
" Apaan terima kasih segala, aku ikhlas... Aku akan buatmu seperti seorang bidadari syurga dan akan setia hingga nyawaku di cabut sayang..."
" Ngombal,"
" Ngak sayang, benaran"
CUP
" Aku mencintai mu Dira," ikhlas dari Syah yang membuat Dira tersedak..
UHUK UHUK UHUK
" Masss kamu ihhh,"
" Iya sayang aku benar cinta Kamu, ngak perlu balas sekarang Aku faham, setidaknya Aku sudah meluahkan isi hatiku," Dira tersenyum, dia tau Syah ikhlas namum hatinya takut untuk membalasnya.
...👉👈...
Ternyata sangkaan Laili bahwa majikannya mempunyai hubungan sangat tepat. Ya. Dira sudahpun mencerita kan segalanya perihal status Syah kepada setiausaha kesanyangnya itu.
Laili mulanya sangat kaget tidak percaya namun setelah di tunjukkan buku nikah langsung Laili mengucap tahniah. Laili menghormati jika atasannya merahasiakan status mereka. Itu adalah hak mereka mungkin ada hal yang perlu di selesai kan.
"Bu, sekarang waktunya untuk bertemu dengan Tuan Alex," ucap Laili kepada Dira.
__ADS_1
"Oh ya, adakah Tuan Alex ke sini atau kita ke kafe aja ," tanya Dira.
"Menurut pada assistennya, Tuan Alex akan ke kantor aja bu,"
"Oooo senang begitu, baiklah kamu bikin minuman nanti saat dia sudah tiba," minta Dira kepada Laili.
" Baik Bu Bos, permisi,"
"hm"
...❤️❤️...
"Assalamualaikum,"
"Terima kasih, santai aja nak, paman ada yang perlu bicara dengan mu perihal perjodohan kamu dengan anakku, kamu sudah tau kan, Don sudah menghubungi ku kemarin," jelas Daddy Alex.
"Hmm iya pa paman, tapi, a a aku, gi mana ya mau ngomong," ucap Dira gugup karena masih ragu-ragu untuk berterus terang.
"Nak kenapa, ada masalah? Tapi ini semua permintaan ibu juga ayahmu, kamu harus mengerti----," kata Tuan Alex terpotong apabila karena Laili datang membawa nampan minuman.
"Silakan Tuan," ucap Laili ramah.
"Ya terima kasih," ucap Tuan Alex kepada Laili langsung menunduk lalu segera keluar.
__ADS_1
"Nak?????," panggil Daddy Alex menunggu jawapan dari Dira.
"Oh maaf, begini, Tuan, eh paman, a---ku sebenarnya sudah me-- menikah," ucap Dira gugup dan takut apa akan berlaku selanjutnya.
"AAA---PPAAAA!!!," Kaget Tuan Alex membuat dia terkejut.
"Bagaimana bisa nak dengan siapa kamu nikah, kok paman ngak tau sih, Ya Allah nak," khawatir Tuan Alex dan merasa kecewa.
"Ma-maaf paman semuanya mendadak, aku nanti kenalin paman sama suamiku ya, dia baik....nanti aku jelasin semuanya bila paman bertemu dengannya nanti," Dira melihat wajah kekecewaan teman Ayahnya itu.
"Iya....mau gimana....udah ngak ada jodoh.....ngak pa pa nak... aku emang kecewa, tapi paman mau kamu harus hati-hati, paman takut kamu hanya di manfaatkan, paman minta maaf kalau selama ini paman agak terlalu tegas, dari jauh paman selalu memerhatikanmu....menjaga mu, paman bangga kamu sudah bangkit semula memungkas semua kejahatan di dalam perusahaan ayahmu," ucap Daddy santai namun penuh arti.
"Terima kasih paman, bukan aku aja yang berusaha om DOn juga orang-orangnya banyak membantu dalam mengandal dan menyelesaikan masalah perusahaan ini," jelas Dira membuat tuan Alex senang.
"Iya, dia emang begitu, rela menjaga mu dari dirinya sendiri, sayang banget dia ama kamu nak, oh ya nak, boleh paman tau siapa suamimu, di perusahaan mana atau ada usaha apa nak??, " tanya Tuan Alex membuat hati Dira merasa malu dan kurang percaya ingin meneruskan perbicaraan.
"Oo ii-tu, erm, dia bekerja di kantor ini juga," kata Dira gugup.
"Oiya?, Apa benar nak, di bahagian mana, paman mau ketemu dia, sekalian kenalan," tuan Alex memohon.
"O--O--OB!!" mata Daddy Alex bulat karena terkejut.
"Apa nak Dira, apa ngak paman salah dengar ya, OB????, yang benar Nak!!!!?????,"
__ADS_1
.