Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
29


__ADS_3

Sesampainya di lobi perusahaan Fellian milik Dira, ia tidak kaget dengan kehadiran sosok suaminya yang sudah membuat dirinya sentiasa hangat. Mereka tidak peduli bagaimana tanggapan orang, suatu hari mereka akan tahu kebenaran. Dia mendekati Syah yang membuat hari-hari Dira mulai mewarna dari kehidupan sebelumnya.


Dira memberi senyuman manis buat suaminya dan Syah membalas senyuman itu lalu Syah memanggilnya.


"Sayang," panggil Syah perlahan dan lembut.


"hmm," Dira membalas dengan senyuman manisnya.


"Waduh yank, Senyuman mu membuatku jatuh-," belum sempat menghabiskan kata-katanya Dira memotong.


"Mulai ngengombal," ucap Dira terseyum senang.


"Hahahahahah hanya untukmu istriku, peeesss," pak supir yang lihat suami istri bercanda hanya tersenyum.


"Pak, nyupirnya jangan ngebut ya, santai aja," pinta Syah agar keselamatan istrinya terjamin.


"Siap Tuan putra, arahan diterima!!" canda pak supir langsung masuk ke dalam mobil sambil tertawa kecil.


"Hhihi, liat pak supir juga udah pandai bercanda," kata Dira.


"Hahahahaha, nular aku kayaknya.....jaga dirimu, aku mau nyiapi tugas ku, hhmmm aku akan pulang sedikit lewat ada yang perlu aku urusi dengan temanku," ucap Syah pada Dira.


"Baiklah, hati-hati mas, kamu juga jangan ngebut," ujar Dira.


"Iya sayang," bisik Syah saja menggoda istri cantiknya.


"iihhhh massss," malu Dira langsung masuk ke mobil.


"Hahahahahahah bye bye sayang," ucap Syah perlahan namun di dengari juga oleh Dira.


Mereka sangat sibuk dengan kerjaan mereka sampai sore tiba.Β 


Di mansion peribadi Dira, Syah baru sahaja pulang, langsung bertemu dengan Buk Yum yang sentiasa menunggu Tuan Muda nya pulang.


"Eh!! Buk Yum!!, lagi ngapain masih di jam seperti ini?," kaget Syah melihat keliling sepi.


"Nunggu Tuan Muda lagi pulang," sahut buk Yum.


"Ya Allah BUk, dengar ku untuk besok-besoknya ngak usah tunggu aku, ngak pa pa, aku ada kunci cadangan, aku juga sudah bilang sama Dira ngak usah tunggu aku, aduiii kasian Buk, udah sana pergi tidur,"


"Tapi-"


"Ngak pa pa BUk, nanti makan aku bikin sendiri., udah Buk Yum sana gih istirahat,"


"Iya makasih Tuan m-,"

__ADS_1


"Sudah Buk bertuan tuan mulu, kesal tau ngak," kesal Syah pada Buk Yum pura-pura.


"Iya,hihihi, "


Syah terus ke kamar setelah pamit pada Buk Yum, naik ke lantai 2 terus memutar tombol dengan hati-hati agar tidak mengganggu Dira.


Benar. Dira tidur dengan pulas. Sungguh indah pemandangan saat istrinya tidur.


CUP


Syah mengecup singkat di bibir Dira, dan langsung ke kamar mandi menyelesaikan rutinitas di kamar mandi.


Usai mandi, Syah dengan cepat memakai kaos tidur serta celana pendek, langsung masuk ke dalam selimut mengikuti jejak Dira yang telah lama pergi ke alam mimpi. Syah mengambil kepala Dira dengan berhati-hati meletakkan di atas pundak hadapannya dan merangkul pinggang Dira dengan lembut. Dengan perlahan Syah ikut lena.


...😴😴😴...


Pagi yang dingin, di dalam kamar tidur milik Putra dan Putri dari golongan konglomerat, melihat masing-masing berpelukan mesra tanpa mereka sadari.


Dira yang merasa perutnya seperti di himpit sesuatu yang berat meraba dan merasa sesuatu yang sepertinya lekuk kaki seseorang. Perlahan Dira membuka mata.


