
Kedua pasangan suami istri yang di ijab kabulkan setelah subuh yang masih lagi menikmati ketenangan dalam tidurnya meskipun berlainan tempat tinggal.
Kejadian yang mendadak saat pagi tadi melelahkan gadis manis yang masih dengan mata yang bengkak akibat tangisan.
Dira masih lagi terselubung di balik selimut saat ini. Mumpung hari libur. Tapi Dira masih sangat terkesan dan masih tidak terima dengan takdir yang terlalu mendesak.
Jam menunjukkan 1400 WIB. Buk Yum mulai panik karena jarang sekali Dira bangun kelewatan walau hanya tidur seketika. Buk Yum segera naik ke lantai 2 menjenguk Dira di Kamar.
"Nak.....nak....nak Dira.....bangunnnn sayang udah saat makan siang," panggil Bik Yum langsung masuk ke kamar Dira sambil menggeleng kepala melihat anak asuhan kesayangannya.
"Nak Dira,"
"eerrrmmmm..... bentar lagi buk, Dira lagi pusing," pinta Dira lalu Buk Yum menghampiri nya dan menempelkan tangan ke kening Dira.
"Ya Allah nak.....kamu panas banget, napa ngak bilang kamu sakit Dir"
"Ermmmm dikit aja Buk, ngak pa pa"
"Ibu panggilkan dokter ya?,"
"Ngak usah buk, bentar lagi mendingan"
"Baik lah kalau gitu....buk Yum masakin bubur dulu ya.....nanti sekalian ibu nyarik obat turun panas buatmu," lemah Buk Yum melihat Dira dalam keadaan begitu dan beberapa menit Buk Yum membawa kain untuk di ngompres.
"Buk makasih.....hiks hiksss " tangis Dira pecah akhirnya.
"Udah jangan mikirin lagi ya...udah udah jangan nangis...kamu tidur dan istirahat setelah makan bubur ini dan makan obat ya...udah jangan banyak mikir...ntar kamu ngak baikkan, ntar udah mendingan kamu ceritain segalanya ya nak,"
Dira bangkit bersandar di dinding kasur, disuapin bubur dari tangan Buk yum. Air mata mengalir dan di hapuskan oleh Buk yum. Langsung Dira mencapai obat terus meminumnya.
"Ibu.....bukkkk.......terima kasih, Dira sayang banget ibu," Dira memeluk terus Buk Yum setelah memakan obat. Dan Dira terlena akibat pengaruh obat.
"Iya ibu juga sayang banget," ucapnya perlahan dan mengelus rambut Dira.
๐ค๐ค๐ค
Saat sore tiba, Dira sudah sedikit membaik...lalu bangkit terus ke kamar mandi membersih kan diri dan langsung turun kelantai 1 mencari keberadaan Buk Yum.
"Bukkk YYYummmm!!!! "panggil Dira lalu menepuk pundak Buk Yum.
"Astagfiruallahhhh" kaget BukYum.
"Hehe maaf"
"Ehhh, udah mending Nak, kok turun, panggil aja lewat ponsel nak Dira....nanti kamu pusing lagi pingsan gimana?"
"heheheheh... Ngak akan...Buk aku udah sihat," Dira langsung memeluk Buk yum.
__ADS_1
"Masihpanas lagi kayaknya ni sayang"
"Ngak pa pa Buk.....ermmm bukkk..... aku mau curhat....,"
"Duduk dulu Sayang," Buk Yum sekalian duduk bersama Dira dan menunggu penjelasan dan curhatan dari Dira.
"Kemarin aku ....aku.....aku..dipaksa ni..ni....ni...nikah buk...." Dira menunduk lalu menangis sederasnya. Buk Yum kaget dan menerima pelukan Dira yang masih hangat.
DEG
"Jangan bercanda sayang" masih dalam perlukan Dira.
"Benar bu, Om Don yang saksinya..hiks hikss"
"Ya Allah, gimana boleh terjadi Nak?,"
"Aku ngak lakuin apa-apa buk..bener bu..sumpah!!!!," lantas Dira menceritakan apa yang terjadi selepas dia bertemu teman-temannya dan langsung ke masjid terus dinikah..
