muda...tuan besar dengan nyonya besar mencarimu" ucap Bima pada Syah.
"APAaaa???!!!! Ahhhhhh, nanti aja aku hubungi mereka," malas Syah langsung memicit keningnya. Pusing.
Terus Bima bangkit ke kamar tamu, sebelum Syah berubah pikiran. Saat yang sama juga Syah langsung kembali ke kamarnya untuk segera isterahat.
Di Saat Syah dalam dunia hayalan, ada sesuatu yang sedang bergetar dan bunyi nyaring tanpa henti di meja samping tempat tidur.
Dengan malasnya Syah langsung bangun dari tidurnya. Yang dia sangka...
"Arghhhhh siapa yang ganggu gueee" kesal Syah masih dalam keadaan menutup mata lalu mencapai ponselnya.
"Hemmm, tolong boleh ngak bang jangan ganggu aku" gumamnya sendiri lalu segera mikir siapa menelepon nya.
"Eh bang Bim di kamar tamu kok, siapa ya di talian," katanya dalam hati lalu segera melihat kembali ponselnya. Nomor asing terus dia swap di layar ponselnya dan mendengar.
"Hello, Assalamualaikum Put- Putra," suara seorang gadis sangat lembut di telinga Syah membuat jantung nya tiba-tiba berpacu laju.
"Waalaikumusalam, Maaf ya, dengan siapa saya bicara??," Tanya Syah tidak kalah lembut.
"A---ku, Dira" sahut si pemanggi sedikit gugup.
__ADS_1
Syah terkejut lalu duduk dan bersandar di sisi kasur. Mencari kesadaran yang hilang saat tidur saat sore itu.
"Ibu, III--iya Bu Dira..eh maaf Dira," kaget Syah gugup.
"Iya aku Dira, hmmmm kamu lagi ngapain sekarang, aku mau bertemu dengan mu...hmmm datang kesini di rumahku.." ucap Dira datar namun lembut.
"Ta tapi , hmm iya dong , mau jumpa di mana...eh maksudnya rumahmu di mana?
"Ntar aku share location ya, ada yang harus kita bicara lanjut" langsung Dira matikan talian sepihak olehnya
"Bicara apa an ya udah mau menjelang malam nih," gumam Syah saat melihat arloji di tangannya.
TING
Chat dari dari Dira.
"Oh!! di mansion peribadinya, ada apa ya?," sepantas kilat Syah ke kamar mandi. Hanya memakan masa 15 menit.
Segera ke kamar tamu namun di lihatnya Bima tidur sangat lena. Diurungkan niatnya ingin mengajak Bima, dia langsung keluar dari kamu itu.
Dengan hati yang tenang, Syah langsung ke mansion milik Dira. Dia terbayang memikirkan kenapa tiba-tiba Dira mau berjumpa dengannya saat ini.
Moga dia tidak meminta syarat yang seperti novel-novel yang selalu di dengarinya saat teman-teman OG nya mengobrol. Syah tersenyum sendiri.
Hampir 30 menit Putra sampai. Satpam menunduk lalu mengarahkan masuk ke pintu utama. Semua isi rumah sudah di beritahu Ada tamu yang akan datang dan mereka bersiap.
Beberapa menit bibi menyuruh masuk kedalam dan meminta Syah duduk sebentar di ruang tamu. Bibi langsung memanggil Dira.
"Silakan tuan tunggu sebentar ya, saya akan panggil Nona Dira" kata Bibi Sumi.
"Iya makasih Bibi," Syah langsung duduk dan melihat lihat ruangan itu.
Dalam beberapa menit. Dira turun dengan Buk Yum. Buk Yum berbisik.
"Wahh!! Tampan plus plus ganteng sekali suamimu nak, sepertinya dia pria baik tapi kok aku lihat dia ngak macam OB ya nak...?" ucap Buk Yum dan sedikit penasaran . Dira hanya diam menunduk lalu tersenyum nipis.
__ADS_1
"Bu benar bu dia OB karyawan ku," bisik Dira sambil menuruni anak tangga.
Dira mendekati pria yang sudah sah menjadi suaminya dan memberi salam.
"Assalamualaikum," salam dari Dira yang hanya berpakaian santai namun cantik, menyapa Syah suaminya.
"Wa- waalaikumusalam, hai Di- Dira.." gugup Putra saat melihat Dira yang polos tanpa make up malah ayu dengan senyuman tipis Dan membuat jantung syah memompa laju bertambah kronik.
Dira melambai lambai tangannya di depan wajah tampan milik Syah sambil memanggil namanya. Buk Yum menyengir dengan perilaku suami majikannya itu.
"Put....Putra?" Panggil Dira.
"Eh. maaf, terkasima melihatmu bu, opss..hehehehe" langsung menutup mulut karena keceplosan.
"Hihihi," buk Yum ikutan ketawa.
Dira memutar bola matanya kesal. Lalu mengubah mood tenang.
"Hmm...Putra ini aku kenalkan Buk Yum, dia yang merawat ku sejak kecil dan setelah orang tua ku meninggal, aku juga telah menganggap dia seperti ibuku"
"Buk, saya Putra su su suaminya Bu Dira," kata Syah gugup.
"Iya, tenang ngak usah gugup gitu, Nak Dira sudah jelasin semuanya, ibu ke dapur dulu ya, oh ya, makan malam disini, lagipula sini sudah menjadi rumah mu nak Putra, iya kan Nak Dira heheheeheh, kalian ngobrol dulun ya" kata santai Buk Yum.
Setelah perginya Buk Yum ke dapur, Dira terus berusaha untuk menghilangkan gugup dengan memulakan bicara.
"Hem, Putra, a..a..aku emm ....aku mau kamu tingal disini mulai hari ini, I..itu pun kalau kamu mau", pinta Dira tertunduk malu.
"Ta-tapi--,"
"Rumahku dekat dengan perusahaan jadi terpulang padamu mau apa ngak, bukan maksudku untuk---," ucapan Dira dipotong oleh suaminya.
"Tapi aku----"
.
__ADS_1
.