"Astaga!!," gumam DIra.


Langsung mata Dira membulat saking terkejutnya. Dira mengamati raut wajah suaminya yang sudah Dira mula mencintai dalam diam itu. Ganteng. Meneliti setiap inci mata, hidung mancung,Β lastΒ di bibir yang selalu menjadi candu Dira.


"Hehehe". Dalam hati dira ketawa kecil.


"Arghhhhhhhh, mas!! kaget aku," langsung memukul dada Syah tanpa ampun.


"Awwww, sakit Dira,"


"Rasakan.......hahhahah, Sejak kapan kamu bangun mas,"


"Sejak tangan mu kesana sini, hihihihi," bisik Syah menggoda Dira langsung hendak bangun namun di tahan oleh Syah.


"Mau kemana sayang,"


"Ma-mandi, udah telat m-mas,"


"Mumpung masih awal ni, yuk kita melakukan yang belum kita lakukan,"


"A-apaan?"


"Aku mau.. Syah menarik leher Dira lalu mendekatkan bibirnya ke bibir nan indah Dira,"


Dira terperanjat kaget dengan perlakuan Syah terhadapnya. Syah menggoda dirinya dengan gerakan lembut. Hingga Dira tidak sadar mengikut permainan yang Syah mulai. Melummat, me ngulum dan mencecap sampai kedengaran ke suluruh ruang kamar.

__ADS_1


Cukup lama mereka saling memagut. Menikmati sensasi nikmat.


Puas!! tidak bagi Syah. Lalu Syah melepas perlahan pagutan mereka bagi Dira menghirup kembali oksigen yang habis.


Mereka saling menatap meluahkan rasa cinta itu semula, mengulangi perlakuan yang mereka dambakan. Saat ini Syah perlahan melepaskan kaos tidur Dira.


Syah ingin meneruskan kegiatannya. Namun..


"Ma-maas," saat ini bibir Syah berada di leher mulus milik Dira. Mencium, menjilat terus meninggalkan jejak pemilikkan yang tak tertahan bagi Syah.


"Ma-mas, aa--da ada orang nelepon ka-ka-kamu," Syah menjelajahi kecupannya di bahagian bukit kembar yang selama ini hanya di lihat saja. Syah menghisap salah satu bukit dan meremas lembut kembaran bukit tersebut.


"Arrhhhhhhh ma-masss, ambil ponsel mm-muu,"


"hemmpp, biarin," Syah malas meladeni bunyi nyaring dari ponselnya, dia meneruskan kegiatan baru yang sangat nikmat.


Bunyi berisik dari ponsel Syah sangat mengganggu. Mau tidak mau, Syah memberhentikan kegiatan mereka. Dira merasa malu perlahan berlari meninggalkan Syah sendirian.


"Mau kemana sayanggggg....," lembut ucapan Syah saat Dira kabur ke kamar mandi dan balas kerlinangan tajam Dira.


"Hahahaahah," tawa Syah keluar saat Dira menutup pintu kamar mandi.


Kaget dengan nama yang muncul di layar screen ponselnya, dengan menarik nafas. Bangkit dari duduknya terus ke balkon kamar dan Syah menjawab.


πŸ“ž"Hello Assalamualaikum,"


πŸ“ž"Waalaikumusalam, dad tumben pagi-pagi nelpon ku, ada apa?"


πŸ“ž"Pagi? Sakit apa kamu, ya betul disini pagi, tapi di tempat mu apa udah siang, kamu lagi tidur?," Syah menepuk jidatnya.


πŸ“ž"I-I-iya, hm gak,"


πŸ“ž" Yaudah, daddy mau kamu persiapkan semuanya untuk pulang, daddy udah urus yang lainnya, nanti Bima akan hubungi kamu,"


πŸ“ž"Syahhh, kamu dengar apa ngak daddy bilang!!!"


πŸ“ž"Tapi Dad.,"


πŸ“ž"Seminggu lagi kamu pulang TITIK!!,"


TUT TUT TUT


"Aduuuuhhhhhh, bannnngggggg Bimmmm!!!!!, " Syah berteriak tanpa peduli saat ini di mana.


.

__ADS_1


.


__ADS_2