"AstaqfiruAllah nak. Anggap ini ujian mu nak, sudah ya sayang ngak usah nangis mulu, mata cantik kamu jadi jelek tauk...Lalu dimana suamimu....Napa ngak di ajak kesini atau kamu ------"
"A..aaku ngak tau bu,ย aku harus apa....aku malu.....a ..aku hiks hiks hiks.....tapiii..dia"
"Tapi....dia .... apa nak,"
"Dia karyawan ku, aku jadi malu sama dia, Aku harus gimana bu, bantun aku hiks hiksss....dia...dia...dia OB di kantorku.." jawab Dira menunduk malu.
"Sudah ya nak, jangan nangis lagi, semua sudah ditentukan garisnya, semua ini takdir Allah, dia suamimu, kamu harus mentaati, menjaga segala keperluan suamimu, kamu harus berbincang, kamu sudah ada segalanya apa lagi mau mu, jadi kamu harus terima dia apa adanya,"
"Tapi aku sama sekali ngak mengenalinya buk"
"Ngak pa pa nak, mula dari nol, pergi ketemu, bicara sebaiknya, Ibu yakin semestinya dia baik ..mau bertanggungjawab meskipun bukan salah dia atau kamu, iya kan?"
"Bawa dia kemari atau kamu ikut dia yang seharusnya begitu, terserah kalian mau bagaimana, tapi kamu harus berbincang.. ibu mengerti kalau kamu masih kaget, tapi dia suamimu, apa-apa itu utamakan suamimu"
"Bu.....aku sayang ibu,.....terima kasih ....bu "ibu membalas pelukkan manja Dira.
"Ciee ....yang udah nikah ni......sana manja dengan suamimu "canda BUk Yum.
"Ibuuuuukk..eeeeeee .....,"malu Dira.
Benar apa yang di katakan oleh Buk Yum. Dira harus coba untuk menerima takdirnya.
๐๐๐
Pagi yang menenangkan jiwa, setelah akhir pekan yang melelahkan.
Dira bangkit dari tidurnya dan melakukan rutinitas paginya seperti biasa. Dira teringat akan pesan Buk Yum. Jantung Dira berdegup kencang. Akan bisakah Dira coba untuk menerima.
__ADS_1
"Ahhhhhhh, moga hari ini baik-baik aja,"
Dira menuruni anak tangga dan terus menuju ke meja makan yang sudah di siap terhidangkan sarapan yang enak oleh buk Yum.
"Nak, gimana hari ini, kalau masih ngak sehat ngak usah ke kantor, " tanya Buk yum.
"Alhamdulillah udah baikkan, udah kuat, hihihi, jangan khawatir ya buk," jelas Diral langsungberangkat ke kantor jam 0730 bersama Om Don sebagai supirnya pada hari ini.
"Non Dira, apa sebaiknya non dira istrirahat aja, biar semua kerjaan om beresin"
"Aku baik-baik aja Om, aku akan lalui semuanya, mungkin ada hikmahnya om, aku akan coba menjalani, om juga bantu Aku kan gimana, jadi aku sungguh berterima kasih pada om selalu ada dengan ku"
"Baiklah om akan doakan yang terbaik, om rasa dia baik, om akan selalu mengawasi kamu dan akan selidik latar belakang OB itu"
"Om, OB itu suamiku om,"
"Iya maaf, om masih ngak percaya aja, takut nanti dia akan memanfaatkan kemewahanmu!! " tegas Om Don.
" Doa aja yang baik baik ya om," ucap Dira tenang.
"Maaf nak, Om pula yang emosi hihihi,"ย
" Hm, gimana hari ini, udah kuat mau ketemu suamimu, non,"
"Heheheh, ntar aku nyuruh Laili aja yang maggil saat makan siang.... oh ya ...sabar om, senyum om, aku yang nikah om yang ngak keruan, aku ngerti om khawatir dengan ku, oke aku mahu om selidik siapa dia, hehehehhehe, biar om puas loh,"
"Aku sayang kamu seperti anakku Non Dira,"
"iya om aku ngerti, aku bercanda, heheeh," goda Dira menghilangkan gugup di hatinya.
Tiba di kamar ruangan kantor, Dira langsung memesan kopi seperti biasa. Ya siapa lagi yang bikin kalau bukan si Pak OB suami Dira.
TOK TOK TOK
"Bu kopinya"
"Ermm makasih Lai, jadwal harini?"
"Oh ya," Laili menyerahkan beberapa berkas dan memberitahu hari ini ada rapat bersama semua pemegang saham dan pertemuan dengan share partner.
"Baik lah, saat makan siang nanti macam biasa, aku makan di sini aja,"
" Baik Bu"
.
.
__ADS_1
.